DASAR-DASAR KOMUNIKASI BISNIS



BAB I
DASAR-DASAR KOMUNIKASI BISNIS


            Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui sistem yang biasa (lazim) baik dengan simbol-simbol, sinyal, maupun perilaku atau tindakan (Willian C. Himstreet dan Wayne Murlin Baty dalam Business Communications : Principles and Methods)
Komunikasi : melibatkan dua orang atau lebih menggunakan cara - cara (melalui lisan, tulisan, maupun sinyal-sinyal non verbal).

1.   PENGERTIAN KOMUNIKASI BISNIS

Berikut adalah beberapa pengertian komunikasi bisnis yang diambil dari beberapa sumber :
·         Komunikasi bisnis adalah setiap komunikasi yang digunakan untuk membangun partnerships, sumber daya intelektual, untuk mempromosikan satu gagasan; suatu produk; servis; atau suatu organisasi, dengan sasaran untuk menciptakan nilai bagi bisnis yang dijalankan.
·         Komunikasi Bisnis meliputi pengetahuan yang menyeluruh dari sisi internal dan eksternal bisnis tersebut. Komunikasi yang internal termasuk komunikasi visi (perseroan/perusahaan), strategi, rencana-rencana, kultur/budaya perusahaan, nilai-nilai dan prinsip dasar yang terdapat di perusahaan, motivasi karyawan, serta gagasan-gagasan, dll. Komunikasi eksternal termasuk merek, pemasaran, iklan, hubungan pelanggan, humas, hubungan-hubungan media, negosiasi-negosiasi bisnis, dll. Bagaimanapun bentuknya, semua hal tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan suatu nilai bisnis (create business value).
·         Komunikasi bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam bentuk komunikasi baik komunikasi verbal maupun nonverbal.
·         Komunikasi bisnis adalah proses pertukaran pesan atau informasi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi produk kerja di dalam struktur dan sistem organisasi. Dalam kegiatan komunikasi bisnis, pesan hendaknya tidak hanya sekedar informatif tetapi juga haruslah Persuasif, agar pihak lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan atau melakukan suatu perbuatan atau kegiatan.
·         Komunikasi bisnis adalah proses pertukaran pesan atau informasi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi produk kerja di dalam struktur dan sistem organisasi. Dalam kegiatan komunikasi bisnis, pesan hendaknya tidak hanya sekedar informatif tetapi juga haruslah Persuasif, agar pihak lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan atau melakukan suatu perbuatan atau kegiatan.






Komunikasi bisnis berbeda dengan komunikasi antar pribadi maupun komunikasi lintas budaya. Komunikasi antar pribadi ( interpersonal communications ) merupakan bentuk komunikasi yang lazim dijumpai dalam kehidupan sehari-hari antara dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan komunikasi lintas budaya ( intercultural / communication ) merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan antara dua orang atau lebih, yang masing– masing memiliki budaya yang berbeda.
Komunikasi Bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam bentuk komunikasi baik komunikasi verbal maupun non verbal.

2.      Bentuk Dasar Komunikasi

Verbal : melalui tulisan dan lisan
Non Verbal : bahasa tubuh, ekspresi

a.      Komunikasi Verbal

Komunikasi dalam bisnis dapat efektif tergantung pada keterampilan menyampaikan (melalui tulisan dan berbicara) dan menerima (mendengar dan membaca) pesan-pesan bisnis.
Komunikasi verbal ( verbal communication ) adalah bentuk komunikasi yang disampaikan komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis (written) atau lisan (oral). Sepasang kekasih ber sms- an tiap hari, seorang presenter membawakan acara musik di stasion televisi, seorang wartawan menulis berita atau opininya di surat kabar, atau seorang ayah menelpon anaknya, itu merupakan sebagian kecil contoh komunikasi verbal.
Dalam dunia bisnis, komunikasi verbal menempati porsi besar. Karena kenyataannya, ide-ide, pemikiran atau keputusan, lebih mudah disampaikan secara verbal ketimbang non verbal. Dengan harapan, komunikan (baik pendengar maun pembaca ) bisa lebih mudah memahami pesan-pesan yang disampaikan.
Prakteknya, komunikais verbal bisa dilakukan dengan cara :
Berbicara dan menulis. Umumnya untuk menyampaikan bussines message,orang cenderung lebih menyukai speaking (berbicara) ketimbang (writing ). Selain karena alas an praktis, speaking dianggap lebih mudah “menyentuh” sasaran karena langsung didengar komunikan. Namun bukan berarti pesan tertulis tidak penting. Untuk menyampaikan pesan bisnis yang panjang dan memerlukan pemahaman dan pengkajian matang, diperlukan pula penyampaian writing. Semisal penyampaian bussines report. Sangat tidak mungkin jika hanya disampaikan dengan berbicara.
Mendengarkan dan membaca. Kenyataan menunjukkan, pelaku bisnis lebih sering mendapatkan informasi ketimbang menyampaikan informasi. Dan aktivitas penerimaan informasi.pesan bisnis ini dilakukan lewat proses (listening) mendengarkan dan membaca (reading). Sayangnya, kenyataan juga menunjukkan, masih banyak di antara kalangan bisnis yang tidak memiliki kemampuan dan kemauan memadai untuk melakukan proses reading dan listening ini. Sehingga pesan penting sering hanya berlalu begitu saja, dan hanya sebagian kecil yang tercerna dengan baik.



b.      Bentuk Komunikasi Verbal :

1.  membuat dan mengirim surat klaim
2.  membuat dan mengirim surat penawaran harga kepada pihak lain
3.   membuat dan mengirim surat pemesanan barangan kepada pihak lain
4.   membuat dan mengirim surat konfirmasi kepada pelanggan
5.    membuat dan mengirim surat kontrak kerja kepada pihak lain
6.    memberi informasi kepada pelanggan yang meminta informasi tentang produk baru
7.    berdiskusi dalam suatu tim kerja (team work)
8.    melakukan wawancara kerja dengan para pelamar kerja di suatu perusahaan
9.    mengadakan briefing dengan staf karyawan
10. mengadakan pelatihan manajemen kepada para manajer operasional/lini bawah
11.  melakukan presentasi proposal pengembangan perusahaan di hadapan tim penguji
12.  melakukan teleconference dengan pihak lain
                       
3.      KOMUNIKASI NON VERBAL

Meski jarang disadari diyakini manfaatnya, Komunikais non verbal ( non verbal communicarion) merupakan hal yang penting. Banyak komunikasi verbal tidak efektif hanya karena komunikatornya tidak menggunakan komunikasi non verbal dengan baik dalam waktu bersamaan. Melalui komunikasi non verbal, orang bisa mengambil suatu kesimpulan mengenainsuatu kesimpulan tentang berbagai macam persaan orang, baik rasa senang, benci, cinta, kangen dan berbagai macam perasaan lainnya.
Kaitannya dengan dunia bisnis, komunikasi non verbal bisa membantu komunikator untuk lebih memperkuat pesan yang disampaikan sekaligus memahami reaksi komunikan saat menerima pesan.Bentuk komunikasi non verbal sendiri di antaranya adalah, bahasa isyarat, ekspresi wajah, sandi, symbol-simbol, pakaian sergam, warna dan intonasi suara.
Tujuan komunikais non verbal ;
-Menyediakan/memberikan informasi
-Mengatur alur suatu percakapan
-Mengekspresikan suatu emosi
-Memberi sifat, melengkapi, menentang atau mengembangkankan pesan-pesan verbal.
-Mengendalikan atau mempersuasi orang lain
-Mempermudah tugas-tugas khusus, misalnya dalam mengajar seseorang untuk melakukan serve badmintos, belajar golf dan sejenisnya.

Lebih jauh, relevansi komunikasi non verbal dalam dunia bisnis, komunikasi non verbal yang disampaikan dengan baik akan mampu membantu seseorang meningkatkan kredibilitas dan potensi leadeship, selain tentunya akan mempermudah proses penyampaian pesan inti kepada komunikan



.
Bentuk Komunikasi Non Verbal
1. menggerakkan gigi untuk menunjukkan kemarahan
2.  mengerutkan dahi untuk menunjukkan seseorang sedang serius/ berpikir
3.  gambar pria/wanita yang dipasang dipintu masuk toilet umum untuk  menunjukkan kamar sesuai dengan jenis kelaminnya
4.   tersenyum dan berjabat tangan dengan orang lain untuk mewujudkan rasa senang, simpati dan penghormatan
5.   membuang muka untuk menunjukkan sikap tidak senang atau antipati terhadap orang lain
6.  menggelengkan kepala untuk menunjukkan sikap menolak atau keheranan
7.   asbak di atas meja yang menunjukkan tamu diperkenankan/ boleh merokok
8.   mengirimkan bunga sebagai tanda kesuksesan, cinta atau duka cita
Pentingnya Komunikasi Non Verbal
1. menyediakan/ memberikan informasi
2.  mengatur alur suatu percakapan
3.   mengekspresikan emosi
4.   memberi sifat, melengkapi, mengembangkan komunikasi verbal
5.   mengendalikan/ mempengaruhi orang lain
6.   mempermudah tugas-tugas khusus  

Bila sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu organisasi baik organisasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi perusahaan, maka sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam, tapi tujuan utamanya tentulah untuk mempersatukan individu-individu yang tergabung dalam organisasi tersebut. Berdasarkan sifat komunikasi dan jumlah komunikasi menurut Onong Uchyana Effendi, dalam bukunya “Dimensi-Dimensi Komunikasi” hal. 50, komunikasi dapat digolongkan ke dalam tiga kategori:

1. Komunikasi antar pribadi
Komunikasi ini penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan informasi yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama.
2. Komunikasi kelompok
Pada prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan adalah faktor kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi.
3. Komunikasi massa
Komunikasi massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan elektronik.





Dalam melakukan komunikasi organisasi, Steward L.Tubbs dan Sylvia Moss dalam Human Communication menguraikan adanya 3 (tiga) model dalam komunikasi:
1.  Model komunikasi linier (one-way communication), dalam model ini komunikator memberikan suatu stimuli dan komunikan melakukan respon yang diharapkan tanpa mengadakan seleksi dan interpretasi. Komunikasinya bersifat monolog.
2.  Model komunikasi interaksional. Sebagai kelanjutan dari model yang pertama, pada tahap ini sudah terjadi feedback atau umpan balik. Komunikasi yang berlangsung bersifat dua arah dan ada dialog, di mana setiap partisipan memiliki peran ganda, dalam arti pada satu saat bertindak sebagai komunikator, pada saat yang lain bertindak sebagai komunikan.
3.   Model komunikasi transaksional. Dalam model ini komunikasi hanya dapat dipahami dalam konteks hubungan (relationship) antara dua orang atau lebih. Pandangan ini menekankan bahwa semua perilaku adalah komunikatif. Tidak ada satupun yang tidak dapat dikomunikasikan.

Mengenai organisasi, salah satu defenisi menyebutkan bahwa organisasi merupakan suatu kumpulan atau sistem individual yang melalui suatu hirarki/jenjang dan pembagian kerja, berupaya mencapai tujuan yang ditetapkan.  Dari batasan tersebut dapat digambarkan bahwa dalam suatu organisasi mensyaratkan:
  1. Adanya suatu jenjang jabatan ataupun kedudukan yang memungkinkan semua individu dalam organisasi tersebut memiliki perbedaan posisi yang jelas, seperti pimpinan, staff pimpinan dan karyawan.
  2. Adanya pembagian kerja, dalam arti setiap orang dalam sebuah institusi baik yang komersial maupun sosial, memiliki satu bidang pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya.
Dengan landasan konsep-konsep komunikasi dan organisasi sebagaimana yang telah diuraikan, maka kita dapat memberi batasan tentang komunikasi dalam organisasi secara sederhana, yaitu komunikasi antarmanusia (human communication) yang terjadi dalam kontek organisasi.  Atau dengan meminjam definisi dari Goldhaber, komunikasi organisasi diberi batasan sebagai arus pesan dalam suatu jaringan yang sifat hubungannya saling bergabung satu sama lain (the flow of messages within a network of interdependent relationships 

Proses Komunikasi
            Pada tataran teoritis, paling tidak kita mengenal atau memahami komunikasi dari dua perspektif, yaitu:
  1. Perspektif Kognitif.  Komunikasi menurut Colin Cherry, yang mewakili perspektif kognitif  adalah penggunaan lambang-lambang (symbols) untuk mencapai kesamaan makna atau berbagi informasi tentang satu objek atau kejadian.  Informasi adalah sesuatu (fakta, opini, gagasan) dari satu partisipan kepada partisipan lain melalui penggunaan kata-kata atau lambang lainnya.  Jika pesan yang disampaikan diterima secara akurat, receiver akan memiliki informasi yang sama seperti yang dimiliki sender, oleh karena itu tindak komunikasi telah terjadi.

  1. Perspektif Perilaku. Menurut BF. Skinner dari perspektif perilaku memandang komunikasi sebagai perilaku verbal atau simbolik di mana sender berusaha mendapatkan satu efek yang dikehendakinya pada receiver.  Masih dalam perspektif perilaku, FEX Dance menegaskan bahwa komunikasi adalah adanya satu respons melalui lambang-lambang verbal di mana simbol verbal tersebut bertindak sebagai stimuli untuk memperoleh respons.  Kedua pengertian komunikasi yang disebut terakhir, mengacu pada hubungan stimulus respons antara sender dan receiver.
Setelah kita memahami pengertian komunikasi dari dua perspektif yang berbeda, kita mencoba melihat proses komunikasi dalam suatu organisasi.  Menurut Jerry W. Koehler dan kawan-kawan, bagi suatu organisasi, perspektif perilaku dipandang lebih praktis karena komunikasi dalam organisasi bertujuan untuk mempengaruhi penerima (receiver).  Satu respons khusus diharapkan oleh pengirim pesan (sender) dari setiap pesan yang disampaikannya.  Ketika satu pesan mempunyai efek yang dikehendaki, bukan suatu persoalan apakah informasi yang disampaikan tersebut merupakan tindak berbagi informasi atau tidak.
Sekarang kita mencoba memahami proses komunikasi antarmanusia yang disajikan dalam suatu model berikut:
Proses komunikasi diawali oleh sumber (source) baik individu ataupun kelompok yang berusaha berkomunikasi dengan individu atau kelompok lain, sebagai berikut:
  1. Langkah pertama yang dilakukan sumber adalah ideation yaitu penciptaan satu gagasan atau pemilihan seperangkat informasi untuk dikomunikasikan.  Ideation ini merupakan landasan bagi suatu pesan yang akan disampaikan.
  2. Langkah kedua dalam penciptaan suatu pesan adalah encoding, yaitu sumber menerjemahkan informasi atau gagasan dalam wujud kata-kaya, tanda-tanda atau lambang-lambang yang disengaja untuk menyampaikan informasi dan diharapkan mempunyai efek terhadap orang lain.  Pesan atau message adalah alat-alat di mana sumber mengekspresikan gagasannya dalam bentuk bahasa lisan, bahasa tulisan ataupun perilaku nonverbal seperti bahasa isyarat, ekspresi wajah atau gambar-gambar.
  3. Langkah ketiga dalam proses komunikasi adalah penyampaian pesan yang telah disandi (encode).  Sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan cara berbicara, menulis, menggambar ataupun melalui suatu tindakan tertentu.  Pada langkah ketiga ini, kita mengenal istilah channel atau saluran, yaitu alat-alat untuk menyampaikan suatu pesan.  Saluran untuk komunikasi lisan adalah komunikasi tatap muka, radio dan telepon.  Sedangkan saluran untuk komunikasi tertulis meliputi setiap materi yang tertulis ataupun sebuah media yang dapat mereproduksi kata-kata tertulis seperti: televisi, kaset, video atau OHP (overheadprojector).  Sumber berusaha untuk mebebaskan saluran komunikasi dari gangguan ataupun hambatan, sehingga pesan dapat sampai kepada penerima seperti yang dikehendaki.



  1. Langkah keempat, perhatian dialihkan kepada penerima pesan.  Jika pesan itu bersifat lisan, maka penerima perlu menjadi seorang pendengar yang baik, karena jika penerima tidak mendengar, pesan tersebut akan hilang.  Dalam proses ini, penerima melakukan decoding, yaitu memberikan penafsiran interpretasi terhadap pesan yang disampaikan kepadanya.  Pemahaman (understanding) merupakan kunci untuk melakukan decoding dan  hanya terjadi dalam pikiran penerima.  Akhirnya penerimalah yang akan menentukan bagaimana memahami suatu pesan dan bagaimana pula memberikan respons terhadap pesan tersebut.
  2. Proses terakhir dalam proses komunikasi adalah feedback atau umpan balik yang memungkinkan sumber mempertimbangkan kembali pesan yang telah disampaikannya kepada penerima.  Respons atau umpan balik dari penerima terhadap pesan yang disampaikan sumber dapat berwujud kata-kata ataupun tindakan-tindakan tertentu.  Penerima bisa mengabaikan pesan tersebut ataupun menyimpannya.  Umpan balik inilah yang dapat dijadikan landasan untuk mengevaluasi efektivitas komunikasi.

Fungsi Komunikasi dalam Organisasi
Dalam suatu organisasi baik yang berorientasi komersial maupun sosial, komunikasi dalam organisasi atau lembaga tersebut akan melibatkan empat fungsi, yaitu:
1.  Fungsi informatif
Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi (information-processing system).  Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu. Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti informasi pada dasarnya dibutuhkan oleh semua orang yang mempunyai perbedaan kedudukan dalam suatu organisasi.  Orang-orang dalam tataran manajemen membutuhkan informasi untuk membuat suatu kebijakan organisasi ataupun guna mengatasi konflik yang terjadi di dalam organisasi.  Sedangkan karyawan (bawahan) membutuhkan informasi tentang jaminan keamanan, jaminan sosial dan kesehatan, izin cuti dan sebagainya.
2.  Fungsi Regulatif
Fungsi regulatif ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi.  Pada semua lembaga atau organisasi, ada dua hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulatif ini, yaitu:
  1. Atasan atau orang-orang yang berada dalam tataran manajemen yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan.  Disamping itu mereka juga mempunyai kewenangan untuk memberikan instruksi atau perintah, sehingga dalam struktur organisasi kemungkinan mereka ditempatkan pada lapis atas (position of authority) supaya perintah-perintahnya dilaksanakan sebagaimana semestinya.  Namun demikian, sikap bawahan untuk menjalankan perintah banyak bergantung pada:
    1. Keabsahan pimpinan dalam penyampaikan perintah.
    2. Kekuatan pimpinan dalam memberi sanksi.
    3. Kepercayaan bawahan terhadap atasan sebagai seorang pemimpin sekaligus sebagai pribadi.

