sistem informasi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Sistem Informasi (SI) – atau lanskap aplikasi – adalah
kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk
mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem
informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses
algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan
untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi
dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.
Ada yang membuat perbedaan yang jelas antara sistem
informasi, dan komputer sistem TIK, dan proses bisnis. Sistem informasi yang
berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat
seperti memiliki komponen TIK. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan
pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi juga berbeda dari proses
bisnis. Sistem informasi membantu untuk mengontrol kinerja proses bisnis. Alter
berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja.
Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan/atau
mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi
produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan. Sistem informasi adalah suatu
sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi,
menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi. Dengan demikian,
sistem informasi antar-berhubungan dengan sistem data
di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain.
Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses sebagai
bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa
semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan. Sistem informasi merupakan fokus utama dari
studi untuk disiplin sistem
informasi dan organisasi informatika.
1.2
Rumusan masalah
Perumusan masalah
ditinjau dari latar belakang dan materi yang akan dibahas adalah:
*
Definisi
Sistem Informasi
*
Konsep
Dasar Sistem Informasi
*
Komponen
Dan Elemen Sistem Informasi
*
Elemen-Elemen
Sistem Informasi
*
Klasifikasi
Sistem Informasi
*
Jenis-Jenis
Sistem Informasi
1.3
Tujuan penulisan
Untuk
memberikan pengetahuan lebih mendalam kepada mahasiswa dalam memahami tentang
jenis-jenis system informasi manajemen sebelum mengenal dan mengetahui lebih
lanjut tentang system manajemen informasi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Definisi
Sistem Informasi
Sistem Informasi
(SI) – atau lanskap aplikasi – adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk
mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem
informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses
algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan
untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi
dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.
2.2
Konsep
Dasar Sistem Informasi
Suatu sistem pada
dasarnya adalah sekolompok unsur yang erat
hubungannya satu dengan yang lain, yang
berfungsi bersamasama untuk mencapai tujuan
tertentu.Secara sederhana, suatu sistem dapat
diartikan sebagai suatu kumpulan atau
himpunan dari unsur, komponen, atau variabel
yang terorganisir, saling berinteraksi, saling
tergantung satu sama lain, dan terpadu.
Dari defenisi ini dapat dirinci lebih
lanjut pengertian sistem secara umum, yaitu
:
1.
Setiap sistem
terdiri dari unsur-unsur
2.
Unsur-unsur tersebut
merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan.
3.
Unsur sistem
tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan
sistem.
4.
Suatu sistem
merupakan bagian dari sistem lain yang
lebih besar.
Secara umum
informasi dapat didefinisikan sebagai hasil
dari pengolahan data dalam suatu bentuk
yang lebih berguna dan lebih berarti
bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadiankejadian
yang nyata yang digunakan
untuk pengambilan keputusan. Informasi
merupakan data yang telah diklasifikasikan
atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan
dalam proses pengabilan keputusan.
Sistem informasi adalah suatu sistem
dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian
yang mendukung fungsi operasi organisasi
yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi
dari suatu organisasi untuk dapat
menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan
informasi yang diperlukan untuk pengambilan
keputusan.
Sistem informasi dalam suatu
organisasi dapat dikatakan sebagai suatu
sistem yang menyediakan informasi bagi semua
tingkatan dalam organisasi tersebut kapan
saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil,
mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi
yang diterima dengan menggunakan sistem
informasi atau peralatan sistem lainnya.
2.3
Komponen
Dan Elemen Sistem Informasi
Sistem informasi
terdiri dari komponen-komponen yang disebut
blok bangunan (building blok), yang terdiri dari
komponen input, komponen model, komponen
output, komponen teknologi, komponen hardware,
komponen software, komponen basis data, dan
komponen kontrol. Semua komponen tersebut saling
berinteraksi satu dengan yang lain
membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.
1.
