DASAR-DASAR KOMUNIKASI BISNIS
BAB I
DASAR-DASAR KOMUNIKASI BISNIS
Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui sistem yang biasa (lazim) baik dengan simbol-simbol, sinyal, maupun perilaku atau tindakan (Willian C. Himstreet dan Wayne Murlin Baty dalam Business Communications : Principles and Methods)
Komunikasi : melibatkan dua orang atau lebih menggunakan cara - cara (melalui lisan, tulisan, maupun sinyal-sinyal non verbal).
1. PENGERTIAN KOMUNIKASI BISNIS
Berikut
adalah beberapa pengertian komunikasi bisnis yang diambil dari beberapa sumber :
·
Komunikasi bisnis adalah setiap komunikasi yang digunakan
untuk membangun partnerships, sumber daya intelektual, untuk mempromosikan satu
gagasan; suatu produk; servis; atau suatu organisasi, dengan sasaran untuk
menciptakan nilai bagi bisnis yang dijalankan.
·
Komunikasi Bisnis meliputi pengetahuan yang menyeluruh dari
sisi internal dan eksternal bisnis tersebut. Komunikasi yang internal termasuk
komunikasi visi (perseroan/perusahaan), strategi, rencana-rencana,
kultur/budaya perusahaan, nilai-nilai dan prinsip dasar yang terdapat di
perusahaan, motivasi karyawan, serta gagasan-gagasan, dll. Komunikasi eksternal
termasuk merek, pemasaran, iklan, hubungan pelanggan, humas, hubungan-hubungan
media, negosiasi-negosiasi bisnis, dll. Bagaimanapun bentuknya, semua hal
tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan suatu nilai bisnis
(create business value).
·
Komunikasi bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam
dunia bisnis yang mencakup berbagai macam bentuk komunikasi baik komunikasi
verbal maupun nonverbal.
·
Komunikasi bisnis adalah proses pertukaran pesan atau
informasi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi produk kerja di dalam
struktur dan sistem organisasi. Dalam kegiatan komunikasi bisnis, pesan
hendaknya tidak hanya sekedar informatif tetapi juga haruslah Persuasif, agar
pihak lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan atau melakukan suatu
perbuatan atau kegiatan.
·
Komunikasi bisnis adalah proses pertukaran pesan atau
informasi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi produk kerja di dalam
struktur dan sistem organisasi. Dalam kegiatan komunikasi bisnis, pesan
hendaknya tidak hanya sekedar informatif tetapi juga haruslah Persuasif, agar
pihak lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan atau melakukan suatu
perbuatan atau kegiatan.
Komunikasi
bisnis berbeda dengan komunikasi antar pribadi maupun komunikasi lintas budaya.
Komunikasi antar pribadi ( interpersonal communications ) merupakan bentuk
komunikasi yang lazim dijumpai dalam kehidupan sehari-hari antara dua orang
atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan komunikasi lintas budaya (
intercultural / communication ) merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan
antara dua orang atau lebih, yang masing– masing memiliki budaya yang berbeda.
Komunikasi
Bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup
berbagai macam bentuk komunikasi baik komunikasi verbal maupun non verbal.
2. Bentuk Dasar Komunikasi
Verbal : melalui tulisan dan lisan
Non Verbal : bahasa tubuh, ekspresi
a. Komunikasi Verbal
Komunikasi
dalam bisnis dapat efektif tergantung pada keterampilan menyampaikan (melalui
tulisan dan berbicara) dan menerima (mendengar dan membaca) pesan-pesan bisnis.
Komunikasi verbal ( verbal
communication ) adalah bentuk komunikasi yang disampaikan komunikator kepada
komunikan dengan cara tertulis (written) atau lisan (oral). Sepasang kekasih
ber sms- an tiap hari, seorang presenter membawakan acara musik di stasion
televisi, seorang wartawan menulis berita atau opininya di surat kabar, atau
seorang ayah menelpon anaknya, itu merupakan sebagian kecil contoh komunikasi
verbal.
Dalam
dunia bisnis, komunikasi verbal menempati porsi besar. Karena kenyataannya,
ide-ide, pemikiran atau keputusan, lebih mudah disampaikan secara verbal
ketimbang non verbal. Dengan harapan, komunikan (baik pendengar maun pembaca )
bisa lebih mudah memahami pesan-pesan yang disampaikan.
Prakteknya, komunikais
verbal bisa dilakukan dengan cara :
Berbicara dan menulis. Umumnya
untuk menyampaikan bussines message,orang cenderung lebih menyukai speaking
(berbicara) ketimbang (writing ). Selain karena alas an praktis, speaking
dianggap lebih mudah “menyentuh” sasaran karena langsung didengar komunikan.
Namun bukan berarti pesan tertulis tidak penting. Untuk menyampaikan pesan
bisnis yang panjang dan memerlukan pemahaman dan pengkajian matang, diperlukan
pula penyampaian writing. Semisal penyampaian bussines report. Sangat tidak
mungkin jika hanya disampaikan dengan berbicara.
Mendengarkan dan
membaca. Kenyataan menunjukkan, pelaku bisnis lebih sering mendapatkan
informasi ketimbang menyampaikan informasi. Dan aktivitas penerimaan
informasi.pesan bisnis ini dilakukan lewat proses (listening) mendengarkan dan
membaca (reading). Sayangnya, kenyataan juga menunjukkan, masih banyak di
antara kalangan bisnis yang tidak memiliki kemampuan dan kemauan memadai untuk
melakukan proses reading dan listening ini. Sehingga pesan penting sering hanya
berlalu begitu saja, dan hanya sebagian kecil yang tercerna dengan baik.
b. Bentuk Komunikasi Verbal :
1. membuat
dan mengirim surat klaim
2.
membuat dan mengirim surat penawaran harga kepada pihak lain
3. membuat
dan mengirim surat pemesanan barangan kepada pihak lain
4.
membuat dan mengirim surat konfirmasi kepada pelanggan
5. membuat
dan mengirim surat kontrak kerja kepada pihak lain
6.
memberi informasi kepada pelanggan yang meminta informasi tentang produk baru
7. berdiskusi
dalam suatu tim kerja (team work)
8. melakukan
wawancara kerja dengan para pelamar kerja di suatu perusahaan
9. mengadakan
briefing dengan staf karyawan
10.
mengadakan pelatihan manajemen kepada para manajer operasional/lini bawah
11. melakukan
presentasi proposal pengembangan perusahaan di hadapan tim penguji
12.
melakukan teleconference dengan pihak lain
3.
KOMUNIKASI NON VERBAL
Meski
jarang disadari diyakini manfaatnya, Komunikais non verbal ( non verbal
communicarion) merupakan hal yang penting. Banyak komunikasi verbal tidak
efektif hanya karena komunikatornya tidak menggunakan komunikasi non verbal
dengan baik dalam waktu bersamaan. Melalui komunikasi non verbal, orang bisa
mengambil suatu kesimpulan mengenainsuatu kesimpulan tentang berbagai macam
persaan orang, baik rasa senang, benci, cinta, kangen dan berbagai macam
perasaan lainnya.
Kaitannya dengan dunia bisnis,
komunikasi non verbal bisa membantu komunikator untuk lebih memperkuat pesan
yang disampaikan sekaligus memahami reaksi komunikan saat menerima pesan.Bentuk
komunikasi non verbal sendiri di antaranya adalah, bahasa isyarat, ekspresi
wajah, sandi, symbol-simbol, pakaian sergam, warna dan intonasi suara.
Tujuan komunikais non verbal ;
-Menyediakan/memberikan informasi
-Mengatur alur suatu percakapan
-Mengekspresikan suatu emosi
-Memberi sifat, melengkapi, menentang atau mengembangkankan pesan-pesan verbal.
-Mengendalikan atau mempersuasi orang lain
-Mempermudah tugas-tugas khusus, misalnya dalam mengajar seseorang untuk melakukan serve badmintos, belajar golf dan sejenisnya.
-Menyediakan/memberikan informasi
-Mengatur alur suatu percakapan
-Mengekspresikan suatu emosi
-Memberi sifat, melengkapi, menentang atau mengembangkankan pesan-pesan verbal.
-Mengendalikan atau mempersuasi orang lain
-Mempermudah tugas-tugas khusus, misalnya dalam mengajar seseorang untuk melakukan serve badmintos, belajar golf dan sejenisnya.
Lebih
jauh, relevansi komunikasi non verbal dalam dunia bisnis, komunikasi non verbal
yang disampaikan dengan baik akan mampu membantu seseorang meningkatkan
kredibilitas dan potensi leadeship, selain tentunya akan mempermudah proses
penyampaian pesan inti kepada komunikan
.
Bentuk Komunikasi Non Verbal
1. menggerakkan
gigi untuk menunjukkan kemarahan
2.
mengerutkan dahi untuk menunjukkan seseorang sedang serius/ berpikir
3. gambar pria/wanita
yang dipasang dipintu masuk toilet umum untuk menunjukkan kamar
sesuai dengan jenis kelaminnya
4. tersenyum dan
berjabat tangan dengan orang lain untuk mewujudkan rasa senang, simpati
dan penghormatan
5. membuang
muka untuk menunjukkan sikap tidak senang atau antipati terhadap orang lain
6.
menggelengkan kepala untuk menunjukkan sikap menolak atau keheranan
7.
asbak di atas meja yang menunjukkan tamu diperkenankan/ boleh merokok
8. mengirimkan
bunga sebagai tanda kesuksesan, cinta atau duka cita
Pentingnya Komunikasi Non Verbal
1.
menyediakan/ memberikan informasi
2.
mengatur alur suatu percakapan
3.
mengekspresikan emosi
4. memberi
sifat, melengkapi, mengembangkan komunikasi verbal
5.
mengendalikan/ mempengaruhi orang lain
6.
mempermudah tugas-tugas khusus
Bila sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu
organisasi baik organisasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun
organisasi perusahaan, maka sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam, tapi
tujuan utamanya tentulah untuk mempersatukan individu-individu yang tergabung
dalam organisasi tersebut. Berdasarkan sifat komunikasi dan jumlah
komunikasi menurut Onong Uchyana Effendi, dalam bukunya “Dimensi-Dimensi
Komunikasi” hal. 50, komunikasi dapat digolongkan ke dalam tiga kategori:
1. Komunikasi antar pribadi
Komunikasi ini
penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan informasi yang
dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat
tercapai keinginan bersama.
2. Komunikasi kelompok
Pada prinsipnya
dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan adalah faktor kelompok,
sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha menyampaikan informasi,
komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi.
3. Komunikasi massa
Komunikasi
massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan
elektronik.
Dalam melakukan
komunikasi organisasi, Steward L.Tubbs dan Sylvia Moss dalam Human
Communication menguraikan adanya 3 (tiga) model dalam komunikasi:
1. Model komunikasi linier (one-way
communication), dalam model ini komunikator memberikan suatu stimuli dan
komunikan melakukan respon yang diharapkan tanpa mengadakan seleksi dan
interpretasi. Komunikasinya bersifat monolog.
2. Model komunikasi interaksional. Sebagai
kelanjutan dari model yang pertama, pada tahap ini sudah terjadi feedback atau
umpan balik. Komunikasi yang berlangsung bersifat dua arah dan ada dialog, di
mana setiap partisipan memiliki peran ganda, dalam arti pada satu saat bertindak
sebagai komunikator, pada saat yang lain bertindak sebagai komunikan.
3. Model komunikasi transaksional. Dalam
model ini komunikasi hanya dapat dipahami dalam konteks hubungan (relationship)
antara dua orang atau lebih. Pandangan ini menekankan bahwa semua perilaku
adalah komunikatif. Tidak ada satupun yang tidak dapat dikomunikasikan.
Mengenai organisasi, salah satu
defenisi menyebutkan bahwa organisasi merupakan suatu kumpulan atau sistem
individual yang melalui suatu hirarki/jenjang dan pembagian kerja, berupaya
mencapai tujuan yang ditetapkan. Dari batasan tersebut dapat
digambarkan bahwa dalam suatu organisasi mensyaratkan:
- Adanya suatu jenjang jabatan ataupun kedudukan yang
memungkinkan semua individu dalam organisasi tersebut memiliki perbedaan
posisi yang jelas, seperti pimpinan, staff pimpinan dan karyawan.
- Adanya pembagian kerja, dalam arti setiap orang
dalam sebuah institusi baik yang komersial maupun sosial, memiliki satu
bidang pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya.
Dengan landasan konsep-konsep
komunikasi dan organisasi sebagaimana yang telah diuraikan, maka kita dapat
memberi batasan tentang komunikasi dalam organisasi secara sederhana, yaitu
komunikasi antarmanusia (human communication) yang terjadi dalam kontek
organisasi. Atau dengan meminjam definisi dari Goldhaber, komunikasi
organisasi diberi batasan sebagai arus pesan dalam suatu jaringan yang sifat
hubungannya saling bergabung satu sama lain (the flow of messages within a
network of interdependent relationships
Proses Komunikasi
Pada tataran teoritis, paling tidak kita mengenal atau memahami komunikasi dari dua perspektif, yaitu:
Pada tataran teoritis, paling tidak kita mengenal atau memahami komunikasi dari dua perspektif, yaitu:
- Perspektif
Kognitif.
Komunikasi menurut Colin Cherry, yang mewakili perspektif kognitif
adalah penggunaan lambang-lambang (symbols) untuk mencapai kesamaan
makna atau berbagi informasi tentang satu objek atau kejadian.
Informasi adalah sesuatu (fakta, opini, gagasan) dari satu partisipan
kepada partisipan lain melalui penggunaan kata-kata atau lambang
lainnya. Jika pesan yang disampaikan diterima secara akurat,
receiver akan memiliki informasi yang sama seperti yang dimiliki sender,
oleh karena itu tindak komunikasi telah terjadi.
- Perspektif
Perilaku.
Menurut BF. Skinner dari perspektif perilaku memandang komunikasi sebagai
perilaku verbal atau simbolik di mana sender berusaha mendapatkan satu
efek yang dikehendakinya pada receiver. Masih dalam perspektif
perilaku, FEX Dance menegaskan bahwa komunikasi adalah adanya satu respons
melalui lambang-lambang verbal di mana simbol verbal tersebut bertindak
sebagai stimuli untuk memperoleh respons. Kedua pengertian
komunikasi yang disebut terakhir, mengacu pada hubungan stimulus respons
antara sender dan receiver.
Setelah kita memahami pengertian komunikasi dari dua
perspektif yang berbeda, kita mencoba melihat proses komunikasi dalam suatu
organisasi. Menurut Jerry W. Koehler dan kawan-kawan, bagi suatu
organisasi, perspektif perilaku dipandang lebih praktis karena komunikasi dalam
organisasi bertujuan untuk mempengaruhi penerima (receiver). Satu respons
khusus diharapkan oleh pengirim pesan (sender) dari setiap pesan yang
disampaikannya. Ketika satu pesan mempunyai efek yang dikehendaki, bukan
suatu persoalan apakah informasi yang disampaikan tersebut merupakan tindak
berbagi informasi atau tidak.
Sekarang kita mencoba memahami proses komunikasi
antarmanusia yang disajikan dalam suatu model berikut:
Proses komunikasi diawali oleh sumber (source) baik
individu ataupun kelompok yang berusaha berkomunikasi dengan individu atau
kelompok lain, sebagai berikut:
- Langkah
pertama
yang dilakukan sumber adalah ideation yaitu penciptaan satu gagasan atau
pemilihan seperangkat informasi untuk dikomunikasikan. Ideation ini
merupakan landasan bagi suatu pesan yang akan disampaikan.
- Langkah
kedua
dalam penciptaan suatu pesan adalah encoding, yaitu sumber menerjemahkan
informasi atau gagasan dalam wujud kata-kaya, tanda-tanda atau lambang-lambang
yang disengaja untuk menyampaikan informasi dan diharapkan mempunyai efek
terhadap orang lain. Pesan atau message adalah alat-alat di mana
sumber mengekspresikan gagasannya dalam bentuk bahasa lisan, bahasa
tulisan ataupun perilaku nonverbal seperti bahasa isyarat, ekspresi wajah
atau gambar-gambar.
- Langkah
ketiga
dalam proses komunikasi adalah penyampaian pesan yang telah disandi (encode).
Sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan cara berbicara, menulis,
menggambar ataupun melalui suatu tindakan tertentu. Pada langkah
ketiga ini, kita mengenal istilah channel atau saluran, yaitu alat-alat
untuk menyampaikan suatu pesan. Saluran
untuk komunikasi lisan adalah komunikasi tatap muka, radio dan
telepon. Sedangkan saluran untuk komunikasi tertulis meliputi setiap
materi yang tertulis ataupun sebuah media yang dapat mereproduksi
kata-kata tertulis seperti: televisi, kaset, video atau OHP
(overheadprojector). Sumber berusaha untuk mebebaskan saluran
komunikasi dari gangguan ataupun hambatan, sehingga pesan dapat sampai
kepada penerima seperti yang dikehendaki.
- Langkah keempat,
perhatian dialihkan kepada penerima pesan. Jika pesan itu bersifat
lisan, maka penerima perlu menjadi seorang pendengar yang baik, karena
jika penerima tidak mendengar, pesan tersebut akan hilang. Dalam
proses ini, penerima melakukan decoding, yaitu memberikan penafsiran
interpretasi terhadap pesan yang disampaikan kepadanya. Pemahaman
(understanding) merupakan kunci untuk melakukan decoding dan hanya
terjadi dalam pikiran penerima. Akhirnya penerimalah yang akan
menentukan bagaimana memahami suatu pesan dan bagaimana pula memberikan
respons terhadap pesan tersebut.
- Proses terakhir dalam
proses komunikasi adalah feedback atau umpan balik yang memungkinkan
sumber mempertimbangkan kembali pesan yang telah disampaikannya kepada
penerima. Respons atau umpan balik dari penerima terhadap pesan yang
disampaikan sumber dapat berwujud kata-kata ataupun tindakan-tindakan
tertentu. Penerima bisa mengabaikan pesan tersebut ataupun
menyimpannya. Umpan balik inilah yang dapat dijadikan landasan untuk
mengevaluasi efektivitas komunikasi.
Fungsi Komunikasi dalam Organisasi
Dalam suatu organisasi baik yang
berorientasi komersial maupun sosial, komunikasi dalam organisasi atau lembaga
tersebut akan melibatkan empat fungsi, yaitu:
1. Fungsi informatif
Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem
pemrosesan informasi (information-processing system). Maksudnya,
seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang
lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu. Informasi yang didapat memungkinkan
setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti
informasi pada dasarnya dibutuhkan oleh semua orang yang mempunyai perbedaan
kedudukan dalam suatu organisasi. Orang-orang dalam tataran manajemen
membutuhkan informasi untuk membuat suatu kebijakan organisasi ataupun guna
mengatasi konflik yang terjadi di dalam organisasi. Sedangkan karyawan
(bawahan) membutuhkan informasi tentang jaminan keamanan, jaminan sosial dan
kesehatan, izin cuti dan sebagainya.
2. Fungsi Regulatif
Fungsi regulatif ini berkaitan dengan peraturan-peraturan
yang berlaku dalam suatu organisasi. Pada semua lembaga atau organisasi,
ada dua hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulatif ini, yaitu:
- Atasan atau orang-orang yang berada dalam tataran
manajemen yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua
informasi yang disampaikan. Disamping itu mereka juga mempunyai
kewenangan untuk memberikan instruksi atau perintah, sehingga dalam
struktur organisasi kemungkinan mereka ditempatkan pada lapis atas
(position of authority) supaya perintah-perintahnya dilaksanakan
sebagaimana semestinya. Namun demikian, sikap bawahan untuk menjalankan
perintah banyak bergantung pada:
- Keabsahan pimpinan dalam penyampaikan perintah.
- Kekuatan pimpinan dalam memberi sanksi.
- Kepercayaan bawahan terhadap atasan sebagai seorang
pemimpin sekaligus sebagai pribadi.
- Tingkat kredibilitas pesan yang diterima bawahan.
5. Berkaitan
dengan pesan atau message. Pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja. Artinya,
bawahan membutuhkan kepastian peraturan-peraturan tentang pekerjaan yang boleh
dan tidak boleh untuk dilaksanakan.
3. Fungsi Persuasif
Dalam mengatur
suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil
sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan
yang lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah.
Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan
kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan
kekuasaan dan kewenangannya.
4. Fungsi Integratif
Setiap
organisasi berusaha menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat
dilaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. Ada dua saluran komunikasi
formal seperti penerbitan khusus dalam organisasi tersebut (newsletter,
buletin) dan laporan kemajuan oraganisasi; juga saluran komunikasi informal
seperti perbincangan antarpribadi selama masa istirahat kerja, pertandingan
olahraga ataupun kegiatan darmawisata. Pelaksanaan aktivitas ini akan
menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan
terhadap organisasi.
Memahami Komunikasi dalam Organisasi
Gaya komunikasi atau communication
style akan memberikan pengetahuan kepada kita tentang bagaimana perilaku
orang-orang dalam suatu organisasi ketika mereka melaksanakan tindak berbagi
informasi dan gagasan. Sementara pada pengaruh kekuasaan dalam organisasi,
kita akan mengkaji jenis-jenis kekuasaan yang digunakan oleh orang-orang dalam
tataran manajemen sewaktu mereka mencoba mempengaruhi kemampuan berkomunikasi
dalam organsasi, kita akan diajak untuk memikirkan bagaimana mendefinisikan
tujuan kita sehubungan dengan tugas dalam organisasi, bagaimana kita memilih
orang yang tepat untuk diajak kerjasama dan bagaimana kita memilih saluran yang
efektif untuk melaksanakan tugas tersebut.
Gaya Komunikasi.
Gaya komunikasi (communication style) didefinisikan sebagai
seperangkat perilaku antarpribadi yang terspesialisasi yang digunakan dalam
suatu situasi tertentu (a specialized set of intexpersonal behaviors that
are used in a given situation).
Masing-masing gaya komunikasi terdiri
dari sekumpulan perilaku komunikasi yang dipakai untuk mendapatkan respon atau
tanggapan tertentu dalam situasi yang tertentu pula. Kesesuaian dari satu
gaya komunikasi yang digunakan, bergantung pada maksud dari pengirim (sender)
dan harapan dari penerima (receiver).
BAB II
Pesan
yang disampaikan oleh pengirim kepada penerima dapat dikemas secara verbal
dengan kata-kata atau nonverbal tanpa kata-kata. Komunikasi yang pesannya
dikemas secara verbal disebut komunikasi verbal, sedangkan komunikasi
yang pesannya dikemas secara nonverbal disebut komunikasi nonverbal. Jadi,
komunikasi verbal adalah penyampaian makna dengan menggunakan kata-kata. Sedang
komunikasi nonverbal tidak menggunakan kata-kata. Dalam komunikasi sehari-hari
35% berupa komunikasi verbal dan 65% berupa komunikasi nonverbal
A.
Komunikasi
Verbal
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan
kata-kata, entah lisan maupun tulisan. Komunikasi ini paling banyak dipakai
dalam hubungan antar manusia. Melalui kata-kata, mereka mengungkapkan perasaan,
emosi, pemikiran, gagasan, atau maksud mereka, menyampaikan fakta, data, dan
informasi serta menjelaskannya, saling bertukar perasaan dan pemikiran, saling
berdebat, dan bertengkar. Dalam komunikasi verbal itu bahasa memegang peranan
penting.
Ada beberapa unsur penting dalam komunikasi verbal, yaitu:
1. Bahasa
Pada dasarnya bahasa adalah suatu system lambang yang
memungkinkan orang berbagi makna. Dalam komunikasi verbal, lambang bahasa yang
dipergunakan adalah bahasa verbal entah lisan, tertulis pada kertas, ataupun
elektronik. Bahasa suatu bangsa atau suku berasal dari interaksi dan hubungan
antara warganya satu sama lain.
Bahasa memiliki banyak fungsi, namun sekurang-kurangnya ada
tiga fungsi yang erat hubungannya dalam menciptakan komunikasi yang efektif.
Ketiga fungsi itu adalah:
a. Untuk mempelajari tentang dunia
sekeliling kita;
b. Untuk membina hubungan yang baik di
antara sesama manusia
c. Untuk menciptaakan ikatan-ikatan
dalam kehidupan manusia.
Bagaimana mempelajari bahasa? Menurut para ahli, ada tiga
teori yang membicarakan sehingga orang bisa memiliki kemampuan berbahasa.
Teori pertama disebut Operant Conditioning yang
dikembangkan oleh seorang ahli psikologi behavioristik yang bernama B. F.
Skinner (1957). Teori ini menekankan unsur rangsangan (stimulus) dan tanggapan
(response) atau lebih dikenal dengan istilah S-R. teori ini menyatakan bahwa
jika satu organism dirangsang oleh stimuli dari luar, orang cenderung akan
member reaksi. Anak-anak mengetahui bahasa karena ia diajar oleh orang tuanya
atau meniru apa yang diucapkan oleh orang lain.
Teori kedua ialah teori kognitif yang dikembangkan oleh Noam
Chomsky. Menurutnya kemampuan berbahasa yang ada pada manusia adalah pembawaan
biologis yang dibawa dari lahir.
Teori ketiga disebut Mediating theory atau teori
penengah. Dikembangkan oleh Charles Osgood. Teori ini menekankan bahwa manusia
dalam mengembangkan kemampuannya berbahasa, tidak saja bereaksi terhadap
rangsangan (stimuli) yang diterima dari luar, tetapi juga dipengaruhi oleh
proses internal yang terjadi dalam dirinya.
2. Kata
Kata merupakan unti lambang terkecil dalam bahasa. Kata
adalah lambing yang melambangkan atau mewakili sesuatu hal, entah orang,
barang, kejadian, atau keadaan. Jadi, kata itu bukan orang, barang, kejadian,
atau keadaan sendiri. Makna kata tidak ada pada pikiran orang. Tidak ada
hubungan langsung antara kata dan hal. Yang berhubungan langsung hanyalah kata
dan pikiran orang.
B.
Komunikasi
Nonverbal
Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang pesannya dikemas
dalam bentuk nonverbal, tanpa kata-kata. Dalam hidup nyata komunikasi nonverbal
jauh lebih banyak dipakai daripada komuniasi verbal. Dalam berkomunikasi hampir
secara otomatis komunikasi nonverbal ikut terpakai. Karena itu, komunikasi
nonverbal bersifat tetap dan selalu ada. Komunikasi nonverbal lebih jujur
mengungkapkan hal yang mau diungkapkan karena spontan.