    1. Tingkat kredibilitas pesan yang diterima bawahan.
5.  Berkaitan dengan pesan atau message.  Pesan-pesan regulatif pada dasarnya   berorientasi pada kerja.  Artinya, bawahan membutuhkan kepastian peraturan-peraturan tentang pekerjaan yang boleh dan tidak boleh untuk dilaksanakan.
3. Fungsi Persuasif
Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan.  Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah.  Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya.
4. Fungsi Integratif
Setiap organisasi berusaha menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat dilaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik.  Ada dua saluran komunikasi formal seperti penerbitan khusus dalam organisasi tersebut (newsletter, buletin) dan laporan kemajuan oraganisasi; juga saluran komunikasi informal seperti perbincangan antarpribadi selama masa istirahat kerja, pertandingan olahraga ataupun kegiatan darmawisata.  Pelaksanaan aktivitas ini akan menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi.

Memahami Komunikasi dalam Organisasi
Gaya komunikasi atau communication style akan memberikan pengetahuan kepada kita tentang bagaimana perilaku orang-orang dalam suatu organisasi ketika mereka melaksanakan tindak berbagi informasi dan gagasan.  Sementara pada pengaruh kekuasaan dalam organisasi, kita akan mengkaji jenis-jenis kekuasaan yang digunakan oleh orang-orang dalam tataran manajemen sewaktu mereka mencoba mempengaruhi kemampuan berkomunikasi dalam organsasi, kita akan diajak untuk memikirkan bagaimana mendefinisikan tujuan kita sehubungan dengan tugas dalam organisasi, bagaimana kita memilih orang yang tepat untuk diajak kerjasama dan bagaimana kita memilih saluran yang efektif untuk melaksanakan tugas tersebut.

Gaya Komunikasi.  
Gaya komunikasi (communication style) didefinisikan sebagai seperangkat perilaku antarpribadi yang terspesialisasi yang digunakan dalam suatu situasi tertentu (a specialized set of intexpersonal behaviors that are used in a given situation).
Masing-masing gaya komunikasi terdiri dari sekumpulan perilaku komunikasi yang dipakai untuk mendapatkan respon atau tanggapan tertentu dalam situasi yang tertentu pula.  Kesesuaian dari satu gaya komunikasi yang digunakan, bergantung pada maksud dari pengirim (sender) dan harapan dari penerima (receiver).








BAB II

Pesan yang disampaikan oleh pengirim kepada penerima dapat dikemas secara verbal dengan kata-kata atau nonverbal tanpa kata-kata. Komunikasi yang pesannya dikemas secara verbal disebut komunikasi verbal, sedangkan komunikasi yang pesannya dikemas secara nonverbal disebut komunikasi nonverbal. Jadi, komunikasi verbal adalah penyampaian makna dengan menggunakan kata-kata. Sedang komunikasi nonverbal tidak menggunakan kata-kata. Dalam komunikasi sehari-hari 35% berupa komunikasi verbal dan 65% berupa komunikasi nonverbal
A.     Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, entah lisan maupun tulisan. Komunikasi ini paling banyak dipakai dalam hubungan antar manusia. Melalui kata-kata, mereka mengungkapkan perasaan, emosi, pemikiran, gagasan, atau maksud mereka, menyampaikan fakta, data, dan informasi serta menjelaskannya, saling bertukar perasaan dan pemikiran, saling berdebat, dan bertengkar. Dalam komunikasi verbal itu bahasa memegang peranan penting.
Ada beberapa unsur penting dalam komunikasi verbal, yaitu:
1.      Bahasa
Pada dasarnya bahasa adalah suatu system lambang yang memungkinkan orang berbagi makna. Dalam komunikasi verbal, lambang bahasa yang dipergunakan adalah bahasa verbal entah lisan, tertulis pada kertas, ataupun elektronik. Bahasa suatu bangsa atau suku berasal dari interaksi dan hubungan antara warganya satu sama lain.
Bahasa memiliki banyak fungsi, namun sekurang-kurangnya ada tiga fungsi yang erat hubungannya dalam menciptakan komunikasi yang efektif. Ketiga fungsi itu adalah:
a.       Untuk mempelajari tentang dunia sekeliling kita;
b.      Untuk membina hubungan yang baik di antara sesama manusia
c.       Untuk menciptaakan ikatan-ikatan dalam kehidupan manusia.

Bagaimana mempelajari bahasa? Menurut para ahli, ada tiga teori yang membicarakan sehingga orang bisa memiliki kemampuan berbahasa.
Teori pertama disebut Operant Conditioning yang dikembangkan oleh seorang ahli psikologi behavioristik yang bernama B. F. Skinner (1957). Teori ini menekankan unsur rangsangan (stimulus) dan tanggapan (response) atau lebih dikenal dengan istilah S-R. teori ini menyatakan bahwa jika satu organism dirangsang oleh stimuli dari luar, orang cenderung akan member reaksi. Anak-anak mengetahui bahasa karena ia diajar oleh orang tuanya atau meniru apa yang diucapkan oleh orang lain.
Teori kedua ialah teori kognitif yang dikembangkan oleh Noam Chomsky. Menurutnya kemampuan berbahasa yang ada pada manusia adalah pembawaan biologis yang dibawa dari lahir.
Teori ketiga disebut Mediating theory atau teori penengah. Dikembangkan oleh Charles Osgood. Teori ini menekankan bahwa manusia dalam mengembangkan kemampuannya berbahasa, tidak saja bereaksi terhadap rangsangan (stimuli) yang diterima dari luar, tetapi juga dipengaruhi oleh proses internal yang terjadi dalam dirinya.

2.      Kata
Kata merupakan unti lambang terkecil dalam bahasa. Kata adalah lambing yang melambangkan atau mewakili sesuatu hal, entah orang, barang, kejadian, atau keadaan. Jadi, kata itu bukan orang, barang, kejadian, atau keadaan sendiri. Makna kata tidak ada pada pikiran orang. Tidak ada hubungan langsung antara kata dan hal. Yang berhubungan langsung hanyalah kata dan pikiran orang.
B.     Komunikasi Nonverbal
Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang pesannya dikemas dalam bentuk nonverbal, tanpa kata-kata. Dalam hidup nyata komunikasi nonverbal jauh lebih banyak dipakai daripada komuniasi verbal. Dalam berkomunikasi hampir secara otomatis komunikasi nonverbal ikut terpakai. Karena itu, komunikasi nonverbal bersifat tetap dan selalu ada. Komunikasi nonverbal lebih jujur mengungkapkan hal yang mau diungkapkan karena spontan.
Hal menarik dari komunikasi nonverbal ialah studi Albert Mahrabian (1971) yang menyimpulkan bahwa tingkat kepercayaan dari pembicaraan orang hanya 7% berasal dari bahasa verbal, 38% dari vocal suara, dan 55% dari ekspresi muka. Ia juga menambahkan bahwa jika terjadi pertentangan antara apa yang diucapkan seseorang dengan perbuatannya, orang lain cenderung mempercayai hal-hal yang bersifat nonverbal.
Oleh sebab itu, Mark knapp (1978) menyebut bahwa penggunaan kode nonverbal dalam berkomunikasi memiliki fungsi untuk:
a.       Meyakinkan apa yang diucapkannya (repetition)
b.      Menunjukkan perasaan dan emosi yang tidak bisa diutarakan dengan kata-kata (substitution)
c.       Menunjukkan jati diri sehingga orang lain bisa mengenalnya (identity)
d.      Menambah atau melengkapi ucapan-ucapan yang dirasakan belum sempurna.

C.      Perbedaan Antara Komunikasi Verbal dan Nonverbal
Ada perbedaan antara kedua sistem komunikasi. Pertama, komunikasi nonverbal yang dianggap lebih jujur​​. Jika perilaku verbal dan nonverbal yang tidak konsisten, kebanyakan orang percaya perilaku nonverbal. Ada sedikit bukti bahwa perilaku nonverbal sebenarnya lebih dapat dipercaya daripada komunikasi verbal, setelah semua, kita sering mengontrolnya cukup sadar. Meskipun demikian, hal itu dianggap lebih dapat dipercaya. (Anderson, 1999).
Tidak seperti komunikasi verbal, komunikasi nonverbal adalah multi disalurkan. komunikasi verbal biasanya terjadi dalam satu saluran, komunikasi verbal lisan yang diterima melalui pendengaran, dan komunikasi verbal tertulis dapat dilihat, dirasakan, didengar, berbau, dan mencicipi.
. Akhirnya, komunikasi verbal adalah diskrit, sedangkan komunikasi nonverbal terus menerus. Simbol verbal mulai dan berhenti, kami mulai berbicara pada satu saat dan berhenti berbicara saat yang lain. Sebaliknya, komunikasi nonverbal cenderung mengalir terus. Sebelum kita berbicara, ekspresi wajah dan postur mengungkapkan perasaan kita, saat kita bicara, gerakan tubuh kita dan mengkomunikasikan penampilan, dan setelah kita berbicara postur tubuh berubah, mungkin santai

D.     Fungsi Komunikasi Verbal dan Nonverbal
Meskipun komunikasi verbal dan nonverbal memiliki perbedaan-perbedaan, namun keduanya dibutuhkan untuk berlangsungnya tindak komunikasi yang efektif. Fungsi dari lambang-lambang verbal maupun nonverbal adalah untuk memproduksi makna yang komunikatif.
Secara historis, kode nonverbal sebagai suatu multi saluran akan mengubah pesan verbal melalui enam fungsi: pengulangan (repetition), berlawanan (contradiction), pengganti (substitution), pengaturan (regulation), penekanan (accentuation) dan pelengkap (complementation). Dalam tahun 1965, Paul Ekman menjelaskan bahwa pesan nonverbal akan mengulang atau meneguhkan pesan verbal. Misalnya dalam suatu lelang, kita mengacungkan satu jari untuk menunjukkan jumlah tawaran yang kita minta, sementara secara verbal kila mengatakan "satu'.
Pesan-pesan nonverbal juga berfungsi untuk mengkontradiksikan atau menegaskan pesan verbal seperti dalam sarkasme atau sindirian-sindiran tajam. Kadang-kadang, komunikasi nonverbal mengganti pesan verbal. Misalnya, kita tidak perlu secara verbal menyatakan kata "menang", namun cukup hanya mengacungkan dua jari kita membentuk huruf `V' (victory) yang bermakna kemenangan.
Fungsi lain dari komunikasi nonverbal adalah mengatur pesan verbal. Pesan-pesan nonverbal berfungsi untuk mengendalikan sebuah interaksi dalam suatu cara yang sesuai dan halus, seperti misalnya anggukan kepala selama percakapan berlangsung. Selain itu, komunikasi nonverbal juga memberi penekanan kepada pesan verbal, seperti mengacungkan kepalan tangan. Dan akhirnya fungsi komunikasi nonverbal adalah pelengkap pesan verbal dengan mengubah pesan verbal, seperti tersenyum untuk menunjukkan rasa bahagia kita. Pemikiran   yang   sama   juga   diungkapkan   oleh Samovar (Ilya Sunarwinadi, Komunikasi Antar Budaya), bahwa dalam suatu peristiwa komunikasi, perilaku nonverbal digunakan secara bersama-sama dengan Bahasa verbal:
a. Perilaku nonverbal memberi aksen atau penekanan pada pesan  verbal.Misalnya menyatakan terima kasih dengan tersenyum.
b. Perilaku nonverbal sebagai pengulangan dari bahasa verbal. Misalnya menyatakan arah tempat dengan menjelaskan "Perpustakaan Universitas Terbuka terletak di belakang gedung ini", kemudian mengulang pesan yang sama dengan menunjuk arahnya.
c. Tindak komunikasi nonverbal melengkapi pernyataan verbal, misalnya mengatakan maaf pada teman karena tidak dapat meminjamkan uang; dan agar lebih percaya, pernyataan itu ditambah lagi dengan ekspresi muka sungguh-sungguh atau memperlihatkan saku atau dompet yang kosong.
d. Perilaku nonverbal sebagai pengganti dari komunikasi verbal. misalnya menyatakan rasa haru tidak dengan kata-kata, melainkan dengan mata yang berlinang-linang.

Dalam perkembangannya sekarang ini, fungsi komunikasi nonverbal dipandang sebagai pesan-pesan yang holistik, lebih dari pada sebagai sebuah fungsi pemrosesan informasi yang sederhana. Fungsi-fungsi holistik mencakup identifikasi, pembentukan dan manajemen kesan, muslihat, emosi dan struktur percakapan. Karenanya, komunikasi nonverbal terutama berfungsi mengendalikan (controlling), dalam arti kita berusaha supaya orang lain dapat melakukan apa yang kita perintahkan. Hickson dan Stacks menegaskan bahwa fungsi-fungsi holistik tersebut dapat diturunkan dalam 8 fungsi, yaitu pengendalian terhadap percakapan, kontrol terhadap perilaku orang lain, ketertarikan atau kesenangan, penolakan atau ketidaksenangan, peragaan informasi kognitif, peragaan informasi afektif, penipuan diri (self-deception) dan muslihat terhadap orang lain.
Komunikasi nonverbal digunakan untuk memastikan bahwa makna yang sebenarnya dari pesan-pesan verbal dapat dimengerti atau bahkan tidak dapat dipahami. Keduanya, komunikasi verbal dan nonverbal, kurang dapat beroperasi secara terpisah, satu sama lain saling membutuhkan guna mencapai komunikasi yang efektif.







BAB III
KOMUNIKASI LISAN

A. Prinsip Komunikasi Lisan
    Suara adalah getaran udara ketika melewati pita suara. Bunyi adalah getaran udara yang timbul akibat sentuhan atau pergeseran dua benda atau lebih.
    Nada adalah tinggi rendahnya suara. Nada dasar adalah nada yang digunakan sebagai dasar / basis bagi seseorang yang akan diproyeksikan suaranya.
1. Suara dari bunyi huruf hidup (vokal/vowel), yaitu a, i, u, e, o
2. Suara dari bunyi huruf mati (konsonan/consonant) yaitu bunyi c=Ce, d=de, g=Ge, j=je, b=be, dsb.
    kondisi fisik seseorang akan sangat menentukan daya tahannya dalam mengeluarkan suarat kekurangan produk suara seseorang, dikenal dengan cacat vokal, dapat berupa :
a. serak (parau)
b. bindeng (sulit membuat bunyi nasal)
c. gagap (berbicara tersendat-sendat)
d. cadel (sulit membunyikan huruf konsonan)
petunjuk bagi orang yang memiliki cacat vokal :
1. suara melengking (terlalu tinggi) dapat di perbaiki dengan latihan bicara pada nada rendah
2. suara berat (bas) dianjurkan berbicara nada agak lebih tinggi.

B. Pengertian Dan Macam-Macam Prinsip Berbicara

   1. Pengertian
    prinsip berbicara adalah suatu asas yang perlu dipahami agar dapat berbicara dengan menarik dan jelas sehingga mencapai tujuan.
2. Macam-macam prinsip berbicara
a. Prinsip motivasi
    motivasi adalah dorongan untuk membangkitkan manat terhadap seseorang atau para pendengar.


Cara berbicara evektif dalam prinsip motivasi :
*memberi motivasi atas kebutuhan pendengar
*memberi semangat kepada pendengar
*memberi dorongan ingin tahu
b. Prinsip Perhatian
    perhatian adalah pusat pikiran pada suatu masalah
c. Prinsip Keindraan
    dalam prinsip ini akan mudah di tangkap karena penyajian masalah dilengkapi dengan media komunikasi/peraga, misalnya :
*
slide
*
film
*
Overhead Projector (OHP)
d. Prinsip Pengertian
    cara yang terbaik dalam penyampaian prinsip pengertian adalah :
* uraikan sistematika yang akan dibahas, kemudian baru dibahas perpokok bahasan setelah selesai diutarakan ringkasannya, terakhir, simpulkan keseluruhan secara singkat.
*uraian pembicaraan sistematis dan logis
*memberikan ungkapan-ungkapan yang konkrit

1. Persiapan
a. pengetahuan
c. Persiapan
Penyajian Komunikasi Lisan
    seorang pembicara, hendaknya mempersiapkan dan memahami benar materi yang disampaikan
b. sistematika penyajian
    bahan yang disampaikan hendaknya disusun secara sistematis agar tidak menyimpang dari pokok pembicaraan


c. menyediakan alat bantu (media komunikasi)
    alat bantu yang perlu dipersiapkan adalah :
    *alat-alat tiruan/yang menyerupai benda aslinya
    *bagan/skema/gambar-gambar
d. tempat
    dalam menyampaikan informasi bahan yang disampaikan harus dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan / tempat.
2. Penyajian
a. pendahuluan
b. isi pembicaraan
c. penutup pembicaraan

d. Teknik
Berbicara yang Efektif
1. Teknik Pembukaan Pembicaraan
a. Teknik menggunakan data
    teknik memulai suatu pembicaraan hendaknya berdasarkan data yang konkrit (nyata) atau jelas sumber datanya
b. Teknik anekdot
    teknik ini adalah membuka pembicaraan dengan menggunakan kata-kata yang lucu sehingga dapat membangkitkan gairah hadirin untuk mendengarkannya
c. Teknik mengajukan pertanyaan
    memulai suatu pembicaraan dapat juga dilakukan dengan teknik mengajukan pertanyaan agar dapat membangkitkan minat pendengar
d. Teknik mengemukakan kejadian yang aneh
    teknik ini hampir sama dengan teknik anekdot
e. Teknik memulai dengan menyatakan keistimewaan tempat atau keistimewaan suatu kejadian