Komponen input
Input mewakili
data yang masuk kedalam sistem informasi.
Input disini termasuk metode dan media
untuk menangkap data yang akan dimasukkan,
yang dapat berupa dokumen dokumen dasar.
2.
Komponen model
Komponen ini
terdiri dari kombinasi prosedur, logika,
dan model matematik yang akan memanipulasi
data input dan data yang tersimpan di
basis data dengan cara yag sudah ditentukan
untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3.
Komponen output
Hasil dari sistem
informasi adalah keluaran yang merupakan
informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang
berguna untuk semua pemakai sistem.
4.
Komponen teknologi
Teknologi merupakan
“tool box” dalam sistem informasi, Teknologi
digunakan untuk menerima input, menjalankan
model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan
dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian
dari sistem secara keseluruhan.
5.
Komponen hardware
Hardware berperan
penting sebagai suatu media penyimpanan
vital bagi sistem informasi. Yang berfungsi
sebagai tempat untuk menampung database
atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber
data dan informasi untuk memperlancar dan
mempermudah kerja dari sistem informasi.
6.
Komponen software
Software berfungsi
sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan
memanipulasi data yang diambil dari hardware
untuk menciptakan suatu informasi.
7.
Komponen basis data
Basis data
(database) merupakan kumpulan data yang
saling berkaitan dan berhubungan satu dengan
yang lain, tersimpan di pernagkat keras
komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk
memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam
basis data untuk keperluan penyediaan
informasi lebih lanjut.
Data di
dalam basis data perlu
diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi
yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis
data yang baik juga berguna untuk efisiensi
kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau
dimanipulasi menggunakan perangkat lunak
paket yang disebut DBMS (Database
Management System).
8.
Komponen control
Banyak hal yang
dapat merusak sistem informasi, seperti
bencana alam, api, temperatur, air, debu, kecurangan kecurangan,
kegagalan kegagalan sistem itu sendiri, ketidak
efisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa
pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk
meyakinkan bahwa halhal yang dapat merusak
sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur
terjadi kesalahankesalahan dapat langsung cepat
diatasi.
2.4
Elemen-Elemen Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari elemenelemen
yang terdiri dari orang, prosedur, perangkat
keras, perangkat lunak, basis data,
jaringan komputer dan komunikasi data.
Semua elemen ini merupakan komponen fisik.
Orang atau
personil yang di maksudkan
yaitu operator komputer, analis
sistem, programmer, personil data entry, dan
manajer sistem informasi/EDP.
Prosedur merupakan
elemen fisik. Hal ini di sebabkan
karena prosedur disediakan dalam bentuk fisik
seperti buku panduan dan instruksi. Ada
3 jenis prosedur yang dibutuhkan, yaitu
instruksi untuk pemakai, instruksi untuk
penyiapan masukan, instruksi pengoperasian untuk
karyawan pusat komputer.
Perangkat keras
bagi suatu sistem informasi terdiri atas
komputer (pusat pengolah, unit masukan/keluaran),
peralatan penyiapan data, dan terminal
masukan/keluaran.
Perangkat lunak
dapat dibagi dalam 3 jenis utama :
1.
Sistem perangkat lunak umum, seperti
sistem pengoperasian dan sistem manajemen data yang
memungkinkan pengoperasian sistem computer
2.
Aplikasi perangkat
lunak umum, seperti model analisis dan
keputusan.
3.
Aplikasi pernagkat
lunak yang terdiri atas program yang
secara spesifik dibuat untuk setiap aplikasi.
File yang berisi
program dan data dibuktikan dengan adanya
media penyimpanan secara fisik seperti diskette,
hard disk, magnetic tape, dan sebagainya.
File juga meliputi keluaran tercetak dan
catatan lain diatas kertas, mikro film,
antaralain sebagainya.