Hal menarik dari komunikasi nonverbal ialah studi Albert
Mahrabian (1971) yang menyimpulkan bahwa tingkat kepercayaan dari pembicaraan
orang hanya 7% berasal dari bahasa verbal, 38% dari vocal suara, dan 55% dari
ekspresi muka. Ia juga menambahkan bahwa jika terjadi pertentangan antara apa
yang diucapkan seseorang dengan perbuatannya, orang lain cenderung mempercayai
hal-hal yang bersifat nonverbal.
Oleh sebab itu, Mark knapp (1978) menyebut bahwa penggunaan
kode nonverbal dalam berkomunikasi memiliki fungsi untuk:
a. Meyakinkan apa yang diucapkannya
(repetition)
b. Menunjukkan perasaan dan emosi yang
tidak bisa diutarakan dengan kata-kata (substitution)
c. Menunjukkan jati diri sehingga orang
lain bisa mengenalnya (identity)
d. Menambah atau melengkapi
ucapan-ucapan yang dirasakan belum sempurna.
C.
Perbedaan Antara Komunikasi Verbal dan Nonverbal
Ada
perbedaan antara kedua sistem komunikasi. Pertama, komunikasi nonverbal yang
dianggap lebih jujur. Jika perilaku verbal dan nonverbal yang tidak
konsisten, kebanyakan orang percaya perilaku nonverbal. Ada sedikit bukti bahwa
perilaku nonverbal sebenarnya lebih dapat dipercaya daripada komunikasi verbal,
setelah semua, kita sering mengontrolnya cukup sadar. Meskipun demikian, hal
itu dianggap lebih dapat dipercaya. (Anderson, 1999).
Tidak
seperti komunikasi verbal, komunikasi nonverbal adalah multi disalurkan.
komunikasi verbal biasanya terjadi dalam satu saluran, komunikasi verbal lisan
yang diterima melalui pendengaran, dan komunikasi verbal tertulis dapat
dilihat, dirasakan, didengar, berbau, dan mencicipi.
.
Akhirnya, komunikasi verbal adalah diskrit, sedangkan komunikasi nonverbal
terus menerus. Simbol verbal mulai dan berhenti, kami mulai berbicara pada satu
saat dan berhenti berbicara saat yang lain. Sebaliknya, komunikasi nonverbal
cenderung mengalir terus. Sebelum kita berbicara, ekspresi wajah dan postur
mengungkapkan perasaan kita, saat kita bicara, gerakan tubuh kita dan
mengkomunikasikan penampilan, dan setelah kita berbicara postur tubuh berubah,
mungkin santai
D.
Fungsi
Komunikasi Verbal dan Nonverbal
Meskipun
komunikasi verbal dan nonverbal memiliki perbedaan-perbedaan, namun keduanya
dibutuhkan untuk berlangsungnya tindak komunikasi yang efektif. Fungsi dari
lambang-lambang verbal maupun nonverbal adalah untuk memproduksi makna yang
komunikatif.
Secara
historis, kode nonverbal sebagai suatu multi saluran akan mengubah pesan verbal
melalui enam fungsi: pengulangan (repetition), berlawanan (contradiction),
pengganti (substitution), pengaturan (regulation), penekanan (accentuation) dan
pelengkap (complementation). Dalam tahun 1965, Paul Ekman menjelaskan bahwa
pesan nonverbal akan mengulang atau meneguhkan pesan verbal. Misalnya dalam
suatu lelang, kita mengacungkan satu jari untuk menunjukkan jumlah tawaran yang
kita minta, sementara secara verbal kila mengatakan "satu'.
Pesan-pesan
nonverbal juga berfungsi untuk mengkontradiksikan atau menegaskan pesan verbal
seperti dalam sarkasme atau sindirian-sindiran tajam. Kadang-kadang, komunikasi
nonverbal mengganti pesan verbal. Misalnya, kita tidak perlu secara verbal
menyatakan kata "menang", namun cukup hanya mengacungkan dua jari
kita membentuk huruf `V' (victory) yang bermakna kemenangan.
Fungsi lain
dari komunikasi nonverbal adalah mengatur pesan verbal. Pesan-pesan nonverbal
berfungsi untuk mengendalikan sebuah interaksi dalam suatu cara yang sesuai dan
halus, seperti misalnya anggukan kepala selama percakapan berlangsung. Selain
itu, komunikasi nonverbal juga memberi penekanan kepada pesan verbal, seperti
mengacungkan kepalan tangan. Dan akhirnya fungsi komunikasi nonverbal adalah
pelengkap pesan verbal dengan mengubah pesan verbal, seperti tersenyum untuk
menunjukkan rasa bahagia kita. Pemikiran yang
sama juga diungkapkan oleh Samovar (Ilya Sunarwinadi,
Komunikasi Antar Budaya), bahwa dalam suatu peristiwa komunikasi, perilaku
nonverbal digunakan secara bersama-sama dengan Bahasa verbal:
a. Perilaku nonverbal memberi aksen atau penekanan pada
pesan verbal.Misalnya menyatakan terima kasih dengan tersenyum.
b. Perilaku nonverbal sebagai pengulangan dari bahasa
verbal. Misalnya menyatakan arah tempat dengan menjelaskan "Perpustakaan
Universitas Terbuka terletak di belakang gedung ini", kemudian mengulang
pesan yang sama dengan menunjuk arahnya.
c. Tindak komunikasi nonverbal melengkapi pernyataan
verbal, misalnya mengatakan maaf pada teman karena tidak dapat meminjamkan
uang; dan agar lebih percaya, pernyataan itu ditambah lagi dengan ekspresi muka
sungguh-sungguh atau memperlihatkan saku atau dompet yang kosong.
d. Perilaku nonverbal sebagai pengganti dari komunikasi
verbal. misalnya menyatakan rasa haru tidak dengan kata-kata, melainkan dengan
mata yang berlinang-linang.
Dalam perkembangannya sekarang ini,
fungsi komunikasi nonverbal dipandang sebagai pesan-pesan yang holistik, lebih
dari pada sebagai sebuah fungsi pemrosesan informasi yang sederhana.
Fungsi-fungsi holistik mencakup identifikasi, pembentukan dan manajemen kesan,
muslihat, emosi dan struktur percakapan. Karenanya, komunikasi nonverbal
terutama berfungsi mengendalikan (controlling), dalam arti kita berusaha supaya
orang lain dapat melakukan apa yang kita perintahkan. Hickson dan Stacks
menegaskan bahwa fungsi-fungsi holistik tersebut dapat diturunkan dalam 8
fungsi, yaitu pengendalian terhadap percakapan, kontrol terhadap perilaku orang
lain, ketertarikan atau kesenangan, penolakan atau ketidaksenangan, peragaan
informasi kognitif, peragaan informasi afektif, penipuan diri (self-deception)
dan muslihat terhadap orang lain.
Komunikasi nonverbal digunakan untuk
memastikan bahwa makna yang sebenarnya dari pesan-pesan verbal dapat dimengerti
atau bahkan tidak dapat dipahami. Keduanya, komunikasi verbal dan nonverbal,
kurang dapat beroperasi secara terpisah, satu sama lain saling membutuhkan guna
mencapai komunikasi yang efektif.
BAB III
KOMUNIKASI LISAN
A. Prinsip Komunikasi Lisan
Suara adalah getaran udara ketika melewati pita suara. Bunyi adalah getaran udara yang timbul akibat sentuhan atau pergeseran dua benda atau lebih.
Nada adalah tinggi rendahnya suara. Nada dasar adalah nada yang digunakan sebagai dasar / basis bagi seseorang yang akan diproyeksikan suaranya.
1. Suara dari bunyi huruf hidup (vokal/vowel), yaitu a, i, u, e, o
2. Suara dari bunyi huruf mati (konsonan/consonant) yaitu bunyi c=Ce, d=de, g=Ge, j=je, b=be, dsb.
kondisi fisik seseorang akan sangat menentukan daya tahannya dalam mengeluarkan suarat kekurangan produk suara seseorang, dikenal dengan cacat vokal, dapat berupa :
a. serak (parau)
b. bindeng (sulit membuat bunyi nasal)
c. gagap (berbicara tersendat-sendat)
d. cadel (sulit membunyikan huruf konsonan)
petunjuk bagi orang yang memiliki cacat vokal :
1. suara melengking (terlalu tinggi) dapat di perbaiki dengan latihan bicara pada nada rendah
2. suara berat (bas) dianjurkan berbicara nada agak lebih tinggi.
B. Pengertian Dan Macam-Macam Prinsip Berbicara
1. Pengertian
prinsip berbicara adalah suatu asas yang perlu dipahami agar dapat berbicara dengan menarik dan jelas sehingga mencapai tujuan.
2. Macam-macam prinsip berbicara
a. Prinsip motivasi
motivasi adalah dorongan untuk membangkitkan manat terhadap seseorang atau para pendengar.
Suara adalah getaran udara ketika melewati pita suara. Bunyi adalah getaran udara yang timbul akibat sentuhan atau pergeseran dua benda atau lebih.
Nada adalah tinggi rendahnya suara. Nada dasar adalah nada yang digunakan sebagai dasar / basis bagi seseorang yang akan diproyeksikan suaranya.
1. Suara dari bunyi huruf hidup (vokal/vowel), yaitu a, i, u, e, o
2. Suara dari bunyi huruf mati (konsonan/consonant) yaitu bunyi c=Ce, d=de, g=Ge, j=je, b=be, dsb.
kondisi fisik seseorang akan sangat menentukan daya tahannya dalam mengeluarkan suarat kekurangan produk suara seseorang, dikenal dengan cacat vokal, dapat berupa :
a. serak (parau)
b. bindeng (sulit membuat bunyi nasal)
c. gagap (berbicara tersendat-sendat)
d. cadel (sulit membunyikan huruf konsonan)
petunjuk bagi orang yang memiliki cacat vokal :
1. suara melengking (terlalu tinggi) dapat di perbaiki dengan latihan bicara pada nada rendah
2. suara berat (bas) dianjurkan berbicara nada agak lebih tinggi.
B. Pengertian Dan Macam-Macam Prinsip Berbicara
1. Pengertian
prinsip berbicara adalah suatu asas yang perlu dipahami agar dapat berbicara dengan menarik dan jelas sehingga mencapai tujuan.
2. Macam-macam prinsip berbicara
a. Prinsip motivasi
motivasi adalah dorongan untuk membangkitkan manat terhadap seseorang atau para pendengar.
Cara berbicara evektif dalam prinsip motivasi :
*memberi motivasi atas kebutuhan pendengar
*memberi semangat kepada pendengar
*memberi dorongan ingin tahu
b. Prinsip Perhatian
perhatian adalah pusat pikiran pada suatu masalah
c. Prinsip Keindraan
dalam prinsip ini akan mudah di tangkap karena penyajian masalah dilengkapi dengan media komunikasi/peraga, misalnya :
* slide
* film
* Overhead Projector (OHP)
d. Prinsip Pengertian
cara yang terbaik dalam penyampaian prinsip pengertian adalah :
* uraikan sistematika yang akan dibahas, kemudian baru dibahas perpokok bahasan setelah selesai diutarakan ringkasannya, terakhir, simpulkan keseluruhan secara singkat.
*uraian pembicaraan sistematis dan logis
*memberikan ungkapan-ungkapan yang konkrit
1. Persiapan
a. pengetahuan
c. Persiapan Penyajian Komunikasi Lisan
seorang pembicara, hendaknya mempersiapkan dan memahami benar materi yang disampaikan
b. sistematika penyajian
bahan yang disampaikan hendaknya disusun secara sistematis agar tidak menyimpang dari pokok pembicaraan
c. menyediakan alat bantu (media komunikasi)
alat bantu yang perlu dipersiapkan adalah :
*alat-alat tiruan/yang menyerupai benda aslinya
*bagan/skema/gambar-gambar
d. tempat
dalam menyampaikan informasi bahan yang disampaikan harus dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan / tempat.
2. Penyajian
a. pendahuluan
b. isi pembicaraan
c. penutup pembicaraan
d. Teknik Berbicara yang Efektif
1. Teknik Pembukaan Pembicaraan
a. Teknik menggunakan data
teknik memulai suatu pembicaraan hendaknya berdasarkan data yang konkrit (nyata) atau jelas sumber datanya
b. Teknik anekdot
teknik ini adalah membuka pembicaraan dengan menggunakan kata-kata yang lucu sehingga dapat membangkitkan gairah hadirin untuk mendengarkannya
c. Teknik mengajukan pertanyaan
memulai suatu pembicaraan dapat juga dilakukan dengan teknik mengajukan pertanyaan agar dapat membangkitkan minat pendengar
d. Teknik mengemukakan kejadian yang aneh
teknik ini hampir sama dengan teknik anekdot
e. Teknik memulai dengan menyatakan keistimewaan tempat atau keistimewaan suatu kejadian
2. Teknik pola penyajian
a. Pola waktu (time order), maksudnya suatu pembicaraan menggunakan urutan waktu.
b. Pola tempat, maksudnya adalah suatu penyajian yang urutannya menggunakan aturan tempat
c. Pola topik (topic order), maksudnya adalah dalam penyajian suatu topik, kemukakan dahulu pendahuluannya, selanjutnya baru mengemukakan bagian-bagian isinya
3.Gaya berbicara
gaya berbicara adalah cara penampilan diri dalam berbicara. Hal-hal yang perlu di perhatikan adalah :
a. pakaian
b. sikap badan dan cara berdiri
c. pandangan mata pembicara
d. sikap jiwa pembicara
e. air muka dan tangan
f. suara
g. tulisan
BAB IV
KOMUNIKASI BISNIS ANTAR
PRIBADI
2.1 Pengertian Komunikasi Antarpribadi
Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi yang
dilakukan antara seseorang dengan orang lain dalam suatu masyarakat maupun
organisasi (bisnis dan nonbisnis), dengan menggunakan media komunikasi tertentu
dan bahasa yang mudah dipahami (informal) untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Berdasarkan pengertian tersebut, paling tidak ada
empat hal penting yang perluh diperhatikan, antara lain:
a. Komuikasi
dilakukan oleh dua orang atau lebih.
b. Menggunakan
media tertentu, misalnya telepon, teleon seluler, atau bertatap muka (face-to-face).
c. Bahasa
yang digunakan bersifat informal (tidak baku), dapat menggunakan bahasa daerah,
bahasa pergaulan, atau bahasa campuran.
d. Tujuan
yang ingin dicapai dapat bersifat personal (pribadi) bila komunikasi terjadi dalam
suatu masyarakat, dan untuk pelaksanaan tugas pekerjaan bila komunikasi terjadi
dalam suatu organisasi.
Di dalam suatu
masyarakat, komunikasi antarpribadi merupakan bentuk komunikasi antara
seseorang dengan orang lain dalam suatu masyarakat untuk mencpai tujuan
tertentu yang bersifat pribadi. Sedangkan dalam suatu organisasi (bisnis dan
nonbisnis), komunikasi antarpribadi atau antarindividu merupakan komunikasi
yang terjadi antara manajer dengan karyawan atau antara karyawan yang satu
dengan karyawan yang lain dengan menggunakan media tertentu untuk mencapai
suatu tujuan tertentu yang bersifat pribadi.
Dalam suatu
organisasi, pola komunikasi yang terbangun dalam komunikasi antarpribadi lebih
bersifat informal atau tidak formal. Oleh karena komunikasi antarpribadi ini
bersifat informal, maka bahasa yang digunakan dalam penyampaian pesan juga
tidak bersifat formal. Yang terpenting dalam hal ini adalah bagaimana penerima
pesan tersebut dapat memahami pesan yang disampaikan dengan baik. Substansi
pesan-pesan yang disampaikan dalam komunikasi antarpribadi tentu saja sangatlah
beragam atau bervariasi sesuai dengan tujuan masing-masing individu itu
sendiri, mulai dari masalah keluarga hingga masalah pekerjaan. Dengan kata
lain, topik pembicaraan dalam komunikasi antarpribadi sangatlah kompleks.
2.2
Tujuan Komunikasi Antarpribadi
Ada beberapa
tujuan yang ingin dicapai dalam komunikasi antarpribadi, antara lain:
1.
Menyampaikan
Informasi
Ketika
berkomunikasi dengan orang lain, tentu saja seseorang memiliki berbagai macam
tujuan dan harapan. Salah satu di antaranya adalah untuk menyampaikan informasi
kepada orang lain, agar orang tersebut mengetahui sesuatu.
2.
Berbagi
Pengalaman
Selain
menyampaikan informasi, komunikasi antarpribadi juga memiliki tujuan untuk
saling membagi pengalaman pribadi kepada orang lain mengenai hal-hal yang
menyenangkan maupun hal-hal yang menyedihkan/menyusahkan. Saling berbagi rasa
ini pada umumnya tidak disampaikan kepada setiap orang, tetapi hanya kepada
seseorang yang dapat dipercaya atau teman dekatnya saja.
3.
Menumbuhkan
Simpati
Simpati adalah
suatu sikap positif yang ditunjukkan oleh seseorang yang muncul dari lubuk hati
yang paling dalam untuk ikut merasakan bagaimana beban derita, musibah, kesedihan
dan kepiluhan yang sedang dirasakan oleh orang lain. Komunikasi dapat juga
digunakan untuk menumbuhkan rasa simpati seseorang kepada orang lain. Berbagai
cara untuk menumbuhkan rasa simpati seseorang kepada orang lain antara lain
dapat dilakukan dalam bentuk dukungan moril, bantuan dana, obat-obatan, aneka
barang kebutuhan pokok, perlengkapan rumah, perlengkapan penerangan, bahan
bangunan, dan menjadi sukarelawan.
4.
Melakukan
Kerja Sama
Tujuan
komunikasi antarpribadi yang lainnya adalah utnuk melakukan kerja sama antara
seseorang dengan orang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu atau untuk
melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.
5. Menceritakan Kekecewaan
atau Kekesalan
Komunikasi
antarpribadi juga dapat digunakan seseorang untuk menceritakan rasa kecewa atau
kekesalan kepada orang lain. Pengungkapan segala bentuk kekecewaan atau
kekesalan secara tepat secara tidak langsung akan dapat mengurangi beban
pikiran.
6. Menumbuhkan Motivasi
Melalui
komunikasi antarpribadi, seseorang dapat memotivasi orang lain untuk melakukan
sesuatu yang baik dan positif. Motivasi adalah dorongan kuat dari dalam diri
seseorang untuk melakukan sesuatu. Pada dasarnya, seseorang cenderung untuk
melakukan sesuatu karena dimotivasi orang lain dengan berbagai cara, seperti
pemberian insentif yang bersifat finansial maupun nonfinansial, seperti
pemberian pengakuan atas prestasi kerjanya, dan memberikan penghargaan kepada
orang lain.
2.3
Gaya Kepemimpinan
Gaya
kepemimpinan pada dasarnya merupakan suatu cara bagaimana seorang pemimpin
mempengaruhi, mengarahkan, memotivasi, dan mengendalikan bawahannya dengan cara
tertentu, sehinga bawahan dapat menyelesaikan tugas pekerjaanya secara efektif
dan efisien.
Dalam dunia
bisnis, penerapan gaya kepemimpinan (leadership
style) seseorang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku bawahannya (para
karyawan/pegawai) dalam melakukan pekerjaan mereka.
1.
Teori
X dan Y
Salah satu model
perilaku kepeimpinan adalah Teoeri X dan Y yang dikemukakan oleh Douglas
McGregor. Teori X dan Y didasarkan pada berbagai asumsi tentang para karyawan
atau pegawai dan bagaimana memotivasi mereka. Berbagai asumsi yang mendasari
teori X dan Y adalah:
¨
Teori X
a. Karyawan
cenderung tidak suka (malas) bekerja, kalau mungkin menghindarinya.
b. Karyawan
selalu ingin diarahkan.
c. Manajer
harus selalu mengawasi kerja.
¨
Teori Y
a. Karyawan
suka bekerja.
b. Karyawan
yang memeiliki komitmen pada tujuan organisasi akan dapat mengarahkan dan
mengendalikan dirinya sendiri.
c. Karyawan
belajar untuk menerima dan bahkan mencari tanggung jawab pada saat bekerja.
Asumsi yang dikembangkan dalam teori X pada dasarnya
cenderung negatif dan gaya kepemimpinan yang diterapkan dalam suatu organisasi
adalah gaya kepemimpina petunjuk (directive
leadership style). Gaya kepemimpinan petunjuk sangatlah tepat diterapakan
manakala karyawan yang menjadi bawahannya tersebut cenderung pasif, malas
bekerja, tidak kreatif, dan tidak inovfatif . Oleh karena itu, peran pengarahan
yang dilakukan oleh manajer suatu organisasi menjadi sangatlah dominan dan penting bagi kemajuan organisasinya tersebut.
Tanpa arahan yang jelas dan baik, kinerja karyawan akan buruk, tugas-tugas
pekerjaan yang dibebankan tidak dapat diseleaikan tepat waktu, atau kwalitas
penyelesaian pekerjaannya rendah.
Dalam hal ini, komunikasi yang dikembangkan antara
manajer dengan para karyawan cenderung menjadi komunikasi satu arah yaitu
komunikasi dari manajer ke bawahannya (top-down
communications). Sumber komunikasi lebih didominasi oleh manajer, sehingga bawahan
cenderung hanya mengiyakan, tidak punya
inisiatif, dan tinggal melaksanakan saja tanpa memahami apa maksud dan tujuan
atau latar belakang pelaksanaan tugas tersebut.
Sementara itu ansumsi yang dikembangkan dalam teori
Y pada dasranya cenderung positif dan gaya kepemimpinanan yang diterapkannya
adalah gaya kepemimpinan partisipatif (participative
leadership style). Dalam teori Y diasumsikan bahwa karyawan cenderung
berperilaku positif. Karyawan pada
dasarnya memiliki semangat kerja yang tinggi, tidak malas bekerja, ingin kerja
mandiri, dan memiliki komitmen yang tinggi dalam mencapai tujuan suatu
organisasi. Di samping itu, karyawan
juga memiliki kecenderungan untuk memiliki rasa tanggung jawb yang tinggi terhadap
setiap pekerjaan yang mereka kerjakan. Oleh karena itu, gaya kepemimpinan yang
di terapakan dalam situasi tersebut adalah gaya kepemimpinan partisipatif
dimana para karyawan dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan dalam gaya
partispatif tersebut, komunikasi yang dikembangkan antara manajer dan bawahan
adalah komunikasi dua arah. Manajer juga memberikan kesempatan kepada bawahan
untuk menyampaikan ide atau gagasannya (masukan), yang sangat berharga bagi
pengembangan suatu organisai. Ringkasnya dalam teori X Dan Y, Douglas McGregor
berusaha mengungkapkan bagaimana perilaku karyawan dalam bekerja dan sekaligus
bagaimana komunikasi antar pribadi
(manajer dan bawahan) tersebut dikembangkan dalam lingkungan kerjanya.
2.
Empat Gaya Kepemimpinan
Menurut Ludlow
dan Panton, terdapat empat gaya kepemimpinan (leadership style) yang dapat diterapkan dalam situasi dan kondisi
yang juga berbeda, antara lain:
a. Pengarahan
Gaya
kepemimpinan pengarahan (directing) tepat
digunakan pada situasi dan kondisi di mana para karyawan belum memiliki
pengalaman yang cukup dalam menjalankan suatu tugas tertentu. Di samping itu,
tugas pekerjaan yang harus diselesaikan juga cenderung kompleks dan rumit. Oleh
karena itu, seorang manajer harus mampu menjelaskan sejelas mungkin dan rinci
tentang apa yang harus dikerjakan, bagaimana cara mengerjakan, dan kapan
pekerjaan itu harus dapat diselesaikan.
b. Pembekalan
Gaya
kepemimpinan pembekalan (coaching) tepat
digunakan pada situasi dan kondisi di mana para karyawan telah mengalami
pengalaman yang cukup dalam menyelesaikan pekerjaan. Di samping itu, para
karyawan memiliki motivasi yang cukup tinggi dalam menyelesaikan setiap
pekerjaannya. Dalam hal ini, seorang manajer perluh juga memberikan penjelasan
seperluhnya terhadap tugas dan pekerjaan yang belum dipahami dengan baik oleh
para karyawan.
c. Dukungan
Gaya
kepemimpinan dukungan (supporting) tepat
digunakan pada situasi dan kondisi di mana para karyawan telah mengenal
teknik-teknik yang dituntut dan telah mengembangkan hubungan yang baik dengan
seorang manajer. Dalam hal ini, seorang manajer lebih banyak terlibat dalam
berbagai keputusan kerja dan memperoleh berbagai masukan atau saran-saran dari
para karyawan yang sangat berharga bagi peningkatan prestasi kerja.
d. Pendelegasian
Gaya
kepemimpinan pendelegasian (delegating) tepat
digunakan pada situasi dan kondisi di mana para karyawan telah memahami dengan
baik tugas-tugas pekerjaan yang harus diselesaikan, sehingga mereka layak
menerima pendelegasian tugas dari seorang manajer. Meskipun telah
mendelegasikan sebagian tugas pekerjaannya, seorang manajer juga harus tetap
melakukan pemantauan (monitoring) atas
kinerja para karyawannya, untuk memastikan bahwa mereka tetap berada pada jalur
sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
3. Gaya Kepemimpinan
Situasional
Di dalam
praktiknya, gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh seorang manajer suatu
organisasi (bisnis dan nonbisnis) dapat saja berubah seiring dengan perubahan
dinamika yang berkembang dalam diri para karyawan. Sebagaiman diketahui, para
karyawan termasuk salah satu komponen dalam lingkungan organisasi yang dinamis
dan bukan statis. Para karyawan yang pada awalnya tidak memiliki kemampuan
kerja apa-apa masih memerluhkan bimbingan kerja, tetapi karena ketekunan dan
keuletan mereka bekerja, pada suatu saat tertentu mereka telah memiliki
kemampuan yang baik tentang bagaimana menyelesaikan tugas dan pekerjaannya
dengan baik. Oleh karena itu, gaya kepemimpinan yang telah dipilih dalam suatu
situasi dan kondisi tertentu barangkali dapat diterapkan pada saat itu, tetapi
jika situasi dan kondisi yang telah berubah, gaya kepemimpinan yang diterapkan
juga dapat berubah. Gaya kepemimpinan seperti ini adalah gaya kepemimpinan
situasional (situasional leadership), sebagaimana
yang dikemukan oleh Harsey dan Blanchard. Ada tiga kemampuan/keterampilan
penting yang perluh diperhatikan dalam menerapkan kepemimpinan situasional
tersebut, antara lain:
a. Keterampilan
Analitis
Keterampilan
analitis (analitycal skills) merupakan
keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang manajer dalam melakukan evaluasi
atau penilaian kinerja bawahan (karyawan) dalam melaksanakan pekerjaan mereka.