2. Teknik pola penyajian
a. Pola waktu (time order), maksudnya suatu pembicaraan menggunakan urutan waktu.
b. Pola tempat, maksudnya adalah suatu penyajian yang urutannya menggunakan aturan tempat
c. Pola topik (topic order), maksudnya adalah dalam penyajian suatu topik, kemukakan dahulu pendahuluannya, selanjutnya baru mengemukakan bagian-bagian isinya
3.Gaya berbicara
    gaya berbicara adalah cara penampilan diri dalam berbicara. Hal-hal yang perlu di perhatikan adalah :
a. pakaian
b. sikap badan dan cara berdiri
c. pandangan mata pembicara
d. sikap jiwa pembicara
e. air muka dan tangan
f. suara
g. tulisan










BAB IV
KOMUNIKASI BISNIS ANTAR PRIBADI
2.1 Pengertian Komunikasi Antarpribadi
Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi yang dilakukan antara seseorang dengan orang lain dalam suatu masyarakat maupun organisasi (bisnis dan nonbisnis), dengan menggunakan media komunikasi tertentu dan bahasa yang mudah dipahami (informal) untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Berdasarkan pengertian tersebut, paling tidak ada empat hal penting yang perluh diperhatikan, antara lain:
a.       Komuikasi dilakukan oleh dua orang atau lebih.
b.      Menggunakan media tertentu, misalnya telepon, teleon seluler, atau bertatap muka (face-to-face).
c.       Bahasa yang digunakan bersifat informal (tidak baku), dapat menggunakan bahasa daerah, bahasa pergaulan, atau bahasa campuran.
d.      Tujuan yang ingin dicapai dapat bersifat personal (pribadi) bila komunikasi terjadi dalam suatu masyarakat, dan untuk pelaksanaan tugas pekerjaan bila komunikasi terjadi dalam suatu organisasi.
Di dalam suatu masyarakat, komunikasi antarpribadi merupakan bentuk komunikasi antara seseorang dengan orang lain dalam suatu masyarakat untuk mencpai tujuan tertentu yang bersifat pribadi. Sedangkan dalam suatu organisasi (bisnis dan nonbisnis), komunikasi antarpribadi atau antarindividu merupakan komunikasi yang terjadi antara manajer dengan karyawan atau antara karyawan yang satu dengan karyawan yang lain dengan menggunakan media tertentu untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang bersifat pribadi.
Dalam suatu organisasi, pola komunikasi yang terbangun dalam komunikasi antarpribadi lebih bersifat informal atau tidak formal. Oleh karena komunikasi antarpribadi ini bersifat informal, maka bahasa yang digunakan dalam penyampaian pesan juga tidak bersifat formal. Yang terpenting dalam hal ini adalah bagaimana penerima pesan tersebut dapat memahami pesan yang disampaikan dengan baik. Substansi pesan-pesan yang disampaikan dalam komunikasi antarpribadi tentu saja sangatlah beragam atau bervariasi sesuai dengan tujuan masing-masing individu itu sendiri, mulai dari masalah keluarga hingga masalah pekerjaan. Dengan kata lain, topik pembicaraan dalam komunikasi antarpribadi sangatlah kompleks.
2.2 Tujuan Komunikasi Antarpribadi
Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam komunikasi antarpribadi, antara lain:
1.      Menyampaikan Informasi
Ketika berkomunikasi dengan orang lain, tentu saja seseorang memiliki berbagai macam tujuan dan harapan. Salah satu di antaranya adalah untuk menyampaikan informasi kepada orang lain, agar orang tersebut mengetahui sesuatu.
2.      Berbagi Pengalaman
Selain menyampaikan informasi, komunikasi antarpribadi juga memiliki tujuan untuk saling membagi pengalaman pribadi kepada orang lain mengenai hal-hal yang menyenangkan maupun hal-hal yang menyedihkan/menyusahkan. Saling berbagi rasa ini pada umumnya tidak disampaikan kepada setiap orang, tetapi hanya kepada seseorang yang dapat dipercaya atau teman dekatnya saja.
3.      Menumbuhkan Simpati
Simpati adalah suatu sikap positif yang ditunjukkan oleh seseorang yang muncul dari lubuk hati yang paling dalam untuk ikut merasakan bagaimana beban derita, musibah, kesedihan dan kepiluhan yang sedang dirasakan oleh orang lain. Komunikasi dapat juga digunakan untuk menumbuhkan rasa simpati seseorang kepada orang lain. Berbagai cara untuk menumbuhkan rasa simpati seseorang kepada orang lain antara lain dapat dilakukan dalam bentuk dukungan moril, bantuan dana, obat-obatan, aneka barang kebutuhan pokok, perlengkapan rumah, perlengkapan penerangan, bahan bangunan,  dan menjadi sukarelawan.
4.      Melakukan Kerja Sama
Tujuan komunikasi antarpribadi yang lainnya adalah utnuk melakukan kerja sama antara seseorang dengan orang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu atau untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.
5.      Menceritakan Kekecewaan atau Kekesalan
Komunikasi antarpribadi juga dapat digunakan seseorang untuk menceritakan rasa kecewa atau kekesalan kepada orang lain. Pengungkapan segala bentuk kekecewaan atau kekesalan secara tepat secara tidak langsung akan dapat mengurangi beban pikiran.
6.      Menumbuhkan Motivasi
Melalui komunikasi antarpribadi, seseorang dapat memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu yang baik dan positif. Motivasi adalah dorongan kuat dari dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu. Pada dasarnya, seseorang cenderung untuk melakukan sesuatu karena dimotivasi orang lain dengan berbagai cara, seperti pemberian insentif yang bersifat finansial maupun nonfinansial, seperti pemberian pengakuan atas prestasi kerjanya, dan memberikan penghargaan kepada orang lain.
2.3 Gaya Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan pada dasarnya merupakan suatu cara bagaimana seorang pemimpin mempengaruhi, mengarahkan, memotivasi, dan mengendalikan bawahannya dengan cara tertentu, sehinga bawahan dapat menyelesaikan tugas pekerjaanya secara efektif dan efisien.
Dalam dunia bisnis, penerapan gaya kepemimpinan (leadership style) seseorang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku bawahannya (para karyawan/pegawai) dalam melakukan pekerjaan mereka.
1.      Teori X dan Y
Salah satu model perilaku kepeimpinan adalah Teoeri X dan Y yang dikemukakan oleh Douglas McGregor. Teori X dan Y didasarkan pada berbagai asumsi tentang para karyawan atau pegawai dan bagaimana memotivasi mereka. Berbagai asumsi yang mendasari teori X dan Y adalah:
¨      Teori X
a.       Karyawan cenderung tidak suka (malas) bekerja, kalau mungkin menghindarinya.
b.      Karyawan selalu ingin diarahkan.
c.       Manajer harus selalu mengawasi kerja.
¨      Teori Y
a.       Karyawan suka bekerja.
b.      Karyawan yang memeiliki komitmen pada tujuan organisasi akan dapat mengarahkan dan mengendalikan dirinya sendiri.
c.       Karyawan belajar untuk menerima dan bahkan mencari tanggung jawab pada saat bekerja.
Asumsi yang dikembangkan dalam teori X pada dasarnya cenderung negatif dan gaya kepemimpinan yang diterapkan dalam suatu organisasi adalah gaya kepemimpina petunjuk (directive leadership style). Gaya kepemimpinan petunjuk sangatlah tepat diterapakan manakala karyawan yang menjadi bawahannya tersebut cenderung pasif, malas bekerja, tidak kreatif, dan tidak inovfatif . Oleh karena itu, peran pengarahan yang dilakukan oleh manajer suatu organisasi menjadi sangatlah dominan dan  penting bagi kemajuan organisasinya tersebut. Tanpa arahan yang jelas dan baik, kinerja karyawan akan buruk, tugas-tugas pekerjaan yang dibebankan tidak dapat diseleaikan tepat waktu, atau kwalitas penyelesaian pekerjaannya rendah.
Dalam hal ini, komunikasi yang dikembangkan antara manajer dengan para karyawan cenderung menjadi komunikasi satu arah yaitu komunikasi dari manajer ke bawahannya (top-down communications). Sumber komunikasi lebih didominasi oleh manajer, sehingga bawahan cenderung  hanya mengiyakan, tidak punya inisiatif, dan tinggal melaksanakan saja tanpa memahami apa maksud dan tujuan atau latar belakang pelaksanaan tugas tersebut.
Sementara itu ansumsi yang dikembangkan dalam teori Y pada dasranya cenderung positif dan gaya kepemimpinanan yang diterapkannya adalah gaya kepemimpinan partisipatif (participative leadership style). Dalam teori Y diasumsikan bahwa karyawan cenderung berperilaku positif. Karyawan  pada dasarnya memiliki semangat kerja yang tinggi, tidak malas bekerja, ingin kerja mandiri, dan memiliki komitmen yang tinggi dalam mencapai tujuan suatu organisasi.  Di samping itu, karyawan juga memiliki kecenderungan untuk memiliki rasa tanggung jawb yang tinggi terhadap setiap pekerjaan yang mereka kerjakan. Oleh karena itu, gaya kepemimpinan yang di terapakan dalam situasi tersebut adalah gaya kepemimpinan partisipatif dimana para karyawan dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan dalam gaya partispatif tersebut, komunikasi yang dikembangkan antara manajer dan bawahan adalah komunikasi dua arah. Manajer juga memberikan kesempatan kepada bawahan untuk menyampaikan ide atau gagasannya (masukan), yang sangat berharga bagi pengembangan suatu organisai. Ringkasnya dalam teori X Dan Y, Douglas McGregor berusaha mengungkapkan bagaimana perilaku karyawan dalam bekerja dan sekaligus bagaimana  komunikasi antar pribadi (manajer dan bawahan) tersebut dikembangkan dalam lingkungan kerjanya.
2.    Empat Gaya Kepemimpinan
Menurut Ludlow dan Panton, terdapat empat gaya kepemimpinan (leadership style) yang dapat diterapkan dalam situasi dan kondisi yang juga berbeda, antara lain:
a.      Pengarahan
Gaya kepemimpinan pengarahan (directing) tepat digunakan pada situasi dan kondisi di mana para karyawan belum memiliki pengalaman yang cukup dalam menjalankan suatu tugas tertentu. Di samping itu, tugas pekerjaan yang harus diselesaikan juga cenderung kompleks dan rumit. Oleh karena itu, seorang manajer harus mampu menjelaskan sejelas mungkin dan rinci tentang apa yang harus dikerjakan, bagaimana cara mengerjakan, dan kapan pekerjaan itu harus dapat diselesaikan.
b.      Pembekalan
Gaya kepemimpinan pembekalan (coaching) tepat digunakan pada situasi dan kondisi di mana para karyawan telah mengalami pengalaman yang cukup dalam menyelesaikan pekerjaan. Di samping itu, para karyawan memiliki motivasi yang cukup tinggi dalam menyelesaikan setiap pekerjaannya. Dalam hal ini, seorang manajer perluh juga memberikan penjelasan seperluhnya terhadap tugas dan pekerjaan yang belum dipahami dengan baik oleh para karyawan.
c.       Dukungan
Gaya kepemimpinan dukungan (supporting) tepat digunakan pada situasi dan kondisi di mana para karyawan telah mengenal teknik-teknik yang dituntut dan telah mengembangkan hubungan yang baik dengan seorang manajer. Dalam hal ini, seorang manajer lebih banyak terlibat dalam berbagai keputusan kerja dan memperoleh berbagai masukan atau saran-saran dari para karyawan yang sangat berharga bagi peningkatan prestasi kerja.
d.      Pendelegasian
Gaya kepemimpinan pendelegasian (delegating) tepat digunakan pada situasi dan kondisi di mana para karyawan telah memahami dengan baik tugas-tugas pekerjaan yang harus diselesaikan, sehingga mereka layak menerima pendelegasian tugas dari seorang manajer. Meskipun telah mendelegasikan sebagian tugas pekerjaannya, seorang manajer juga harus tetap melakukan pemantauan (monitoring) atas kinerja para karyawannya, untuk memastikan bahwa mereka tetap berada pada jalur sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
3. Gaya Kepemimpinan Situasional
Di dalam praktiknya, gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh seorang manajer suatu organisasi (bisnis dan nonbisnis) dapat saja berubah seiring dengan perubahan dinamika yang berkembang dalam diri para karyawan. Sebagaiman diketahui, para karyawan termasuk salah satu komponen dalam lingkungan organisasi yang dinamis dan bukan statis. Para karyawan yang pada awalnya tidak memiliki kemampuan kerja apa-apa masih memerluhkan bimbingan kerja, tetapi karena ketekunan dan keuletan mereka bekerja, pada suatu saat tertentu mereka telah memiliki kemampuan yang baik tentang bagaimana menyelesaikan tugas dan pekerjaannya dengan baik. Oleh karena itu, gaya kepemimpinan yang telah dipilih dalam suatu situasi dan kondisi tertentu barangkali dapat diterapkan pada saat itu, tetapi jika situasi dan kondisi yang telah berubah, gaya kepemimpinan yang diterapkan juga dapat berubah. Gaya kepemimpinan seperti ini adalah gaya kepemimpinan situasional (situasional leadership), sebagaimana yang dikemukan oleh Harsey dan Blanchard. Ada tiga kemampuan/keterampilan penting yang perluh diperhatikan dalam menerapkan kepemimpinan situasional tersebut, antara lain:
a.      Keterampilan Analitis
Keterampilan analitis (analitycal skills) merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang manajer dalam melakukan evaluasi atau penilaian kinerja bawahan (karyawan) dalam melaksanakan pekerjaan mereka. Seorang manajer harus dapat mengevaluasi apakah kinerja bawahan semakin baik atau semakin buruk dibandingkan dengan kinerja sebelumnya. Kalau kinerja karyawan cenderung menurun, maka seorang manajer juga harus mampu memberikan dorongan atau motivasi yang tepat agar mereka dapat melaksanakan tugas dengan baik.
b.      Keterampilan Fleksibilitas
Keterampilan fleksibilitas (flexibility skills) merupakan keterampilan yang harus dimiliki seorang manajer dalam menerapkan gaya kepemimpinan dalam situasi dan kondisi yang tepat berdasarkan hasil analisis tepat pula. Dalam situasi dan kondisi yang berbeda, maka gaya kepemimpinan yang dapat diterapkan dapat berbeda.
c.       Keterampilan Komunikasi
Keterampilan komunikasi (communication skills) merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang manajer untuk menyampaikan ide atau gagasannya kepada bawahan, termasuk bagaimana ia harus menjelaskan perubahan gaya kepemimpinannya kepada bawahannya. Yang terpenting adalah bagaimana mengomunikasikan ide atau gagasan tersebut dengan jelas dan mudah dipahami dengan baik oleh karyawan, sehingga dapat dihindarkan kesalahpahaman dalam berkomunikasi.


4. Kepemimpinan Inti
Menurut Hellriegel dan Slocum, seorang manajer yang dinamis harus dimiliki lima kemampuan yang dikenal sebagai keahlian kepemimpinan inti yaitu sebagai berikut:
a.      Pemberdayaan
Pemberdayaan pada dasarnya merupakan kemampuan seoran manajer untuk berbagi pengaruh dan kendali (control) dengan para karyawannya. Dalam hal ini seorang manajer dapat memberdayakan para karyawannya untuk terlibat secara langsung dalam suatu proses pengambilan keputusan bagi pencapaian tujuan suatu organisasi.
b.      Intuisi
Dalam dunia bisnis praktis, sering kali para pelaku bisnis menggunakan intuisi yang dimilikinya bagi pengambilan suatu keputusan strategis. Menurut Griffin (2002), intuisi adalah keyakinan bawaan dalam diri seorang mengenai sesuatu tanpa pertimbangan sadar. Manajer kadang-kadang memutuskan sesuatu hanya karena “rasanya benar” atau karena firasat. Namun kemapuan ini tidaklah datang begitu saja. Kemampuan ini lebih didasarkan pada pengalaman dan praktik selama bertahun-tahun dalam membuat keputusan di dalam situasi serupa. Firasat kadang-kadang dapat membantu manajer membuat keputusan tanpa melalui urutan langkah yang rasional. Hasilnya adalah kempuan untuk memahami situasi secara tepat dan mengantisipasi terjadinya perubahan, keberanian mengambil risiko, dan sekaligus bagaimana membangun kepercayaan kepada orang lain. Ia harus mampu bergerak cepat dalam memberikan pelayanan yang baru, bagaimana menemukan keunggulan bersaing, dan bagaimana mengeksplorasi kekuatan yang dimilikinya. Tentu saja, semua manajer, terutama yang belum berpengalaman, seharusnya berhati-hati untuk tidak bergantung terlalu banyak pada intuisi. Jika rasionalitas dan logika terus dikalahkan dengan “apa yang teras benar”, besar kemungkinan akan terjadi bencana pada suatu hari.
c.       Pemahaman Diri
Pemahaman diri sendiri pada dasarnya merupakan kemampuan untuk mengenal diri sendiri, baik kekuatan maupun kelemahannya. Seorang manajer harus mampu menilai apa saja kekuatan yang dimilikinya dan juga kelemahan yang ada pada dirinya. Kemampuan memahami diri yang baik akan membantunya dalam mengembangkan diri di masa depan. Kekuatan yang ada pada diri seseorang dapat senantiasa dikembangkan, sementara kelemahan yang ada pada diri sendiri secara bertahap dapat diatasi dengan cara belajar dan berlatih.
d.      Visi
Secara umum, visi merupakan kemampuan untuk berimajinasi pada situasi yang berbeda dan situasi yang lebih baik dengan cara bagaimana mencapainya.
e.       Kesesuasian Nilai
Kesesuaian nilai (value congruence) merupakan kemampuan untuk memahami dan memadukan prinsip-prinsip organisasi dengan nilai-nilai karyawan. Ketidaksesuaian antara keduannya akan berdampak pada terganggunya kelancaran kegiatan operasional suatu organisasi perusahaan. Kegiatan pemogokan, unjuk rasa (demo) yang dilakukan oleh para karyawan suatu organisasi perusahaan terjadi karena perbedaan antara nilai-nilai yang dikembangkan oleh manajer organisasi perusahaan dengan para karyawan. Permasalahan dapat diselesaikan dengan baik ketika ada negosiasi diantara keduanya.