Jaringan komputer
adalah sebuah kumpulan komputer, printer
dan peralatan lainnya yang terhubung dalam
satu kesatuan. Informasi dan data bergerak
melalui kabelkabel atau tanpa kabel sehingga
memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat
saling bertukar dokumen dan data.
2.5
Klasifikasi Sistem Informasi
Sistem informasi
merupakan suatu bentuk
integrasi antara satu komponen
dengan komponen lain karena sistem memiliki
sasaran yang berbeda untuk setiap kasus
yang terjadi yang ada di dalam sistem
tersebut. Oleh karena itu, sistem dapat
di klasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya
:
2.6
Jenis-Jenis Sistem Informasi
Menurut departemen pendidikan sistem dibagi atas beberapa
jenis :
Sistem informasi akuntansi adalah
kumpulan sumber daya yang dirancang untuk mentransformasikan data keuangan
menjadi informasi.
Fungsi penting yang dibentuk SIA
pada sebuah organisasi antara lain :
1.
Mengumpulkan dan menyimpan data
tentang aktivitas dan transaksi.
2.
Memproses data menjadi into
informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
3.
Melakukan kontrol secara tepat
terhadap aset organisasi.
Subsistem SIA memproses berbagai
transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi
pemrosesan transaksi keuangan.
SIA terdiri dari 3 subsistem:
1.
Sistem pemrosesan transaksi
Mendukung proses operasi bisnis
harian.
2.
Sistem buku besar/ pelaporan
keuangan
Menghasilkan laporan keuangan,
seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
3.
Sistem pelaporan manajemen
Yang menyediakan pihak manajemen
internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang
dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja,
serta laporan pertanggungjawaban.
Cara Kerja
1.
Bagaimana mengoleksi data yang
berkaitan dengan aktivitas dan transaksi organisasi?
2.
Bagaimana mentransformasi data
kedalam informasi sehingga manajemen dapat menggunakan untuk menjalankan
organisasi?
3.
Bagaimana menjamin ketersediaan,
keandalan, keakuratan informasi ?
Manfaat
1.
Menyediakan informasi yang akurat
dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain
secara efektif dan efisien.
2.
Meningkatkan kualitas dan mengurangi
biaya produk dan jasa yang dihasilkan
3.
Meningkatkan efisiensi
4.
Meningkatkan kemampuan dalam
pengambilan keputusan
5.
Meningkatkan sharing knowledge
6.
Menambah efisiensi kerja pada bagian
keuangan
Sistem informasi keuangan adalah
sistem untuk mendukung bagian keuangan dalam pengambilan keputusan yang
mengangkut persoalan keuangan sekolah dan pengalokasian serta pengendalian
sumber daya keuangan dalam lingkungan sekolah. Misalnya : ringkasan arus kas,
informasi pembayaran.
Sistem Informasi Keuangan adalah
sistem informasi yang memberikan informasi kepada orang atau kelompok baik di
dalam perusahaan maupun di luar perusahaan mengenai masalah keuangan
perusahaan. Informasi yang diberikan disajikan dalam bentuk laporan khusus,
laporan periodik, hasil dari simulasi matematika, saran dari sistem pakar, dan
komunikasi elektronik.
1.
Input
ü Sistem Informasi Akuntansi, Data akuntansi menyediakan
catatan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan yang terjadi
dalam perusahaan. Catatan dibuat untuk setiap transaksi, menjelaskan apa yang
terjadi, kapan terjadinya, siapa yang terlibat dan berapa banyak uang yang
terlibat. Data ini dapat dianalisis dalam berbagai cara untuk memnuhi sebagian
kebutuhan informasi manajemen.
ü Subsistem Audit Internal, terdapat 2 jenis Auditor yaitu (1)
eksternal, biasanya terdapat pada perusahaan kecil. (2) internal, biasanya pada
perusahaan besar mempunyai staf ini sendiri. Ada empat jenis dasar kegiatan
audit internal :
v Keuangan, menguji akurasi catatan perusahaan dan merupakan
jenis kegiatan yang dilakukan oleh auditor eksternal.
v Operasional, dilakukan untuk memeriksa efektivitas prosedur.