Seorang manajer harus dapat mengevaluasi apakah kinerja bawahan semakin baik
atau semakin buruk dibandingkan dengan kinerja sebelumnya. Kalau kinerja
karyawan cenderung menurun, maka seorang manajer juga harus mampu memberikan
dorongan atau motivasi yang tepat agar mereka dapat melaksanakan tugas dengan
baik.
b. Keterampilan
Fleksibilitas
Keterampilan
fleksibilitas (flexibility skills) merupakan
keterampilan yang harus dimiliki seorang manajer dalam menerapkan gaya
kepemimpinan dalam situasi dan kondisi yang tepat berdasarkan hasil analisis
tepat pula. Dalam situasi dan kondisi yang berbeda, maka gaya kepemimpinan yang
dapat diterapkan dapat berbeda.
c. Keterampilan
Komunikasi
Keterampilan
komunikasi (communication skills) merupakan
keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang manajer untuk menyampaikan ide
atau gagasannya kepada bawahan, termasuk bagaimana ia harus menjelaskan
perubahan gaya kepemimpinannya kepada bawahannya. Yang terpenting adalah
bagaimana mengomunikasikan ide atau gagasan tersebut dengan jelas dan mudah
dipahami dengan baik oleh karyawan, sehingga dapat dihindarkan kesalahpahaman
dalam berkomunikasi.
4. Kepemimpinan Inti
Menurut
Hellriegel dan Slocum, seorang manajer yang dinamis harus dimiliki lima
kemampuan yang dikenal sebagai keahlian kepemimpinan inti yaitu sebagai
berikut:
a. Pemberdayaan
Pemberdayaan
pada dasarnya merupakan kemampuan seoran manajer untuk berbagi pengaruh dan
kendali (control) dengan para karyawannya.
Dalam hal ini seorang manajer dapat memberdayakan para karyawannya untuk
terlibat secara langsung dalam suatu proses pengambilan keputusan bagi
pencapaian tujuan suatu organisasi.
b. Intuisi
Dalam dunia
bisnis praktis, sering kali para pelaku bisnis menggunakan intuisi yang
dimilikinya bagi pengambilan suatu keputusan strategis. Menurut Griffin (2002),
intuisi adalah keyakinan bawaan dalam diri seorang mengenai sesuatu tanpa
pertimbangan sadar. Manajer kadang-kadang memutuskan sesuatu hanya karena
“rasanya benar” atau karena firasat. Namun kemapuan ini tidaklah datang begitu
saja. Kemampuan ini lebih didasarkan pada pengalaman dan praktik selama
bertahun-tahun dalam membuat keputusan di dalam situasi serupa. Firasat
kadang-kadang dapat membantu manajer membuat keputusan tanpa melalui urutan
langkah yang rasional. Hasilnya adalah kempuan untuk memahami situasi secara
tepat dan mengantisipasi terjadinya perubahan, keberanian mengambil risiko, dan
sekaligus bagaimana membangun kepercayaan kepada orang lain. Ia harus mampu
bergerak cepat dalam memberikan pelayanan yang baru, bagaimana menemukan
keunggulan bersaing, dan bagaimana mengeksplorasi kekuatan yang dimilikinya.
Tentu saja, semua manajer, terutama yang belum berpengalaman, seharusnya
berhati-hati untuk tidak bergantung terlalu banyak pada intuisi. Jika
rasionalitas dan logika terus dikalahkan dengan “apa yang teras benar”, besar
kemungkinan akan terjadi bencana pada suatu hari.
c. Pemahaman
Diri
Pemahaman
diri sendiri pada dasarnya merupakan kemampuan untuk mengenal diri sendiri,
baik kekuatan maupun kelemahannya. Seorang manajer harus mampu menilai apa saja
kekuatan yang dimilikinya dan juga kelemahan yang ada pada dirinya. Kemampuan
memahami diri yang baik akan membantunya dalam mengembangkan diri di masa
depan. Kekuatan yang ada pada diri seseorang dapat senantiasa dikembangkan,
sementara kelemahan yang ada pada diri sendiri secara bertahap dapat diatasi
dengan cara belajar dan berlatih.
d. Visi
Secara umum,
visi merupakan kemampuan untuk berimajinasi pada situasi yang berbeda dan
situasi yang lebih baik dengan cara bagaimana mencapainya.
e. Kesesuasian
Nilai
Kesesuaian nilai
(value congruence) merupakan
kemampuan untuk memahami dan memadukan prinsip-prinsip organisasi dengan
nilai-nilai karyawan. Ketidaksesuaian antara keduannya akan berdampak pada
terganggunya kelancaran kegiatan operasional suatu organisasi perusahaan.
Kegiatan pemogokan, unjuk rasa (demo) yang dilakukan oleh para karyawan suatu
organisasi perusahaan terjadi karena perbedaan antara nilai-nilai yang
dikembangkan oleh manajer organisasi perusahaan dengan para karyawan.
Permasalahan dapat diselesaikan dengan baik ketika ada negosiasi diantara
keduanya.
2.4 Kebutuhan Manusia
Setiap orang tentu saja memiliki berbagai macam
kebutuhan hidup dan kehidupan yang berbeda, mulai dari keburuhan dasar manusia
hingga kebutuhan yang tergolong kebutuhan yang mewah. Oleh karena itu,
muncullah berbagai macam teori yang
mencoba mengupas secara tuntas fenomena tentang aneka kebutuhan hidup
manusia tersebut.
1.
Teori
Hierarki Kebutuhan
Abraham
Maslowyang terkenal dengan Teori Hierarki/Jenjang Kebutuhan (Hierarchy of Needs Theory) menyatakan
bahwa, manusia pada dasarnya memiliki lima kebutuhan yang bertingkat-tingkat
mulai dari kebutuhan yang paling dasar (asasi) sampai pada kebutuhan
aktualisasi diri. Menurut teori ini, untuk menuju pada jenjang kebutuhan yang
lebih tinggi seseorang harus dapat memenuhi kebutuhan yang ada di tingkat bawahnya.
Teori Hierarki Kebutuhan yang dikemukakan oleh A. Maslow secara lengkap adalah
sebagai berikut:
a. Kebutuhan
Fisiologis
Kebutuhan
fisiologis merupakan kebutuhan tingkat pertama dan utamabagi mempertahankan
hidup dan kehidupan manusia (survival).
Kebutuhan ini merurupakan kebutuhan hidup manusia yang paling dasar, dan setiap
manusia memerluhkannya tanpa kecuali. Oleh karenanya, kebutuhan fisiologis
harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan kebutuhan lainnya dipenuhi.
b. Kebutuhan
Keamanan
Setelah kebuthan
dasar manusia dapat dipenuhi, maka manusia berupaya untuk dapat memenuhi
kebutuhan yang lebih tinggi yaitu kebutuhan rasa aman dan nyaman, selamat dari
segala macam marabahaya yang akan menimpa manusia. Kebutuhan ini sangat
diperluhkan, karena tanpa adanya rasa aman dari berbagai gangguan yang ada,
manusia akan sulit melakukan berbagai kegiatan hidupnya.
c. Kebutuhan
Sosial
Jenjang ketiga
dalam teori AbrahamMaslow adalah kebutuhan sosial. Pada dasarnya, kebutuhan
sosial berkaitan dengan kegiatan kemasyarakatan, bagaimana seorang berinteraksi
dengan orang lain di dalam suatu kehidupan bermasyarakat. Manusia adalah
makhluk sosial yang selalu berhubungan dengan orang lain. Di manapun kita
berada, baik di kota maupun di desa, hidup dalam kebersamaan, kegotongroyongan,
saling membantu antara yang satu dengan yang lain merupakan kebutuhan yang
harus diperhatikan.
d. Kebutuhan
Status
Selain pemenuhan
akan kebutuhan dasar, manusia juga ingin memenuhi kebutuhan akan status
dirinya. Kebutuhan manusia akan status berkaitan dengan pengakuan, penghargaan,
kedudukan dan tingkatan sosial di masyarakat. Manusia ingin diakui, dihargai,
dan dinilai segala kegiatannya di dalam bermasyarakat.
e. Kebutuhab
Aktualisasi Diri
Kebtuhan
aktualisasi diri merupakan tingkatan kebutuhan yang teringgi menurut Abraham
Maslow. Dalam hal ini yang ditekankan adalah bagaimana seorang mampu
mengaktualisasikan dirinya dalam berbagai kegiatan yang mampu menumbuhkan suatu
kreativitas, inovasi-inovasi baru, maupun mampu menunjukan sikap kearifan dan
kebijaksanaan dalam mengambil suatu keputusan-keputusan penting dalam suatu
organisasi.
2.
Teori
Dua-Faktor
Teori Dua Faktor
yang dikemukan oleh Herzberg pada dasarnya merupakan pengembangan dari Teori
Kebutuhan Berjenjang dari Abraham Maslow. Menurut Teori Dua-Faktor Herzberg,
dalam menunaikan tugas/pekerjaannya, karyawan sangat dipengaruhi oleh dua
faktor penting, yaitu faktor dissatisfiers/hygiene
dan faktor motivator. Faktor
ketidakpuasan atau faktor kesehatan merupakan faktor yang mempertahankan/menjaga
tingkat motivasi kerja karyawan jika faktor tersebut diberikan secara tepat.
Sementara itu, faktor pendorong merupakan faktor penting yang mampu memberikan
dorongan atau motivasi kerja bagi para karyawannya. Secara lebih rinci,
beberapa komponen pentingdalam Teori Dua-Faktor tersebut dapat dikemukakan
sebagai berikut.
|
Faktor Hygiene
(Sumber Ketidakpuasan Kerja)
|
Faktor Motivator
(Sumber Kepuasan Kerja)
|
|
ü Kondisi kerja
ü Kebijakan perusahaan
ü Supervisi
ü Gaji
ü Hubungan dengan rekan kerja
ü Status
ü Keamanan kerja
ü Kehidupan pribadi
|
ü Pekerjaan itu sendiri
ü Tanggung jawab
ü Pengakuan
ü Prestasi
ü Promosi
ü Pertumbuhan
ü Pengembanga
|
2.5
Mendengarkan
Sebagai Keahlian Antarpribadi
Dalam komunikasi
antarpribadi, kegiatan mendengarkan (menyimak) suatu percakapan dengan orang
lain merupakan bagian penting dalam memahami suatu pesan yang disampaikan oleh
orang lain. Dalam hal ini, istilah mendengarkan bukanlah kegiatan yang statis
tetapi dinamis, yaitu merupakan kegiatan mendengar secara aktif percakapan
dengan orang lain yang dituntut adanya konsentrasi secar penuh dan tidak
terpengaruh oleh faktor-faktor pennganggu dalam suatu percakapan tersebut.
Secara
sederhana, berikut ini dapat disampaikan bagaimana mendengar dengan aktif yang
disajikan dalam sebuah bagan.

Bagan di atas menggambarkan bagaimana mendengar
dengan aktif melalui pikiran, emosi, dan bahasa tubuh. Dengan pikiran, seorang
dapat memilih kata-kata yang tepat untuk disampaikan kepada pihak lain,
sehingga dapat dipahami dengan baik dan
benar. Dengan emosi, seseorang dapat mengungkapkan perasaannya (suka, duka,
yakin atau ragu-ragu) dalam mengadakan hubungan komunikasi dengan orang lain.
Dengan bahasa, seseorang dapat lebih meyakinkan apa yang telah disampaikan
dengan kata-kata dan perasaannya, yang diungkapkan dalam bentuk tindakan
tertentu yang dapat dipahami oleh orang lain.
Menurut Lehman, Himstreet, dan Baty, kebanyakan para
manajer dalam setiap harinya menghabiskan waktu kerjanya untuk mendengarkan (listening) dan berbicara (speakinng) dengan para supervisor,
karyawan, pelanggan, dan berbagai asosiasi bisnis. Mendengarkan menjadi begitu
penting sebagaimana berbicara atau berpidato di hadapan audiens. Kebiasaan
sebagai pendengar yang efektif akan menghasilkan beberapa hal yang posotif,
antara lain:
a. Pendengar
tang baik akan disukai orang lain karena mereka dapat memuaskan kebutuhan dasar
manusia untuk didengarkan.
b. Kinerja/prestasi
kerja karyawan meningkat ketika pesan yang diterima tersebut dapat
dimengeti dengan baik.
c. Umpan
balik (feedback) yang akurat dari
bawahan (karyawan) akan berdampak positif pada prestasi kerjanya.
d. Manajer
dan karyawan akan terhindar dari munculnya kesalahpahaman dalam penyampaian
suatu pesan.
e. Pendengar
yang baik akan dapat memisahkan mana yang fakta dan mana yang sekedar gosip.
f. Pendengar
yang baik memiliki kecenderungan membuka ide-ide baru dari pihak lain, sehingga
hal ini mendorong berkembangnya kreativitas.
g. Pendengar
yang efektif juga akan dapat menghasilkan prestasi kerja yang baik dan
peningkatan keputusan kerja.
h. Kepuasan
kerja meningkat karena mereka tahu apa yang terjadi, kapan mereka mendengar,
dan kapan mereka berpartisipasi di dalamnya yang tumbuh dari komunikasi yang
baik.
Mengingat
betapa pentingnya kebiasaan mendengarkan yang baik, maka ada beberapa saran
agar dalam mendengarkan berlangsung secara efektif, antara lain:
a. Perhatikan
dengan baik siapa yang bicara tersebut, mulai dari gerakannya, kontak mata,
nada suaranya, dan ekspresi wajahnya. Perhatian Anda tersebut akan dapat
membantu pemahaman terhadap apa yang dimaksudkan tersebut.
b. Berikan
umpan balik (feedback), seperti
apakah mereka sudah mengerti atau belum, apakah ada pertanyaan, atau pernyataan
setuju atau tidak setuju terhadap apa yang telah disampaikan tersebut.
c. Mendengarkan
membutuhkan waktu, oleh karena proses komunikasi yang dilakukan secara tetap
maka sebagaimana seorang pengirim dan penerima pesan secara simultan.
d. Gunakan
pengetahauan Anda tentang orang yang berbicara tersebut untuk dapat menarik
manfaat yang posotif bagi anda.
BAB V
KOMUNIKASI BISNIS DALAM
ORGANISASI
PENGERTIAN KOMUNIKASI
Istilah komunikasi berasal dari kata
Latin Communicare atau Communis yang berarti sama atau menjadikan milik
bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar
apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya.
Beberapa definisi komunikasi :
1. Komunikasi adalah kegiatan
perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau
perasaan (Roben.J.G).
2. Komunikasi adalah sebagai
pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain (Davis,
1981).
3. Komunikasi adalah berusaha untuk
mengadakan persamaan dengan orang lain (Schram,W)
Komunikasi Organisasi dapat
didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit
komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi
terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang
satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.
Tujuan komunikasi dalam proses
organisasi tidak lain dalam rangka membentuk saling pengertian (mutual
undestanding) . Pendek kata agar terjadi penyetaraan dalam kerangka referensi,
maupun dalam pengalaman.
DASAR-DASAR KOMUNIKASI
Komunikasi mempunyai dasar-dasar sebagai berikut :
Komunikasi mempunyai dasar-dasar sebagai berikut :
> Niat menyangkut :
Apa yang akan disampaikan
Siapa sasarannya
Apa yang akan dicapai
Kapan akan disampaikan
> Minat, ada dua factor yang
mempengaruhi yaitu:
· Faktor obyektif : merupakan
rangsang yang kita terima
· Faktor subyektif : merupakan
faktor yang menyangkut diri si penerima stimulus
> Pandangan, merupakan makna dari
informasi yang disampaikan pada sasaran, menafsirkan informasi yang diterima
tergantung pada pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan kerangka pikir seseorang.
> Lekat merupakan informasi yang
disimpan oleh si penerima.
> Libat merupakan keterlibatan
panca indera sebanyak-banyaknya.
Unsur-unsur Komunikasi ada 5, yaitu
:
1.Komunikator
2.Menyampaikan berita
3.Berita-berita yang disampaikan
4.Komunikasi
5.Tanggapan atau reaksi
Fungsi komunikasi dalam organisasi
- Proaksi dan regulasi
- Menentukan tujuan organisasi
- Menentukan area permasalahan
- Mengevakuasi performa
- Memberikan komando, instruksi, memimpin, dan mempengaruhi inovasi
- Mendapatkan informasi baru
- Cara mengkomunikasikan susuatu yang baru dalam sosialisasi dan perbaikan
- Harga diri anggota
- Proaksi dan regulasi
- Menentukan tujuan organisasi
- Menentukan area permasalahan
- Mengevakuasi performa
- Memberikan komando, instruksi, memimpin, dan mempengaruhi inovasi
- Mendapatkan informasi baru
- Cara mengkomunikasikan susuatu yang baru dalam sosialisasi dan perbaikan
- Harga diri anggota
3.
JENIS KOMUNIKASI ORGANISASI
KOMUNIKASI INTERNAL
Adalah komunikasi yang terjadi dalam
organisasi itu sendiri. Misalnya, Pertukaran gagasan di antara para
administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan, dalam struktur lengkap yang
khas disertai pertukaran gagasan secara horisontal dan vertikal di dalam
perusahaan, sehingga pekerjaan berjalan [operasi dan manajemen].
Dua dimensi komunikasi internal :
1. KOMUNIKASI VERTIKAL
Komunikasi dari pimpinan ke staff,
dan dari staf ke pimpinan dengan cara timbal balik [two way traffic
communication].
” Downward Communication “
komunikasi atas ke bawah. Contoh pimpinan memberikan instruksi, petunjuk,
informasi, penjelasan, perintah, pengumuman, rapat, majalah intern.
” Upward communication ”dari bawah
ke atas. Contoh staf memberikan laporan, saran-saran, pengaduan, kritikan,
kotak saran, dsb kepada pimpinan
KOMUNIKASI HORISONTAL
komunikasi mendatar, antara anggota
staf dengan anggota staf. Berlangsung tidak formal, lain dengan komunikasi
vertikal yang formal. Komunikasi terjadi tidak dalam suasana kerja ! employee
relation dan sering timbul rumours, grapevine, gossip.
KOMUNIKASI DIAGONAL (CROSS
COMMUNICATION)
Komunikasi antara pimpinan
seksi/bagian dengan pegawai seksi/bagian lain.
KOMUNIKASI EKSTERNAL
Komunikasi antara pimpinan
organisasi [perusahaan] dengan khalayak audience di luar organisasi.
BENTUK KOMUNIKASI ORGANISASI
Komunikasi sebagai proses memiliki
bentuk :
1. Bentuk Komunikasi berdasarkan
a. Komunikasi langsung
Komunikasi
langsung tanpa mengguanakan alat.
Komunikasi berbentuk kata-kata,
gerakan-gerakan yang berarti khusus dan penggunaan isyarat,misalnya kita
berbicara langsung kepada seseorang dihadapan kita.
A——–àß———–B
b. Komunikasi tidak langsung
Biasanya menggunakan alat dan
mekanisme untuk melipat gandakan jumlah penerima penerima pesan (sasaran) ataupun
untuk menghadapi hambatan geografis, waktu misalnya menggunakan radio, buku,
dll.
2. Bentuk komunikasi berdasarkan
besarnya sasaran :
a.
Komunikasi massa, yaitu komunikasi dengan sasarannya kelompok orang dalam
jumlah yang besar, umumnya tidak dikenal.
Komunikasi masa yang baik harus :
Pesan disusun dengan jelas, tidak
rumit dan tidak bertele-tele
Bahasa yang mudah
dimengerti/dipahami
Bentuk gambar yang baik
Membentuk kelompok khusus, misalnya
kelompok pendengar (radio)
b.
Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang sasarannya sekelompok orang yang
umumnya dapat dihitung dan dikenal dan merupakan komunikasi langsung dan timbal
balik.
Perawat—– ® ¬ ——Pengunjung puskesmas
c. Komunikasi perorangan adalah
komunikasi dengan tatap muka dapat juga melalui telepon.
Perawat—– ® ¬ ——Pasien
3. Bentuk komunikasi berdasarkan
arah pesan :
1. Komunikasi satu arah
Pesan disampaikan oleh sumber kepada
sasaran dan sasaran tidak dapat atau tidak mempunyai kesempatan untuk
memberikan umpan balik atau bertanya, misalnya radio.
A ——————® B
b. Komunikasi timbal balik.
Pesan disampaikan kepada sasaran dan
sasaran memberikan umpan balik. Biasanya komunikasi kelompok atau perorangan
merupakan komunikasi timbal balik
1. Pengirim pesan (sender) dan isi
pesan/materi
Pengirim pesan adalah orang yang
mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseorang dengan harapan dapat dipahami
oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya. Pesan adalah
informasi yang akan disampaikan atau diekspresikan oleh pengirim pesan. Pesan dapat
verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan
jelas.
Materi pesan dapat berupa :
a. Informasi
b. Ajakan
c. Rencana kerja
d. Pertanyaan dan sebagainya
2. Simbol/ isyarat
Pada tahap ini pengirim pesan
membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat dipahami oleh orang lain.
Biasanya seorang manajer menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata, gerakan
anggota badan, (tangan, kepala, mata dan bagian muka lainnya). Tujuan
penyampaian pesan adalah untuk mengajak, membujuk, mengubah sikap, perilaku
atau menunjukkan arah tertentu.
3. Media/penghubung
Adalah alat untuk penyampaian pesan
seperti ; TV, radio surat kabar, papan pengumuman, telepon dan lainnya.
Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan yang akan disampaikan,
jumlah penerima pesan, situasi dsb.
4. Mengartikan kode/isyarat
Setelah pesan diterima melalui
indera (telinga, mata dan seterusnya) maka si penerima pesan harus dapat
mengartikan simbul/kode dari pesan tersebut, sehingga dapat dimengerti /dipahaminya.
5. Penerima pesan
Penerima
pesan adalah orang yang dapat memahami pesan dari sipengirim meskipun dalam
bentuk code/isyarat tanpa mengurangi arti pesan yang dimaksud oleh pengirim
6. Balikan (feedback)
Balikan
adalah isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan dalam
bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan
tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting bagi manajer
atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan
pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan
atau orang lain yang bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh
penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung yang mengandung
pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan
dilaksanakan atau tidak Balikan yang diberikan oleh orang lain didapat dari
pengamatan pemberi balikan terhadap perilaku maupun ucapan penerima pesan.
Pemberi balikan menggambarkan perilaku penerima pesan sebagai reaksi dari pesan
yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang
dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan kepercayaan
serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.
7. Gangguan
Gangguan bukan merupakan bagian dari
proses komunikasi akan tetapi mempunyai pengaruh dalam proses komunikasi,
karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu kita. Gangguan
adalah hal yang merintangi atau menghambat komunikasi sehingga penerima salah
menafsirkan pesan yang diterimanya.
5. KLASIFIKASI KOMUNIKASI DALAM
ORGANISASI
1.Dari segi sifatnya :
a. Komunikasi Lisan
Komunikasi
jenis ini tergolong kepada komunikasi aktif, dimana komunika dapat memberikan
timbal balik secara langsung apabila terjadi ketidakpahaman.
b. Komunukasi Tertulis
Komunikasi
secara tertulis memang memberikan suatu dampak dimana komunikan akan merasa
kesulitan dalam memahami maksud dan tujan dari informasi itu, namun komunikasi
ini mempunyai dampak yang lama. Dan apabila komunikan lupa dengan apa yang
telah dipelajarai sebelumnya, maka ia dapat mengulangi membaca informasi
tersebut. Komunikasi ini tergolong komunikasi tidak lagsung, artinya apabila
komunikan tidak paham terhadap materi tertulis tersebut, maka komunikan tidak
dapat memberikan suatu umpan balik secara langsung. namun dengan berkembangnya
teknologi saat ini, maka meskipun komunikasi berjalan secara tidak langsung,
namun unpan balik dapat diberikan secara cepat baik melalui telepon, e-mail, dll.
c. Komunikasi Verbal
d. Komunikasi Non Verbal
2. Menurut Keresmiannya :
a. Komunikasi Formal
b. Komunikasi Informal
Komunikasi
Informal
• Komunikasi Informal yang terjadi karena adanya komunikasi
antara sesama karyawan dalam suatu organisasi.
• Komunikasi informal (the grapevine) biasanya disebarluaskan
melalui desas-desus atau kabar angin dari mulut ke mulut dari satu orang ke
orang yang lainnya dalam suatu organisasi dimana kebenarannya tidak bisa
dijamin karena kadang-kadang bertentangan dengan perusahaan.
• Jadi agar komunikasi informal bisa bermanfaat maka seseorang
pemimpin harus bisa memakai jalur ini untuk memperlancar berjalannya komunikasi
formal perusahaan (komunikasi formal ini jangan sampai mengakibatkan timbulnya
desas-desus yang meresahkan karyawan)
1.
Komunikasi Verbal mencakup aspek-aspek berupa ;
a. Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak
akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti,
karena itu olah kata menjadi penting dalam berkomuni kasi.
b. Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan
sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau
terlalu lambat.
c. Intonasi suara: akan mempengaruhi arti pesan secara
dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan
intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan
hambatan dalam berkomunikasi.
d. Humor: dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan
(1989), memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan
stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat
bahwa humor adalah merupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
e. Singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif bila
disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya
sehingga lebih mudah dimengerti.
f. Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu
diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi,
artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang
disampaikan.
2. Komunikasi Non Verbal
Komunikasi
non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal
memberikan arti pada komunikasi verbal.