2.4 Kebutuhan Manusia
Setiap orang tentu saja memiliki berbagai macam kebutuhan hidup dan kehidupan yang berbeda, mulai dari keburuhan dasar manusia hingga kebutuhan yang tergolong kebutuhan yang mewah. Oleh karena itu, muncullah berbagai macam teori yang mencoba mengupas secara tuntas fenomena tentang aneka kebutuhan hidup manusia tersebut.
1.      Teori Hierarki Kebutuhan
Abraham Maslowyang terkenal dengan Teori Hierarki/Jenjang Kebutuhan (Hierarchy of Needs Theory) menyatakan bahwa, manusia pada dasarnya memiliki lima kebutuhan yang bertingkat-tingkat mulai dari kebutuhan yang paling dasar (asasi) sampai pada kebutuhan aktualisasi diri. Menurut teori ini, untuk menuju pada jenjang kebutuhan yang lebih tinggi seseorang harus dapat memenuhi kebutuhan yang ada di tingkat bawahnya. Teori Hierarki Kebutuhan yang dikemukakan oleh A. Maslow secara lengkap adalah sebagai berikut:
a.      Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan tingkat pertama dan utamabagi mempertahankan hidup dan kehidupan manusia (survival). Kebutuhan ini merurupakan kebutuhan hidup manusia yang paling dasar, dan setiap manusia memerluhkannya tanpa kecuali. Oleh karenanya, kebutuhan fisiologis harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan kebutuhan lainnya dipenuhi.
b.      Kebutuhan Keamanan
Setelah kebuthan dasar manusia dapat dipenuhi, maka manusia berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi yaitu kebutuhan rasa aman dan nyaman, selamat dari segala macam marabahaya yang akan menimpa manusia. Kebutuhan ini sangat diperluhkan, karena tanpa adanya rasa aman dari berbagai gangguan yang ada, manusia akan sulit melakukan berbagai kegiatan hidupnya.
c.       Kebutuhan Sosial
Jenjang ketiga dalam teori AbrahamMaslow adalah kebutuhan sosial. Pada dasarnya, kebutuhan sosial berkaitan dengan kegiatan kemasyarakatan, bagaimana seorang berinteraksi dengan orang lain di dalam suatu kehidupan bermasyarakat. Manusia adalah makhluk sosial yang selalu berhubungan dengan orang lain. Di manapun kita berada, baik di kota maupun di desa, hidup dalam kebersamaan, kegotongroyongan, saling membantu antara yang satu dengan yang lain merupakan kebutuhan yang harus diperhatikan.
d.      Kebutuhan Status
Selain pemenuhan akan kebutuhan dasar, manusia juga ingin memenuhi kebutuhan akan status dirinya. Kebutuhan manusia akan status berkaitan dengan pengakuan, penghargaan, kedudukan dan tingkatan sosial di masyarakat. Manusia ingin diakui, dihargai, dan dinilai segala kegiatannya di dalam bermasyarakat.
e.       Kebutuhab Aktualisasi Diri
Kebtuhan aktualisasi diri merupakan tingkatan kebutuhan yang teringgi menurut Abraham Maslow. Dalam hal ini yang ditekankan adalah bagaimana seorang mampu mengaktualisasikan dirinya dalam berbagai kegiatan yang mampu menumbuhkan suatu kreativitas, inovasi-inovasi baru, maupun mampu menunjukan sikap kearifan dan kebijaksanaan dalam mengambil suatu keputusan-keputusan penting dalam suatu organisasi.
2.      Teori Dua-Faktor
Teori Dua Faktor yang dikemukan oleh Herzberg pada dasarnya merupakan pengembangan dari Teori Kebutuhan Berjenjang dari Abraham Maslow. Menurut Teori Dua-Faktor Herzberg, dalam menunaikan tugas/pekerjaannya, karyawan sangat dipengaruhi oleh dua faktor penting, yaitu faktor dissatisfiers/hygiene dan faktor motivator. Faktor ketidakpuasan atau faktor kesehatan merupakan faktor yang mempertahankan/menjaga tingkat motivasi kerja karyawan jika faktor tersebut diberikan secara tepat. Sementara itu, faktor pendorong merupakan faktor penting yang mampu memberikan dorongan atau motivasi kerja bagi para karyawannya. Secara lebih rinci, beberapa komponen pentingdalam Teori Dua-Faktor tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut.
Faktor Hygiene
(Sumber Ketidakpuasan Kerja)
Faktor Motivator
(Sumber Kepuasan Kerja)
ü  Kondisi kerja
ü  Kebijakan perusahaan
ü  Supervisi
ü  Gaji
ü  Hubungan dengan rekan kerja
ü  Status
ü  Keamanan kerja
ü  Kehidupan pribadi
ü  Pekerjaan itu sendiri
ü  Tanggung jawab
ü  Pengakuan
ü  Prestasi
ü  Promosi
ü  Pertumbuhan
ü  Pengembanga

2.5  Mendengarkan Sebagai Keahlian Antarpribadi
Dalam komunikasi antarpribadi, kegiatan mendengarkan (menyimak) suatu percakapan dengan orang lain merupakan bagian penting dalam memahami suatu pesan yang disampaikan oleh orang lain. Dalam hal ini, istilah mendengarkan bukanlah kegiatan yang statis tetapi dinamis, yaitu merupakan kegiatan mendengar secara aktif percakapan dengan orang lain yang dituntut adanya konsentrasi secar penuh dan tidak terpengaruh oleh faktor-faktor pennganggu dalam suatu percakapan tersebut.
Secara sederhana, berikut ini dapat disampaikan bagaimana mendengar dengan aktif yang disajikan dalam sebuah bagan.
Bagan di atas menggambarkan bagaimana mendengar dengan aktif melalui pikiran, emosi, dan bahasa tubuh. Dengan pikiran, seorang dapat memilih kata-kata yang tepat untuk disampaikan kepada pihak lain, sehingga dapat  dipahami dengan baik dan benar. Dengan emosi, seseorang dapat mengungkapkan perasaannya (suka, duka, yakin atau ragu-ragu) dalam mengadakan hubungan komunikasi dengan orang lain. Dengan bahasa, seseorang dapat lebih meyakinkan apa yang telah disampaikan dengan kata-kata dan perasaannya, yang diungkapkan dalam bentuk tindakan tertentu yang dapat dipahami oleh orang lain.
Menurut Lehman, Himstreet, dan Baty, kebanyakan para manajer dalam setiap harinya menghabiskan waktu kerjanya untuk mendengarkan (listening) dan berbicara (speakinng) dengan para supervisor, karyawan, pelanggan, dan berbagai asosiasi bisnis. Mendengarkan menjadi begitu penting sebagaimana berbicara atau berpidato di hadapan audiens. Kebiasaan sebagai pendengar yang efektif akan menghasilkan beberapa hal yang posotif, antara lain:
a.       Pendengar tang baik akan disukai orang lain karena mereka dapat memuaskan kebutuhan dasar manusia untuk didengarkan.
b.      Kinerja/prestasi kerja karyawan meningkat ketika pesan yang diterima tersebut dapat dimengeti  dengan baik.
c.       Umpan balik (feedback) yang akurat dari bawahan (karyawan) akan berdampak positif pada prestasi kerjanya.
d.      Manajer dan karyawan akan terhindar dari munculnya kesalahpahaman dalam penyampaian suatu pesan.
e.       Pendengar yang baik akan dapat memisahkan mana yang fakta dan mana yang sekedar gosip.
f.       Pendengar yang baik memiliki kecenderungan membuka ide-ide baru dari pihak lain, sehingga hal ini mendorong berkembangnya kreativitas.
g.      Pendengar yang efektif juga akan dapat menghasilkan prestasi kerja yang baik dan peningkatan keputusan kerja.
h.      Kepuasan kerja meningkat karena mereka tahu apa yang terjadi, kapan mereka mendengar, dan kapan mereka berpartisipasi di dalamnya yang tumbuh dari komunikasi yang baik.
Mengingat betapa pentingnya kebiasaan mendengarkan yang baik, maka ada beberapa saran agar dalam mendengarkan berlangsung secara efektif, antara lain:
a.       Perhatikan dengan baik siapa yang bicara tersebut, mulai dari gerakannya, kontak mata, nada suaranya, dan ekspresi wajahnya. Perhatian Anda tersebut akan dapat membantu pemahaman terhadap apa yang dimaksudkan tersebut.
b.      Berikan umpan balik (feedback), seperti apakah mereka sudah mengerti atau belum, apakah ada pertanyaan, atau pernyataan setuju atau tidak setuju terhadap apa yang telah disampaikan tersebut.
c.       Mendengarkan membutuhkan waktu, oleh karena proses komunikasi yang dilakukan secara tetap maka sebagaimana seorang pengirim dan penerima pesan secara simultan.
d.      Gunakan pengetahauan Anda tentang orang yang berbicara tersebut untuk dapat menarik manfaat yang posotif bagi anda.



















BAB V
KOMUNIKASI BISNIS DALAM ORGANISASI

PENGERTIAN KOMUNIKASI
Istilah komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communis yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya.
Beberapa definisi komunikasi :
1. Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan (Roben.J.G).
2. Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain (Davis, 1981).
3. Komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain (Schram,W)
Komunikasi Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.
Tujuan komunikasi dalam proses organisasi tidak lain dalam rangka membentuk saling pengertian (mutual undestanding) . Pendek kata agar terjadi penyetaraan dalam kerangka referensi, maupun dalam pengalaman.
DASAR-DASAR KOMUNIKASI
Komunikasi mempunyai dasar-dasar sebagai berikut :
> Niat menyangkut :
Apa yang akan disampaikan
Siapa sasarannya
Apa yang akan dicapai
Kapan akan disampaikan
> Minat, ada dua factor yang mempengaruhi yaitu:
· Faktor obyektif : merupakan rangsang yang kita terima
· Faktor subyektif : merupakan faktor yang menyangkut diri si penerima stimulus
> Pandangan, merupakan makna dari informasi yang disampaikan pada sasaran, menafsirkan informasi yang diterima tergantung pada pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan kerangka pikir seseorang.
> Lekat merupakan informasi yang disimpan oleh si penerima.
> Libat merupakan keterlibatan panca indera sebanyak-banyaknya.
Unsur-unsur Komunikasi ada 5, yaitu :
1.Komunikator
2.Menyampaikan berita
3.Berita-berita yang disampaikan
4.Komunikasi
5.Tanggapan atau reaksi
Fungsi komunikasi dalam organisasi
- Proaksi dan regulasi
- Menentukan tujuan organisasi
- Menentukan area permasalahan
- Mengevakuasi performa
- Memberikan komando, instruksi, memimpin, dan mempengaruhi inovasi
- Mendapatkan informasi baru
- Cara mengkomunikasikan susuatu yang baru dalam sosialisasi dan perbaikan
- Harga diri anggota
3.   JENIS KOMUNIKASI ORGANISASI 
KOMUNIKASI INTERNAL
Adalah komunikasi yang terjadi dalam organisasi itu sendiri. Misalnya, Pertukaran gagasan di antara para administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan, dalam struktur lengkap yang khas disertai pertukaran gagasan secara horisontal dan vertikal di dalam perusahaan, sehingga pekerjaan berjalan [operasi dan manajemen].
Dua dimensi komunikasi internal :
1. KOMUNIKASI VERTIKAL
Komunikasi dari pimpinan ke staff, dan dari staf ke pimpinan dengan cara timbal balik [two way traffic communication].
” Downward Communication “ komunikasi atas ke bawah. Contoh pimpinan memberikan instruksi, petunjuk, informasi, penjelasan, perintah, pengumuman, rapat, majalah intern.
” Upward communication ”dari bawah ke atas. Contoh staf memberikan laporan, saran-saran, pengaduan, kritikan, kotak saran, dsb kepada pimpinan
KOMUNIKASI HORISONTAL
komunikasi mendatar, antara anggota staf dengan anggota staf. Berlangsung tidak formal, lain dengan komunikasi vertikal yang formal. Komunikasi terjadi tidak dalam suasana kerja ! employee relation dan sering timbul rumours, grapevine, gossip.
KOMUNIKASI DIAGONAL (CROSS COMMUNICATION)
Komunikasi antara pimpinan seksi/bagian dengan pegawai seksi/bagian lain.
KOMUNIKASI EKSTERNAL
Komunikasi antara pimpinan organisasi [perusahaan] dengan khalayak audience di luar organisasi.
BENTUK KOMUNIKASI ORGANISASI
Komunikasi sebagai proses memiliki bentuk :
1. Bentuk Komunikasi berdasarkan
a. Komunikasi langsung
Komunikasi langsung tanpa mengguanakan alat.
Komunikasi berbentuk kata-kata, gerakan-gerakan yang berarti khusus dan penggunaan isyarat,misalnya kita berbicara langsung kepada seseorang dihadapan kita.
A——–àß———–B
b. Komunikasi tidak langsung
Biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat gandakan jumlah penerima penerima pesan (sasaran) ataupun untuk menghadapi hambatan geografis, waktu misalnya menggunakan radio, buku, dll.
2. Bentuk komunikasi berdasarkan besarnya sasaran :
a. Komunikasi massa, yaitu komunikasi dengan sasarannya kelompok orang dalam jumlah yang besar, umumnya tidak dikenal.
Komunikasi masa yang baik harus :
Pesan disusun dengan jelas, tidak rumit dan tidak bertele-tele
Bahasa yang mudah dimengerti/dipahami
Bentuk gambar yang baik
Membentuk kelompok khusus, misalnya kelompok pendengar (radio)
b. Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang sasarannya sekelompok orang yang umumnya dapat dihitung dan dikenal dan merupakan komunikasi langsung dan timbal balik.
Perawat—– ® ¬ ——Pengunjung puskesmas
c. Komunikasi perorangan adalah komunikasi dengan tatap muka dapat juga melalui telepon.
Perawat—– ® ¬ ——Pasien
3. Bentuk komunikasi berdasarkan arah pesan :
1. Komunikasi satu arah
Pesan disampaikan oleh sumber kepada sasaran dan sasaran tidak dapat atau tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya, misalnya radio.
A ——————® B
b. Komunikasi timbal balik.
Pesan disampaikan kepada sasaran dan sasaran memberikan umpan balik. Biasanya komunikasi kelompok atau perorangan merupakan komunikasi timbal balik
1. Pengirim pesan (sender) dan isi pesan/materi
Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseorang dengan harapan dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya. Pesan adalah informasi yang akan disampaikan atau diekspresikan oleh pengirim pesan. Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas.
Materi pesan dapat berupa :
a. Informasi
b. Ajakan
c. Rencana kerja
d. Pertanyaan dan sebagainya
2. Simbol/ isyarat
Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat dipahami oleh orang lain. Biasanya seorang manajer menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata, gerakan anggota badan, (tangan, kepala, mata dan bagian muka lainnya). Tujuan penyampaian pesan adalah untuk mengajak, membujuk, mengubah sikap, perilaku atau menunjukkan arah tertentu.
3. Media/penghubung
Adalah alat untuk penyampaian pesan seperti ; TV, radio surat kabar, papan pengumuman, telepon dan lainnya. Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan yang akan disampaikan, jumlah penerima pesan, situasi dsb.
4. Mengartikan kode/isyarat
Setelah pesan diterima melalui indera (telinga, mata dan seterusnya) maka si penerima pesan harus dapat mengartikan simbul/kode dari pesan tersebut, sehingga dapat dimengerti /dipahaminya.
5. Penerima pesan
Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami pesan dari sipengirim meskipun dalam bentuk code/isyarat tanpa mengurangi arti pesan yang dimaksud oleh pengirim
6. Balikan (feedback)
Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting bagi manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung yang mengandung pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak Balikan yang diberikan oleh orang lain didapat dari pengamatan pemberi balikan terhadap perilaku maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan menggambarkan perilaku penerima pesan sebagai reaksi dari pesan yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.
7. Gangguan
Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi akan tetapi mempunyai pengaruh dalam proses komunikasi, karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu kita. Gangguan adalah hal yang merintangi atau menghambat komunikasi sehingga penerima salah menafsirkan pesan yang diterimanya.
5. KLASIFIKASI KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
1.Dari segi sifatnya :
a. Komunikasi Lisan
Komunikasi jenis ini tergolong kepada komunikasi aktif, dimana komunika dapat memberikan timbal balik secara langsung apabila terjadi ketidakpahaman.
b. Komunukasi Tertulis
Komunikasi secara tertulis memang memberikan suatu dampak dimana komunikan akan merasa kesulitan dalam memahami maksud dan tujan dari informasi itu, namun komunikasi ini mempunyai dampak yang lama. Dan apabila komunikan lupa dengan apa yang telah dipelajarai sebelumnya, maka ia dapat mengulangi membaca informasi tersebut. Komunikasi ini tergolong komunikasi tidak lagsung, artinya apabila komunikan tidak paham terhadap materi tertulis tersebut, maka komunikan tidak dapat memberikan suatu umpan balik secara langsung. namun dengan berkembangnya teknologi saat ini, maka meskipun komunikasi berjalan secara tidak langsung, namun unpan balik dapat diberikan secara cepat baik melalui telepon, e-mail, dll.
c. Komunikasi Verbal
d. Komunikasi Non Verbal
2. Menurut Keresmiannya :
a. Komunikasi Formal
b. Komunikasi Informal
Komunikasi Informal
Komunikasi Informal yang terjadi karena adanya komunikasi antara sesama karyawan dalam suatu organisasi.
Komunikasi informal (the grapevine) biasanya disebarluaskan melalui desas-desus atau kabar angin dari mulut ke mulut dari satu orang ke orang yang lainnya dalam suatu organisasi dimana kebenarannya tidak bisa dijamin karena kadang-kadang bertentangan dengan perusahaan.
Jadi agar komunikasi informal bisa bermanfaat maka seseorang pemimpin harus bisa memakai jalur ini untuk memperlancar berjalannya komunikasi formal perusahaan (komunikasi formal ini jangan sampai mengakibatkan timbulnya desas-desus yang meresahkan karyawan)
1. Komunikasi Verbal mencakup aspek-aspek berupa ;
a. Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting dalam berkomuni        kasi.
b. Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
c. Intonasi suara: akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
d. Humor: dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor adalah merupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
e. Singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.
f. Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang disampaikan.
2. Komunikasi Non Verbal
Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal memberikan arti pada komunikasi verbal.
Yang termasuk komunikasi non verbal :
a. Ekspresi wajah
Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang.
b. Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinterakasi atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan bukan sekedar mendengarkan. Melalui kontak mata juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang lainnya
c. Sentuhan adalah bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.
d. Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
e. Sound (Suara). Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu ungkapan perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi non verbal lainnya sampai desis atau suara dapat menjadi pesan yang sangat jelas.
f. Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas pembicaraan . Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari komunikasi seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan stress bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan stress.
HAMBATAN KOMUNIKASI
1. Hambatan dari Proses Komunikasi
a. Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.
b. Hambatan dalam penyandian/simbol
Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
 c. Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.
d.       Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima
e. Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima /mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
f.  Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.
2. Hambatan Fisik
Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan kesehatan (cacat tubuh misalnya orang yang tuna wicara), gangguan alat komunikasi dan sebagainya.
3. Hambatan Semantik.
Faktor pemahaman bahasa dan penggunaan istilah tertentu. Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima pesan. Misalnya : adanya perbedaan bahasa ( bahasa daerah, nasional, maupun internasional), adanya istilah – istilah yang hanya berlaku pada bidang-bidang tertentu saja, misalnya bidang bisnis, industri, kedokteran, dll.
4. Hambatan Psikologis
Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima pesan, sehingga menimbulkan emosi diatas pemikiran-pemikiran dari sipengirim maupun si penerima pesan yang hendak disampaikan.
5. Hambatan Manusiawi
Terjadi karena adanya faktor, emosi dan prasangka pribadi, persepsi,
kecakapan atau ketidakcakapan, kemampuan atau ketidakmampuan alat-alat
pancaindera seseorang, dll.
CARA MENGATASI HAMBATAN KOMUNIKASI
1. Gunakan umpan-balik
Beri kesempatan pada orang orang lain untuk menyampaikan ide atau gagasannya, sehingga tercipta dua iklim komunikasi dua arah.
2. Kenali si penerima berita
- bagaimana latar belakang pendidikannya,
- bagaimana pengetahuan tentang subyek pembicaraan,
- sejauh mana minat dan perasaanya
3. Rencanakan secara teliti, pertimbangkan baik-baik : apa, mengapa, siapa, bagaimana, kapan