Dilakukan oleh analis sistem selama tahap analis dari siklus hidup sistem.
v Kesesuaian, merupakan lanjutan dari kegiatan audit
oprasianal. Audit kesesuaian akan berlanjut terus, sehingga prosedur di
perusahaan akan terus berajalan dengan baik.
v Rancangan Sistem Pengendalian Internal, merupakan rencana
untuk pelaksanaan audit-audit agar berjalan lebih baik.
ü Subsistem Intelijen Keuangan, digunakan untuk
mengidentifikasikan sunber – sumber terbaik modal tambahan dan investasi terbaik.
Informasi yang diperoleh berasal dari dua pihak, yakni Pemegang saham dan
masyarakat keuangan.
2.
Output
ü Sistem Peramalan, merupakan salah satu kegiatan matematis
tertua dalam bisnis. Ada tiga fakta dasar dalam pemikiran peramalan : (1) Semua
peramalan merupakan proyeksi dari masa lalu (2) Semua peramalan terdiri dari
keputusan semistruktur (3) Tidak ada teknik peramalan yang sempurna.
Terdapat dua jenis peramalan (1) Peramalan Jangka Pendek,
dilakukan oleh area fungsional. (2) Peramalan Jangka Panjang, dilakukan oleh
suatu area selain pemasaran (suatu kelompok khusus yang hanya mempunyai
tanggung jawab perencanaan).
Terdapat dua metode peramalan, antara lain :
Terdapat dua metode peramalan, antara lain :
v Metode peramalan nonkuantitatif, tidak meliibatkan
perhitungan data tetapi didasarkan pada penaksiran subyektif
v Metode Kuantitatif, melibatkan pembuatan suatu hubungan
antara kegiatan yang akan diramal.
ü Subsistem Manajemen Dana, bertugas untuk mengelola arus
uang,menjaganya agar tetap seimbang dan positif.
ü Subsistem Pengendalian, memudahkan manajer untuk menggunakan
secara efektif semua sumber daya yang tersedia.
Sistem informasi manufaktur adalah
sistem yang digunakan untuk mendukung fungsi produksi yang mencakup seluruh
kegiatan yang terkait dalam pembayaran dan pembelian inventaris sekolah dan
alat-alat tulis.
Sistem
Informasi Manufaktur merupakan subset dari Sistem Informasi Manajemen yang
menyediakan informasi untuk digunakan dalam pemecahan masalah manufaktur.
Manajer dalam area manufaktur menggunakan komputer sebagai komponen sistem
fisik maupun sistem informasi konseptual. Manajer pada area manufaktur
menggunakan komputer dalam sistem produk fisik untuk aplikasi seperi CAM
(Computer Aided Manufacturing) dan CAD (Computer Aided Design).
Sebagai Sistem informasi konseptual,
komputer digunakan dalam menjadwalkan produksi, mengatur persediaan,
mengendalikan kualitas produk dan melaporkan biaya produk.
Semua aplikasi untuk fisik maupun
konseptual disebut CIM (Computer Integrated Manufacturing).
Pendekatan Mengelola Proses
Manufaktur Menggunakan Informasi:
1.
Titik Pemesanan Kembali / ROP
(ReOrder Point)
Adalah pendekatan reaktif yaitu
keputusan pembelian pada titik pemesanan kembali dengan menunggu hingga saldo
suatu jenis barang mencapai tingkat tertentu.
2.
Perencanaan Kebutuhan Material / MRP
(Material Requirements Plannings)
Adalah pendekatan proaktif yaitu
mengidentifikasi material yang akan diperlukan, jumlahnya, dan tanggal
diperlukannya.