Yang termasuk komunikasi non verbal
:
a. Ekspresi wajah
Wajah
merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan
suasana emosi seseorang.
b. Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk
berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinterakasi atau tanya
jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan
kemauan untuk memperhatikan bukan sekedar mendengarkan. Melalui kontak mata
juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang lainnya
c. Sentuhan adalah bentuk komunikasi personal mengingat
sentuhan lebih bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan
seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau
simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.
d. Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan,
duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan
gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
e. Sound (Suara). Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan
juga salah satu ungkapan perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan
komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi non verbal
lainnya sampai desis atau suara dapat menjadi pesan yang sangat jelas.
f. Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas pembicaraan
. Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari komunikasi seperti
mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan selama berbicara menunjukkan
seseorang dalam keadaan stress bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan
stress.
HAMBATAN KOMUNIKASI
1. Hambatan dari Proses Komunikasi
a. Hambatan dari pengirim pesan,
misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim
pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.
b. Hambatan dalam penyandian/simbol
Hal
ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga
mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan
penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
c. Hambatan media, adalah hambatan yang
terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan
aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.
d. Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi
dalam menafsirkan sandi oleh si penerima
e. Hambatan dari penerima pesan,
misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima /mendengarkan pesan, sikap
prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
f. Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan
yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan
interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.
2. Hambatan Fisik
Hambatan fisik dapat mengganggu
komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain,
misalnya: gangguan kesehatan (cacat tubuh misalnya orang yang tuna wicara),
gangguan alat komunikasi dan sebagainya.
3. Hambatan Semantik.
Faktor pemahaman bahasa dan
penggunaan istilah tertentu. Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi
kadang-kadang mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau
berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima pesan. Misalnya : adanya
perbedaan bahasa ( bahasa daerah, nasional, maupun internasional), adanya
istilah – istilah yang hanya berlaku pada bidang-bidang tertentu saja, misalnya
bidang bisnis, industri, kedokteran, dll.
4. Hambatan Psikologis
Hambatan psikologis dan sosial
kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta
harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima pesan, sehingga menimbulkan
emosi diatas pemikiran-pemikiran dari sipengirim maupun si penerima pesan yang
hendak disampaikan.
5. Hambatan Manusiawi
Terjadi karena adanya faktor, emosi
dan prasangka pribadi, persepsi,
kecakapan
atau ketidakcakapan, kemampuan atau ketidakmampuan alat-alat
pancaindera seseorang, dll.
CARA MENGATASI HAMBATAN KOMUNIKASI
1. Gunakan umpan-balik
Beri kesempatan pada orang orang
lain untuk menyampaikan ide atau gagasannya, sehingga tercipta dua iklim
komunikasi dua arah.
2. Kenali si penerima berita
- bagaimana latar belakang
pendidikannya,
- bagaimana pengetahuan tentang
subyek pembicaraan,
- sejauh mana minat dan perasaanya
3. Rencanakan secara teliti,
pertimbangkan baik-baik : apa, mengapa, siapa, bagaimana, kapan
BAB VI
PROSES PENULISAN
PESAN-PESAN
A. Pemahaman Proses Komposisi
Proses komposisi (compocition process) penyusunan pesan bisnis dapat dianalaogikan dengan proses penciptaan lagu seperti yang dilakukan seorang composer. Dia harus merencanakan lagu apa yang akan dibuat dan menentukan bentuk arasemendan personil kelompok yang akan mengiringi lagu tersebut. Kemudian mereka harus melakukan latihan dan uji ulang atau revesi –revesi yang diperlukan, sehingga lagu yang diciptakan mempunayi mutu yang bagus, enak didengar, dan mudah dicerna oleh para penggemarnya. Demikian halnya dengan proses komposisi untuk pesan-pesan bisnis. Penyusunan pesan-pesan bisnis meliputi 3 tahap, yaitu :
1. Perencanaan
Dalam fase perencanaan (planning phase), dirancang hal-hal yang cukup memdasar,seperti maksud atau tujuan komunikasi, audiens yang akan menerima pesan, ide pokok / main idea pesan-pesan yang akan disampaikan, dan saluran atau media yang digunakan utnuk menyampaikan pesan. Disamping itu, intonasi juga perlu diatur, apakah melemah, mendatar, atau menninggi. Yang terpenting adalah menyiasati situasi yang ada sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai.
2. Pengorganisasi
Setelah tahap perncanaan, tahpa berikunya adalah mengorganisasikan ide-idde selanjutnya dituangkan dalam bentuk draf. Proses ini dimujlai dengan merangkai kata-kata, kalimat, paragraf, dan memilih ilustrasi yang diperlukan untuk mendukung ide pokok bahasannya.
Organisasi dan komposisi erat kaitannya dengan penyusunan atau pengaturan kata-kata, kalimat, dan paragraf yang sederhana, mudah dipahami, dimengerti, dan dilaksanakan oleh sipenerima pesan.
3. Revisi
Setelah ide-ide dituangkan dalam kata-kata, kalimat, paragraf, perhatikan apakah kata-kata, kallimat , paragraf, telah diekspreikan dengan benar. Seluruh amksud da nisi pesan harus di telaah kembali dari sisi substansi pesan yang ingin disampaikan maupun dari gaya penulisannya, struktur kalimat yang dugunakan, dan bagaiman tingkat pemahamnannya.
B. Pentuan Tujuan
Tahap pertama dalam merncanaan suatu pesan bisnis adalah memikirkan maksud da tujuan. Seorang komunikator tentunya ingin menjaga nama baik dihadapan audiens, sekaligus menghasilkan suatu yang baik bagi organisasinya.
Untuk dapat melakukan hal itu, pertama anda harus menentukan tujuan yang jelas dan dapat diukur, sesuai degan tujuan organisasi.
1. Mengapa tujuan harus jelas
Tujuan yang jelas akan membantu atau mengarhakan anda untuk mencapai tujuan yang dikehendaki. Penentuan tujuan yang jelas bagi suatu organisasi akan dapat membantu mengambil keputusan yang mencakup antara lain.
a) Keputusan untuk meneruskan pesan
Sebelum menyampaikan suatu pesan, tanyakan pada diri anda sendiri apakah pesan yang akan disampaikan bener-bener diperlukan tidak. Jika pesn-pesan yag akan disampaikan diduga mempunyai pengaruh yang sangat kecil kepada audiens, sebaiknya pesan ditahan dulu.
b) Keputusan untuk menanggapi audiens
Untuk memutuskan cara terbaik menaggapi audiens, komunikator perlu mempertimbangkan motif-motif mereka. Mengapa mereka memperhatikan inti pesan yang akan disampaikan? Apakah mereka mengharapkan keuntungan ? apakah harapan mereka sesuai dengan harapan komunnikator ?
c) Keputusan untuk memusatkan isi pesan
Menetapakan tujuan yang jelas akan membantu memusatkan isi pesan komunnikator seharusnya hanya memasukan informasi yang penting, yang relevan dengan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Informasi yang tidak relevan harus disingkirkan atau di buang jauh-jauh. Bila isi pesan yang tidak penting dimasukan dalam pesan-pesan yang akan disampaikan, inti pesan akan kabur, dan waktu pun akan terbuang percuama.
d) Keputusan untuk menetapkan media yang akan digunakan .
Penentuan saluran atau media yang akan digunakan utnuk menyampaikan suatu pesan, sangat tegantung pada tujuan yang dikehendaki. Media komunikasi yang akan digunakan dapat berupa lisan dan tulisan. Misalnya, seorang pimpinan kelompok kerja yang ingin mengumpulkan anggotanya, dapat menggunakan tulisan sebagai media komunnikasi
2. Tujuan komunikasi bisnis
Secara umum, ada 3 tujuan komunikasi bisnis yaitu:
a) Memberi informasi
Tujaun pertama dalam komunikasi dalam bisnis adalah memberikan informasi yang berkaitan dengan dunia bisnis kepada pihak lain. Sebagai contoh, seorang pimpinan perusahaan membutuhkan beberapa pegawai baru yang akan ditempatkan sebagai staf administrasi di kantor-kantor cabang yang ada.
Untuk memperoleh pegawai yang diharapkan, ia dapat memasang iklan lowongan kerja melalui media surat kabar, majalah, radio,dan internet. Masing-masing media komunikasi tersebut memiliki keunggulan dan sekaligus kelemahannya baik dilihat dari sisi jangka penerimaannya maupun biayanya.
b) Melakukan persuasi
Tujuan kedua komunikasi bisnis adalah melakukan persuasi kepada pihak agar apa yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan benar. Hal ini sering dilakuikan, terutama yang berkaitan dengan negosiasi antara kedua belah pihak dalam bisnisnya. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam bernegosiasi, setiap pihak perlu memahami win-win solution. Artinya kedua belah pihak yang terlibat dalam negosiasi tersebut saling memperoleh manfaat tanpa merasa ada yang dikorbankan atau gagal.
c) Melakukan kolaborasi
Tujuan ketiga dalam komunikasi bisnis adalah melakukan kolaborasi atau kerja sama bisnis antara seseorang dengan orang lain. Melalui jalinan komunikasi bisnis tersebut seorang dapat dengan mudah melakukan kerja sama bisnis, baik dengan perusahaan domestic maupun perusahaan asing
3. Cara menguji tujuan
Penetuan tujuan yang baik tentunya harus mudah diaplikasikan dalam dunia nyata. Oleh perlu dilakuakan pengujian dengan empat pertanyaan berikut ini:
a) Apakah tujaun tersebut realsitik ?
b) Apakah waktunya tepat ?
c) Apakah orang yang mengirimkan pesan sudah tepat?
d) Apakah tujuannya selaras dengan tujuan organisasi perusahaan?
C. Analisi audiens
Bila komunikasi telah memiliki maksud dan tujuan yang jelas, langkah berikunya adalah memperhatikan audiens yang akan dihadapi. Siapa mereka, dan bagaimana pemahaman, latar belakang usia, pendidikan, bagaimana minat mereka, dan apa yang mereka ingin ketahui?Jawaban terhadap pertanyaan tersebut merupakan informasi yang sangat berharga, yang akan mempengaruhi cakupkan materi yang akan diberikan pada audiens dan cara mengatasi audiens.
1. Cara mengembangkan profil audiens
Mengembangkan suatu profil audiens boleh dikatakan gampang-gampang susah. Gampang, jiak lawan komunikasi adalah seorang yang sudah dikenal dengan baik. Sehingga penentuan profil audiens tidak akan menimbulkan kesulitan. Sulit, apabila lawan komunikasi kita belum kita kenal sehingga untuk menentukan profil akan meninbulkan kesulitan.
Dalam kasus ini, komunikator perlu melakukan investigasi untuk mengantasipasi reaksi mereka.
a) Menentukan ukuran dan komposisi audiens
b) Siapa audiens
c) Reaksi audiens
d) tingkat pemahaman audiens
e) hubungan komunikator dengan audiens
2. cara memuaskan audiens akan kebutuhan informasi
kunci komunikasi yang efektif adalah dengan menetukan kebutuhan informasi audiens, dan selanjutnya berusaha memenuhi kebutuhan tersebut . ada lima tahap yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan audiens.
a) Tentukan/ cari apa yang dibutuhkan audiens
b) Antisipasi pertanyaan yang tidak diungkapkan
c) Berikan semua informasi yang diperlukan
d) Pastikan bahwa informasinya akurat
e) Tentukan ide-ide yang paling menarik bagi audiens
3. Cara memuaskan audiens dan kebutuhan informasi
Beberapa jenis pesan bertujuan untuk memotivasi aidiens untuk mau mengebah perilaku audiens. Akan tetapi, pemberian motivasi ini sering kali mengalami kendala dan hambatan. Hal ini disebabkan adanya kecenderungan dari audiens untuk tidak mau mengubah sesuatu yang ada dengan hal yang baru. Bagaimana mengatasi masalah kendala itu? Salah satu caranya adalah dengan cara mengatur pesan-pesan sedemikian rupa sehingga informasi yang diterima audiens dapat diterima dengan mudah.
D. Penentuan ide pokok
Setelah menganalisis tujuan dan audiens, selanjutnya adalah menentukan cara untuk mencapai tujuan tersebut. Setiap pesan-pesan bisnis akan bermuara pada satu tema pokok yaitu ide pokok.
Topic dan ide pokok merupakan hal yang berbeda. Topic adalah pesan yang lebih luas, sedangkan ide pokok adalah pernyataan tentang suatu topic, yang menjelaskan isi dan tujuan topic tersebut sehingga dapat diterima audiens. Sebelum untuk menentukan ide pokok, hal-hal yang penting harus diidentifikasi terlebih dahulu.
1. Teknik curah pendapat
Beberapa curah pendapat yang dapat digunakana antara lain adalah
a) Storyteller’s tour
b) Random list
c) CFR (Conclusions, Finding, Recommendations) Worksheet
d) Journalistic Approach
e) Questions And Answer Chain
2. Penbatasan cakupan
Secara umum, penyajian informasi rutin kepada audiens yang telah anda kenal hendaknya menggunakan kata-kata yang singkat. Cara ini juga dapat membangkitkan rasa hormat audiens kepada komunikator, sedangkan penyampaian pesan yang komplek dan kontroversial akam memakan waktu lebih lama, terutama jika audiens yang hadir atas orang yang skeptis atau orang yang tidak dikenal. Ide pokok dari pesan selebihnya disesuaikan dengan waktu yang tersedia sehingga poin-poin yang penting tidak terabaikan. Yang lebih penting adalah ide-ide pokok yang disampaikan haruslah mudah dimengerti dan diteriam audiens.
E. Seleksi saluran dan media
Cara untuk menyampaikan ide-ide 2 tahap saluran yaitu:
1. Komunikasi lisan
Salah satu kebaikan komunikasi lisan adalah kemampuan untuk memberikan umpan balik dengan segera. Saluraun ini digunakan bila pesan sederhana, tidak diperlukan catatan permanen, dan audiens dapat dibuat nyaman. Kelebihan lain dari komunikasi lisan adalah sifatnya yang ekonomis.
2. Komunikasi tertulis
Pesan-pesan tertulis juga memiliki berbagai macam bentuk, seperti surat, memo, proposal, dan laporan. Salah satu kelebihan komunikasi tertulis adalah bahwa penelis mempunyai kesempatan untuk merencanakan dan mengendalikan pesan-pesan mereka. Dalam memilih saluran dan media berkomunikasi perlu dipeertimbangkan tingkat kepentingannya, formalitas, kompleksitas , tingkat kerahasiaannya, emosional, dan biaya pengiriman serta harapan audiens.
BAB VII
KOMUNIKASI MELALUI
SURAT
Etika Berkomunikasi Dengan
Surat
Komunikasi
Komunikasi adalah suatu
proses penyampaian informasi
(pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya,
komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua
belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal maupun nonverbal
Sejarah komunikasi
Komunikasi
berasal dari bahasa Latin communis yang berarti 'sama'. Communico,
communicatio atau communicare yang berarti membuat sama (make
to common). Secara sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan
antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan. Oleh sebab itu,
komunikasi bergantung pada kemampuan kita untuk dapat memahami satu dengan yang
lainnya.
Pada awalnya, komunikasi digunakan
untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme
awal digunakan untuk reproduksi.Seiring
dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif
yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang
terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan. .
Manusia
berkomunikasi untuk membagi pengetahuan
dan pengalaman.
Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan,
gerakan, dan penyiaran.
Melalui komunikasi, sikap dan perasaan
seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak
lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan
dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.
Komponen komunikasi
Komponen komunikasi adalah
hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik.Menurut
Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:
- Pengirim atau komunikator (sender)
adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
- Pesan (message) adalah
isi yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
- Saluran (channel) adalah
media dimana pesan disampaikan kepada komunikan.
- Penerima atau komunikate (receiver)
adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
- Umpan balik (feedback)
adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
- Aturan yang disepakati para
pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan
("Protokol")
Perlunya Etika Komunikasi
Etika adalah pedoman atau aturan
moral
untuk situasi-situasi dimana media memiliki efek negatif dan hukum
tidak bisa menjaga tingkah laku. Kode etik
kebanyakan diciptakan oleh organisasi profesional. Etika
adalah peraturan moral yang menuntun tingkah laku seseorang.
Para pendidik yang memainkan peran yang penting dalam menerapkan etika. Etika
merupakan komponen yang penting dalam pendidikan jurnalisme.
Di dalam jurnalisme
terdapat beberapa etika yang harus dipatuhi yaitu
akurasi, keadilan, kerahasiaan, privasi.
Saat ini informasi
yang disajikan oleh media telah berubah menjadi komoditi
dan mimetisme. Berkat media,budaya baru telah terbentuk dan masyarakat
telah berubah karenanya. Mengatasi keseimbangan
antara tugas membimbing masyarakat
lewat program-program yang disuguhkan kepada masyarakat
dan pemenuhan tugas sebagai alat produksi ekonomi. Media
pun membangun image sebagai kebutuhan masyarakat dan juga pencapai kebutuhan ekonomi
baginya. Yang menjadi masalah
yaitu sikap
dari masyarakat
yang tidak menunjukkan adanya perlawanan atas bentuk program
yang ditawarkan oleh media sehingga media
perlu membawa etika dan menerapkan dampak di
dalam masyarakat
yang harus dilindungi dan mengurangi adanya penyalahgunaan dari dampak negatif media
itu sendiri.
Dimensi Etika Komunikasi
Tujuan
Aksi
b. hubungan
- hubungan kekuasaan
Sarana
Media sebagai Sarana Publik
Fungsi media dapat digunakan sebagai
sarana kritik
terhadap kekuasaan
dan kontrol masyarakat.
Selain itu media
juga berfungsi sebagai ruang publik atau ruang
antara publik.
Namun prinsip berita
buruk merupakan berita
baik mendorong media untuk membuat pemberitaan
terkait skandal
maupun keburukan pemerintah.
Hal ini menyebabkan pemerintah
menjadi apriori
terhadap pers. Pemerintah
tidak bisa melihat sisi positif dari kebebasan pers.
Padahal pemberitaan yang dilakukan pers dapat memberikan fungsi audit
yang gratis untuk kinerja pemerintah. Pers
berperan dalam mengangkat aspirasi publik,
kelompok-kelompok pinggiran maupun kaum lemah. Kemudian mendiskusikan
urusan-urusan publik, memberikan kesempatan
kepada masyarakat
untuk berdialog dan bernegosiasi dengan pemegang kekuasaan
atau perumus kebijakan serta sebagi media pertukaran gagasan,
menyerap aspirasi-aspirasi
politik.
BAB XIII
KOMUNIKASI
TENTANG PEKERJAAN
Komunikasi dalam Pekerjaan
Komunkasi adalah seni yg
pengimplementasiannya berbeda thdp tiap-tiap orang. Seorang atasan/pimpinan perusahaan
yg bisa mengelola komunikasi scr efektif dgn bawahannya bisa meningkatkan
komitmen dan kinerja karyawan sehingga lebih mudah untuk mencapai tujuan
perusahaan. Kemampuan berkomunikasi dgn baik menjadi kunci keberhasilan seorang
pimpinan perusahaan. Komunikasi yang bersifat dua arah antara atasan dan
bawahan.
* Manfaat bagi atasan:
1. mendapatkan pelajaran yang lebih dengan pemahaman lebih baik thdp bwhn.
2. mempererat jalinan relasi antara atasan dan bawahan.
3. mengetahui potensi yang tersimpan dalam diri bawahan.
4. menghindarkan atasan mengambil tindakan terhadap bawahan berdasarkan rumor, persepsi, dan isu bukan fakta.
* Manfaat bagi bawahan:
1. merasa dihargai oleh atasan sendiri sebagai mitra kerja yang baik.
2. membangkitkan motivasi dan gairah kerja bawahan untuk berpikir lebih kreatif dan strategis.
3. berkesempatan untuk memajukan perusahaan.
4. bisa mengeluarkan opini kepada atasannya.
* Langkah-Langkah yang bisa diambil dalam berkomunikasi dengan baik:
1. Sepanjang hari krj pilihlah cara terbaik untuk memuji tindakan dan tingkah laku karyawan yg positif dan produktif untuk perusahaan.
2. berbicara singkat diselingi obrolan santai(informal) untuk menghangatkan suasana thdp karyawan.
* Manfaat bagi atasan:
1. mendapatkan pelajaran yang lebih dengan pemahaman lebih baik thdp bwhn.
2. mempererat jalinan relasi antara atasan dan bawahan.
3. mengetahui potensi yang tersimpan dalam diri bawahan.
4. menghindarkan atasan mengambil tindakan terhadap bawahan berdasarkan rumor, persepsi, dan isu bukan fakta.
* Manfaat bagi bawahan:
1. merasa dihargai oleh atasan sendiri sebagai mitra kerja yang baik.
2. membangkitkan motivasi dan gairah kerja bawahan untuk berpikir lebih kreatif dan strategis.
3. berkesempatan untuk memajukan perusahaan.
4. bisa mengeluarkan opini kepada atasannya.
* Langkah-Langkah yang bisa diambil dalam berkomunikasi dengan baik:
1. Sepanjang hari krj pilihlah cara terbaik untuk memuji tindakan dan tingkah laku karyawan yg positif dan produktif untuk perusahaan.
2. berbicara singkat diselingi obrolan santai(informal) untuk menghangatkan suasana thdp karyawan.
3. memberikan perhatian pada bawahan dan mendorong mereka untuk mereka berpendapat.
4. mengajukan pertanyaan terbuka dan menanggapi dengan penuh perhatian.
5. memberikan kesempatan berbicara kpd bwhn tanpa interupsi dan menunjukkan perhatian bahwa informasinya bermanfaat untuk kontribusi dan kemajuan perusahaan.
* Langkah-Langkah yg diambil bila mengalami kebuntuan komunikasi:
1. mencari fakta yg terjadi di lapangan dan menghindari gosip, rumor, persepsi, atau berbagai informasi yag salah.
2. membuat evaluasi dengan penuh pertimbangan thdp fakta yg ada.
3. membuat rencana aksi untuk memperbaiki situasi.
4. segera mengambil tindakan dengan waktu yg tepat.
5. pemimpin hendaknya berpikir positif dan mencari solusi.
BAB IX
NEGOSIASI
1.Pengertian Negosiasi Bisnis
Dalam setiap proses negosiasi, selalu ada dua belah pihak yang berlawanan atau berbda sudut pandangnya. Agar dapat menemukan titik temu atau kesepakatan diantara kedua belah pihak, maka kedua belah pihak perlu bernegosiasi.
Menurut Hartman, definsi dan pengertian negosiasi berbeda – beda tergantung dari sudut pandang kedua belah pihak yang terlibat dalam suatu proses negosiasi. Dalam hal ini ada dua pihak yang terlibat dalam proses negosiasi, yakni pihak pembeli dan pihak penjual.
Menurut Hartman menegaskan bahwa negosiasi merupakan suatu proses komunikasi antara dua pihak, yang masing-masing mempunyai tujuan dan sudut pandang mereka sendiri, yang berusaha mencapai kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak mengenai masalah yang sama.
Menurut Oliver, negosiasi adalah sebuah transaksi dimana kedua belah pihak mempunyai hak atas hasil akhir. Hal ini memerlukan persetujuan kedua belah pihak sehingga terjadi proses yang saling member dan menerima sesuatu untuk mencapai suatu kesepakatan bersama.
Sementara itu menurut Casse, negosiasi adalah proses dimana paling sedikit ada dua pihak dengan persepsi, kebutuhan dan motivasi yang berbeda mencoba untuk bersepakat tentang suatu hal demi kepentingan bersama.
Berdasarkan ketiga pengertian diatas, negosiasi selalu melibatkan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi, mencari kesepakatan diantara kedua belah pihak dan mecapai tujuan yang dikehendaki bersama kedua belah pihak yang terlibat dalam negosiasi.
Apa tujuan dari bernegosiasi
Salah satu tujuan dari bernegosiasi adalah menemukan kesepakatan diantara kedua belah pihak secara adil dan dapat memenuhi harapan dan keinginan kedua belah pihak. Sehingga tidak boleh ada pihak yang merasa dirugikan atau diuntungkan dari kesepakatan kedua belah pihak. Kedua belah pihak harus merasa diuntungkan dari kesepakatan negosiasi diantara mereka.
Juga tujuan diantaranya adalah memecahkan problem yang menimpa mereka atau mendapatkan keuntungan.
Dalam setiap proses negosiasi, selalu ada dua belah pihak yang berlawanan atau berbda sudut pandangnya. Agar dapat menemukan titik temu atau kesepakatan diantara kedua belah pihak, maka kedua belah pihak perlu bernegosiasi.
Menurut Hartman, definsi dan pengertian negosiasi berbeda – beda tergantung dari sudut pandang kedua belah pihak yang terlibat dalam suatu proses negosiasi. Dalam hal ini ada dua pihak yang terlibat dalam proses negosiasi, yakni pihak pembeli dan pihak penjual.
Menurut Hartman menegaskan bahwa negosiasi merupakan suatu proses komunikasi antara dua pihak, yang masing-masing mempunyai tujuan dan sudut pandang mereka sendiri, yang berusaha mencapai kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak mengenai masalah yang sama.
Menurut Oliver, negosiasi adalah sebuah transaksi dimana kedua belah pihak mempunyai hak atas hasil akhir. Hal ini memerlukan persetujuan kedua belah pihak sehingga terjadi proses yang saling member dan menerima sesuatu untuk mencapai suatu kesepakatan bersama.
Sementara itu menurut Casse, negosiasi adalah proses dimana paling sedikit ada dua pihak dengan persepsi, kebutuhan dan motivasi yang berbeda mencoba untuk bersepakat tentang suatu hal demi kepentingan bersama.
Berdasarkan ketiga pengertian diatas, negosiasi selalu melibatkan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi, mencari kesepakatan diantara kedua belah pihak dan mecapai tujuan yang dikehendaki bersama kedua belah pihak yang terlibat dalam negosiasi.
Apa tujuan dari bernegosiasi
Salah satu tujuan dari bernegosiasi adalah menemukan kesepakatan diantara kedua belah pihak secara adil dan dapat memenuhi harapan dan keinginan kedua belah pihak. Sehingga tidak boleh ada pihak yang merasa dirugikan atau diuntungkan dari kesepakatan kedua belah pihak. Kedua belah pihak harus merasa diuntungkan dari kesepakatan negosiasi diantara mereka.
Juga tujuan diantaranya adalah memecahkan problem yang menimpa mereka atau mendapatkan keuntungan.