BAB VI
PROSES PENULISAN PESAN-PESAN

A.    Pemahaman Proses Komposisi
            Proses komposisi (compocition process) penyusunan pesan bisnis dapat dianalaogikan dengan proses penciptaan lagu seperti yang dilakukan seorang composer. Dia harus merencanakan lagu apa yang akan dibuat dan menentukan bentuk arasemendan personil kelompok yang akan mengiringi lagu tersebut. Kemudian mereka harus melakukan latihan dan uji ulang atau revesi –revesi yang diperlukan, sehingga lagu yang diciptakan mempunayi mutu yang bagus, enak didengar, dan mudah dicerna oleh para penggemarnya. Demikian halnya dengan proses komposisi untuk pesan-pesan bisnis. Penyusunan pesan-pesan  bisnis meliputi 3 tahap, yaitu : 

1.    Perencanaan
            Dalam fase perencanaan (planning phase), dirancang hal-hal yang cukup memdasar,seperti maksud atau tujuan komunikasi, audiens yang akan menerima pesan, ide pokok / main idea pesan-pesan yang akan disampaikan, dan saluran atau media yang digunakan utnuk menyampaikan pesan. Disamping itu, intonasi juga perlu diatur, apakah melemah, mendatar, atau menninggi. Yang terpenting adalah menyiasati  situasi yang ada sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai.
2.    Pengorganisasi
            Setelah tahap perncanaan, tahpa berikunya adalah mengorganisasikan ide-idde selanjutnya dituangkan dalam bentuk draf. Proses ini dimujlai dengan merangkai kata-kata, kalimat, paragraf, dan memilih ilustrasi yang diperlukan untuk mendukung ide pokok bahasannya.
    Organisasi dan komposisi erat kaitannya dengan penyusunan atau pengaturan kata-kata, kalimat, dan paragraf yang sederhana, mudah dipahami, dimengerti, dan dilaksanakan oleh sipenerima pesan.
3.    Revisi
            Setelah ide-ide dituangkan dalam kata-kata, kalimat, paragraf, perhatikan apakah kata-kata, kallimat , paragraf, telah diekspreikan dengan benar. Seluruh amksud da nisi pesan harus di telaah kembali dari sisi substansi pesan yang ingin disampaikan maupun dari gaya penulisannya, struktur kalimat yang dugunakan, dan bagaiman tingkat pemahamnannya.
B.    Pentuan Tujuan
            Tahap pertama dalam merncanaan suatu pesan bisnis adalah memikirkan maksud da tujuan. Seorang komunikator tentunya ingin menjaga nama baik dihadapan audiens, sekaligus menghasilkan suatu yang baik bagi organisasinya.
Untuk dapat melakukan hal itu, pertama anda harus menentukan tujuan yang jelas dan dapat diukur, sesuai degan tujuan organisasi.
1.    Mengapa tujuan harus jelas
            Tujuan yang jelas akan membantu atau mengarhakan anda untuk mencapai tujuan yang dikehendaki. Penentuan tujuan yang jelas bagi suatu organisasi akan dapat membantu mengambil keputusan yang mencakup antara lain.
a)    Keputusan untuk meneruskan pesan
            Sebelum menyampaikan suatu pesan, tanyakan pada diri anda sendiri apakah pesan yang akan  disampaikan bener-bener diperlukan tidak. Jika pesn-pesan yag akan disampaikan diduga mempunyai pengaruh yang sangat kecil kepada audiens, sebaiknya pesan ditahan dulu.
b)    Keputusan untuk menanggapi audiens
            Untuk memutuskan cara terbaik menaggapi audiens, komunikator perlu mempertimbangkan motif-motif mereka. Mengapa mereka memperhatikan inti pesan yang akan disampaikan? Apakah mereka mengharapkan keuntungan ? apakah harapan mereka sesuai dengan harapan komunnikator ?
c)    Keputusan untuk memusatkan isi pesan
            Menetapakan tujuan yang jelas akan membantu memusatkan isi pesan komunnikator seharusnya hanya memasukan informasi yang penting, yang relevan dengan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.  Informasi yang tidak relevan harus disingkirkan atau di buang jauh-jauh. Bila isi pesan yang tidak penting dimasukan dalam pesan-pesan yang akan disampaikan, inti pesan akan kabur, dan waktu pun akan terbuang percuama.
d)    Keputusan untuk menetapkan media yang akan digunakan .
            Penentuan saluran atau media yang akan digunakan utnuk menyampaikan  suatu pesan, sangat tegantung pada tujuan yang dikehendaki. Media komunikasi yang akan digunakan dapat berupa lisan dan tulisan. Misalnya, seorang pimpinan kelompok kerja yang ingin mengumpulkan anggotanya, dapat menggunakan tulisan sebagai media komunnikasi
2.    Tujuan komunikasi bisnis
Secara umum, ada 3 tujuan komunikasi bisnis yaitu:
a)    Memberi informasi
Tujaun pertama dalam komunikasi dalam bisnis adalah memberikan informasi yang berkaitan dengan dunia bisnis kepada pihak lain. Sebagai contoh, seorang pimpinan perusahaan membutuhkan beberapa pegawai baru yang akan ditempatkan sebagai staf administrasi di kantor-kantor cabang yang ada.
Untuk memperoleh pegawai yang diharapkan, ia dapat memasang iklan lowongan kerja melalui media surat kabar, majalah, radio,dan internet. Masing-masing media komunikasi tersebut memiliki keunggulan dan sekaligus kelemahannya baik dilihat dari sisi jangka penerimaannya maupun biayanya.
b)    Melakukan persuasi
Tujuan kedua komunikasi bisnis adalah melakukan persuasi kepada pihak agar apa yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan benar. Hal ini sering dilakuikan, terutama yang berkaitan dengan negosiasi antara kedua belah pihak dalam bisnisnya. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam bernegosiasi, setiap pihak perlu memahami win-win solution. Artinya kedua belah pihak yang terlibat dalam negosiasi tersebut saling memperoleh manfaat tanpa merasa ada yang dikorbankan atau gagal.
c)    Melakukan kolaborasi
Tujuan ketiga dalam komunikasi bisnis adalah melakukan kolaborasi atau kerja sama bisnis antara seseorang dengan orang lain. Melalui jalinan komunikasi bisnis tersebut seorang dapat dengan mudah melakukan kerja sama bisnis, baik dengan perusahaan domestic maupun perusahaan asing
3.    Cara menguji tujuan
Penetuan tujuan yang baik tentunya harus mudah diaplikasikan dalam dunia nyata. Oleh perlu dilakuakan pengujian dengan empat pertanyaan berikut ini:
a)    Apakah tujaun tersebut realsitik ?
b)    Apakah waktunya tepat ?
c)    Apakah orang yang mengirimkan pesan sudah tepat?
d)    Apakah tujuannya selaras dengan tujuan organisasi perusahaan?
C.    Analisi audiens
Bila komunikasi telah memiliki maksud dan tujuan yang jelas, langkah berikunya adalah memperhatikan audiens yang akan dihadapi. Siapa mereka, dan bagaimana pemahaman, latar belakang usia, pendidikan, bagaimana minat mereka, dan apa yang mereka ingin ketahui?Jawaban terhadap pertanyaan tersebut merupakan informasi yang sangat berharga, yang akan mempengaruhi  cakupkan materi yang akan diberikan pada audiens dan cara mengatasi audiens.
1.    Cara mengembangkan profil audiens
Mengembangkan suatu profil audiens boleh dikatakan gampang-gampang susah. Gampang, jiak lawan komunikasi adalah seorang yang sudah dikenal dengan baik. Sehingga penentuan profil audiens tidak akan  menimbulkan kesulitan. Sulit, apabila lawan komunikasi kita belum kita kenal sehingga untuk menentukan profil akan  meninbulkan kesulitan.
Dalam kasus ini, komunikator perlu melakukan investigasi untuk mengantasipasi reaksi mereka.
a)    Menentukan ukuran dan komposisi audiens
b)    Siapa audiens
c)    Reaksi audiens
d)    tingkat pemahaman audiens
e)    hubungan komunikator dengan audiens
2.    cara memuaskan audiens akan kebutuhan informasi
kunci komunikasi yang efektif adalah dengan menetukan kebutuhan informasi audiens, dan selanjutnya berusaha memenuhi kebutuhan tersebut . ada lima tahap yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan audiens.
a)    Tentukan/ cari apa yang dibutuhkan audiens
b)    Antisipasi pertanyaan yang tidak diungkapkan
c)    Berikan semua informasi yang diperlukan
d)    Pastikan bahwa informasinya akurat
e)    Tentukan ide-ide yang paling menarik bagi audiens
3.    Cara memuaskan audiens dan kebutuhan informasi
Beberapa jenis pesan bertujuan untuk memotivasi aidiens untuk mau mengebah perilaku audiens. Akan tetapi, pemberian motivasi ini sering kali mengalami kendala dan hambatan. Hal ini disebabkan adanya kecenderungan dari audiens untuk tidak mau mengubah sesuatu yang ada dengan hal yang baru. Bagaimana mengatasi masalah kendala itu? Salah satu caranya adalah dengan cara mengatur pesan-pesan sedemikian rupa sehingga informasi yang diterima audiens dapat diterima dengan mudah.
D.    Penentuan ide pokok
Setelah menganalisis tujuan dan audiens, selanjutnya adalah menentukan cara untuk mencapai tujuan tersebut.  Setiap pesan-pesan bisnis akan bermuara pada satu tema pokok yaitu ide pokok.
Topic dan ide pokok merupakan hal yang berbeda. Topic adalah pesan yang lebih luas, sedangkan ide pokok adalah pernyataan tentang suatu topic, yang menjelaskan isi dan tujuan topic tersebut sehingga dapat diterima audiens. Sebelum untuk menentukan ide pokok, hal-hal yang penting harus diidentifikasi terlebih dahulu.
1.    Teknik curah pendapat
Beberapa curah pendapat yang dapat digunakana antara lain adalah
a)    Storyteller’s tour
b)    Random list
c)    CFR (Conclusions, Finding, Recommendations) Worksheet
d)    Journalistic Approach
e)    Questions  And Answer Chain
2.    Penbatasan cakupan
Secara umum, penyajian informasi rutin kepada audiens yang telah anda kenal hendaknya menggunakan kata-kata yang singkat. Cara ini juga dapat membangkitkan rasa hormat audiens kepada komunikator, sedangkan penyampaian pesan yang komplek dan kontroversial akam memakan waktu lebih lama, terutama jika audiens yang hadir atas orang yang skeptis atau orang yang tidak dikenal. Ide pokok dari pesan selebihnya disesuaikan dengan waktu yang tersedia sehingga poin-poin yang penting tidak terabaikan. Yang lebih penting adalah ide-ide pokok yang disampaikan haruslah mudah dimengerti dan diteriam audiens.
E.    Seleksi saluran dan media
Cara untuk menyampaikan ide-ide 2 tahap saluran yaitu:
1.    Komunikasi lisan
Salah satu kebaikan komunikasi lisan adalah kemampuan untuk memberikan umpan balik dengan segera. Saluraun ini digunakan bila pesan sederhana, tidak diperlukan catatan permanen, dan audiens dapat dibuat nyaman. Kelebihan lain dari komunikasi lisan adalah sifatnya yang ekonomis.
2.    Komunikasi tertulis
Pesan-pesan tertulis juga memiliki berbagai macam bentuk, seperti surat, memo, proposal, dan laporan. Salah satu kelebihan komunikasi tertulis adalah bahwa penelis mempunyai kesempatan untuk merencanakan dan mengendalikan pesan-pesan mereka. Dalam memilih saluran dan media berkomunikasi perlu dipeertimbangkan tingkat kepentingannya, formalitas, kompleksitas , tingkat kerahasiaannya, emosional, dan biaya pengiriman serta harapan audiens.















BAB VII
KOMUNIKASI MELALUI SURAT
Etika Berkomunikasi Dengan Surat
Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal maupun nonverbal
Sejarah komunikasi
            Komunikasi berasal dari bahasa Latin communis yang berarti 'sama'. Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama (make to common). Secara sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan. Oleh sebab itu, komunikasi bergantung pada kemampuan kita untuk dapat memahami satu dengan yang lainnya.

            Pada awalnya, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk reproduksi.Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan. .
            Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran.
Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.
Komponen komunikasi
Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik.Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:
  • Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
  • Pesan (message) adalah isi yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
  • Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan.
  • Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
  • Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
  • Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan ("Protokol")
Perlunya Etika Komunikasi
Etika adalah pedoman atau aturan moral untuk situasi-situasi dimana media memiliki efek negatif dan hukum tidak bisa menjaga tingkah laku. Kode etik kebanyakan diciptakan oleh organisasi profesional. Etika adalah peraturan moral yang menuntun tingkah laku seseorang. Para pendidik yang memainkan peran yang penting dalam menerapkan etika. Etika merupakan komponen yang penting dalam pendidikan jurnalisme. Di dalam jurnalisme terdapat beberapa etika yang harus dipatuhi yaitu akurasi, keadilan, kerahasiaan, privasi. Saat ini informasi yang disajikan oleh media telah berubah menjadi komoditi dan mimetisme. Berkat media,budaya baru telah terbentuk dan masyarakat telah berubah karenanya. Mengatasi keseimbangan antara tugas membimbing masyarakat lewat program-program yang disuguhkan kepada masyarakat dan pemenuhan tugas sebagai alat produksi ekonomi. Media pun membangun image sebagai kebutuhan masyarakat dan juga pencapai kebutuhan ekonomi baginya. Yang menjadi masalah yaitu sikap dari masyarakat yang tidak menunjukkan adanya perlawanan atas bentuk program yang ditawarkan oleh media sehingga media perlu membawa etika dan menerapkan dampak di dalam masyarakat yang harus dilindungi dan mengurangi adanya penyalahgunaan dari dampak negatif media itu sendiri.
Dimensi Etika Komunikasi
Tujuan
a.    nilai-nilai yang ada dalam Demokrasi
b.     hak manusia untuk berekspresi
c.    hak yang dimiliki publik akan informasi yang benar
Aksi
a.    tatanan aturan Hukum dan institusi
b.    hubungan - hubungan kekuasaan
c.    mempunyai peran asosiasi, lembaga konsumen, komisi pengawas
Sarana
a.    kesadaran akan moral atau nurani aktor komunikasi
b.    ilmu deontologi jurnalisme

Media sebagai Sarana Publik
            Fungsi media dapat digunakan sebagai sarana kritik terhadap kekuasaan dan kontrol masyarakat. Selain itu media juga berfungsi sebagai ruang publik atau ruang antara publik. Namun prinsip berita buruk merupakan berita baik mendorong media untuk membuat pemberitaan terkait skandal maupun keburukan pemerintah. Hal ini menyebabkan pemerintah menjadi apriori terhadap pers. Pemerintah tidak bisa melihat sisi positif dari kebebasan pers. Padahal pemberitaan yang dilakukan pers dapat memberikan fungsi audit yang gratis untuk kinerja pemerintah. Pers berperan dalam mengangkat aspirasi publik, kelompok-kelompok pinggiran maupun kaum lemah. Kemudian mendiskusikan urusan-urusan publik, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berdialog dan bernegosiasi dengan pemegang kekuasaan atau perumus kebijakan serta sebagi media pertukaran gagasan, menyerap aspirasi-aspirasi politik.













BAB XIII

KOMUNIKASI TENTANG PEKERJAAN
           

Komunikasi dalam Pekerjaan

            Komunkasi adalah seni yg pengimplementasiannya berbeda thdp tiap-tiap orang. Seorang atasan/pimpinan perusahaan yg bisa mengelola komunikasi scr efektif dgn bawahannya bisa meningkatkan komitmen dan kinerja karyawan sehingga lebih mudah untuk mencapai tujuan perusahaan. Kemampuan berkomunikasi dgn baik menjadi kunci keberhasilan seorang pimpinan perusahaan. Komunikasi yang bersifat dua arah antara atasan dan bawahan.

* Manfaat bagi atasan:
1. mendapatkan pelajaran yang lebih dengan pemahaman lebih baik thdp bwhn.
2. mempererat jalinan relasi antara atasan dan bawahan.
3. mengetahui potensi yang tersimpan dalam diri bawahan.
4. menghindarkan atasan mengambil tindakan terhadap bawahan berdasarkan rumor, persepsi, dan isu bukan fakta.