Komponen-komponen utama sistem MRP :
ü Sistem Penjadualan Produksi
Yaitu menyiapkan master production schedule yang
memproyeksikan produksi hingga satu tahun ke depan untuk mengakomodasi proses
produksi. Master production schedule menggunakan 4 file data mencakup file
Pesanan Pelanggan, file Ramalan Penjualan, File Persediaan Barang Jadi, file
Kapasitas Produksi.
ü Sistem Material Requirements Planning yaitu menentukan
berapa banyak material yang diperlukan untuk memproduksi jumlah unit yang
diinginkan.
File yang diperlukan :
v File Bill Of Material, kuantitas pada bill of material
dikalikan dengan kebutuhan bruto (gross requirements).àjumlah unit yang
akan diproduksi
v File Persediaan Bahan Baku digunakan untuk menentukan
material yang àtelah dimilki. Material tersebut dikurangi dengan kebutuhan
bruto kebutuhan netto (net requirements) yaitu jumlah yang harus dibeli untuk
memenuhi jadual produksi.
ü Sistem Capacity Requirements Planning
Berhubungan dengan sistem Material Requirements Planning dan
untuk memastikan bahwa produksi terjadual sesuai dengan kapasitas pabrik.
ü Sistem Pengeluaran Pesanan (Order Release System)
Menggunakan jadual pesanan terencana untuk input dan
mencetak laporan pengeluaran pesanan (order release report). Satu salinan
diserahkan kepada pembeli di departemen pembelian untuk berunding dengan
pemasok, dan salinan lain dikirimkan ke manajer manufaktur untuk mengontrol
proses produksi
3.
Perencanaan Sumber Manufaktur / MRP
II (Manufacturing Resource Plannings)
Adalah mengintegrasikan semua proses di dalam manufaktur yang berhubungan dengan manajemen material.
Adalah mengintegrasikan semua proses di dalam manufaktur yang berhubungan dengan manajemen material.
ü Manfaat MRP II :
v Penggunaan sumberdaya yang lebih efisien
v Perencanaan prioritas yang lebih baik
v Pelayanan pelanggan yang meningkat
v Semangat pekerja yang meningkat
v Informasi manajemen yang lebih baik
SUBSISTEM
INPUT MANUFAKTUR
Terdiri dari Sistem Informasi
Akuntansi, Subsistem Rekayasa Industri, dan Subsistem Intelijen Manufaktur.
1.
Sistem Informasi Akuntansi
Menyediakan data input bagi aplikasi
manufaktur. Terminal ditempatkan di seluruh pabrik untuk mencatat kegiatan
pekerja manufaktur dan sumber daya mesin ketika bahan baku diubah menjadi
produk akhir.
2.
Subsistem Rekayasa Industri
Menyediakan data dan informasi yang
menjelaskan operasi manufaktur internal dari Industrial Engineer (IE) yang
mempelajari proses produksi agar menjadi lebih efisien yaitu dengan merancang
sistem produksi fisik dengan menentukan lokasi pabrik, cara mengatur jalur
produksi, dan urutan proses yang harus dilaksanakan.
3.
Subsistem Intelijen Manufaktur
Menyediakan data dan informasi
mengenai pemasok dan serikat buruh yang dikumpulkan melalui penelitan khusus
dan pertemuan pribadi.
SUBSISTEM
OUTPUT MANUFAKTUR
Terdiri dari Subsistem Produksi,
Subsistem Persediaan, Subsistem Kualitas.
1.
Subsistem Produksi
Mengukur proses produksi dalam hal
waktu dengan menelusuri arus kerja dari satu langkah ke langkah berikutnya.
2.
Subsistem Persediaan
Mengukur volume kegiatan produksi
saat persediaan diubah dari bahan mentah menjadi barang dalam proses dan
akhirnya barang jadi.
Perusahaan berusaha meminimumkan
biaya pemeliharaan dengan menjaga agar tingkat persediaannya rendah dengan cara
memesan dalam kuantitas kecil atau ekonomis. Metode yang dapat digunakan adalah
EOQ & EMQ.