Untuk mendapatkan suatu kesepakatan kedua belah pihak, beberapa hal perlu diperhatikan antara lain :
a. Persiapan yang cermat
b. Presentasi dan evaluasi yang jelas mengenai posisi kedua belah pihak.
c. Keterampilan, pengalaman, motivasi, pikiran yang terbuka
d. Pendekatan yang logis untuk menciptakan dan mempertahankan hubungan yang baik dan saling menguntungkan serta saling menghormati.
e. Kemauan untuk membuat konsesi untuk mencapai kesepakatan melalui kompromi bila terjadi kemacetan.
Komunikasi Teknik Negosiasi
Sebagai
mana kita sering mendengar negosiasi diartikan sebagai proses yang melibatkan
upaya sese-orang untuk merubah atau tidak merubah sikap dan perilaku orang
lain. Sedangkan pengertian yang lebih terinci menunjukkan bahwa negosiasi
merupakan proses untuk mencapai kesepakatan yang menyangkut kepen-tingan
timabal balik dari pihak-pihak dengan sikap, sudut pandang, dan
kepentingan-kepentingan yang ber-beda satu sama lain. Negosiasi, baik yang
dilakukan oleh seorang pribadi dengan pribadi lainnya, maupun negosiasi antara
kelompok dengan kelompok (atau antar pemerintah), senantiasa melibatkan
pihak-pihak yang memiliki latar belakang berbeda dalam hal wawasan, cara
berpikir, corak perasaan, sikap dan pola perilaku, serta kepentingan dan
nilai-nilai yang dianut. Pada hakikatnya negosiasi perlu dilihat dari konteks
antar budaya dari pihak yang mela-kukan negosiasi, dalam artian perlu
komunikasi lisan, kesedian untuk memahami latar belakng, pola pemi-kiran, dan
karakteristik masing-masing, serta kemudian berusaha untuk saling menyesuaikan
diri.
Agar
dalam berkomunikasi lebih efektif dan mengena sasaran dalam negosiasi bisnis
harus dilak-sanakan dengan melalui beberapa tahap yakni:
1.
Fact-finding, mencari/mengumpulkan fakta-fakta.data yang berhubungan
dengan kegiatan bisnis lawan sebe-lum melakukan negosiasi.
2.
Planning / rencana, sebelum berne-gosiasi/berbicara susunlah dalam garis
besar pesan yang hendak disampaikan. Berdasarkan kerangka topik yang hendak
dibicarakan rincilah hasil yang diharapkan akan teraih. Berdasarkan pengenalan
anda terhadap lawan tersebut, per-kirakan/bayangkan kemung-kinan reaksi
penerima pesan/lawan berbicara terhadap apa yang anda katakan.
3. Penyampaian,
lakukan negosiasi/ sampaikan pesan dalam bahasa lawan/sipenerima. Usahakan gunakan
istilah khas yang bisa dipakai oleh lawan negosiasi kita. Pilihlah kata-kata
yang mencer-minkan citra yang spesifik dan nyata. Hindari timbulnya makna ganda
terhadap kata yang disam-paikan.
4. Umpan
balik, negosiator harus menguasai bahasa tubuh pihak lawan. Dengarkan baik-baik
reaksi lawan bicara. Amati isyarat prilaku mereka seperti: angkat bahu,
geleng–geleng kepala, mencibir, mengaggguk setuju. Umpan balik dapat untuk
mengetahui samakah makna yang disampaikan dengan yang ditangkap lawan negosiasi
bisnis kita.
5. Evaluasi,
perlu untuk menilai apakah tujuan berkomunikasi/ negosiasi sudah tercapai,
apakah perlu diadakan lagi, atau perlu menggunakan cara-cara untuk mencapai
hasil yang lebih baik.
Meskipun
pesan yang disam-paikan dapat diterima dengan baik, bukan berarti hasil yang
diharapkan akan diperoleh sesuai dengan yang direncanakan semula. Yang sering
terjadi justeru perbedaan pandangan terhadap cara penyelesaian masalah antara
pemberi dan penerima pesan. Sehingga diperlukan pembicaraan lebih lanjut, yang
memerlukan perjua-ngan tersendiri bagi pengirim pesan dalam menyampaikan dan
memenang-kan pendapatnya.
Kalau
terjadi adu pendapat antara negosiator dengan pihak lawan maka timbul dorongan
untuk menang. Keinginan untuk menang disatu sisi dengan mengabaikan kekalahan
dipi-hak lainnya, biasanya sulit tercapai. Untuk itu digunakan strategi
menang-menang. Artinya ada sebagian keinginan kita yang dikorbankan dengan
mengharapkan pihak lawan juga akan mengorbankan hal yang sama, sehing-ga kesepakatan
diantara kedua belah pihak dapat tercapai.
Disini
penulis memberi ilustrasi komunikasi dalam bisnis dengan mengambil kasus
negosiasi dengan orang Jepang. Kontak permulaan merupakan fase yang sangat
penting guna membangun hubungan personal yang berkelanjutan. Kontak permulaan
lewat korespodensi, faksimile atau telepon dianggap sebagai cara yang kurang
efektif atau tepat. Kebanyakan perusahaan Jepang menanggapi dengan lamban,
bahkan seringkali tanpa respon. Hal ini terjadai pertama kerana hambatan bahasa
dan komu-nikasi terutama untuk perusahaan-perusahaan kecil dan menengah yang
tidak terbiasa membuat kontak lang-sung dengan perusahaan asing. Kedua, surat
menyurat tidak memberi infor-masi yang cukup. Tanpa informasi yang cukup,
kontak dagang sulit dilakukan dan negosiasi mengalami kegagalan. Hal kecil yang
tidak bisa disepelekan dalam kontak permulaan adalah kebiasaan menukar kartu
nama.
BAB X
KOMUNIKASI BISNIS ANTAR
BUDAYA
DASAR-DASAR KOMUNIKASI ANTARBUDAYA
Dalam kehidupannya sesesorang
seringkali tidak hanya mempunyai satu budaya saja, namun lebih dari satu
budaya. Pada umumnya seseorang menganut budaya yang berlaku di dalam masyarakat
luas, namun karena seseorang dalam hidupnya menjadi anggota berbagai kelompok
maka ia akan menganut budaya di kelopok itu seperti kelompok etnik, kelompok
agama, kelompok profesi, dan bahkan kelompok yang berhubungan dengan hobi.
Seluruh anggota suatu budaya mempunyai asumsi yang sama dalam hal cara
berpikir, cara berperilaku, cara berkomunikasi dan penilaian tentang baik
buruk.
Budaya satu akan berbeda dengan budaya
lain, meskipun tingkat perbedaan antar budaya ini dapat sangat jauh namun dapat
pula relatif sama. Ada beberapa hal berbeda, namun da hal-hal lain yang relatif
sama. Untuk dapat berkomunikasi secara efektif, seseorang perlu memahami
perbedaan budaya dan menghidari sifat etnosentris yaitu kecenderungan untuk
menilai budaya lain berdasar nilai, standar, dan perilaku yang ada dalam
budayanya.
Komunikasi bisnis antarbudaya
akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan komunikasi bisnis dalam suatu
perusahaan, yang mana diantara para pelaku komunikasi ini terdapat perbedaan
budaya. Pembahasan diawali dengan pemahaman budaya asing, hambatan bahasa, dan
reaksi etnosentrik.
a. Pemahaman
Budaya Asing
Semua manusia menganut
budayanya sendiri-sendiri. Manusia belajar berpikir, merasa, mempercayai, dan
mengusahakan sesuatu yang layak dicapai menurut budayanya (Mulyana &
Rakhmat. Budaya tercermin dalam pola-pola bahasa, objek
materi, persahabatan, kebiasaan makan, praktek komunikasi, tindakan-tindakan
sosial, kegiatan politik ekonomi, dan teknologi. Dari sini muncul orang
Filipina berbahasa Tagalog, ada rumah Joglo dari Jawa, ada orang makan daging
ular, ada orang menghindari minuman keras, dan ada kebiasaan mengubur orang
yang meninggal. Dari bentuk-bentuk di atas, digunakan manusia untuk melakukan
penyesuaian diri dengan budaya tertentu.
Budaya secara pasti
mempengaruhi seseorang sejak dalam kandungan hingga meninggal dunia, bahkan
perlakuan setelah meninggalpun masih dipengaruhi oleh budaya. Lebih dari itu,
budaya dan komunikasi tidak dapat dipisahkan, karena budaya menentukan siapa
berbicara dengan siapa, tentang apa, bagaimana orang melakukan coding pesan, makna yang dimiliki untuk
pesan tertentu, dan kondisi-kondisi untuk mengirim, memperhatikan, dan
menafsirkan pesan. Seluruh perilaku seseorang ditentukan oleh budaya di mana
orang tersebut berada.
Dalam suatu budaya biasanya
terdiri dari beberapa subbudaya (subculture).
Subbudaya adalah suatu komunitas
rasial, etnik, regional, ekonomi atau sosial yang memperlihatkan pola perilaku
yang membedakan dengan subbudaya lainnya dalam suatu budaya atau masyarakat
yang melingkupinya (Mulyana & Rakhmat: 19). Sebagai contoh, dalam budaya
Indonesia terdiri dari subbudaya Jawa, Sunda, Betawi, Batak, Dayak, Sasak dan
lain-lain. Di Amerika Serikat subbudayanya terdiri dari imigran asal Timur,
kelompok Yahudi, kaum miskin perkotaan, para penganut Hindu, kelompok mafia dan
lain-lain.
Selain subbudaya seperti
dijelaskan di atas, ada juga suatu kelompok masyarakat lain yang tidak memenuhi
kriteria untuk disebut sebagai subbudaya, tetapi mempunyai ciri yang mencolok
dari subbudaya yang telah ada. Kelompok masyarakat ini disebut subkelompok
menyimpang (deviant subculture)
(Mulyana & rakhmat: 19).
Setiap subbudaya atau
subkelompok merupakan suatu entitas sosial yang merupakan bagian dari budaya
dominan. Subbudaya dan subkelompok tersebut bersifat unik dan menyediakan
seperangkat pengalaman, latar belakang, nilai-nilai sosial, dan harapan bagi
anggota-anggotanya yang tidak dapat diperoleh dari budaya dominan. Dengan
demikian komunikasi antara orang-orang dalam suatu budaya dominan yang
nampaknya serupa, ternyata ada perbedaannya juga. Karena mereka mempunyai
perbedaan-perbedaan dalam nilai, sikap, latar belakang, dan pengalaman.
Dalam kehidupan masyarakat terdapat banyak ragam budaya.
Budaya yang paling dipahami adalah budaya yang dianut oleh orang-orang yang
hidup bersama kita. Orang yang hidup di Indonesia secara umum akan memahami
budaya Indonesia dengan lebih baik dibanding dengan orang dari luar Indonesia.
Lebih itu dikenal pula kelompok etnik, yang sering disebut budaya daerah.
Masyarakat yang hidup atau bertempat tinggal di Jawa Tengah dan Yogyakarta akan
memiliki budaya Jawa, sedang mereka yang tinggal di Sumatera Barat akan
memiliki budaya Minang. Selain itu dikenal kelompok-kelompok agama, profesi,
dan kelompok-kelompok masyarakat lain yang mempunyai bahasa dan kebiasaan
tertentu.
Budaya yang dimiliki olah masyarakat seperti dijelaskan
di atas, dapat mempengaruhi komunikasi dengan berbagai cara. Secara umum budaya
mempengaruhi komunikasi melalui: stabilitas, kompleksitas, komposisi, dan
penerimaan (Bovee & Thill: 59).
· Stabilitas
Kondisi budaya dapat stabil namun dapat pula berubah, dan perubahan
yang terjadi dapat perlahan atau tiba-tiba. Stabil tidaknya budaya masyarakat
akan mempengaruhi cepat lambatnya proses pengiriman dan penerimaan pesan.
Masyarakat Jawa yang hidup dalam budaya yang relatif stabil akan lebih lambat
dalam mengirim maupun menerima pesan. Berbeda dengan masyarakat Jakarta, mereka
lebih cepat dalam mengirim dan menerima pesan, karena berada pada budaya yang
lebih dinamis.
· Kompleksitas
Budaya satu berbeda dengan budaya lain dalam hal penerimaan
informasi atau pesan yang disampaikan. Di Jerman dan Amerika, informasi
disampaikan dalam kode yang bersifat eksplisit, misalnya dengan kata-kata.
Namun di Jepang sebagian besar pesan disampaikan secara implisit, misalnya
melalui bahasa tubuh dan tekanan suara. Dalam kondisi seperti ini penerima
informasi lebih kompleks, karena tidak hanya menyangkut apa yang diucapkan
tetapi juga dengan memperhatikan bahasa tubuh yang dikirimkan.
· Komposisi
Suatu budaya yang dominan dapat tersusun dari banyak subbudaya yang
berlainan, namun dapat pula merupakan suatu budaya yang homogen. Contohnya
budaya Indonesia terdiri dari berbagai subbudaya seperti: jawa, Sunda, Betawi,
Madura, Minang, Batak dan lain-lain. Sedangkan Jepang merupakan budaya yang
paling homogen dibanding dengan budaya lainnya (Mulyana & Rakhmat: 205).
· Penerimaan
Budaya satu berbeda dengan budaya lain dalam hal penerimaan terhadap
orang asing. Ada budaya yang kurang terbuka terhadap kehadiran orang asing,
lebih terbuka, dan ada budaya yang bersahabat dan kooperatif dengan orang
asing. Perbedaan ini mempengaruhi tingkat kepercayaan dan terbuka tidaknya
komunikasi dengan budaya tersebut.
Pemahaman budaya asing menekankan pada proses pengiriman
dan penerimaan pesan diantara orang-orang yang berbeda budayanya. Dengan
memahami perbedaan-perbedaan ini akan menjamin keberhasilan dalam melakukan
komunikasi antarbudaya dalam suatu perusahaan. Para komunikator akan lebih
efektif jika mereka dapat mengidentifikasi perbedaan, kemudian mampu menerima
pesan dengan persepsi penerima seperti yang diinginkan pengirim.
Kursus formal mengenai komunikasi antarbudaya ini
nampaknya belum ada, namun orang-orang yang akan terlibat dalam komunikasi
antarbudaya perlu memahami budaya asing tersebut, sehingga komunikasi dapat
efektif. Lebih dari itu, apabila budaya tersebut juga menyangkut perbedaan
bahasa maka mereka perlu mempelajari atau menggunakan bahasa yang dipahami oleh
kedua belah pihak.
b. Memahami
Perbedaan Budaya
Budaya masyarakat akan mempengaruhi
bagaimana seseorang mengirim dan menerima pesan. Ketika seseorang
berkomunikasi, mereka cenderung menggunakan asumsi budayanya sendiri, dimana
mengangap orang lain mempunyai budaya, bahasa, dan persepsi seperti dirinya. Dengan
demikian kita memperlakukann orang lain seperti kita ingin diperlakukan. Namun
demikian, apabila yang diajak berkomunikasi tersebut kebetulan orang yang
berbeda budaya dengan sender, maka audience akan menerima pesan seperti
persepsinya sendiri. Sehingga memperlakukan orang lain seperti kita ingin
diperlakukan tidaklah cukup.
Pemahaman ini memunculkan cara
pandang baru dalam berhubungan dengan audience,
sender perlu memahami budaya audience
dan memperlakukan sebagaimana merka ingin diperlakukan. Untuk itu sender perlu meningkatkan pemahaman
budaya asing tersebut dari beberapa aspek berikut: kontekstual, etikal, sosial,
dan non verbal.
· Perbedaan dari aspek kontekstual
Perbedaan kontekstual
merupakan salah satu aspek yang membedakan antara budaya satu dengan budaya
lain. Konteks budaya (cultural context) merupakan pola dari isyarat fisik,
stimuli lingkungan, dan pesan implisit
yang dikirimkan dalam komunikasi diantara anggota budaya tersebut. Dengan
demikian antaran budaya satu akan berbeda dengan budaya lain dalam aspek
kontekstual.
Dalam analisis lebih lanjut, perbedaan
kontekstual ini tidak selalu berada pada dua kutub yang saling bertentangan,
namun dapat digambarkan dalam satu garis kontinum. Bagaimana perbedaan
kontestual dari beberapa negara dapat digambarkan sebagai berikut:
Ø Konteks budaya pada
tingkat rendah
Ø Konteks budaya pada
tingkat tinggi
Ø Konteks budaya pada
tingkat menengah
MENINGKATKAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA
Mengapa sender perlu memahami budaya yang dimiliki oleh komunikan receiver? Karena budaya akan
mempengaruhi persepsi seseorang, termasuk persepsi terhadap apa yang
dikomunikasikan. Apabila apa yang dikomunikasikan dipersepsikan secara berbeda,
dikatakan komunikasi tidak efektif.
Karena tidak mencapai maksudnya, yaitu receiver
tidak mempersepsikan pesan yang dikirimkan seperti apa yang dipersepsikan
oleh pengirimnya.
a. Belajar Budaya Asing
Belajar budaya asing yang dimiliki oleh receiver merupakan salah satu cara untuk
meningkatkan komunikasi antar budaya. Beberapa metode yang dapat dilakukan
untuk belajar budaya asing yaitu dengan membaca buku dan artikel, dan bertanya
pada orang yang mengenal atau pernah berinteraksi dengan budaya tersebut.
Selain itu untuk memahami budaya asing dengan lebih tajam, perlu memfokusdkan
pada hal-hal khusus seperti: ritual, nilai yang dianut, agama, kebiasaan, dan
bahkan sistem politik yang berlaku dinegara atau wilayah itu.
Belajar dari budaya Indonesia, di mana di
dalamnya terdiri dari berbagai subbudaya, maka dalam mempelajari budaya asing
perlu mempertimbangkan adanya subbudaya-subbudaya di dalamnya. Karena
subbudaya-subbudaya yang ada didalamnya bisa jadi mempunyai perbedaan yang
cukup signifikan dari budaya yang lebih besar atau budaya induknya. Sebagai
conoth, oang asing yang belajar budaya Indonesia akan mengatakan bahwa orang
Indonesia cenderung introvet, namun orang Jawa Timur cenderung ekstrovet bahkan
dalam tingkat yang relatif sama dengan orang-orang Eropa maupun Amerika.
Mengingat
bahwa frekuensi dan intensitas komunikasi dengan budaya asing semakin lama
semakin tinggi, maka banyak ahli mengembangkan tips untuk berkomunikasi dengan
budaya asing. Salah satunya adalah Zhao dan Parks dalam artikelnya yang
berjudul Self Assessment of Communication
Behavior: An Experiential Learning for Intercultural Business Communication.
·
Asumsikan bahwa budaya asing itu berbeda sampai
terbukti adanya kesamaan. Hal ini merupakan langkah kehati-khatian, sehingga tidak
dengan mudah dan cepat menganggap bahwa budayanya sama.
·
Komunikasi merupakan tanggungjawab. Dengan demikian
berhasil tidaknya proses komunikasi akan tergantung pada upaya kita untuk
mewujudkannya. Kita tidak akan membiarkan proses komunikasi berjalan seadanya
atau bahkan menganggap bahwa komunikasi merupakan tanggung jawab orang lain,
sehingga kita bersifat pasif saja.
·
Menghindari penilain (judgment). Dengan dan simaklah apa yang dikatakan, dan tanggapilah
secara proporsional. Jangan memberikan penilaian sebelum mendengar informasi
secara keseluruhan.
·
Tunjukkan rasa hormat (respect). Respek dapat ditunjukkan dengan berbagai cara,
tergantung budayanya, misalnya melalui cara berjabat tangan, kontak mata, jarak
dalam komunikasi, dan isyarat.
·
Gunakan empati. Sebelum mengirim pesan, asumsikan jika
yang menerima pesan tersebut adalah diri kita sendiri. Bagaiman perasaan dan
sikap kita jika kita menerika pesan tersebut? Hal ini untuk menghindari agar
kita jangan seenaknya sendiri dalam berkomunikasi dengan orang lain.
·
Jangan cepat putus asa. Ketika kita berkomunikasi
dengan orang yang berbeda budayanya, jangan cepat putus asa, orang lain yang
kita ajak berkomunikasi juga menghadapi situasi yang sama. Coba ulangi sekali
lagi, atau gunakan kalimat yang berbeda.
·
Kirimkan pesan yang jelas. Untuk dapat mengirim pesan
dengan jelas dapat disusun kalimat yang sederhana (bukan kalimat majemuk) dan
diperjelas dengan non verbal.
Tips ini dapat digunakan satu atau
kombinasi diantaranya sesuai dengan kebutuhan. Dengan menggunakan tips ini
diharapkan komunikasi dengan orang dari budaya yang berbeda dapat berjalan
dengan lancar.
b. Mengatasi Hambatan Bahasa
Dalam menjalin hubungan bisnis
internasional, bahasa merupakan salah satu masalah penting yang harus diatasi.
Pembahasan mengenai bagaimana mengatasi hambatan bahasa dalam komunikasi dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu hambatan komunikasi lisan dan hambatan komunikasi
tertu
BAB XI
KOMUNIKASI MELALUI LAPORAN
A. Laporan Bisnis
Laporan
bisnis ialah setiap dokumen faktual yang menyatakan tujuan perusahaan merupakan
sarana manajerial untuk menginformasikan atau memberikan kontribusi pada
pengambilan keputusan harus bersifat akurat, lengkap dan obyektif.
Laporan
bisnis juga dapat diartika sebagai suatu laporan yang memiliki sifat netral ,
tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas dan rencana penyajian fakta kepada
seseorang tau untuk kepentingan bisnis tertentu.
Laporan
bisnis juga merupakan pesan-pesan yang objektif, tersusun secara teratur yang
digunakan untuk menyampaikan informasi dari suatu bagian organisasional atau
dari saru institusi atau lembaga ke lembaga lain untuk membantu pengambilan
keputusan atau pemecahan masalah.
Laporan
fakta meliputi kejadian-kejadian, kondisi, mutu, perkembangan, hasil, produk,
masalah, atau saran pemecahan. Laporan dapat membantu penerima memahami situasi
bisnis yang kompleks, menyelesaikan tugas-tugas teknik, atau merencanakan
prosedur-prosedur, pemecahan masalah, dan membuat kebijakan tentang perencanaan
strategis.
Penulisan
laporan bisnis biasanya digunakan untuk beberapa keperluan atau maksud
tertentu, antara lain:
1.
Mengawasi dan mengendalikan operasional perusahaan.
2.
Membantu mengimplementasikankebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang
telah ditetapkan perusahaan.
3.
Memenuhi persyaratan-persyaratan hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku
bagi perusahaan.
4.
Untuk mendokumentasikan prestasi kerja yang diperlukan baik bagi keperluan
internal maupun eksternal perusahaan.
5.
Memganalisis dan memberikan bimbingan bagi pengambilan keputusan-keputusan atas
hal-hal tertentu.
Laporan
bisnis yang dibuat baik secara periodik maupun secara spontanitas harus selalu
dikembangkan baik dari sisi penampilan maupun isi atau materi yang disajikan.
Tujuan pengembangan laporan untuk menjadikan informasi yang disampaikan jelas
dan mudah dipahami. Materi laporan yang disampaikan harus sebatas yang perlu
diketahui oleh pihak pembaca, disampaikan secara tertulis dalam bentuk cetakan
atau secara elektronis melalui bantuan komputer.
B. Klasifikasi Laporan Bisnis
Ditinjau dari bermacam jenisnya laporan memiliki bentuk
serta klasifikasi yang berbeda-beda. Klasifikasi dari setiap laporan dapat
dikelompokkan sebagai berikut :
1.
Laporan individu dan laporan resmi
Laporan
ini dibuat atas inisiatif seseorang dan oleh karenanya memerlukan rincian dan
pendukung yang lebih banyak daripada laporan resmi yang dibuat berdasarkan
permintaan pihak lain. pada waktu menyusun laporan individu, pembuat laporan
lebih banyak menyampaikan latar belakang pokok laporannya, dan menerangkan
tujuan laporan.
2.
Laporan rutin dan laporan khusus
Laporan
rutin atau laporan berkala diajukan berdasarkan aktivitas yang rutin dilakukan.
Laporan rutin biasanya telah dibuat dalam bentuk tetap dengan beberapa kolom
kosong pada bagian-bagian tertentu.
3.
Laporan internal dan laporan eksternal
Laporan
internal pada umumnya bersifat tidak seperti laporan eksternal yang dibuat
kebih formal.
C. Bagan Laporan Bisnis
Gambaran umum sebuah laporan bisnis terdiri dari beberapa
bagian yaitu pendahuluan, teks, dan penutup.
1. Pendahuluan
Dalam
bagian ini terdapat beberaP hal yang perlu untukm diperhatikan dan merupakan
bagian yang akan ditulis.
a.
Pemberi kuasa adalah orang yang meminta laporan
b.
Laayout atau rencana presentasi yang berisi apa yang akan dibahas dalam laporan
bisnis.
c.
Masalah yang biasanya diletakkan pada awal-awal pendajuluan sebelum maksud dan
tujuan.
d.
Maksud penulisan laporan bisnis harus nampak dalam bagian pendahuluan, terdiri
dari tujuan , misi, strategi, atau sasaran.
e.
Ruang lingkup berkaitan dengan luas cakupan atau batas suatu pokok bahasan
untuk sebuah laporan bisnis.
f.
Metodologi menyangkut pada cara pengumpulan data atau informasi.
g.
sumber-sumber primer atau sekunder yang meliputi antara lain publikasi, catatan
perusahaan, surat , memo, hasil wawancara karyawan, dan sebagainya.
h.
Latar belakang dari situasi yang sedang diteliti perlu juga dimasukkan, agar
memperoleh gambaran menyeluruh dan pemahaman yang jelas terhadap pokok bahasan.
i.
Definisi istilah perlu dicantumkan agar tidak terjadi salah penafsiran,
manakala di gunakan definisi atau istilah-istilah yang tidak umum ayau lazim.
j.
Keterbatasan seperti dana, waktu, biaya, asisten peneliti, atau data yang
tersedia.
k.
Rekomendasi menjelaskan tentang keputusan yang perlu dilaporkan dalam suatu
laporan bisnis,
2. Teks
Bagian ini berisi inti dari laporan bisnis yang dibuat dan
merupakan bagian yang terpanjang dalam laporan tersebut. Pada bagian ini
dibahas dan dikembangkan hal-hal yang penting secara rinci. Disamping itu,
bagaian ini akan membantu dalam mencapai tujuan atau maksud penulisan laporan
bisnis. Penulisan laporan bisnis yang baik, harus mencakup temuan fakta yang
penting dan relevan serta membuang hal-hal yang tidak diperlukan serta yang
tidak relevan dengan maksud penulisan laporan bisnis tersebut.