* Manfaat bagi bawahan:
1. merasa dihargai oleh atasan sendiri sebagai mitra kerja yang baik.
2. membangkitkan motivasi dan gairah kerja bawahan untuk berpikir lebih kreatif dan strategis.
3. berkesempatan untuk memajukan perusahaan.
4. bisa mengeluarkan opini kepada atasannya.

* Langkah-Langkah yang bisa diambil dalam berkomunikasi dengan baik:
1. Sepanjang hari krj pilihlah cara terbaik untuk memuji tindakan dan tingkah laku karyawan yg positif dan produktif untuk perusahaan.
2. berbicara singkat diselingi obrolan santai(informal) untuk menghangatkan suasana thdp karyawan.



3. memberikan perhatian pada bawahan dan mendorong mereka untuk mereka berpendapat.
4. mengajukan pertanyaan terbuka dan menanggapi dengan penuh perhatian.
5. memberikan kesempatan berbicara kpd bwhn tanpa interupsi dan menunjukkan perhatian bahwa informasinya bermanfaat untuk kontribusi dan kemajuan perusahaan.

* Langkah-Langkah yg diambil bila mengalami kebuntuan komunikasi:
1. mencari fakta yg terjadi di lapangan dan menghindari gosip, rumor, persepsi, atau berbagai informasi yag salah.
2. membuat evaluasi dengan penuh pertimbangan thdp fakta yg ada.
3. membuat rencana aksi untuk memperbaiki situasi.
4. segera mengambil tindakan dengan waktu yg tepat.
5. pemimpin hendaknya berpikir positif dan mencari solusi.












BAB IX
NEGOSIASI
1.Pengertian Negosiasi Bisnis
            Dalam setiap proses negosiasi, selalu ada dua belah pihak yang berlawanan atau berbda sudut pandangnya. Agar dapat menemukan titik temu atau kesepakatan diantara kedua belah pihak, maka kedua belah pihak perlu bernegosiasi.
            Menurut Hartman, definsi dan pengertian negosiasi berbeda – beda tergantung dari sudut pandang kedua belah pihak yang terlibat dalam suatu proses negosiasi. Dalam hal ini ada dua pihak yang terlibat dalam proses negosiasi, yakni pihak pembeli dan pihak penjual.
            Menurut Hartman menegaskan bahwa negosiasi merupakan suatu proses komunikasi antara dua pihak, yang masing-masing mempunyai tujuan dan sudut pandang mereka sendiri, yang berusaha mencapai kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak mengenai masalah yang sama.
            Menurut Oliver, negosiasi adalah sebuah transaksi dimana kedua belah pihak mempunyai hak atas hasil akhir. Hal ini memerlukan persetujuan kedua belah pihak sehingga terjadi proses yang saling member dan menerima sesuatu untuk mencapai suatu kesepakatan bersama.
            Sementara itu menurut Casse, negosiasi adalah proses dimana paling sedikit ada dua pihak dengan persepsi, kebutuhan dan motivasi yang berbeda mencoba untuk bersepakat tentang suatu hal demi kepentingan bersama.
Berdasarkan ketiga pengertian diatas, negosiasi selalu melibatkan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi, mencari kesepakatan diantara kedua belah pihak dan mecapai tujuan yang dikehendaki bersama kedua belah pihak yang terlibat dalam negosiasi.
Apa tujuan dari bernegosiasi
            Salah satu tujuan dari bernegosiasi adalah menemukan kesepakatan diantara kedua belah pihak secara adil dan dapat memenuhi harapan dan keinginan kedua belah pihak. Sehingga tidak boleh ada pihak yang merasa dirugikan atau diuntungkan dari kesepakatan kedua belah pihak. Kedua belah pihak harus merasa diuntungkan dari kesepakatan negosiasi diantara mereka.
Juga tujuan diantaranya adalah memecahkan problem yang menimpa mereka atau mendapatkan keuntungan.

            Untuk mendapatkan suatu kesepakatan kedua belah pihak, beberapa hal perlu diperhatikan antara lain :
a. Persiapan yang cermat
b. Presentasi dan evaluasi yang jelas mengenai posisi kedua belah pihak.
c. Keterampilan, pengalaman, motivasi, pikiran yang terbuka
d. Pendekatan yang logis untuk menciptakan dan mempertahankan hubungan yang baik dan saling menguntungkan serta saling menghormati.
e. Kemauan untuk membuat konsesi untuk mencapai kesepakatan melalui kompromi bila terjadi kemacetan.
Komunikasi Teknik Negosiasi
            Sebagai mana kita sering mendengar negosiasi diartikan sebagai proses yang melibatkan upaya sese-orang untuk merubah atau tidak merubah sikap dan perilaku orang lain. Sedangkan pengertian yang lebih terinci menunjukkan bahwa negosiasi merupakan proses untuk mencapai kesepakatan yang menyangkut kepen-tingan timabal balik dari pihak-pihak dengan sikap, sudut pandang, dan kepentingan-kepentingan yang ber-beda satu sama lain. Negosiasi, baik yang dilakukan oleh seorang pribadi dengan pribadi lainnya, maupun negosiasi antara kelompok dengan kelompok (atau antar pemerintah), senantiasa melibatkan pihak-pihak yang memiliki latar belakang berbeda dalam hal wawasan, cara berpikir, corak perasaan, sikap dan pola perilaku, serta kepentingan dan nilai-nilai yang dianut. Pada hakikatnya negosiasi perlu dilihat dari konteks antar budaya dari pihak yang mela-kukan negosiasi, dalam artian perlu komunikasi lisan, kesedian untuk memahami latar belakng, pola pemi-kiran, dan karakteristik masing-masing, serta kemudian berusaha untuk saling menyesuaikan diri.
            Agar dalam berkomunikasi lebih efektif dan mengena sasaran dalam negosiasi bisnis harus dilak-sanakan dengan melalui beberapa tahap yakni:
1.        Fact-finding, mencari/mengumpulkan fakta-fakta.data yang berhubungan dengan kegiatan bisnis lawan sebe-lum melakukan negosiasi.



2.   Planning / rencana, sebelum berne-gosiasi/berbicara susunlah dalam garis besar pesan yang hendak disampaikan. Berdasarkan kerangka topik yang hendak dibicarakan rincilah hasil yang diharapkan akan teraih. Berdasarkan pengenalan anda terhadap lawan tersebut, per-kirakan/bayangkan kemung-kinan reaksi penerima pesan/lawan berbicara terhadap apa yang anda katakan.
3.    Penyampaian, lakukan negosiasi/ sampaikan pesan dalam bahasa lawan/sipenerima. Usahakan gunakan istilah khas yang bisa dipakai oleh lawan negosiasi kita. Pilihlah kata-kata yang mencer-minkan citra yang spesifik dan nyata. Hindari timbulnya makna ganda terhadap kata yang disam-paikan.
4.     Umpan balik, negosiator harus menguasai bahasa tubuh pihak lawan. Dengarkan baik-baik reaksi lawan bicara. Amati isyarat prilaku mereka seperti: angkat bahu, geleng–geleng kepala, mencibir, mengaggguk setuju. Umpan balik dapat untuk mengetahui samakah makna yang disampaikan dengan yang ditangkap lawan negosiasi bisnis kita.
5.     Evaluasi, perlu untuk menilai apakah tujuan berkomunikasi/ negosiasi sudah tercapai, apakah perlu diadakan lagi, atau perlu menggunakan cara-cara untuk mencapai hasil yang lebih baik.
            Meskipun pesan yang disam-paikan dapat diterima dengan baik, bukan berarti hasil yang diharapkan akan diperoleh sesuai dengan yang direncanakan semula. Yang sering terjadi justeru perbedaan pandangan terhadap cara penyelesaian masalah antara pemberi dan penerima pesan. Sehingga diperlukan pembicaraan lebih lanjut, yang memerlukan perjua-ngan tersendiri bagi pengirim pesan dalam menyampaikan dan memenang-kan pendapatnya.
            Kalau terjadi adu pendapat antara negosiator dengan pihak lawan maka timbul dorongan untuk menang. Keinginan untuk menang disatu sisi dengan mengabaikan kekalahan dipi-hak lainnya, biasanya sulit tercapai. Untuk itu digunakan strategi menang-menang. Artinya ada sebagian keinginan kita yang dikorbankan dengan mengharapkan pihak lawan juga akan mengorbankan hal yang sama, sehing-ga kesepakatan diantara kedua belah pihak dapat tercapai.
           



            Disini penulis memberi ilustrasi komunikasi dalam bisnis dengan mengambil kasus negosiasi dengan orang Jepang. Kontak permulaan merupakan fase yang sangat penting guna membangun hubungan personal yang berkelanjutan. Kontak permulaan lewat korespodensi, faksimile atau telepon dianggap sebagai cara yang kurang efektif atau tepat. Kebanyakan perusahaan Jepang menanggapi dengan lamban, bahkan seringkali tanpa respon. Hal ini terjadai pertama kerana hambatan bahasa dan komu-nikasi terutama untuk perusahaan-perusahaan kecil dan menengah yang tidak terbiasa membuat kontak lang-sung dengan perusahaan asing. Kedua, surat menyurat tidak memberi infor-masi yang cukup. Tanpa informasi yang cukup, kontak dagang sulit dilakukan dan negosiasi mengalami kegagalan. Hal kecil yang tidak bisa disepelekan dalam kontak permulaan adalah kebiasaan menukar kartu nama.














BAB X
KOMUNIKASI BISNIS ANTAR BUDAYA
DASAR-DASAR KOMUNIKASI ANTARBUDAYA
Dalam kehidupannya sesesorang seringkali tidak hanya mempunyai satu budaya saja, namun lebih dari satu budaya. Pada umumnya seseorang menganut budaya yang berlaku di dalam masyarakat luas, namun karena seseorang dalam hidupnya menjadi anggota berbagai kelompok maka ia akan menganut budaya di kelopok itu seperti kelompok etnik, kelompok agama, kelompok profesi, dan bahkan kelompok yang berhubungan dengan hobi. Seluruh anggota suatu budaya mempunyai asumsi yang sama dalam hal cara berpikir, cara berperilaku, cara berkomunikasi dan penilaian tentang baik buruk.
      Budaya satu akan berbeda dengan budaya lain, meskipun tingkat perbedaan antar budaya ini dapat sangat jauh namun dapat pula relatif sama. Ada beberapa hal berbeda, namun da hal-hal lain yang relatif sama. Untuk dapat berkomunikasi secara efektif, seseorang perlu memahami perbedaan budaya dan menghidari sifat etnosentris yaitu kecenderungan untuk menilai budaya lain berdasar nilai, standar, dan perilaku yang ada dalam budayanya.
Komunikasi bisnis antarbudaya akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan komunikasi bisnis dalam suatu perusahaan, yang mana diantara para pelaku komunikasi ini terdapat perbedaan budaya. Pembahasan diawali dengan pemahaman budaya asing, hambatan bahasa, dan reaksi etnosentrik.
a. Pemahaman Budaya Asing
Semua manusia menganut budayanya sendiri-sendiri. Manusia belajar berpikir, merasa, mempercayai, dan mengusahakan sesuatu yang layak dicapai menurut budayanya (Mulyana & Rakhmat. Budaya tercermin dalam pola-pola bahasa, objek materi, persahabatan, kebiasaan makan, praktek komunikasi, tindakan-tindakan sosial, kegiatan politik ekonomi, dan teknologi. Dari sini muncul orang Filipina berbahasa Tagalog, ada rumah Joglo dari Jawa, ada orang makan daging ular, ada orang menghindari minuman keras, dan ada kebiasaan mengubur orang yang meninggal. Dari bentuk-bentuk di atas, digunakan manusia untuk melakukan penyesuaian diri dengan budaya tertentu.
Budaya secara pasti mempengaruhi seseorang sejak dalam kandungan hingga meninggal dunia, bahkan perlakuan setelah meninggalpun masih dipengaruhi oleh budaya. Lebih dari itu, budaya dan komunikasi tidak dapat dipisahkan, karena budaya menentukan siapa berbicara dengan siapa, tentang apa, bagaimana orang melakukan coding pesan, makna yang dimiliki untuk pesan tertentu, dan kondisi-kondisi untuk mengirim, memperhatikan, dan menafsirkan pesan. Seluruh perilaku seseorang ditentukan oleh budaya di mana orang tersebut berada.
Dalam suatu budaya biasanya terdiri dari beberapa subbudaya (subculture). Subbudaya adalah suatu komunitas rasial, etnik, regional, ekonomi atau sosial yang memperlihatkan pola perilaku yang membedakan dengan subbudaya lainnya dalam suatu budaya atau masyarakat yang melingkupinya (Mulyana & Rakhmat: 19). Sebagai contoh, dalam budaya Indonesia terdiri dari subbudaya Jawa, Sunda, Betawi, Batak, Dayak, Sasak dan lain-lain. Di Amerika Serikat subbudayanya terdiri dari imigran asal Timur, kelompok Yahudi, kaum miskin perkotaan, para penganut Hindu, kelompok mafia dan lain-lain.
Selain subbudaya seperti dijelaskan di atas, ada juga suatu kelompok masyarakat lain yang tidak memenuhi kriteria untuk disebut sebagai subbudaya, tetapi mempunyai ciri yang mencolok dari subbudaya yang telah ada. Kelompok masyarakat ini disebut subkelompok menyimpang (deviant subculture) (Mulyana & rakhmat: 19).
Setiap subbudaya atau subkelompok merupakan suatu entitas sosial yang merupakan bagian dari budaya dominan. Subbudaya dan subkelompok tersebut bersifat unik dan menyediakan seperangkat pengalaman, latar belakang, nilai-nilai sosial, dan harapan bagi anggota-anggotanya yang tidak dapat diperoleh dari budaya dominan. Dengan demikian komunikasi antara orang-orang dalam suatu budaya dominan yang nampaknya serupa, ternyata ada perbedaannya juga. Karena mereka mempunyai perbedaan-perbedaan dalam nilai, sikap, latar belakang, dan pengalaman.
Dalam kehidupan masyarakat terdapat banyak ragam budaya. Budaya yang paling dipahami adalah budaya yang dianut oleh orang-orang yang hidup bersama kita. Orang yang hidup di Indonesia secara umum akan memahami budaya Indonesia dengan lebih baik dibanding dengan orang dari luar Indonesia. Lebih itu dikenal pula kelompok etnik, yang sering disebut budaya daerah. Masyarakat yang hidup atau bertempat tinggal di Jawa Tengah dan Yogyakarta akan memiliki budaya Jawa, sedang mereka yang tinggal di Sumatera Barat akan memiliki budaya Minang. Selain itu dikenal kelompok-kelompok agama, profesi, dan kelompok-kelompok masyarakat lain yang mempunyai bahasa dan kebiasaan tertentu.
Budaya yang dimiliki olah masyarakat seperti dijelaskan di atas, dapat mempengaruhi komunikasi dengan berbagai cara. Secara umum budaya mempengaruhi komunikasi melalui: stabilitas, kompleksitas, komposisi, dan penerimaan (Bovee & Thill: 59).
· Stabilitas
Kondisi budaya dapat stabil namun dapat pula berubah, dan perubahan yang terjadi dapat perlahan atau tiba-tiba. Stabil tidaknya budaya masyarakat akan mempengaruhi cepat lambatnya proses pengiriman dan penerimaan pesan. Masyarakat Jawa yang hidup dalam budaya yang relatif stabil akan lebih lambat dalam mengirim maupun menerima pesan. Berbeda dengan masyarakat Jakarta, mereka lebih cepat dalam mengirim dan menerima pesan, karena berada pada budaya yang lebih dinamis.
· Kompleksitas
Budaya satu berbeda dengan budaya lain dalam hal penerimaan informasi atau pesan yang disampaikan. Di Jerman dan Amerika, informasi disampaikan dalam kode yang bersifat eksplisit, misalnya dengan kata-kata. Namun di Jepang sebagian besar pesan disampaikan secara implisit, misalnya melalui bahasa tubuh dan tekanan suara. Dalam kondisi seperti ini penerima informasi lebih kompleks, karena tidak hanya menyangkut apa yang diucapkan tetapi juga dengan memperhatikan bahasa tubuh yang dikirimkan.
· Komposisi
Suatu budaya yang dominan dapat tersusun dari banyak subbudaya yang berlainan, namun dapat pula merupakan suatu budaya yang homogen. Contohnya budaya Indonesia terdiri dari berbagai subbudaya seperti: jawa, Sunda, Betawi, Madura, Minang, Batak dan lain-lain. Sedangkan Jepang merupakan budaya yang paling homogen dibanding dengan budaya lainnya (Mulyana & Rakhmat: 205).
· Penerimaan
Budaya satu berbeda dengan budaya lain dalam hal penerimaan terhadap orang asing. Ada budaya yang kurang terbuka terhadap kehadiran orang asing, lebih terbuka, dan ada budaya yang bersahabat dan kooperatif dengan orang asing. Perbedaan ini mempengaruhi tingkat kepercayaan dan terbuka tidaknya komunikasi dengan budaya tersebut.
Pemahaman budaya asing menekankan pada proses pengiriman dan penerimaan pesan diantara orang-orang yang berbeda budayanya. Dengan memahami perbedaan-perbedaan ini akan menjamin keberhasilan dalam melakukan komunikasi antarbudaya dalam suatu perusahaan. Para komunikator akan lebih efektif jika mereka dapat mengidentifikasi perbedaan, kemudian mampu menerima pesan dengan persepsi penerima seperti yang diinginkan pengirim.
Kursus formal mengenai komunikasi antarbudaya ini nampaknya belum ada, namun orang-orang yang akan terlibat dalam komunikasi antarbudaya perlu memahami budaya asing tersebut, sehingga komunikasi dapat efektif. Lebih dari itu, apabila budaya tersebut juga menyangkut perbedaan bahasa maka mereka perlu mempelajari atau menggunakan bahasa yang dipahami oleh kedua belah pihak.
b. Memahami Perbedaan Budaya
            Budaya masyarakat akan mempengaruhi bagaimana seseorang mengirim dan menerima pesan. Ketika seseorang berkomunikasi, mereka cenderung menggunakan asumsi budayanya sendiri, dimana mengangap orang lain mempunyai budaya, bahasa, dan persepsi seperti dirinya. Dengan demikian kita memperlakukann orang lain seperti kita ingin diperlakukan. Namun demikian, apabila yang diajak berkomunikasi tersebut kebetulan orang yang berbeda budaya dengan sender, maka audience akan menerima pesan seperti persepsinya sendiri. Sehingga memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan tidaklah cukup.
Pemahaman ini memunculkan cara pandang baru dalam berhubungan dengan audience, sender perlu memahami budaya audience dan memperlakukan sebagaimana merka ingin diperlakukan. Untuk itu sender perlu meningkatkan pemahaman budaya asing tersebut dari beberapa aspek berikut: kontekstual, etikal, sosial, dan non verbal.
· Perbedaan dari aspek kontekstual
Perbedaan kontekstual merupakan salah satu aspek yang membedakan antara budaya satu dengan budaya lain. Konteks budaya (cultural context) merupakan pola dari isyarat fisik, stimuli lingkungan, dan pesan implisit yang dikirimkan dalam komunikasi diantara anggota budaya tersebut. Dengan demikian antaran budaya satu akan berbeda dengan budaya lain dalam aspek kontekstual.
Dalam analisis lebih lanjut, perbedaan kontekstual ini tidak selalu berada pada dua kutub yang saling bertentangan, namun dapat digambarkan dalam satu garis kontinum. Bagaimana perbedaan kontestual dari beberapa negara dapat digambarkan sebagai berikut:
Ø Konteks budaya pada tingkat rendah
Ø Konteks budaya pada tingkat tinggi
Ø Konteks budaya pada tingkat menengah
MENINGKATKAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA
      Mengapa sender perlu memahami budaya yang dimiliki oleh komunikan receiver? Karena budaya akan mempengaruhi persepsi seseorang, termasuk persepsi terhadap apa yang dikomunikasikan. Apabila apa yang dikomunikasikan dipersepsikan secara berbeda, dikatakan komunikasi tidak efektif. Karena tidak mencapai maksudnya, yaitu receiver tidak mempersepsikan pesan yang dikirimkan seperti apa yang dipersepsikan oleh pengirimnya.
a.       Belajar Budaya Asing
           Belajar budaya asing yang dimiliki oleh receiver merupakan salah satu cara untuk meningkatkan komunikasi antar budaya. Beberapa metode yang dapat dilakukan untuk belajar budaya asing yaitu dengan membaca buku dan artikel, dan bertanya pada orang yang mengenal atau pernah berinteraksi dengan budaya tersebut. Selain itu untuk memahami budaya asing dengan lebih tajam, perlu memfokusdkan pada hal-hal khusus seperti: ritual, nilai yang dianut, agama, kebiasaan, dan bahkan sistem politik yang berlaku dinegara atau wilayah itu.
            Belajar dari budaya Indonesia, di mana di dalamnya terdiri dari berbagai subbudaya, maka dalam mempelajari budaya asing perlu mempertimbangkan adanya subbudaya-subbudaya di dalamnya. Karena subbudaya-subbudaya yang ada didalamnya bisa jadi mempunyai perbedaan yang cukup signifikan dari budaya yang lebih besar atau budaya induknya. Sebagai conoth, oang asing yang belajar budaya Indonesia akan mengatakan bahwa orang Indonesia cenderung introvet, namun orang Jawa Timur cenderung ekstrovet bahkan dalam tingkat yang relatif sama dengan orang-orang Eropa maupun Amerika.