EOQ (Economic Order Quantity) :
menyeimbangkan biaya pemeliharaan dan pembelian serta mengidentifikasi biaya
kombinasi terendah.
EMQ (Economic Manufacturing Quantity): menyeimbangkan biaya penyimpanan persediaan dengan biaya ketidak efisienan produksi.
EMQ (Economic Manufacturing Quantity): menyeimbangkan biaya penyimpanan persediaan dengan biaya ketidak efisienan produksi.
3.
Subsistem Kualitas
Mengukur kualitas bahan saat bahan
tersebut diubah. Diukur mutu/kualitasnya mulai saat diterima dari pemasok,
berbagai titik dalam proses produksi, dan barang jadi sebelum meninggalkan
pabrik.
4.
Subsistem Biaya
Mengukur biaya yang terjadi dalam
proses produksi
Sistem informsi Sumber daya manusia
adalah sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi
personalia. Misalnya : berisi informasi gaji
Hubungan antara teknologi dan sumber
daya manusia sangat erat kaitannya. Dengan berkembangnya teknologi maka
akan mengefisiensikan tenaga manusia dalam proses operasi suatu
perusahaan. Dalam hal ini harus ada sinkronisasi antara tenaga kerja
manusia dengan perkembangan teknologi supaya peran tenaga manusia tidak
tergantikan oleh teknologi yang ada.
Melihat hal tersebut harus adanya
peningkatan kualitas para karyawan dalam bekerja yaitu mampu berinovasi
dan berkreasi dalam pekerjaannya agar sumber daya manusia (tenaga kerja)
tidak tergantikan oleh teknologi yang semakin hari semakin berkembang.
Aktifitas bisnis dalam suatu
perusahaan digerakan oleh tenaga kerja yang memiliki pemahaman terhadap
pengolahan bisnis tersebut. Sumberdaya manusia dalam hal ini tenaga kerja
menjadi syarat utama dalam mengoprasikan perusahaan.
Pengolahan sumber daya manusia yang
tepat menjadi bagian yang sangat penting karena apabila proses perekrutan
tenaga kerja dilakukan tidak tepat, maka dikemudian hari akan menjadi masalah
tersendiri bagi perusahaan.
1.
Unit
Sumber Daya Manusia
Bagian atau unit yang biasanya
mengurusi SDM (Sumber Daya Manusia) adalah departemen sumber daya manusia
atau dalam bahasa Inggris disebut HRD atau Human Resources Departement.
Departemen Sumber Daya Manusia Memiliki Peran, Fungsi, Tugas dan Tanggung
Jawab :
ü Rekrutmen tenaga kerja / Recruitment
ü Seleksi tenaga kerja / Selection
ü Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and
Evaluation
ü Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation
and Protection
ü Jenjang karir
2.
Sistem
Informasi Psikologi
Sekarang ini banyak tersedia website
Sumber Daya Manusia terutama proses pencarian tenaga kerja On-Line, website
tersebut dapat meningkatkan efisiensi proses pencarian tenaga kerja serta
meningkatkan proses penempatan tenaga kerja dengan lowongan kerja yang sesuai
dengan keahliannya.
KELEBIHAN
1.
Bagi
perusahaan :
ü Tidak terbatas waktu, ruang dan tempat. Wawancara dapat
dilakukan dimana saja dan kapan saja diperlukan.
ü Perusahaan lebih mudah mendapatkan pegawai/ staff yang
sesuai dengan kriteria perusahaan.
ü Menghemat biaya operasional kantor untuk menyeleksi
karyawan.
ü Dokumen-dokumen calon karyawan tidak menumpuk sia-sia di
tempat penyimpanan data HRD sehingga tidak ada resiko kehilangan ataupun
tertinggal.
ü Data pencari kerja dapat disimpan dalam waktu yang lama dan
dapat dibuka sewaktu-waktu dibutuhkan.
2.