BAB XII
KOMUNIKASI MELALUI
TEKNOLOGI
A. Penerapan
Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perusahaan
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi banyak digunakan para
usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha
merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan
Teknologi Informasi dan
Komunikasi menyebabkan perubahan bada kebiasaan kerja. Misalnyapenerapan
Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah salahsatu aplikasi perangkat
lunak yang mencakup sistem manajemen dalam perusahaan, cara lama kebanyakan.
B. Penerapan
Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis
Dalam dunia bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan
untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce
adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.
C. Penerapan
Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perbankan
Dalam dunia perbankan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah
diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet
Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking
antara lain transfer uang, pengecekan saldo,pemindahbukuan, pembayaran tagihan,
dan informasi rekening.
D. Penerapan
Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan
Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring
perkembangan zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari sering dijumpai
kombinasi teknologi audio/data, video/data,audio/video, dan internet. Internet
merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi
antara dua orangatau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan
terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi lebih
efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.
E. Penerapan
Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kesehatan
Sistem berbasis kartu cerdas (smart card) dapat digunakan juru medis
untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena
dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien.
Digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan
komputer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam
tubuh pasien.
Teknologi
Informasi dan Komunikasi Bagi Dunia Bisnis
Pemanfaatan TIK
di Sektor Bisnis
Bagi dunia bisnis, jejaring telekomunikasi awalnya digunakan seperti
halnya jejaring listrik, distribusi air, dan jejaring utilitas lain. Ini
merupakan sumber yang penting, tetapi dulu perusahaan memiliki pengaruh yang
kecil. Perusahaan-perusahaan memiliki pilihan yang terbatas atas layanan yang
diperoleh dari penyediaan layanan yang dikelola secara monopoli. Hari ini, para
pengguna korporat meletakkan bersama keseluruhan jejaring di bawah kontrol
mereka, memotong-pintas jejaring publik sebagian atau seenuhnya. Deregulation
dan teknologi digital baru telah mengizinkan perusahaan untuk secara sadar
merancang dan mengoperasikan jejaring telekomunikasi internal dan privat untuk
meningkatkan posisi kompetitif mereka. Apa yang dulunya merupakan biaya untuk
menjalankan bisnis, sekarang menjadi sumber keuntungan kompetitif.
Layanan TIK sekarang digunakan oleh semua sektor ekonomik, mulai
dari pertambangan dan pertanian sampai layanan finansial, manufaktur dan
kepariwisataan. Jejaring privat ini hadir di semua industri global, di mana
perusahaan multinasional menjadi perusahaan jejaring. Para pengguna bisnis
berskala besar memiliki kebutuhan akan sistem yang cost-effective,
leluasa, aman, automated, terpadu dan terandalkan. Jika para penyedia
layanan lokal tidak dapat memenuhi kebutuhan ini, dengan biaya yang masuk akal,
perusahaan-perusahaan besar memiliki pilihan untuk mengembangkan sendiri
jejaring privat.
Perusahaan multinasional telah dapat mengkoordinasikan produksi dan
marketing dengan sistem komunikasi berbasis satelit dengan kapabilitas video-conferencing,
untuk tujuan mengkoordinasikan pengembangan produk dan disain manufaktur.
Perusahaan-perusahaan kecil lebih terbatas kemampuannya untuk
mengembangkan jejaring TIK sendiri ataupun untuk menyewa, karena besarnya
biaya. Ini menjadi pilihan yang ekonomik hanya jika organisasi tersebut cukup
besar untuk menimbulkan cukup trafik untuk menghasilkan penghematan. Oleh
karena ini, perusahaan-perusahaan global merupakan pihak-pihak yang pertama
yang mengadopsi TIK baru. Sektor-sektor yang sangat bergantung pada TIK
mencakup, antara lain perusahaan-perusahaan layanan finansial.
Pada ruang lingkup yang lebih luas, sebagai contoh pada lingkungan
bisnis, kehadiran teknologi informasi mulai disadari dapat menghadirkan
berbagai solusi yang dapat membantu proses bisnis yang ada. Departemen TI pada
sebuah perusahaan mulai dibangun dan secara konstan diminta untuk mengembangkan
suatu layanan, mengembangkan suatu sistem, dan mengoptimalkan efesiensi bisnis
berbasis teknologi informasi.
Komunikasi
Bisnis dengan Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan atau
informasi diantara dua orang atau lebih dengan harapan terjadinya pengaruh yang
positif atau menimbulkan efek tertentu yang diharapkan. Komunikasi adalah
persepsi dan apresiasi.
Persaingan yang keras dalam dunia bisnis tentunya sangat membutuhkan suatu perusahaan yang dapat menangani akan hal itu diberbagai situasi yang menantang. Semua bisnis tentunya juga membutuhkan semua informasi yang sangat aktual, cepat dan dapat dipercaya, yang mana bisa semua permasalahan tersebut hanya bisa diselesaikan melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi ( ICT ).
Persaingan yang keras dalam dunia bisnis tentunya sangat membutuhkan suatu perusahaan yang dapat menangani akan hal itu diberbagai situasi yang menantang. Semua bisnis tentunya juga membutuhkan semua informasi yang sangat aktual, cepat dan dapat dipercaya, yang mana bisa semua permasalahan tersebut hanya bisa diselesaikan melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi ( ICT ).
Pergerakan bisnis yang semakin cepat menuntut komunikasi (suara,
data dan informasi) yang lebih lebih cepat guna mempertahankan pelanggan,
pemasok, dan, bahkan, dalam menghadapi persaingan.
Telepon Sebagai
media Komunikasi Bisnis
Pada awalnya, komunikasi dalam dunia bisnis dilakukan dengan
menggunakan suatu perangkat komunikasi yang disebut telepon, dimana dengan alat
ini para pelaku bisnis dapat menyampaikan informasi dan berkomunikasi dengan
pihak lain dalam rangka menjalankan bisnisnya.
Internet
sebagai salah satu media Komunikasi Bisnis
Pengertian
Internet
Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar
yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara
lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya
informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.
Manfaat
internet
Secara umum ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila
seseorang mempunyai akses ke internet .Berikut ini sebagian dari apa yang
tersedia di internet:
1. Informasi
untuk kehidupan pribadi :kesehatan, rekreasi, hobby, pengembangan pribadi,
rohani, sosial.
2. Informasi
untuk kehidupan profesional/pekerja :sains, teknologi, perdagangan, saham,
komoditas, berita bisnis, asosiasi profesi, asosiasi bisnis, berbagai forum
komunikasi.
Satu hal yang paling menarik ialah keanggotaan internet tidak
mengenal batas negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor faktor lain
yang biasanya dapat menghambat pertukaran pikiran. Internet adalah suatu
komunitas dunia yang sifatnya sangat demokratis serta memiliki kode etik yang
dihormati segenap anggotanya. Manfaat internet terutama diperoleh melalui
kerjasama antar pribadi atau kelompok tanpa mengenal batas jarak dan waktu.
Untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, sudah waktunya para profesional Indonesia memanfaatkan jaringan internet dan menjadi bagian dari masyarakat informasi dunia.
Untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, sudah waktunya para profesional Indonesia memanfaatkan jaringan internet dan menjadi bagian dari masyarakat informasi dunia.
Situs web perusahaan misalnya, menyediakan berbagai
informasi. Banyak perusahaan dewasa ini menggunakan situs web unutk
mengiklankan produk, menerima pesanan produk, meminta umpan balik pelanggan dan
menerima karyawan. Mereka juga menggunakan internet untUk berkomunikasi dengan
kelompok terpilih (pilihan).
Salah satu penggunaan internet sebagai media komunikasi bisnis
adalah dengan penggunaan email, karena email adalah sarana internet yang bisa
menyajikan tulisan.
E-Commerce
dalam Komunikasi Bisnis
Perdagangan sebenarnya merupakan kegiatan yang dilakukan manusia
sejak awal peradabannya. Sejalan dengan perkembangan manusia, cara dan sarana
yang digunakan untuk berdagang senantiasa berubah. Bentuk perdagangan terbaru
yang kian memudahkan penggunaannya kini adalah e-commerce. Secara umum,
e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan atau
perniagaan barang dan jasa dengan menggunakan media elektronik.Di dalam e-commerce, para pihak yang
melakukan kegiatan perdagangan / perniagaan hanya berhubungan melalui suatu
jaringan publik (public network) yang dalam perkembangan terakhir menggunakan
media internet.
Sistem E-commerce dapat diklasifikasikan kedalam tiga tipe aplikasi,
yaitu :
a. Electronic Markets (EMs), yaitu sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan atau menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan.
a. Electronic Markets (EMs), yaitu sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan atau menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan.
c.
Elektronic Data
Interchange (EDI), adalah sarana untuk
mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi regular yang berulang dalam
jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial. Secara formal, EDI
didefinisikan oleh International Data Exchabge Association (IDEA) sebagai
“transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disepakati, yang
dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer lain dengan menggunakan
media elektronik”. EDI sangat luas penggunaaanya, biasanya digunakan oleh
kelompok retail besar, ketika melakukan transaksi bisnis dengan para supplier
mereka.
EDI memiliki
standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial
tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer ke
sistem komputer yang lain, tanpa memerlukan hardcopy atau faktur, sehingga
terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan
berkas dan intervensi dari manusia.
c. Internet Commerce, adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk aktivitas perdagangan. Kegiatan komersial ini, seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet, antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirimkan melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.
c. Internet Commerce, adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk aktivitas perdagangan. Kegiatan komersial ini, seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet, antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirimkan melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.
Bisnis dan
Komunikasi
Ditinjau dari aspek bisnis, organisasi adalah sarana manajemen
(dilihat dari aspek kegiatannya). Korelasi antara Ilmu Komunikasi dengan
Organisasi terletak pada peninjauannya yang berfokus kepada manusia-manusia
yang terlibat dalam mencapai tujuan.
Dalam lingkup organisasi, tujuan utama komunikasi adalah memperbaiki organisasi, yang ditafsirkan sebagai upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan manajemen. Komunikasi organisasi terjadi setiap saat. Dan dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi. Suatu organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarchies antara satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.
Dalam lingkup organisasi, tujuan utama komunikasi adalah memperbaiki organisasi, yang ditafsirkan sebagai upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan manajemen. Komunikasi organisasi terjadi setiap saat. Dan dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi. Suatu organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarchies antara satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.
BAB XII
KOMUNIKASI DENGAN
KONSUMEN
Pentingnya Cara Berkomunikasi Dengan Konsumen
Pemasaran memang hal yang sangat penting untuk mendapatkan
hasil yang maksimal, diperlukan skill khusus dalam melakukan pemasaran.
Kesabaran, berpikir positif, tetap tenang adalah faktor penting dalam
menjalankan pemasaran. Karena, tak semua perusahaan bisa menjalankan pemasaran
secara maksimal.
Banyak hal kecil yang berpengaruh besar ketika menjalankan roda
usaha. Cara berkomunikasi dengan konsumen menjadi salah satu contoh hal kecil
yang ternyata berpengaruh besar terhadap perkembangan bisnis kita.
Ketika menjalankan bisnis konvensional, mungkin bertemu langsung
dengan konsumen yang mendatangi toko atau jasa kita menjadi bagian dari cara
kita untuk bisa langsung cepat mengerti apa yang diinginkan konsumen. Para
pelaku usaha perlu memahami 3 faktor penting yang sangat berpengaruh terhadap
konsumen.
1. Berhati-hati dalam menyapa konsumen
Saat memulai
bicara via telepon atau chatting sebelumnya kita tanyakan terlebih dahulu nama,
asal dan subject pesanan yang diinginkan konsumen. Tentunya ini menggunakan
nada ceria walau kita dalam keadaan capek atau baru saja menghadapi konsumen
“usil”. Usahakan jangan terpancing provokasi konsumen, walaupan Anda sedang
emosi namun perlakukan konsumen seperti Raja.
2. Lakukan introduction atau perkenalan
Tak kenal maka
tak Sayang? Ya benar. Menjalankan bisnis tidak hanya semata hanya mendapatkan
untung dan produk kita habis terbeli. Lebih dari itu, kita tentu harus memiliki
tujuan khusus dalam menjalankan bisnis, salah satunya adalah menjalin
komunikasi yang baik dengan konsumen. Untuk itu, perkenalan sebaiknya dilakukan
dengan sebaik-baiknya. Bila perlu menjelaskan data lengkap dari pemilik
perusahaan.
3. Jelaskan spesifikasi produk
Setiap produk
pasti memiliki spesifikasi yang berbeda-beda, walau itu hanya perbedaan
komposisi gambar atau motif yang digunakan. Menjelaskan spesifikasi
produk tentu harus yang sesuai dengan apa yang kita jual. Mengingat saat ini
begitu banyak penipuan online yang tidak menggunakan spesifikasi yang
sesuai dengan produk yang dijual. Maka, sudah menjadi tugas kita yang saat ini
baru dan sedang menjalankan bisnis harus jujur walau itu terdengar simpel. Yang
terpenting jangan bodohi konsumen pastinya.
4. Jangan pandang bulu
Dalam melayani
konsumen, tak jarang di era seperti ini yang keliru dalam menghadapi konsumen.
Ketika melakukan transaksi, kita harus adil dalam menghadapinya. Tak perlu
pandang bulu tentang cara, waktu dan bahasa yang digunakan. Tetap harus
dijelaskan selengkapnya dan dengan keterangan yang lengkap. Ini akan sangat
membantu tentang kredibilitas perusahaan yang kita jalani tentunya.
Itulah beberapa
tips pemasaran yang sangat krusial dalam membangun komunikasi dan perilaku
konsumen. Ini adalah hal-hal yang saya dapatkan dan pelajari langsung
selama saya menjalankan bisnis saya.
Tips
Dan Cara Berkomunikasi Dengan Konsumen / Pelanggan
Dalam dunia bisnis, apalagi itu merupakan bisnis jual beli dan jasa,
sangatlah penting untuk melakukan tips dan cara berkomunikasi dengan konsumen /
Pelanggan.
Karena secara tidak langsung kesuksesan kita dalam berkomunikasi
dengan konsumen / pelanggan akan membawa dampak kesuksesan pada bisnis kita.
Apalagi untuk bisnis jual-beli dan jasa, yang sangat perlu dijaga kepercayaan
pelanggannya.
1. Pelanggan
bukanlah target penjualan anda.
Membangun
hubungan yang baik dengan pelanggan adalah lebih penting dibanding menjadikan
mereka target penjualan anda. Jika hubungan kita baik maka apapun yang kita
tawarkan, mereka akan lebih membeli dari kita dengan Cara Berkomunikasi Yang
Baik Dengan Pelanggan.
2. Jadikan dan
anggaplah konsumen / pelanggan anda sebagai sahabat.
Persahabatan
yang bermanfaat akan menghasilkan kepercayaan yang tinggi. Berhubungan dengan
pelanggan sebaiknya menjadikan mereka sahabat dan teman anda, yang memberikan
solusi untuk mereka.
3. Topik
pembicaraan dalam berkomunikasi dengan konsuman / pelanggan tidaklah harus
selalu tentabng berjualan.
Batasi
percakapan dengan selalu menawarkan produk/jasa anda. Bercakaplah hal-hal yang
memberikan pelanggan anda mendapatkan manfaat untuk mereka. Percakapan yang
berarti dan memberikan solusi kepada pelanggan, membuat pelanggan akan percaya
dan melirik untuk membeli produk/jasa anda.
4. Usahakan
Anda menjadi pendengar setia konsumen / pelanggan Anda saat berbicara.
Berkomunikasi
dengan pelanggan, 90% adalah mendengarkan apa yang mereka sampaikan. Pelanggan
akan bercakap apa yang mereka hadapi dan butuhkan. Selebihnya anda hanya
memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhannya.
5. Sangat
penting untuk diketahui, bahwa dalam Anda memberikan solusi, pastikan bahwa
bukan Anda lah orang satu-satunya yang dapat memberikan solusi kepada
pelanggan.
Pelanggan tentu
juga akan mempertimbangkan dan mencari pembanding. Tetaplah menjaga komunikasi
dan utamakan “emotional benefit” yang bisa anda berikan kepada pelanggan anda.
6. Menjaga
komunikasi yang terbaik adalah dengan memberikan apa yang anda janjikan.
Berikanlah apa
pun yang telah anda janjikan, sedikit ingkar janji kepada pelanggan, fatal
akibatnya untuk bisnis anda.
BAB IX
IKLAN DAN KOMUNIKASI BISNIS
Iklan Sebagai Media Komunikasi Bisnis
Untuk dapat menjual hasil produksinya secara luas kepada masyarakat konsumen yang tidak terbatas setiap pengusaha tentu berusaha mempengaruhi jumlah permintaan akan barang-barang hasil produksi perusahaannya dengan memanfaatkan faktor-faktor marketing mix yang harus dikuasai setiap pengusaha meliputi unsur-unsur :
o perencanaan produksi
o penentuan merek dagang
o penentuan bentuk kemasan
o kebijaksanaan harga
o penyusunan saluran penjualan
o penjualan secara pribadi
o periklanan dan promos
Jika iklan konsumen itu ditujukan langsung pada khalayak yang memakainya maka iklan bisnis diarahkan khusus kepada mereka yang mempunyai bisnis, usaha dagang yang berkaitan dengan produk tersebut. Jika iklan untuk konsumen disebarluaskan melalui media massa atau menggunakan media forum maka iklan bisnis mempunyai media khusus. Meskipun kadang-kadang juga menggunakan media massa namun para pengusaha lebih suka mengeluarkan media melalui humas. Sebagai contoh informasi tentang produk disalurkan melalui prospektus perusahaan, bulettin, pamflet, leaflet, poster, surat menyurat langsung terhadap relasi, pameran dagang atau expo, pameran hasil. Periklanan bisnis tersebut selain memberikan informasi melalui media secara tertulis maupun lisan tetapi juga menempuh cara-cara yang bersifat demontrasi seperti memperagakan produk secara langsung pada suatu kesempatan. Iklan bisnis dapat terbagi atas:
1. Iklan bisnis industri
Yang dimaksud dengan iklan bisnis industri adalah iklan yang ditujukan kepada kalangan bisnis dan industri awan. Yang diharapkan dari kalangan tersebut ialah penggunaan secara langsung hasil suatu industri atau kemampuannya untuk mempengaruhi relasi bisnis atau industrinya untuk menggunakan produk tertentu.
2. Iklan bisnis dagang
Iklan yang ditujukan kepada kalangan pedagang ( umumnya berupa pedagang kecil, pedagang keliling, pedagang eceran ) yang diharapkan dapat membeli langsung hasil produksi suatu industri kemudian dapat diperdagangkan lagi kepada relasinya apakah itu pedagang ataupun konsumen.
3. Iklan bisnis professional
Adalah yang ditujukan kepada kalangan profesional untuk memperkenalkan barang, jasa yang secara khusus hanya dipergunakan oleh kalangan tersebut. Yang dimaksud profesional adalah mereka yang bekerja berdasarkan suatu etik dan aturan-aturan serta norma-norma profesi tertentu. Misalnya guru, dosen, dokter, insiyur, akuntan, pengacara, ahli mesin, dan lain-lain.
Beberapa alasan utama mengapa para pengusaha menggunakan iklan untuk berkomunikasi dalam dunia usaha / bisnis Disamping untuk menjual barang atau jasa, periklanan juga membantu :
1.Mendorong para pengusaha berproduksi dan membuat barang yang lebih baik karena timbulnya permintaan yang lebih banyak terhadap barang yang dibuatnya.
2.Mendorong penyaluran dan penyebaran yang lebih cepat, karena masyarakat konsumen dan para pengecer merasakan kebutuhan akan barang tersebut
3. Meningkatkan penggunaan suatu barang atau jasa
4. Mengumumkan adanya penawaran istimewa.
5. Memberitahukan perusahaan yang mendukung pembuatan barang tersebut.
6. Mempengaruhi orang-orang yang dapat mempengaruhi calon-calon
pembeli Untuk menghadapi persaingan
Untuk dapat menjual hasil produksinya secara luas kepada masyarakat konsumen yang tidak terbatas setiap pengusaha tentu berusaha mempengaruhi jumlah permintaan akan barang-barang hasil produksi perusahaannya dengan memanfaatkan faktor-faktor marketing mix yang harus dikuasai setiap pengusaha meliputi unsur-unsur :
o perencanaan produksi
o penentuan merek dagang
o penentuan bentuk kemasan
o kebijaksanaan harga
o penyusunan saluran penjualan
o penjualan secara pribadi
o periklanan dan promos
Jika iklan konsumen itu ditujukan langsung pada khalayak yang memakainya maka iklan bisnis diarahkan khusus kepada mereka yang mempunyai bisnis, usaha dagang yang berkaitan dengan produk tersebut. Jika iklan untuk konsumen disebarluaskan melalui media massa atau menggunakan media forum maka iklan bisnis mempunyai media khusus. Meskipun kadang-kadang juga menggunakan media massa namun para pengusaha lebih suka mengeluarkan media melalui humas. Sebagai contoh informasi tentang produk disalurkan melalui prospektus perusahaan, bulettin, pamflet, leaflet, poster, surat menyurat langsung terhadap relasi, pameran dagang atau expo, pameran hasil. Periklanan bisnis tersebut selain memberikan informasi melalui media secara tertulis maupun lisan tetapi juga menempuh cara-cara yang bersifat demontrasi seperti memperagakan produk secara langsung pada suatu kesempatan. Iklan bisnis dapat terbagi atas:
1. Iklan bisnis industri
Yang dimaksud dengan iklan bisnis industri adalah iklan yang ditujukan kepada kalangan bisnis dan industri awan. Yang diharapkan dari kalangan tersebut ialah penggunaan secara langsung hasil suatu industri atau kemampuannya untuk mempengaruhi relasi bisnis atau industrinya untuk menggunakan produk tertentu.
2. Iklan bisnis dagang
Iklan yang ditujukan kepada kalangan pedagang ( umumnya berupa pedagang kecil, pedagang keliling, pedagang eceran ) yang diharapkan dapat membeli langsung hasil produksi suatu industri kemudian dapat diperdagangkan lagi kepada relasinya apakah itu pedagang ataupun konsumen.
3. Iklan bisnis professional
Adalah yang ditujukan kepada kalangan profesional untuk memperkenalkan barang, jasa yang secara khusus hanya dipergunakan oleh kalangan tersebut. Yang dimaksud profesional adalah mereka yang bekerja berdasarkan suatu etik dan aturan-aturan serta norma-norma profesi tertentu. Misalnya guru, dosen, dokter, insiyur, akuntan, pengacara, ahli mesin, dan lain-lain.
Beberapa alasan utama mengapa para pengusaha menggunakan iklan untuk berkomunikasi dalam dunia usaha / bisnis Disamping untuk menjual barang atau jasa, periklanan juga membantu :
1.Mendorong para pengusaha berproduksi dan membuat barang yang lebih baik karena timbulnya permintaan yang lebih banyak terhadap barang yang dibuatnya.
2.Mendorong penyaluran dan penyebaran yang lebih cepat, karena masyarakat konsumen dan para pengecer merasakan kebutuhan akan barang tersebut
3. Meningkatkan penggunaan suatu barang atau jasa
4. Mengumumkan adanya penawaran istimewa.
5. Memberitahukan perusahaan yang mendukung pembuatan barang tersebut.
6. Mempengaruhi orang-orang yang dapat mempengaruhi calon-calon
pembeli Untuk menghadapi persaingan
MENGEMBANGKAN
DAN MENGELOLA PROGRAM IKLAN
Iklan adalah segala bentuk presentasi non pribadi dan promosi gagasan, barang, atau jasa oleh sponsor tertentu yang harus dibayar. Iklan dapat merupakan cara yang berbiaya efektif guna menyebarkan pesan, entah untuk membangun preferensi merek atau untuk mendidik orang.
Lima keputusan utama dalam mengembangkan program iklan yang dikenal sebagai 5 M adalah;
1. Mission (misi), apakah tujuan iklan tersebut.
2. Money (uang), berapa banyak yang dpaat dibelanjakan.
3. Message (pesan), pesan apa yang seharusnya disampaikan.
4. Media (media), media apa yang seharusnya digunakan.
5. Measurement (ukuran), bagaimana hasilnya seharusnya dievaluasi.
Menentukan tujuan iklan.
Tujuan (sasaran) iklan merupakan suatu tugas komunikasi tertentu dan tingkat pencapaiannya harus diperoleh pada audiens tertentu dalam kurun waktu tertentu. Tujuan iklan dapat digolongkan menurut apakah sasarannya untuk menginformasikan, membujuk, mengingatkan, atau memperkuat.
a. Iklan informatif.
Dimaksudkan untuk menciptakn kesadraan dan pengetahuan tentang produk baru atau ciri baru produk yang sudah ada.
b. Iklan persuasif
Dimaksudkan untuk menciptakan kesukaan, preferensi, keyakinan, dan pembelian suatu produk atau jasa.
c. Iklan pengingat
Dimaksudkan untuk merangsang pembelian produk dan jasa kembali.
d. Iklan penguatan
Dimaksudkan untuk meyakinkan pembeli sekarang bahwa mereka telah melakukan pilihan yang tepat.
Memutuskan anggaran iklan
Walaupun iklan diperlakukan sebagai pengeluaran lancar, sebagian di antaranya sesungguhnya adalah investasi yang menambah aktiva tidak berwujud yang disebut ekuitas merek. Ada lima faktor khusus yang harus dipertimbangkan;
1. Tahap dalam siklus hidup produk.
Produk baru biasanya mendapat anggaran iklan yang besar guna membangun kesadaran dan mengupayakan pelanggan mencobanya. Merek-merek yang sudah mapan biasanya didukung anggaran iklan yang lebih rendah, sebanding dengan penjualannya.
2. Pangsa pasar dan basis konsumen.
Untuk memperbesar pangsa dengan meningkatkan ukuran pasar, diperlukan pengeluaran yang lebih besar. Akan lebih mudah menjangkau konsumen suatu merek yang sudah digunakan secara luas daripada untuk menjangkau konsumen merek berpangsa kecil.