            Mengingat bahwa frekuensi dan intensitas komunikasi dengan budaya asing semakin lama semakin tinggi, maka banyak ahli mengembangkan tips untuk berkomunikasi dengan budaya asing. Salah satunya adalah Zhao dan Parks dalam artikelnya yang berjudul Self Assessment of Communication Behavior: An Experiential Learning for Intercultural Business Communication.
· Asumsikan bahwa budaya asing itu berbeda sampai terbukti adanya kesamaan. Hal ini merupakan langkah kehati-khatian, sehingga tidak dengan mudah dan cepat menganggap bahwa budayanya sama.
· Komunikasi merupakan tanggungjawab. Dengan demikian berhasil tidaknya proses komunikasi akan tergantung pada upaya kita untuk mewujudkannya. Kita tidak akan membiarkan proses komunikasi berjalan seadanya atau bahkan menganggap bahwa komunikasi merupakan tanggung jawab orang lain, sehingga kita bersifat pasif saja.
· Menghindari penilain (judgment). Dengan dan simaklah apa yang dikatakan, dan tanggapilah secara proporsional. Jangan memberikan penilaian sebelum mendengar informasi secara keseluruhan.
· Tunjukkan rasa hormat (respect). Respek dapat ditunjukkan dengan berbagai cara, tergantung budayanya, misalnya melalui cara berjabat tangan, kontak mata, jarak dalam komunikasi, dan isyarat.
· Gunakan empati. Sebelum mengirim pesan, asumsikan jika yang menerima pesan tersebut adalah diri kita sendiri. Bagaiman perasaan dan sikap kita jika kita menerika pesan tersebut? Hal ini untuk menghindari agar kita jangan seenaknya sendiri dalam berkomunikasi dengan orang lain.
· Jangan cepat putus asa. Ketika kita berkomunikasi dengan orang yang berbeda budayanya, jangan cepat putus asa, orang lain yang kita ajak berkomunikasi juga menghadapi situasi yang sama. Coba ulangi sekali lagi, atau gunakan kalimat yang berbeda.
· Kirimkan pesan yang jelas. Untuk dapat mengirim pesan dengan jelas dapat disusun kalimat yang sederhana (bukan kalimat majemuk) dan diperjelas dengan non verbal.
Tips ini dapat digunakan satu atau kombinasi diantaranya sesuai dengan kebutuhan. Dengan menggunakan tips ini diharapkan komunikasi dengan orang dari budaya yang berbeda dapat berjalan dengan lancar.
b. Mengatasi Hambatan Bahasa
Dalam menjalin hubungan bisnis internasional, bahasa merupakan salah satu masalah penting yang harus diatasi. Pembahasan mengenai bagaimana mengatasi hambatan bahasa dalam komunikasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu hambatan komunikasi lisan dan hambatan komunikasi tertu

BAB XI
KOMUNIKASI MELALUI LAPORAN
A. Laporan Bisnis
            Laporan bisnis ialah setiap dokumen faktual yang menyatakan tujuan perusahaan merupakan sarana manajerial untuk menginformasikan atau memberikan kontribusi pada pengambilan keputusan harus bersifat akurat, lengkap dan obyektif.

            Laporan bisnis juga dapat diartika sebagai suatu laporan yang memiliki sifat netral , tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas dan rencana penyajian fakta kepada seseorang tau untuk kepentingan bisnis tertentu. 

            Laporan bisnis juga merupakan pesan-pesan yang objektif, tersusun secara teratur yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari suatu bagian organisasional atau dari saru institusi atau lembaga ke lembaga lain untuk membantu pengambilan keputusan atau pemecahan masalah.
            Laporan fakta meliputi kejadian-kejadian, kondisi, mutu, perkembangan, hasil, produk, masalah, atau saran pemecahan. Laporan dapat membantu penerima memahami situasi bisnis yang kompleks, menyelesaikan tugas-tugas teknik, atau merencanakan prosedur-prosedur, pemecahan masalah, dan membuat kebijakan tentang perencanaan strategis.

            Penulisan laporan bisnis biasanya digunakan untuk beberapa keperluan atau maksud tertentu, antara lain:
1. Mengawasi dan mengendalikan operasional perusahaan.
2. Membantu mengimplementasikankebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan perusahaan.
3. Memenuhi persyaratan-persyaratan hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku bagi perusahaan.
4. Untuk mendokumentasikan prestasi kerja yang diperlukan baik bagi keperluan internal maupun eksternal perusahaan.
5. Memganalisis dan memberikan bimbingan bagi pengambilan keputusan-keputusan atas hal-hal tertentu.

            Laporan bisnis yang dibuat baik secara periodik maupun secara spontanitas harus selalu dikembangkan baik dari sisi penampilan maupun isi atau materi yang disajikan. Tujuan pengembangan laporan untuk menjadikan informasi yang disampaikan jelas dan mudah dipahami. Materi laporan yang disampaikan harus sebatas yang perlu diketahui oleh pihak pembaca, disampaikan secara tertulis dalam bentuk cetakan atau secara elektronis melalui bantuan komputer.
B. Klasifikasi Laporan Bisnis
Ditinjau dari bermacam jenisnya laporan memiliki bentuk serta klasifikasi yang berbeda-beda. Klasifikasi dari setiap laporan dapat dikelompokkan sebagai berikut : 

1. Laporan individu dan laporan resmi
Laporan ini dibuat atas inisiatif seseorang dan oleh karenanya memerlukan rincian dan pendukung yang lebih banyak daripada laporan resmi yang dibuat berdasarkan permintaan pihak lain. pada waktu menyusun laporan individu, pembuat laporan lebih banyak menyampaikan latar belakang pokok laporannya, dan menerangkan tujuan laporan.

2. Laporan rutin dan laporan khusus
Laporan rutin atau laporan berkala diajukan berdasarkan aktivitas yang rutin dilakukan. Laporan rutin biasanya telah dibuat dalam bentuk tetap dengan beberapa kolom kosong pada bagian-bagian tertentu.

3. Laporan internal dan laporan eksternal
Laporan internal pada umumnya bersifat tidak seperti laporan eksternal yang dibuat kebih formal. 
C. Bagan Laporan Bisnis
Gambaran umum sebuah laporan bisnis terdiri dari beberapa bagian yaitu pendahuluan, teks, dan penutup.

1. Pendahuluan 
Dalam bagian ini terdapat beberaP hal yang perlu untukm diperhatikan dan merupakan bagian yang akan ditulis.
a. Pemberi kuasa adalah orang yang meminta laporan
b. Laayout atau rencana presentasi yang berisi apa yang akan dibahas dalam laporan bisnis.
c. Masalah yang biasanya diletakkan pada awal-awal pendajuluan sebelum maksud dan tujuan.
d. Maksud penulisan laporan bisnis harus nampak dalam bagian pendahuluan, terdiri dari tujuan , misi, strategi, atau sasaran.
e. Ruang lingkup berkaitan dengan luas cakupan atau batas suatu pokok bahasan untuk sebuah laporan bisnis.
f. Metodologi menyangkut pada cara pengumpulan data atau informasi. 
g. sumber-sumber primer atau sekunder yang meliputi antara lain publikasi, catatan perusahaan, surat , memo, hasil wawancara karyawan, dan sebagainya. 
h. Latar belakang dari situasi yang sedang diteliti perlu juga dimasukkan, agar memperoleh gambaran menyeluruh dan pemahaman yang jelas terhadap pokok bahasan.
i. Definisi istilah perlu dicantumkan agar tidak terjadi salah penafsiran, manakala di gunakan definisi atau istilah-istilah yang tidak umum ayau lazim.
j. Keterbatasan seperti dana, waktu, biaya, asisten peneliti, atau data yang tersedia. 
k. Rekomendasi menjelaskan tentang keputusan yang perlu dilaporkan dalam suatu laporan bisnis,
2. Teks
Bagian ini berisi inti dari laporan bisnis yang dibuat dan merupakan bagian yang terpanjang dalam laporan tersebut. Pada bagian ini dibahas dan dikembangkan hal-hal yang penting secara rinci. Disamping itu, bagaian ini akan membantu dalam mencapai tujuan atau maksud penulisan laporan bisnis. Penulisan laporan bisnis yang baik, harus mencakup temuan fakta yang penting dan relevan serta membuang hal-hal yang tidak diperlukan serta yang tidak relevan dengan maksud penulisan laporan bisnis tersebut.



BAB XII
KOMUNIKASI MELALUI TEKNOLOGI
A. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perusahaan
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi banyak digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan
Komunikasi menyebabkan perubahan bada kebiasaan kerja. Misalnyapenerapan Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah salahsatu aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem manajemen dalam perusahaan, cara lama kebanyakan.
B. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis
Dalam dunia bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.
C. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perbankan
Dalam dunia perbankan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo,pemindahbukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening.
D. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan
Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring perkembangan zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari sering dijumpai kombinasi teknologi audio/data, video/data,audio/video, dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orangatau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.
E. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kesehatan
Sistem berbasis kartu cerdas (smart card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien. Digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.
Teknologi Informasi dan Komunikasi Bagi Dunia Bisnis
Pemanfaatan TIK di Sektor Bisnis
Bagi dunia bisnis, jejaring telekomunikasi awalnya digunakan seperti halnya jejaring listrik, distribusi air, dan jejaring utilitas lain. Ini merupakan sumber yang penting, tetapi dulu perusahaan memiliki pengaruh yang kecil. Perusahaan-perusahaan memiliki pilihan yang terbatas atas layanan yang diperoleh dari penyediaan layanan yang dikelola secara monopoli. Hari ini, para pengguna korporat meletakkan bersama keseluruhan jejaring di bawah kontrol mereka, memotong-pintas jejaring publik sebagian atau seenuhnya. Deregulation dan teknologi digital baru telah mengizinkan perusahaan untuk secara sadar merancang dan mengoperasikan jejaring telekomunikasi internal dan privat untuk meningkatkan posisi kompetitif mereka. Apa yang dulunya merupakan biaya untuk menjalankan bisnis, sekarang menjadi sumber keuntungan kompetitif.
Layanan TIK sekarang digunakan oleh semua sektor ekonomik, mulai dari pertambangan dan pertanian sampai layanan finansial, manufaktur dan kepariwisataan. Jejaring privat ini hadir di semua industri global, di mana perusahaan multinasional menjadi perusahaan jejaring. Para pengguna bisnis berskala besar memiliki kebutuhan akan sistem yang cost-effective, leluasa, aman, automated, terpadu dan terandalkan. Jika para penyedia layanan lokal tidak dapat memenuhi kebutuhan ini, dengan biaya yang masuk akal, perusahaan-perusahaan besar memiliki pilihan untuk mengembangkan sendiri jejaring privat.
Perusahaan multinasional telah dapat mengkoordinasikan produksi dan marketing dengan sistem komunikasi berbasis satelit dengan kapabilitas video-conferencing, untuk tujuan mengkoordinasikan pengembangan produk dan disain manufaktur.
Perusahaan-perusahaan kecil lebih terbatas kemampuannya untuk mengembangkan jejaring TIK sendiri ataupun untuk menyewa, karena besarnya biaya. Ini menjadi pilihan yang ekonomik hanya jika organisasi tersebut cukup besar untuk menimbulkan cukup trafik untuk menghasilkan penghematan. Oleh karena ini, perusahaan-perusahaan global merupakan pihak-pihak yang pertama yang mengadopsi TIK baru. Sektor-sektor yang sangat bergantung pada TIK mencakup, antara lain perusahaan-perusahaan layanan finansial.
Pada ruang lingkup yang lebih luas, sebagai contoh pada lingkungan bisnis, kehadiran teknologi informasi mulai disadari dapat menghadirkan berbagai solusi yang dapat membantu proses bisnis yang ada. Departemen TI pada sebuah perusahaan mulai dibangun dan secara konstan diminta untuk mengembangkan suatu layanan, mengembangkan suatu sistem, dan mengoptimalkan efesiensi bisnis berbasis teknologi informasi.
Komunikasi Bisnis dengan Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi diantara dua orang atau lebih dengan harapan terjadinya pengaruh yang positif atau menimbulkan efek tertentu yang diharapkan. Komunikasi adalah persepsi dan apresiasi.
Persaingan yang keras dalam dunia bisnis tentunya sangat membutuhkan suatu perusahaan yang dapat menangani akan hal  itu diberbagai situasi yang menantang. Semua bisnis tentunya juga membutuhkan semua informasi yang sangat aktual, cepat dan dapat dipercaya, yang mana bisa semua permasalahan tersebut hanya bisa diselesaikan melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi ( ICT ).
Pergerakan bisnis yang semakin cepat menuntut komunikasi (suara, data dan informasi) yang lebih lebih cepat guna mempertahankan pelanggan, pemasok, dan, bahkan, dalam menghadapi persaingan.
Telepon Sebagai media Komunikasi Bisnis
Pada awalnya, komunikasi dalam dunia bisnis dilakukan dengan menggunakan suatu perangkat komunikasi yang disebut telepon, dimana dengan alat ini para pelaku bisnis dapat menyampaikan informasi dan berkomunikasi dengan pihak lain dalam rangka menjalankan bisnisnya.
Internet sebagai salah satu media Komunikasi Bisnis
Pengertian Internet
Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.
Manfaat internet
Secara umum ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila seseorang mempunyai akses ke internet .Berikut ini sebagian dari apa yang tersedia di internet:
1. Informasi untuk kehidupan pribadi :kesehatan, rekreasi, hobby, pengembangan pribadi, rohani, sosial.
2. Informasi untuk kehidupan profesional/pekerja :sains, teknologi, perdagangan, saham, komoditas, berita bisnis, asosiasi profesi, asosiasi bisnis, berbagai forum komunikasi.
Satu hal yang paling menarik ialah keanggotaan internet tidak mengenal batas negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor faktor lain yang biasanya dapat menghambat pertukaran pikiran. Internet adalah suatu komunitas dunia yang sifatnya sangat demokratis serta memiliki kode etik yang dihormati segenap anggotanya. Manfaat internet terutama diperoleh melalui kerjasama antar pribadi atau kelompok tanpa mengenal batas jarak dan waktu.
Untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, sudah waktunya para profesional Indonesia memanfaatkan jaringan internet dan menjadi bagian dari masyarakat informasi dunia.
Situs web perusahaan misalnya, menyediakan berbagai informasi. Banyak perusahaan dewasa ini menggunakan situs web unutk mengiklankan produk, menerima pesanan produk, meminta umpan balik pelanggan dan menerima karyawan. Mereka juga menggunakan internet untUk berkomunikasi dengan kelompok terpilih (pilihan).
Salah satu penggunaan internet sebagai media komunikasi bisnis adalah dengan penggunaan email, karena email adalah sarana internet yang bisa menyajikan tulisan.
E-Commerce dalam Komunikasi Bisnis
Perdagangan sebenarnya merupakan kegiatan yang dilakukan manusia sejak awal peradabannya. Sejalan dengan perkembangan manusia, cara dan sarana yang digunakan untuk berdagang senantiasa berubah. Bentuk perdagangan terbaru yang kian memudahkan penggunaannya kini adalah e-commerce. Secara umum, e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan atau perniagaan barang dan jasa dengan menggunakan media elektronik.Di dalam e-commerce, para pihak yang melakukan kegiatan perdagangan / perniagaan hanya berhubungan melalui suatu jaringan publik (public network) yang dalam perkembangan terakhir menggunakan media internet.
Sistem E-commerce dapat diklasifikasikan kedalam tiga tipe aplikasi, yaitu :
a. Electronic Markets (EMs), yaitu sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan atau menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan.
c.       Elektronic Data Interchange (EDI), adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi regular yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial. Secara formal, EDI didefinisikan oleh International Data Exchabge Association (IDEA) sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disepakati, yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer lain dengan menggunakan media elektronik”. EDI sangat luas penggunaaanya, biasanya digunakan oleh kelompok retail besar, ketika melakukan transaksi bisnis dengan para supplier mereka.
EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain, tanpa memerlukan hardcopy atau faktur, sehingga terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia.
c. Internet Commerce, adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk aktivitas perdagangan. Kegiatan komersial ini, seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet, antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirimkan melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.
Bisnis dan Komunikasi
Ditinjau dari aspek bisnis, organisasi adalah sarana manajemen (dilihat dari aspek kegiatannya). Korelasi antara Ilmu Komunikasi dengan Organisasi terletak pada peninjauannya yang berfokus kepada manusia-manusia yang terlibat dalam mencapai tujuan.
Dalam lingkup organisasi, tujuan utama komunikasi adalah memperbaiki organisasi, yang ditafsirkan sebagai upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan manajemen. Komunikasi organisasi terjadi setiap saat. Dan dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi. Suatu organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarchies antara satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.