Bagi
Calon Karyawan :
ü Peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang diimpikan lebih
besar (terutama apabila ada perusahaan yang membutuhkan karyawan dengan
keahlian khusus).
ü Dapat membuka peluang digunakannya interview secara real
time (langsung) sehingga menghemat waktu dan biaya, karena saat interview
tidak harus berhadapan langsung dengan interviewer.
KEKURANGAN
1.
Bagi perusahaan/ penyedia kerja :
ü Tidak berhadapan langsung dengan pencari kerja, sehingga
tidak dapat terlihat jelas sikap, postur tubuh dan kepribadiannya.
ü Resiko sambungan internet terganggu (respon jaringan lambat)
sehingga wawancara tidak lancar (apabila wawancara secara real time).
ü Resiko database karyawan/ pencari kerja rusak atau hilang
akibat adanya serangan virus atau hacker.
ü Resiko data yang diberikan calon pekerja tidak terbukti
kebenarannya.
Sistem informasi manajemen (SIM) (bahasa Inggris: management information system, MIS) adalah bagian
dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis.
Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi
biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang
diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini
umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang
bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan
keputusan manusia, misalnya sistem pendukung
keputusan, sistem pakar,
dan sistem informasi eksekutif.
Tujuan Umum
1.
Menyediakan informasi yang
dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain
yang diinginkan manajemen.
2.
Menyediakan informasi yang
dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan
berkelanjutan.
3.
Menyediakan informasi untuk
pengambilan keputusan.
Ketiga tujuan tersebut menunjukkan
bahwa manajer
dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen
dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen
dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah,
dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam
semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan
keputusan).
Proses Manajemen
Proses manajemen didefinisikan
sebagai aktivitas-aktivitas:
1. Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan
akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh
karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
2. Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari
peretempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus
diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya
untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan
melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.
3. Pengambilan Keputusan, proses pemilihan di antara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi
manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer
harus memilih di antara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan
yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar
serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.
Bagian
SIM merupakan kumpulan dari sistem
informasi:
1. Sistem informasi
akuntansi (accounting information systems),
menyediakan informasi dan transaksi keuangan.
2. Sistem informasi pemasaran (marketing information
systems), menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan,
kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain
sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran.
3. Sistem informasi manajemen persediaan (inventory
management information systems).
4. Sistem informasi personalia (personal information
systems).
5. Sistem informasi distribusi (distribution information
systems).
6. Sistem informasi pembelian (purchasing information
systems).
7. Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).
8. Sistem informasi analisis kredit (credit analysis
information systems).
9. Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research
and development information systems).
10. Sistem informasi analisis software
11. Sistem informasi teknik (engineering information systems).
12. Sistem informasi Rumah Sakit (Hospital information
systems).
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Sistem Informasi
(SI) – atau lanskap aplikasi –
adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk
mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem
informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses
algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan
untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi
dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di
mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.
Sistem
informasi dapat di klasifikasikan dari beberapa
sudut pandang, diantaranya :
1. Sistem abstrak atau sistem fisik
2. Sistem Alamiah Dan Sistem
Buatan Manusia
3. Sistem deterministik dan sistem probabilistic
4. Sistem terbuka dan sistem tertutup
Menurut Departemen Pendidikan
jenis-jenis system informasi antara lain sebagai berikut :
1. Sistem Informasi Akuntansi
2. Sistem Informasi Keuangan
3. Sistem Informasi Manufaktur
4. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
5. Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi
terdiri dari elemenelemen yang terdiri
dari orang, prosedur, perangkat keras, perangkat
lunak, basis data, jaringan komputer dan
komunikasi data. Semua elemen ini merupakan
komponen fisik.
DAFTAR PUSTAKA
http://cintaluna-lovelyluna-psikologi.blogspot.com/2011/02/sistem-informasi-sumber-daya-manusia.html
Komentar
Posting Komentar