3. Persaingan dan gangguan.
Dalam pasar yang memiliki sejumlah besar pesaing dna pengeluaran iklan yang tinggi, suatu merek harus diiklankan secara besar-besaran untuk didengar. Bahkan gangguan yang sederhana pun dari iklan yang tidak langsung bersaing dengan merek tersebut akan menyebabkan kebutuhan iklan yang lebih besar.
4. Frekwensi iklan.
Jumlah pengulangan yang diperlukan untuk menyampaikan pesan merek tersebut kepada konsumen mempunyai dampak penting terhadap anggaran kita.
5. Daya subtitusi produk.
Merek-merek dalam kelas komoditas (rokok, bir, minuman ringan) memerlukan iklan besar-besaran untuk membangun citra yang berbeda. Iklan juga berperan penting jika suatu merek dapat menawarkan manfaat atau ciri fisik yang unik.
Mengembangkan kampanye iklan
Untuk mengembangkan satu strategi pesan, para pengiklan menempuh tiga langkah; menghasilkan pesan dan evaluasi, pengembangan dan pelaksanaan yang kreatif, dan tinjauan tanggung jawab sosial.
a. Melahirkan dan mengevaluasi pesan
Sebuah iklan yang baik biasanya berfokus pada satu atau dua proposisi penjualan inti. Begitu mereka menemukan satu daya tarik yang efektif, para pengiklan harus mempersiapkan satu rangkuman ide kreatif.
b. Pengembangan dan pelaksanaan yang kreatif
Dampak iklan tergantung tidak hanya pada apa yang dikatakan, namun sering lebih penting tentang bagaimana dikatakan. Biasanya pengiklan menyiapkan pernyataan strategi teks (copy strategy statement_ yang menjelaskan tujuan, isi, dukungan, dan nada iklan yang diinginkan.
c. Iklan televisi
Dari perspektif pembangunan merek, iklan tv memiliki dua kekuatan yaitu (1) ia dapat menjadi sarana efektif yang menunjukkan secara langsung atribut-atribut produk dan menjelaskan secara persuasif manfaat-manfaat produk yang berhubungan dengan konsumen. (2) iklan tv dapat menjadi sarana yang mendorong untuk secara dramatis memotret pengguna dan gambaran penggunaan kepribadian merek, dan hal-hal tak berwujud lainnya dari merek tersebut.
d. Iklan cetak
Dua media cetak (majalah dan surat kabar) memiliki banyak keuntungan dan kerugian yang sama. Walaupun surat kabar tepat waktu, majalah umumnya lebih efektif dalam membangun pengguna dan gambaran pengguna. Elemen-elemen format seperti ukuran, warna dan ilustrasi akan mempengaruhi dampak iklan dan juga biayanya.
e. Iklan radio
Radio adalah medium yang menyerap 96% dari semua orang Amerika berusia 12 tahun ke atas mendengar radio setiap hari dan rat-rata selama lebih dari 20 jam seminggu. Kerugian yang jelas dari radio adalah tidak adanya gambar visual dan sifat konsumen yang relatif pasif dalam mengolah hasilnya.
f. Kajian tanggung jawab sosial
Pengijklan dan agen-agen iklannya harus memastikan bahwa iklan tidak melampaui norma sosial dan hukum. Secara sosial, pengiklan juga harus berhati-hati untuk tidak menyakiti hati kelompok etnik, minoritas ras, atau kelompok kepentingan khusus.
Iklan adalah segala bentuk presentasi non pribadi dan promosi gagasan, barang, atau jasa oleh sponsor tertentu yang harus dibayar. Iklan dapat merupakan cara yang berbiaya efektif guna menyebarkan pesan, entah untuk membangun preferensi merek atau untuk mendidik orang.
Lima keputusan utama dalam mengembangkan program iklan yang dikenal sebagai 5 M adalah;
1. Mission (misi), apakah tujuan iklan tersebut.
2. Money (uang), berapa banyak yang dpaat dibelanjakan.
3. Message (pesan), pesan apa yang seharusnya disampaikan.
4. Media (media), media apa yang seharusnya digunakan.
5. Measurement (ukuran), bagaimana hasilnya seharusnya dievaluasi.
Menentukan tujuan iklan.
Tujuan (sasaran) iklan merupakan suatu tugas komunikasi tertentu dan tingkat pencapaiannya harus diperoleh pada audiens tertentu dalam kurun waktu tertentu. Tujuan iklan dapat digolongkan menurut apakah sasarannya untuk menginformasikan, membujuk, mengingatkan, atau memperkuat.
a. Iklan informatif.
Dimaksudkan untuk menciptakn kesadraan dan pengetahuan tentang produk baru atau ciri baru produk yang sudah ada.
b. Iklan persuasif
Dimaksudkan untuk menciptakan kesukaan, preferensi, keyakinan, dan pembelian suatu produk atau jasa.
c. Iklan pengingat
Dimaksudkan untuk merangsang pembelian produk dan jasa kembali.
d. Iklan penguatan
Dimaksudkan untuk meyakinkan pembeli sekarang bahwa mereka telah melakukan pilihan yang tepat.
Memutuskan anggaran iklan
Walaupun iklan diperlakukan sebagai pengeluaran lancar, sebagian di antaranya sesungguhnya adalah investasi yang menambah aktiva tidak berwujud yang disebut ekuitas merek. Ada lima faktor khusus yang harus dipertimbangkan;
1. Tahap dalam siklus hidup produk.
Produk baru biasanya mendapat anggaran iklan yang besar guna membangun kesadaran dan mengupayakan pelanggan mencobanya. Merek-merek yang sudah mapan biasanya didukung anggaran iklan yang lebih rendah, sebanding dengan penjualannya.
2. Pangsa pasar dan basis konsumen.
Untuk memperbesar pangsa dengan meningkatkan ukuran pasar, diperlukan pengeluaran yang lebih besar. Akan lebih mudah menjangkau konsumen suatu merek yang sudah digunakan secara luas daripada untuk menjangkau konsumen merek berpangsa kecil.
3. Persaingan dan gangguan.
Dalam pasar yang memiliki sejumlah besar pesaing dna pengeluaran iklan yang tinggi, suatu merek harus diiklankan secara besar-besaran untuk didengar. Bahkan gangguan yang sederhana pun dari iklan yang tidak langsung bersaing dengan merek tersebut akan menyebabkan kebutuhan iklan yang lebih besar.
4. Frekwensi iklan.
Jumlah pengulangan yang diperlukan untuk menyampaikan pesan merek tersebut kepada konsumen mempunyai dampak penting terhadap anggaran kita.
5. Daya subtitusi produk.
Merek-merek dalam kelas komoditas (rokok, bir, minuman ringan) memerlukan iklan besar-besaran untuk membangun citra yang berbeda. Iklan juga berperan penting jika suatu merek dapat menawarkan manfaat atau ciri fisik yang unik.
Mengembangkan kampanye iklan
Untuk mengembangkan satu strategi pesan, para pengiklan menempuh tiga langkah; menghasilkan pesan dan evaluasi, pengembangan dan pelaksanaan yang kreatif, dan tinjauan tanggung jawab sosial.
a. Melahirkan dan mengevaluasi pesan
Sebuah iklan yang baik biasanya berfokus pada satu atau dua proposisi penjualan inti. Begitu mereka menemukan satu daya tarik yang efektif, para pengiklan harus mempersiapkan satu rangkuman ide kreatif.
b. Pengembangan dan pelaksanaan yang kreatif
Dampak iklan tergantung tidak hanya pada apa yang dikatakan, namun sering lebih penting tentang bagaimana dikatakan. Biasanya pengiklan menyiapkan pernyataan strategi teks (copy strategy statement_ yang menjelaskan tujuan, isi, dukungan, dan nada iklan yang diinginkan.
c. Iklan televisi
Dari perspektif pembangunan merek, iklan tv memiliki dua kekuatan yaitu (1) ia dapat menjadi sarana efektif yang menunjukkan secara langsung atribut-atribut produk dan menjelaskan secara persuasif manfaat-manfaat produk yang berhubungan dengan konsumen. (2) iklan tv dapat menjadi sarana yang mendorong untuk secara dramatis memotret pengguna dan gambaran penggunaan kepribadian merek, dan hal-hal tak berwujud lainnya dari merek tersebut.
d. Iklan cetak
Dua media cetak (majalah dan surat kabar) memiliki banyak keuntungan dan kerugian yang sama. Walaupun surat kabar tepat waktu, majalah umumnya lebih efektif dalam membangun pengguna dan gambaran pengguna. Elemen-elemen format seperti ukuran, warna dan ilustrasi akan mempengaruhi dampak iklan dan juga biayanya.
e. Iklan radio
Radio adalah medium yang menyerap 96% dari semua orang Amerika berusia 12 tahun ke atas mendengar radio setiap hari dan rat-rata selama lebih dari 20 jam seminggu. Kerugian yang jelas dari radio adalah tidak adanya gambar visual dan sifat konsumen yang relatif pasif dalam mengolah hasilnya.
f. Kajian tanggung jawab sosial
Pengijklan dan agen-agen iklannya harus memastikan bahwa iklan tidak melampaui norma sosial dan hukum. Secara sosial, pengiklan juga harus berhati-hati untuk tidak menyakiti hati kelompok etnik, minoritas ras, atau kelompok kepentingan khusus.
MENETAPKAN MEDIA
DAN MENGUKUR EFEKTIVITAS
Setelah memilih pesannya, tugas pengiklan berikutnya adalah memilih media untuk menyampaikannya. Tahap-tahapnya adalah (1) memutuskan jangkauan yang diinginkan, frekwensi, dan dampaknya; (2) memilih di antara jenis-jenis media utama, memilih sarana media khusus; (3) memutuskan waktu media yang tepat dan memutuskan alokasi media secara geografis. Kemudian, (4) hasil keputusan-keputusan ini perlu dievaluasi.
1. Memutuskan jangkauan, frekwensi, dan dampak.
Pemilihan media adalah mencari media yang paling berbiaya efektif untuk menyampaikan jumlah dan jenis paparan yang diinginkan kepada audiens sasaran.
2. Memilih di antara jenis-jenis media utama
Perencana media harus mengetahui kemampuan jenis-jenis media utama untuk menghasilkan jangkauan, frekwensi, dan dampak.
Perencana media menentukan pilihan mereka di antara kategori media dengan mempertimbangkan variabel berikut:
• Kebiasaan media sasaran. Radio dan televisi adalah media yang paling efektif untuk menjangkau remaja.
• Ciri-ciri produk. Jenis-jenis media memiliki kemampuan yang berbeda-beda untuk menghasilkan peragaan, visualisasi, penjelasan, tingkat kepercayaan, dan warna. Kamera polaroid paling baik diperagakan di televisi.
• Ciri-ciri pesan. Pesan yang berisi dangat banyak data teknis mungkin membutuhkan masalah.
• Biaya. Televisi sangat mahal sedangkan iklan koran relatif murah.
Pilihan iklan alternatif
Lama sekali televisi menjadi medium yang dominan. Biaya iklan televisi telah naik lebih cepat dari pada biaya media lain. Banyak pemasar mencari media iklan alternatif.
A. Place advertising disebut iklan di luar rumah. Para pemasar itu lebih baik menjangkau orang di lingkungan lain, seperti di mana mereka bekerja, bermain, dan tentu saja berbelanja. Ada beberapa pilihan yang tersedia termasuk papan reklame, ruang publik, tempat produk, dan titik pembelian.
1. Billboards.
Papan reklame sudah ditransformasikan selama bertahun-tahun dan sekarang menggunakan grafik yang diproduksi secara digital dan berwarna, dengan latar belakang suara, gerakan dan gambar yang luar biasa bahkan tiga dimensi.
2. Ruang publik
Pengiklan memasng iklan cetak dan iklan tv tradisional di tempat yang tidak biasa seperti bioskop, penerbangan, dan ruang tunggu, juga ruang kelas, arena olahraga, kantor danelevator hotel, serta tempat-tempat umum lainnya.
3. Penempatan produk
Penempatan produk dapat dikombinasikan dengan promosi khusus untuk mempublikasikan produk ikutan. Beberapa perusahaan mendapatkan penempatan produk tanpa biaya dengan memasok produk mereka kepada perusahaan filam.
4. Pajangan dan peragaan di tempat pembelian
Daya tarik dari iklan ini terletak dalam fakta bahwa sejumlah studi menunjukkan bahwa di banyak kategori produk, konsumen membuat banyak keputusan merek final mereka di toko.
B. Mengevaluasi media alternatif:
Sekarang iklan dapat tampil secara virtual di mana saja. Keuntungan utama dari media non- tradisional adalah bahwa audiens yang sangat tepat dan mau tak mau harus mendengar karena sifat dari setting. Tantangan pada media non-tradisional adalahmenunjukkan jangkauannya dan efektivitasnya melalui riset independen yang dapat dipercaya.
Menyeleksi wahana spesifik
Dalam melakukan pilihan, perencana harus mengandalkan layanan pengukuran yang menyediakan perkiraan ukuran audiens, komposisi, dan biaya media. Ukuran audiens memiliki beberapa ukuran:
• Sirkulasi. Jumlah unit fisik yang memuat iklan tersebut.
• Audiens. Jumlah orang yang terpapar dengan sarana tersebut.
• Audiens efektif. Jumlah orang yang mempunyai ciri-ciri audiens sasaran yang terpapar dengan sarana tersebut.
• Audiens yang terpapar iklan secara efektif. Jumlah orang memenuhi ciri-ciri audiens sasaran yangbenar-benar melihat iklan tersebut.
Mengambil keputusan mengenai waktu dan alokasi media
Dalammemilih media, pengiklan menghadapi masalah makro penjadwalandan mikro penjadwalan.
Masalah makro mencakup penjadwalan iklan tersebut dalam kaitannya dengan musim dan siklus bisnis. Masalah mikro penjadwalan memerlukan pengalokasian pengeluaran iklan dalam kurun waktu singkat untukm emperoleh dampak yang maksimal.
Dalam meluncurkan produk baru, pengiklan harus memilih di antara kesinambungan, konsentrasi, kenaikan, dan keberdenyutan iklan;
• Kesinambungan dicapai dengan menjadwalkan paparan secara merata sepanjang periode.
• Konsentrasi memerlukan penggunaan semua dana iklan dalam satu periode.
• Kenaikan berkala memerlukan iklan untuk suatu periode, diikuti masa kekosongan tanpa iklan, diikuti periode kedua kegiatan iklan.
• Pola denyut (pulsing) adalah iklan yang berkesinambungan dnegan tingkat bobot rendah yang diperkuat secara berkala oleh kegiatan yang lebih berat.
Mengevaluasi efektivitas iklan
Perencanaan dan pengendalian iklan yang baik bergantung pada pengukuran efektivitas iklan. Kebanyakan pengiklan mencoba mengukur efek komunikasi suatu iklan, maksudnya dampak potensial terhadap kesadaran, pengetahuan atau preferensi.
A. Riset dampak komunikasi. Berupaya menentukan apakah suatu iklan berkomunikasi efektif. Ada tiga metode utama pra-pengujian iklan dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan ini;
1. Apakah pesan utama yang anda dapatkan dari iklan ini?
2. Menurut anda, apa yang mereka inginkan anda ketahui, yakini atau lakukan.
3. Seberapa besar kemungkinan iklan ini akan mempengaruhi anda untuk melakukan tindakan yang disiratkan?
4. Apa saja yang berhasil dengan baik dan apa yang tidak berhasil dengan baik dalam iklan ini?
5. Bagaimana persaan anda tentang iklan ini?
6. Dimana tempat terbaik menjangkau anda dengan iklan ini?
B. Riset dampak penjualan
Dampak iklan pada penjualan umumnya lebih sulit diukur daripada dampak iklan pada komunikasinya.
PROMOSI PENJUALAN
Promosi penjualan sebagai unsur utama dalam kampanye pemasaran adalah berbagai kumpulan alat insentif yang sebagian besar berjangka pendek, yang dirancang untuk merangsang pembelian produk atau jasa tertentu.
Tujuan
Alat promosi penjualan berbeda-beda dari segi tujuan tertentunya. Sejumlah manfaat promosi penjualan mengalir ke produsen dan konsumen. Promosi penjualan memungkinkan produsen menguji seberapa tinggi harga yang dpaat mereka kenakan, karena mereka selalu dapat melakukan diskon. Beberapa perusahaan menggunakan npromosi untuk menarik pelanggan baru dan membangun kesadaran.
Setelah memilih pesannya, tugas pengiklan berikutnya adalah memilih media untuk menyampaikannya. Tahap-tahapnya adalah (1) memutuskan jangkauan yang diinginkan, frekwensi, dan dampaknya; (2) memilih di antara jenis-jenis media utama, memilih sarana media khusus; (3) memutuskan waktu media yang tepat dan memutuskan alokasi media secara geografis. Kemudian, (4) hasil keputusan-keputusan ini perlu dievaluasi.
1. Memutuskan jangkauan, frekwensi, dan dampak.
Pemilihan media adalah mencari media yang paling berbiaya efektif untuk menyampaikan jumlah dan jenis paparan yang diinginkan kepada audiens sasaran.
2. Memilih di antara jenis-jenis media utama
Perencana media harus mengetahui kemampuan jenis-jenis media utama untuk menghasilkan jangkauan, frekwensi, dan dampak.
Perencana media menentukan pilihan mereka di antara kategori media dengan mempertimbangkan variabel berikut:
• Kebiasaan media sasaran. Radio dan televisi adalah media yang paling efektif untuk menjangkau remaja.
• Ciri-ciri produk. Jenis-jenis media memiliki kemampuan yang berbeda-beda untuk menghasilkan peragaan, visualisasi, penjelasan, tingkat kepercayaan, dan warna. Kamera polaroid paling baik diperagakan di televisi.
• Ciri-ciri pesan. Pesan yang berisi dangat banyak data teknis mungkin membutuhkan masalah.
• Biaya. Televisi sangat mahal sedangkan iklan koran relatif murah.
Pilihan iklan alternatif
Lama sekali televisi menjadi medium yang dominan. Biaya iklan televisi telah naik lebih cepat dari pada biaya media lain. Banyak pemasar mencari media iklan alternatif.
A. Place advertising disebut iklan di luar rumah. Para pemasar itu lebih baik menjangkau orang di lingkungan lain, seperti di mana mereka bekerja, bermain, dan tentu saja berbelanja. Ada beberapa pilihan yang tersedia termasuk papan reklame, ruang publik, tempat produk, dan titik pembelian.
1. Billboards.
Papan reklame sudah ditransformasikan selama bertahun-tahun dan sekarang menggunakan grafik yang diproduksi secara digital dan berwarna, dengan latar belakang suara, gerakan dan gambar yang luar biasa bahkan tiga dimensi.
2. Ruang publik
Pengiklan memasng iklan cetak dan iklan tv tradisional di tempat yang tidak biasa seperti bioskop, penerbangan, dan ruang tunggu, juga ruang kelas, arena olahraga, kantor danelevator hotel, serta tempat-tempat umum lainnya.
3. Penempatan produk
Penempatan produk dapat dikombinasikan dengan promosi khusus untuk mempublikasikan produk ikutan. Beberapa perusahaan mendapatkan penempatan produk tanpa biaya dengan memasok produk mereka kepada perusahaan filam.
4. Pajangan dan peragaan di tempat pembelian
Daya tarik dari iklan ini terletak dalam fakta bahwa sejumlah studi menunjukkan bahwa di banyak kategori produk, konsumen membuat banyak keputusan merek final mereka di toko.
B. Mengevaluasi media alternatif:
Sekarang iklan dapat tampil secara virtual di mana saja. Keuntungan utama dari media non- tradisional adalah bahwa audiens yang sangat tepat dan mau tak mau harus mendengar karena sifat dari setting. Tantangan pada media non-tradisional adalahmenunjukkan jangkauannya dan efektivitasnya melalui riset independen yang dapat dipercaya.
Menyeleksi wahana spesifik
Dalam melakukan pilihan, perencana harus mengandalkan layanan pengukuran yang menyediakan perkiraan ukuran audiens, komposisi, dan biaya media. Ukuran audiens memiliki beberapa ukuran:
• Sirkulasi. Jumlah unit fisik yang memuat iklan tersebut.
• Audiens. Jumlah orang yang terpapar dengan sarana tersebut.
• Audiens efektif. Jumlah orang yang mempunyai ciri-ciri audiens sasaran yang terpapar dengan sarana tersebut.
• Audiens yang terpapar iklan secara efektif. Jumlah orang memenuhi ciri-ciri audiens sasaran yangbenar-benar melihat iklan tersebut.
Mengambil keputusan mengenai waktu dan alokasi media
Dalammemilih media, pengiklan menghadapi masalah makro penjadwalandan mikro penjadwalan.
Masalah makro mencakup penjadwalan iklan tersebut dalam kaitannya dengan musim dan siklus bisnis. Masalah mikro penjadwalan memerlukan pengalokasian pengeluaran iklan dalam kurun waktu singkat untukm emperoleh dampak yang maksimal.
Dalam meluncurkan produk baru, pengiklan harus memilih di antara kesinambungan, konsentrasi, kenaikan, dan keberdenyutan iklan;
• Kesinambungan dicapai dengan menjadwalkan paparan secara merata sepanjang periode.
• Konsentrasi memerlukan penggunaan semua dana iklan dalam satu periode.
• Kenaikan berkala memerlukan iklan untuk suatu periode, diikuti masa kekosongan tanpa iklan, diikuti periode kedua kegiatan iklan.
• Pola denyut (pulsing) adalah iklan yang berkesinambungan dnegan tingkat bobot rendah yang diperkuat secara berkala oleh kegiatan yang lebih berat.
Mengevaluasi efektivitas iklan
Perencanaan dan pengendalian iklan yang baik bergantung pada pengukuran efektivitas iklan. Kebanyakan pengiklan mencoba mengukur efek komunikasi suatu iklan, maksudnya dampak potensial terhadap kesadaran, pengetahuan atau preferensi.
A. Riset dampak komunikasi. Berupaya menentukan apakah suatu iklan berkomunikasi efektif. Ada tiga metode utama pra-pengujian iklan dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan ini;
1. Apakah pesan utama yang anda dapatkan dari iklan ini?
2. Menurut anda, apa yang mereka inginkan anda ketahui, yakini atau lakukan.
3. Seberapa besar kemungkinan iklan ini akan mempengaruhi anda untuk melakukan tindakan yang disiratkan?
4. Apa saja yang berhasil dengan baik dan apa yang tidak berhasil dengan baik dalam iklan ini?
5. Bagaimana persaan anda tentang iklan ini?
6. Dimana tempat terbaik menjangkau anda dengan iklan ini?
B. Riset dampak penjualan
Dampak iklan pada penjualan umumnya lebih sulit diukur daripada dampak iklan pada komunikasinya.
PROMOSI PENJUALAN
Promosi penjualan sebagai unsur utama dalam kampanye pemasaran adalah berbagai kumpulan alat insentif yang sebagian besar berjangka pendek, yang dirancang untuk merangsang pembelian produk atau jasa tertentu.
Tujuan
Alat promosi penjualan berbeda-beda dari segi tujuan tertentunya. Sejumlah manfaat promosi penjualan mengalir ke produsen dan konsumen. Promosi penjualan memungkinkan produsen menguji seberapa tinggi harga yang dpaat mereka kenakan, karena mereka selalu dapat melakukan diskon. Beberapa perusahaan menggunakan npromosi untuk menarik pelanggan baru dan membangun kesadaran.
Iklan versus
promosi
Sekarang promosi lebih diterima oleh manajemen puncak sebagai alat penjualan yang efektif; lebih banyak manajer produk yang dikualifikasi untuk menggunakan alat promosi penjualan; dan para menajer produk berada dalam tekanan yang lebih besar untuk meningkatkan penjualan sekarang ini. Akan tetapi, ada bahaya dalam membiarkan iklan memberikan terlalu banyak keleluasaan pada promosi, karena iklan pada umumnya membangun kesetiaan merek. Promosi penjualan, dengan potogan harga, kupon, kesepakatan, hadiah tanpa henti-hentinya mungkin akan menurunkan nilai tawaran produk tersebut dalam benak pembeli.
Keputusan-keputusan utama
Dalam menggunakan promosi penjualan, perusahaan harus menetapkan tujuan-tujuannya, memilih alat, mengembangkan program, melakukan pra-pengujian program tersebut, mengimplementasikan dan mengendalikannya, dan mengevaluasi hasilnya.
a. Menetapkan tujuan. Tujuan promosi penjualan diperoleh dari tujuan promosi yang lebih luas, yang diperoleh dari tujuan pemasaran yang lebih mendasar yang dikembangkan untuk produk tersebut.
b. Memilih alat promosi konsumen, alat promosi perdagangan, alat promosi dan promosi tenaga penjualan. Perencana promosi seharusnya memperhitungkan jenis pasar, tujuan promosi penjualan, kondisi persaingan dan efektivitas biaya masing-masing alat. Produsen menggunakan sejumlah alat promosi perdagangan. Perusahaan menggunakan alat promosi bisnis untuk mengumpulkan petunjuk bisnis, membuat pelanggan terkesan dan memberi imbalankepada tenaga penjualan, dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras.
c. Mengembangkan program : Pemasar makin menggabungkan beberapa media ke dalam suatu konsep kampanye total.
d. Pra-pengujian, implementasi, pengendalian, dan evaluasi program
Walaupun sebagian besar program promosi penjualan dirancang berdasarkan pengalaman, seharusnya dilakukan pra-pengujian untuk menentukan apakah alat tersebut tepat, apakah besarnya insentif tersebut optimal, dan apakah metode penyajiannya efisien.
Untuk mengevaluasi, produsen dapat menggunakan tiga metode (data penjualan, survei konsumen, dan eksperimen).
Sekarang promosi lebih diterima oleh manajemen puncak sebagai alat penjualan yang efektif; lebih banyak manajer produk yang dikualifikasi untuk menggunakan alat promosi penjualan; dan para menajer produk berada dalam tekanan yang lebih besar untuk meningkatkan penjualan sekarang ini. Akan tetapi, ada bahaya dalam membiarkan iklan memberikan terlalu banyak keleluasaan pada promosi, karena iklan pada umumnya membangun kesetiaan merek. Promosi penjualan, dengan potogan harga, kupon, kesepakatan, hadiah tanpa henti-hentinya mungkin akan menurunkan nilai tawaran produk tersebut dalam benak pembeli.
Keputusan-keputusan utama
Dalam menggunakan promosi penjualan, perusahaan harus menetapkan tujuan-tujuannya, memilih alat, mengembangkan program, melakukan pra-pengujian program tersebut, mengimplementasikan dan mengendalikannya, dan mengevaluasi hasilnya.
a. Menetapkan tujuan. Tujuan promosi penjualan diperoleh dari tujuan promosi yang lebih luas, yang diperoleh dari tujuan pemasaran yang lebih mendasar yang dikembangkan untuk produk tersebut.
b. Memilih alat promosi konsumen, alat promosi perdagangan, alat promosi dan promosi tenaga penjualan. Perencana promosi seharusnya memperhitungkan jenis pasar, tujuan promosi penjualan, kondisi persaingan dan efektivitas biaya masing-masing alat. Produsen menggunakan sejumlah alat promosi perdagangan. Perusahaan menggunakan alat promosi bisnis untuk mengumpulkan petunjuk bisnis, membuat pelanggan terkesan dan memberi imbalankepada tenaga penjualan, dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras.
c. Mengembangkan program : Pemasar makin menggabungkan beberapa media ke dalam suatu konsep kampanye total.
d. Pra-pengujian, implementasi, pengendalian, dan evaluasi program
Walaupun sebagian besar program promosi penjualan dirancang berdasarkan pengalaman, seharusnya dilakukan pra-pengujian untuk menentukan apakah alat tersebut tepat, apakah besarnya insentif tersebut optimal, dan apakah metode penyajiannya efisien.
Untuk mengevaluasi, produsen dapat menggunakan tiga metode (data penjualan, survei konsumen, dan eksperimen).
BAB XI
KOMUNIKASI DI ERA INFORMASI
“KOMPUTER”
komputer
terdiri dari dua buah elemen penting yaitu perangkat keras (hardware) dan
perangkat lunak (software).
-
Perangkat keras (hardware) terdiri atas:
-
Central processing unit (CPU)
-
Keyboard
-
Monitor
Perangkat
lunak (software) terdiri atas:
-
Pengolah data,antara lain meliputi:wordstar,word perfect,Microsoft
works,Microsoft word
-
Presentasi data,antara lain meliputi:Microsoft power point,freelance,hardvar
graphics,dan compel
presentation
-
Sharing data,antara lain meliputi:MS internet explorer,windows NT,MS outlook
express,dan netscape navigator
“INTERNET”
I. Pengertian Internet
Menurut Webopaedia,internet adalah
suatu jaringan global yang menghubungkan jutaan komputer
II. Fasilitas Dalam Internet
1.
Electronic mail (E-Mail)
2.
Mailing list
3.
Newsgroup
4.
World wide web (Web)
5.
Telnet (telecommunications networking)
6.
File transfer protocol (FTP)
III. Search Engine
Search engine (mesin pencari)
merupakan mesin pembantu untuk mencari berbagai macam informasi yang dibutuhkan
IV. Manfaat dan Kekhawatiran Atas Kehadiran Internet
Keberadaan internet bagi penggunanya
memberikan beberapa manfaat:
1.
Manfaat umum
·
Memudahkan penggunanya berkomunikasi secara global
·
Cepat dan biaya relatif murah dalam penyampaian informasi dan komunikasi ke berbagai
tempat secara bersamaan
·
Menambah berbagai macam informasi penting yang tidak di dapatkan di media cetak
·
Menambah persaudaraan,persahabatan,teman-teman baru dari hasil penjelajahan di
jalur internet
·
Menambah wawasan berpikir,berkreasi,dan berinovasi
2.
Pelaku Bisnis
·
Kehadiran internet dapat dipakai sebagai media promosi atas produk dan jasa
yang dihasilkan dengan biaya relatif murah dan daya jangkauan yang luas
(global)
·
Selain sebagai promosi,bagi kalangan bisnis kehadiran internet juga sebagai
media transaksi secara online
·
Kehadiran internet juga mempermudah sistem pembayaran transaksi dalam
berbelanja online
·
Kehadiran internet memberikan peluang tumbuhnya bisnis jasa baru,seperti warung
internet
·
Kehadiran internet juga memberikan kemudahan bagi pengiriman informasi ke
berbagai pihak lebih cepat
·
Memberikan kemampuan untuk melakukan konferensi jarak jauh antara perusahaan
induk dengan anak perusahaan yang berada di berbagai belahan dunia
Kekhawatiran :
1.
Menyebarkan berbagai paham,ideology,atau pandangan yang tidak sesuai dengan
paham atau ideology yang dianut oleh suatu negara lewat internet
2.
Pengguna yang masih bawah umur dapat dengan mudah membuka atau akses ke alamat
website yang tidak layak diakses oleh mereka
3.
Pengguna yang iseng mengacak-acak website orang atau lembaga lain,yang dapat
berakibat fatal seperti rusaknya sistem operasi dan berdampak down
4.
Pengguna internet yang sering mendownload informasi dari internet,bukan tidak
mungkin juga mentransfer virus yang juga akan berakibat fatal
5.
Sistem keamanan dalam bertransaksi secara online maupun penyimpanan data di
host computer seringkali masih dapat dibobol oleh para hacker
6.
Belum adanya aturan hokum yang jelas dan tegas di Indonesia yang berkaitan
dengan berbagai kegiatan bisnis di internet,menjadikan para pengusaha jasa
internet masih was-was/khawatir
7.
Munculnya website yang berkaitan dengan tindakan-tindakan yang membahayakan
diri sendiri atau orang lain,seperti bagaimana bunuh diri dam merakit
bom,tentunya cukup mengkhawatirkan banyak pihak
V.Tantangan Teknologi Internet Di Masa Depan
Teknologi informasi dan komunikasi
akan selalu dinamis,bergerak menuju perbaikan-perbaikan yang memberikan
kemudahan atau manfaat bagi para penggunanya.yang jelas bahwa di masa
depan,peran research dan development dalam dunia internet akan terus melakukan
berbagai eksperimen penting bagi peningkatan performance baik hardware maupun
software internet
INOVASI
TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Teknologi baru telah membuahkan efisiensi di berbagai lembaga dan
organisasi meskipun biaya komunikasi antarindividu masih relatif tinggi. Pada
masa dewasa ini, rapat bisnis dapat diselenggarakan tanpa pertemuan tatap muka.
Dengan pembicaraan telepon, e-mail, faksimili, pager, dan voice mail konferensi
jarak jauh dapat diselenggarakan. Sistem Telepon Sistem telepon bisnis di era
informasi dewasa ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi
antarindividu sebagaimana telepon rumah karena telepon bisnis dihubungkan
dengan komputer. Setiap pembicaraan telepon balk yang keluar maupun yang masuk
dapat dikendali¬kan dengan sistem call-management. Untuk pembicaraan telepon
yang diterima dari pihak luar, sistem PBX (private branch exchange) dapat
memantau dan menyalurkan ke telepon yang dituju. Sementara itu ada pula telepon
yang dikendalikan oleh satu atau beberapa orang operator; selebihnya telah
dikendalikan dengan komputer. Untuk pembicaraan telepon ke luar, komputer dapat
melacak orang yang menggunakan telepon dan dengan siapa dia berbicara. Untuk
menjangkau karyawan yang berada di luar kantor, perusahaan dapat menggunakan
telepon selular atau pager. Voice Mail Voice mail merupakan perpaduan antara
telepon dan komputer. Sarana komunikasi ini lebih sempurna daripada answering
machine, mesin yang berfungsi menjawab telepon. Alat ini memungkinkan seseorang
untuk mengirim, menyimpan, dan merespons pesan verbal ke setiap nomor “mailbox”
pada sistem ini. Pengiriman pesan dapat dilakukan selama beberapa menit, dan
rekaman suara dapat dievaluasi sebelum dikirimkan. Untuk mendengarkan pesan
voice mail yang dibuat dapat dilakukan dengan memasukkan kode rahasia, kemudian
pesan dapat dihidupkan atau dihapus. Voice mail memberikan solusi pada
kesulitan zona waktu di negara yang berbeda dan komunikasi internasional.
Meskipun voice mail menjadikan karyawan lebih produktif, secara universal
kurang disukai. Keluhan yang paling sering dikemukakan berasal dari konsumen
yang ingin menghubungi seseorang dengan telepon. terlebih dahulu mereka harus
mendengarkan rekaman dan menu yang dikirimkan.
D. PERKEMBANGAN
TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN TANTANGAN ABAD 21 GLOBALISASI
Transisi menuju masyarakat informasi mengalami percepatan karena
adanya perubahan yang terus-menerus pada teknologi. Saat ini tidak lagi berarti
untuk membicarakan tentang beberapa media komunikasi – cetak, radio, televisi,
film, telepon dan komputer- yang dipikirkan sebagai suatu yang sangat berbeda.
Kemajuan dalam komputer dan jaringan telekomunikasi mengarahkannya untuk
bersatu, atau konvergensi dengan media massa konfensional. Menurut Straubharr
dan La Rose (2001) Konvergensi tersebut dapat dilihat dari beberapa hal dibawah
ini:
1. Saat ini
internet menjadi hampir searti dengan konsep informasi yang superhighway.
Internet adalah suatu jaringan dari beberapa jaringan yang menghubungkan
komputer secara luas sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran pesan dengan
salah satu komputer lainnya dan berbagi akses terhadap files dari komputer data
(December, 1996). World Wide Web (Web) adalah bagian internet yang kaya akan
gambar dan memugkinkan pengguna untuk menelusuri web pages dengan memilih kata
kunci atau simbol gambar.Banyak web pages menawarkan audio dan video sebaik
teks dan gambar da hal ini melambangkan bersatunya media komunikasi
konvensional dan teknologi komputer.
2. Konvergensi
Beberapa Teknologi Semua teknologi komunikasi secara berturut-turut bersatu
(converging) ke dalam sesuatu yang bisa dibaca komputer, ke dalam bentuk
digital. Contoh: Musik dalam bentuk compact disc dan jaringan telepon jarak
jauh adalah media digital. Bahkan media cetak tradisional seperti buku,
majalah, dan koran biasanya dibuat dalam komputer dan meninggalkan lingkungan
digital hanya ketika dicetak. Selanjutnya, karena meningkatnya jumlah orang
yang membaca versi on-line, sebagai akibat, menjadi bagian dari dunia digital.
Radio, televisi dan home video berada di tengah-tengah konversi revolusioner
menuju teknologi digital yang akan memberikan efek besar dalam cara berpikir
kita tentang media massa masa depan. Tidak lama lagi komputer personal akan
dapat menayangkan program televisi.
3. Konvergensi
Industri Telepon, komputer, televisi kabel, dan perusahaan media melakukan
merger dan membentuk kerjasama pada kecepatan yang memusingkan sebagai upaya
untuk mendapatkan kekuasaan tertinggi dalam persaingan mengkontrol masa depan
media. Sebagai contoh, Microsoft Corporation raksasa software komputer
menanamkan modalnya dalam broadcasting, televisi kabel, satelit, penerbitan,
dan industri jasa internet dengan tujuan untuk menjadi yang terdepan dalam
menyatukan media massa dan media komputer. Raksasa perusahaan telepon AT&T
membeli raksasa televisi kabel Tele-Communications Inc, NBC Televisi, dan
Disney, keduanya mendapatkan mesin pencari mereka sendiri untuk mendapatkan
penampakan mereka pada media komputer baru. Saluran komunikasi terdahulu,
seperti telepon dan televisi, saat ini dapat diintegrasikan ke dalam suatu
jaringan digital, sehingga masuk akal jika sedikit demi sedikit suatu
perserikatan melewati batas-batas kaku dari industri terdahulu. Sementara itu,
large business dan public intitutions mengembangkan business lebih memungkinkan
dengan penyatuan teknologi.
4. Perubahan
Gaya Hidup Ketika media komputer memasuki rumah kita, pola konsumsi media massa
cenderung berubah. Menurut salah satu penelitian, sepertiga pengguna internet
menghabiskan waktu menonton televisi lebih sedikit daripada sebelumnya.
Konvergen juga memperkenalkan cara hidup baru, seperti yang saat initerjadi
pada jutaan orang, membentuk social relationship, memunculkan identitas baru,
dan mengembangkan budaya baru “on the Net”. Semua ini berarti lebih banyak
pilihan hidup, murahnya barang dan jasa yang dibeli langsung dari suplier, dan
kualitas yang lebih baik bagi keluarga umumnya. Tetapi juga memungkinkan adanya
penurunan hubungan antar manusia dengan menggantikannya dengan transaksi
komputer secara impersonal.
5. Perubahan
Karir Bagi mereka yang menganggap karirnya dalam masyarakat informasi,
konvergen ini akan merubah pendirian mereka tentang pekerjaan dan karir seperti
diri mereka pada skala global. Sebagian besar orang yang memasuki angkatan
kerja saat ini akan memiliki empat atau lima karir yangberbeda –bukan sekedar
pekerjaan, tapi karir- di masa yang akan datang. Artinya mahasiswa yang
mempertimbangkan karir profesional dalam jurnalistik, periklanan, atau televisi
(atau bahkan ilmu komputer)akhirnya harus melengkapi kembali untuk beberapa
profesi yang sangat berbeda –atau, jika tidak, bergabung dalam strata lebih
rendah dari masyarakat informasi.
6. Perubahan
Peraturan Bersatunya media massa tradisional dengan telepon dan teknologi
komputer saat ini juga menjadi kebijakan resmi pemerintah US. Dalam The
Telecommunications Act of 1996, kongres membatalkan peraturan yang melindungi
broadcasting, televisi kabel, telepon, dan perusahaan telekomunikasi lainnya
dari kompetisi dengan lainnya, dengan hukum undang-undang, pembuatan
undang-undang berharap dapat mengalahkan kompetisi, memperbaiki pelayanan, dan
harga yang lebih murah dalam segala media komunikasi. Negara-negara di dunia
mengikutinya dengan melakukan deregulasi terhadap industri komunikasi,
sebagaimana mereka berlomba untuk membangun suatu jaringan komunikasi yang
diharapkan akan memberikan keuntungan kompetitif dalam ekonomi global dari abad
informasi. Pertumbuhan dan perkembangan informasi serta teknologi komunikasi
dalam era globalisasi mampu merubah dunia dan kehidupan manusia. Masing-masing
bangsa yang berdaulat sangat ketat dibatasi secara geografis, kini seakan tidak
berdaya, runtuh, takluk menghadapi dasyatnya pengaruh informasi dan teknologi
komunikasi tersebut. Ia telah menjelajah semua negeri, merobohkan
benteng-benteng negeri yang kokoh dan kuat, semua negeri seakan menjadi satu
yang tak terpisahkan, karena informasi dan teknologi komunikasi. Jaringan
komputer diciptakan setiap hari. Internet adalah yang tersebar di dunia. Semula
diciptakan oleh Pentagon pada akhir tahun 1970-an, internet dilepaskan pada
tahun 1986 kepada badan-badan lain di Amerika Serikat dan diseluruh dunia untuk
tujuan penelitian pendidikan dan komersial. Pada tahun 1990, internet menjadi
semakin komersial. Dalam cyberspace semua dihubungkan dengan jaringan komputer
global, semua bekerjasama dan bersaing. Bukan negara-negara yang saling
berhubungan, melainkan individu-individu di dalam negaralah yang berhubungan.
Perkembangan teknologi komunikasi merupakan kekuatan penggerak yang serentak
menciptakan ekonomi global yang besar sekali dan menjadikan bagian-bagiannya
lebih kecil dan lebih kuat. Teknologi komunikasi akan memberikan prasarana yang
akan dibutuhkan oleh setiap industri dan setiap perusahaan untuk bersaing di
dalam pasar yang benar-benar kosmopolitan. Bisnis teknologi komunikasi akan
berlipat dua dan berlipat dua lagi sementara kita bergerak ke arah
interkonektivitas (kesalingterhubungan) global. Perkembangan teknologi
komunikasi tersebut, menurut Naisbitt mendasari terwujudnya empat ide besar,
yaitu :
1. Pembauran
Teknologi. Sementara komputer, telepon, dan televisi masing-masing diberkahi
dengan kemampuan dua teknologi lain, maka akan berkembanglah suatu susunan
hebat hibrida telepon/televisi/ komputer. Perkenalan ke dalam pasar sistem
komunikasi pribadi ini akan disertai dengan perubahan dalam fokus untuk
industri telekomunikasi dari pemecahan masalah bisnis dengan teknologi ke
pemberian kekuasaan kepada individu dengan sangat meningkatkan kemampuan mereka
untuk berkomunikasi satu dengan yang lain. Perubahan tersebut akan berasal dari
perubahan bisnis ke perubahan yang digerakan oleh individu. Ini adalah bagian
dari Paradoks Global. Semakin besar ekonomi dunia, semakin para pemain
terkecilnya. Perusahaan yang bertahan selama beberapa dasawarsa berikutnya akan
siap untuk memenuhi kebutuhan komunikasi individu.
2. Aliansi
strategi. Banyak aliansi strategi sudah dibentuk untuk memenuhi kebutuhan dari
apa yang akan menjadi abad informasi yang digerakan oleh konsumen. Perusahaan
insdustri dan wirausaha yang baru menanjak bermitra dengan kecepatan yang luar
biasa, sadar sepenuhnya bahwa tak satu perusahaan pun – dan tak satu negara pun
– dapat sendirian menjadi pemain yang berhasil di dalam permainan global yang
baru.
3. Pembentukan
jaringan global. Sementara arah dari revolusi telekomunikasi menjadi semakin
jelas, usaha-usaha sedang dijalankan untuk menciptakan jaringan telekomunikasi
global tanpa batas dari jaringan-jaringan yang akan memungkinkan setiap orang
di dunia berhubungan dengan setiap orang lain. Jaringan global yang (kebanyakan)
digital dari jaringan-jaringan ini akan memungkinkan individu berkomunikasi
dengan siapa saja di mana saja di planet ini dalam waktu yang sebenarnya,
mengubah selamanya cara kita bekerja, cara kita bermain, cara kita bergerak,
dan cara kita memandang sesama warga dari jaringan global.
4. Telekomputer
pribadi untuk semua orang. Akhirnya semua orang di kantor atau di rumah atau
dalam perjalanan akan dapat memiliki telekomputer (mungkin ada di dalam dompet
atau saku) yang digunakan untuk mengirim dan menerima komunikasi melalui suara,
data, citra, dan video. Pemakaian telekomputer akan menjadi terdesentralisasi
seluruhnya, sepenuhnya individual, dan antara lain akan mengikis lebih jauh
karakter tersentralisasi dari raksasa-raksasa perusahaan yang berkembang dalam
era industri ketika mereka memberikan jalan kepada federasi yang longgar dari
perusahaan-perusahaan kecil yang seperti wirausaha. Pada awal abad informasi
dari abad ke dua puluh satu semua kemampuan komunikasi yang mungkin saja kita
butuhkan akan dapat diletakan di atas meja kerja kita, di dalam mobil kita,
atau di atas telapak tangan kita. Ketika kekuasaan dan jangkauan prasarana
komunikasi meluas, peralatan yang dibutuhkan untuk memanfaatkan kemampuan itu
pun menyusut. Mereka akan menjadi lebih kecil, lebih murah, lebih ringan, lebih
portabel. Karena kita semua menjadi bagian dari ekonomi global yang lebih
besar, unit ekonomi yang paling efisien dan efektif adalah individu.
E. TANTANGAN
GLOBLISASI
Cepatnya perkembangan teknologi informasi merupakan tantangan yang
tidak ringan bagi Indonesia. Hampir satu dasawarsa Indonesia terlambat dalam
mengadopsi teknologi komunikasi khususnya internet. Tetapi semua itu bukan
berarti semua orang di Indonesia terlambat dalam menerima perkembangan teknologi.
Secara individu maupun kelompok kecil banyak orang indonesia yang sangat cepat
menerima perkembangan teknolgi tersebut. Banyak yang berhasil dalam bisnis
tersebut. Memasuki perdagangan bebas asia dan dunia, globalisai ekonomi dan
komunikasi, maka tantangan terbesar yang muncul adalah bagaimana kita
mempersiapkan individu-individu yang siap untuk terjun dan bersaing dalam dunia
yang batasannya akan semakin maya tersebut. Jika dulu teknologi mutkahir hanya
dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar seperti AT&T, IBM, General Motor,
Apple, kini teknologi yang sama dapat dimiliki oleh perusahaan-perusahaan kecil
yang dijalankan hanya oleh beberap orang saja. Karenanya yang dibutuhkan adalah
individu yang siap untuk menjalankan teknologi tersebut. Kini pertumbuhan
ekonomi dan teknologi komunikasi telah bergeser, bukan hanya Amerika dan
negara-negara Eropa yang mendominasi tetapi telah beralih ke Asia. Jika dulu
hanya jepang yang memuncaki ekonomi dan teknologi Asia, kini telah muncul
negara-negara lain yang ekonomi dan teknologinya sangat kuat. India menjadi
salah satu negara yang teknologi informasinya sangat kuat. Banyak muncul
ahli-ahli perangkat lunak dari negara ini. Cina menjadi negara besar dalam
bidang teknologi komunikasi. Taiwan menjadi basis perkembangan teknologi yang
dapat menyaingi Amerika. Semua ini terjadi karena negara-negara tersebut telah
mempersiapkan diri dengan mengirimkan orang-orangnya untuk mempelajari
teknologi di beberapa negara besar khusunya Amerika. Di akhir abad 20 Taiwan
memanggil para ahlinya yang telah belejar dan bekerja di di luar negeri untuk
membangun teknologinya. Kini, ratusan bahkan ribuan ahli-ahli Taiwan kembali ke
negaranya untuk membangun yang dinamakannya “Silicon Valley” Asia. Agar tidak
terus tertinggal, Indonesia harus dapat dengan cepat mengimbangi perkembangan
negara-negara tersebut, terutama dengan sesama negara-negara Asia. Sumber daya
manusia yang ada haruslah dipersiapkan sedemikian rupa sehingga akan dapat
survive dalam iklim globalisasi. Hal ini sangat berimplikasi terutama dalam hal
pendidikan. Jika pendidikan Indonesia tidak mengalami perubahan yang berarti,
maka ketertinggalan kita akan semakin jauh. Saat ini saja masih banyak
Perguruan Tinggi yang memberikan kurikulum komputer dan teknologi informasi
hanya sebatas kurikulum penunjang dengan kredit yang sangat kecil, padahal
kurikulum tersebut sangat dibutuhkan oleh lulusan Perguruan Tinggi sekarang
ini. Menurut Prof. Dr. Alwi Dahlan beberapa tantangan yang harus diperhatikan
terutama dalam pendidikan di Indonesia memasuki Abad 21, yaitu :
1. Salah satu
tantangan yang terberat adalah globalisasi informasi dan komunikasi.
Sebagaimana globalisasi ekonomi yang sering dilihat semata-mata sebagai
liberalisasi perdagangan, globalisasi informasi biasanya juga dipahami dalam
arti yang sempit. Yaitu sebagai arus komunikasi massa yang tidak menghiraukan
batas antar negara –tidak jarang dipersempit lagi sebagai penyebarluasan siaran
televisi atau lebih khusus pada hiburan Barat ke seluruh dunia. Padahal
globalisasi informasi dan komunikasi juga mencakup perluasan arus ilmu
pengetahuan dan teknologi yang mendorong perluasan cakrawala informasi dan
wawasan manusia jauh melintasi batas lokasi suatu negara atau wilayah. Tidak
terkecuali wawasan politik.
2. Segala macam
globalisasi : informasi, media massa, hiburan, ilmu pengetahuan, barang, jasa,
atau lain-lain sebenarnya merupakan bagian dari perkembangan yang lebih luas,
yang saling terkait satu sama lain dan mencakup segala bidang kehidupan. Dalam
makna yang lebih luas itu globalisasi merupakan transformasi sosial budaya
dalam lingkup global. Prosesnya begitu rupa sehingga dapat mendorong perubahan
pada lembaga, pranata dan nilai-nilai sosial budaya. Dengan demikian,
globalisasi dapat pula mengubah prilaku, gaya hidup dan struktur masyarakat
menuju ke arah kesamaan (konvergensi) global –menembus batas-batas etnik,
agama, daerah, wilayah, bahkan negara. Sampai kemana jauh batas-batas
tradisional pada akhirnya benar-benar dapat ditembus, akan tergantung pada
perkembangan dan transformasi sosial budaya yang terjadi pada tingkat nasional
atau lokal.
3. Transformasi
global tentu tidak dengan sendirinya atau selalu merupakan sesuatu yang
positif. Ada nilai-nilai dasar dan ciri-ciri sosial budaya yang mencerminkan
jati diri sesuatu masyarakat atau bangsa, atau yang terkait dengan kekhasan
lingkungan yang tidak mungkin disesuaikan. Transformasi ke arah yang positifpun
belum tentu dapat terjadi dengan sendirinya, umpamanya bila tidak didukung oleh
nilai, sikap atau kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan baru
yang diingini.
4. Transformasi
sosial budaya baru akan berjalan sesuai keinginan, jika diantisipasi sebelumnya
sehingga langkah untuk menghadapinya dapat dilakukan semenjak dini. Dari segi
perguruan tinggi ini berarti bahwa Sumber Daya manusia zaman mendatang (yang
dalam 5-10 tahun ini masih menjadi mahasiswa) harus dipersiapkan agar dapat
memanfaatkan transformasi global tahun 2010-2020. Karena transformasi yang akan
terjadi sangat luas sifatnya. 5. Beberapa perkembangan yang menjadi sumber
perubahan dalam transformasi sosial budaya secara keseluruhan, baik yang
nasional maupun global, perlu mendapat perhatian dalam melakukan antisipasi.
Sumber yang pertama adalah perkembangan teknologi, terutama teknologi komunikas
dan informasi (komputer). Kedua pertumbuhan informasi. Ketiga transformasi ke
arah masyarakat informasi. Keempat perkembangan sosial budaya yang mempercepat
perubahan umum pada masyarakat. Kelima perkembangan keadaan, pemikiran dan
wawasan sosial budaya dan politik, yang melahirkan gagasan alternatif mengenai
arah perubahan (termasuk ideologi, pandangan hidup) untuk era globalisasi yang
akan datang.
Komentar
Posting Komentar