BAB XII
KOMUNIKASI DENGAN KONSUMEN

Pentingnya Cara Berkomunikasi Dengan Konsumen

Pemasaran memang hal yang sangat penting untuk mendapatkan hasil yang maksimal, diperlukan skill khusus dalam melakukan pemasaran. Kesabaran, berpikir positif, tetap tenang adalah faktor penting dalam menjalankan pemasaran. Karena, tak semua perusahaan bisa menjalankan pemasaran secara maksimal.
Banyak hal kecil yang berpengaruh besar ketika menjalankan roda usaha. Cara berkomunikasi dengan konsumen menjadi salah satu contoh hal kecil yang ternyata berpengaruh besar terhadap perkembangan bisnis kita.
Ketika menjalankan bisnis konvensional, mungkin bertemu langsung dengan konsumen yang mendatangi toko atau jasa kita menjadi bagian dari cara kita untuk bisa langsung cepat mengerti apa yang diinginkan konsumen. Para pelaku usaha perlu memahami 3 faktor penting yang sangat berpengaruh terhadap konsumen.

1. Berhati-hati dalam menyapa konsumen

Saat memulai bicara via telepon atau chatting sebelumnya kita tanyakan terlebih dahulu nama, asal dan subject pesanan yang diinginkan konsumen. Tentunya ini menggunakan nada ceria walau kita dalam keadaan capek atau baru saja menghadapi konsumen “usil”. Usahakan jangan terpancing provokasi konsumen, walaupan Anda sedang emosi namun perlakukan konsumen seperti Raja.

2. Lakukan introduction atau perkenalan

Tak kenal maka tak Sayang? Ya benar. Menjalankan bisnis tidak hanya semata hanya mendapatkan untung dan produk kita habis terbeli. Lebih dari itu, kita tentu harus memiliki tujuan khusus dalam menjalankan bisnis, salah satunya adalah menjalin komunikasi yang baik dengan konsumen. Untuk itu, perkenalan sebaiknya dilakukan dengan sebaik-baiknya. Bila perlu menjelaskan data lengkap dari pemilik perusahaan.

3. Jelaskan spesifikasi produk

Setiap produk pasti memiliki spesifikasi yang berbeda-beda, walau itu hanya perbedaan komposisi gambar atau motif yang digunakan. Menjelaskan spesifikasi produk tentu harus yang sesuai dengan apa yang kita jual. Mengingat saat ini begitu banyak penipuan online yang tidak menggunakan spesifikasi yang sesuai dengan produk yang dijual. Maka, sudah menjadi tugas kita yang saat ini baru dan sedang menjalankan bisnis harus jujur walau itu terdengar simpel. Yang terpenting jangan bodohi konsumen pastinya.

4. Jangan pandang bulu

Dalam melayani konsumen, tak jarang di era seperti ini yang keliru dalam menghadapi konsumen. Ketika melakukan transaksi, kita harus adil dalam menghadapinya. Tak perlu pandang bulu tentang cara, waktu dan bahasa yang digunakan. Tetap harus dijelaskan selengkapnya dan dengan keterangan yang lengkap. Ini akan sangat membantu tentang kredibilitas perusahaan yang kita jalani tentunya.
Itulah beberapa tips pemasaran yang sangat krusial dalam membangun komunikasi dan perilaku konsumen. Ini adalah hal-hal yang saya dapatkan dan pelajari langsung selama saya menjalankan bisnis saya.
Tips Dan Cara Berkomunikasi Dengan Konsumen / Pelanggan
Dalam dunia bisnis, apalagi itu merupakan bisnis jual beli dan jasa, sangatlah penting untuk melakukan tips dan cara berkomunikasi dengan konsumen / Pelanggan.
Karena secara tidak langsung kesuksesan kita dalam berkomunikasi dengan konsumen / pelanggan akan membawa dampak kesuksesan pada bisnis kita. Apalagi untuk bisnis jual-beli dan jasa, yang sangat perlu dijaga kepercayaan pelanggannya.
1. Pelanggan bukanlah target penjualan anda.
Membangun hubungan yang baik dengan pelanggan adalah lebih penting dibanding menjadikan mereka target penjualan anda. Jika hubungan kita baik maka apapun yang kita tawarkan, mereka akan lebih membeli dari kita dengan Cara Berkomunikasi Yang Baik Dengan Pelanggan.
2. Jadikan dan anggaplah konsumen / pelanggan anda sebagai sahabat.
Persahabatan yang bermanfaat akan menghasilkan kepercayaan yang tinggi. Berhubungan dengan pelanggan sebaiknya menjadikan mereka sahabat dan teman anda, yang memberikan solusi untuk mereka.
3. Topik pembicaraan dalam berkomunikasi dengan konsuman / pelanggan tidaklah harus selalu tentabng berjualan.
Batasi percakapan dengan selalu menawarkan produk/jasa anda. Bercakaplah hal-hal yang memberikan pelanggan anda mendapatkan manfaat untuk mereka. Percakapan yang berarti dan memberikan solusi kepada pelanggan, membuat pelanggan akan percaya dan melirik untuk membeli produk/jasa anda.
4. Usahakan Anda menjadi pendengar setia konsumen / pelanggan Anda saat berbicara.
Berkomunikasi dengan pelanggan, 90% adalah mendengarkan apa yang mereka sampaikan. Pelanggan akan bercakap apa yang mereka hadapi dan butuhkan. Selebihnya anda hanya memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhannya.
5. Sangat penting untuk diketahui, bahwa dalam Anda memberikan solusi, pastikan bahwa bukan Anda lah orang satu-satunya yang dapat memberikan solusi kepada pelanggan.
Pelanggan tentu juga akan mempertimbangkan dan mencari pembanding. Tetaplah menjaga komunikasi dan utamakan “emotional benefit” yang bisa anda berikan kepada pelanggan anda.
6. Menjaga komunikasi yang terbaik adalah dengan memberikan apa yang anda janjikan.
Berikanlah apa pun yang telah anda janjikan, sedikit ingkar janji kepada pelanggan, fatal akibatnya untuk bisnis anda.

BAB IX
IKLAN DAN KOMUNIKASI BISNIS
Iklan Sebagai Media Komunikasi Bisnis
Untuk dapat menjual hasil produksinya secara luas kepada masyarakat konsumen yang tidak terbatas setiap pengusaha tentu berusaha mempengaruhi jumlah permintaan akan barang-barang hasil produksi perusahaannya dengan memanfaatkan faktor-faktor marketing mix yang harus dikuasai setiap pengusaha meliputi unsur-unsur :
o perencanaan produksi
o penentuan merek dagang
o penentuan bentuk kemasan
o kebijaksanaan harga
o penyusunan saluran penjualan
o penjualan secara pribadi
o periklanan dan promos
Jika iklan konsumen itu ditujukan langsung pada khalayak yang memakainya maka iklan bisnis diarahkan khusus kepada mereka yang mempunyai bisnis, usaha dagang yang berkaitan dengan produk tersebut. Jika iklan untuk konsumen disebarluaskan melalui media massa atau menggunakan media forum maka iklan bisnis mempunyai media khusus. Meskipun kadang-kadang juga menggunakan media massa namun para pengusaha lebih suka mengeluarkan media melalui humas. Sebagai contoh informasi tentang produk disalurkan melalui prospektus perusahaan, bulettin, pamflet, leaflet, poster, surat menyurat langsung terhadap relasi, pameran dagang atau expo, pameran hasil. Periklanan bisnis tersebut selain memberikan informasi melalui media secara tertulis maupun lisan tetapi juga menempuh cara-cara yang bersifat demontrasi seperti memperagakan produk secara langsung pada suatu kesempatan. Iklan bisnis dapat terbagi atas:

1. Iklan bisnis industri
Yang dimaksud dengan iklan bisnis industri adalah iklan yang ditujukan kepada kalangan bisnis dan industri awan. Yang diharapkan dari kalangan tersebut ialah penggunaan secara langsung hasil suatu industri atau kemampuannya untuk mempengaruhi relasi bisnis atau industrinya untuk menggunakan produk tertentu.
2. Iklan bisnis dagang
Iklan yang ditujukan kepada kalangan pedagang ( umumnya berupa pedagang kecil, pedagang keliling, pedagang eceran ) yang diharapkan dapat membeli langsung hasil produksi suatu industri kemudian dapat diperdagangkan lagi kepada relasinya apakah itu pedagang ataupun konsumen.
3. Iklan bisnis professional
Adalah yang ditujukan kepada kalangan profesional untuk memperkenalkan barang, jasa yang secara khusus hanya dipergunakan oleh kalangan tersebut. Yang dimaksud profesional adalah mereka yang bekerja berdasarkan suatu etik dan aturan-aturan serta norma-norma profesi tertentu. Misalnya guru, dosen, dokter, insiyur, akuntan, pengacara, ahli mesin, dan lain-lain.
Beberapa alasan utama mengapa para pengusaha menggunakan iklan untuk berkomunikasi dalam dunia usaha / bisnis Disamping untuk menjual barang atau jasa, periklanan juga membantu :
1.Mendorong para pengusaha berproduksi dan membuat barang yang lebih baik karena timbulnya permintaan yang lebih banyak terhadap barang yang dibuatnya.
2.Mendorong penyaluran dan penyebaran yang lebih cepat, karena masyarakat konsumen dan para pengecer merasakan kebutuhan akan barang tersebut
3. Meningkatkan penggunaan suatu barang atau jasa
4. Mengumumkan adanya penawaran istimewa.
5. Memberitahukan perusahaan yang mendukung pembuatan barang tersebut.
6. Mempengaruhi orang-orang yang dapat mempengaruhi calon-calon
pembeli Untuk menghadapi persaingan

MENGEMBANGKAN DAN MENGELOLA PROGRAM IKLAN
Iklan adalah segala bentuk presentasi non pribadi dan promosi gagasan, barang, atau jasa oleh sponsor tertentu yang harus dibayar. Iklan dapat merupakan cara yang berbiaya efektif guna menyebarkan pesan, entah untuk membangun preferensi merek atau untuk mendidik orang.
Lima keputusan utama dalam mengembangkan program iklan yang dikenal sebagai 5 M adalah;
1.      Mission (misi), apakah tujuan iklan tersebut.
2.      Money (uang), berapa banyak yang dpaat dibelanjakan.
3.      Message (pesan), pesan apa yang seharusnya disampaikan.
4.      Media (media), media apa yang seharusnya digunakan.
5.      Measurement (ukuran), bagaimana hasilnya seharusnya dievaluasi.
Menentukan tujuan iklan.
Tujuan (sasaran) iklan merupakan suatu tugas komunikasi tertentu dan tingkat pencapaiannya harus diperoleh pada audiens tertentu dalam kurun waktu tertentu. Tujuan iklan dapat digolongkan menurut apakah sasarannya untuk menginformasikan, membujuk, mengingatkan, atau memperkuat.
a.     Iklan informatif.
Dimaksudkan untuk menciptakn kesadraan dan pengetahuan tentang produk baru atau ciri baru produk yang sudah ada.
b.    Iklan persuasif
Dimaksudkan untuk menciptakan kesukaan, preferensi, keyakinan, dan pembelian suatu produk atau jasa.
c.     Iklan pengingat
Dimaksudkan untuk merangsang pembelian produk dan jasa kembali.
d.    Iklan penguatan
Dimaksudkan untuk meyakinkan pembeli sekarang bahwa mereka telah melakukan pilihan yang tepat.
Memutuskan anggaran iklan
Walaupun iklan diperlakukan sebagai pengeluaran lancar, sebagian di antaranya sesungguhnya adalah investasi yang menambah aktiva tidak berwujud yang disebut ekuitas merek. Ada lima faktor khusus yang harus dipertimbangkan;
1.    Tahap dalam siklus hidup produk.
Produk baru biasanya mendapat anggaran iklan yang besar guna membangun kesadaran dan mengupayakan pelanggan mencobanya. Merek-merek yang sudah mapan biasanya didukung anggaran iklan yang lebih rendah, sebanding dengan penjualannya.
2.    Pangsa pasar dan basis konsumen.
Untuk memperbesar pangsa dengan meningkatkan ukuran pasar, diperlukan pengeluaran yang lebih besar. Akan lebih mudah menjangkau konsumen suatu merek yang sudah digunakan secara luas daripada untuk menjangkau konsumen merek berpangsa kecil.
3.    Persaingan dan gangguan.
Dalam pasar yang memiliki sejumlah besar pesaing dna pengeluaran iklan yang tinggi, suatu merek harus diiklankan secara besar-besaran untuk didengar. Bahkan gangguan yang sederhana pun dari iklan yang tidak langsung bersaing dengan merek tersebut akan menyebabkan kebutuhan iklan yang lebih besar.
4.    Frekwensi iklan.
Jumlah pengulangan yang diperlukan untuk menyampaikan pesan merek tersebut kepada konsumen mempunyai dampak penting terhadap anggaran kita.
5.    Daya subtitusi produk.
Merek-merek dalam kelas komoditas (rokok, bir, minuman ringan) memerlukan iklan besar-besaran untuk membangun citra yang berbeda. Iklan juga berperan penting jika suatu merek dapat menawarkan manfaat atau ciri fisik yang unik.
Mengembangkan kampanye iklan
Untuk mengembangkan satu strategi pesan, para pengiklan menempuh tiga langkah; menghasilkan pesan dan evaluasi, pengembangan dan pelaksanaan yang kreatif, dan tinjauan tanggung jawab sosial.
a.       Melahirkan dan mengevaluasi pesan
Sebuah iklan yang baik biasanya berfokus pada satu atau dua proposisi penjualan inti. Begitu mereka menemukan satu daya tarik yang efektif, para pengiklan harus mempersiapkan satu rangkuman ide kreatif.
b.      Pengembangan dan pelaksanaan yang kreatif
Dampak iklan tergantung tidak hanya pada apa yang dikatakan, namun sering lebih penting tentang bagaimana dikatakan. Biasanya pengiklan menyiapkan pernyataan strategi teks (copy strategy statement_ yang menjelaskan tujuan, isi, dukungan, dan nada iklan yang diinginkan.
c.       Iklan televisi
Dari perspektif pembangunan merek, iklan tv memiliki dua kekuatan yaitu (1) ia dapat menjadi sarana efektif yang menunjukkan secara langsung atribut-atribut produk dan menjelaskan secara persuasif manfaat-manfaat produk yang berhubungan dengan konsumen. (2) iklan tv dapat menjadi sarana yang mendorong untuk secara dramatis memotret pengguna dan gambaran penggunaan kepribadian merek, dan hal-hal tak berwujud lainnya dari merek tersebut.
d.      Iklan cetak
Dua media cetak (majalah dan surat kabar) memiliki banyak keuntungan dan kerugian yang sama. Walaupun surat kabar tepat waktu, majalah umumnya lebih efektif dalam membangun pengguna dan gambaran pengguna. Elemen-elemen format seperti ukuran, warna dan ilustrasi akan mempengaruhi dampak iklan dan juga biayanya.
e.       Iklan radio
Radio adalah medium yang menyerap 96% dari semua orang Amerika berusia 12 tahun ke atas mendengar radio setiap hari dan rat-rata selama lebih dari 20 jam seminggu. Kerugian yang jelas dari radio adalah tidak adanya gambar visual dan sifat konsumen yang relatif pasif dalam mengolah hasilnya.


f.       Kajian tanggung jawab sosial
Pengijklan dan agen-agen iklannya harus memastikan bahwa iklan tidak melampaui norma sosial dan hukum. Secara sosial, pengiklan juga harus berhati-hati untuk tidak menyakiti hati kelompok etnik, minoritas ras, atau kelompok kepentingan khusus.

MENETAPKAN MEDIA DAN MENGUKUR EFEKTIVITAS
Setelah memilih pesannya, tugas pengiklan berikutnya adalah memilih media untuk menyampaikannya. Tahap-tahapnya adalah (1) memutuskan jangkauan yang diinginkan, frekwensi, dan dampaknya; (2) memilih di antara jenis-jenis media utama, memilih sarana media khusus; (3) memutuskan waktu media yang tepat dan memutuskan alokasi media secara geografis. Kemudian, (4) hasil keputusan-keputusan ini perlu dievaluasi. 
1.        Memutuskan jangkauan, frekwensi, dan dampak.
Pemilihan media adalah mencari media yang paling berbiaya efektif untuk menyampaikan jumlah dan jenis paparan yang diinginkan kepada audiens sasaran.
2.        Memilih di antara jenis-jenis media utama
Perencana media harus mengetahui kemampuan jenis-jenis media utama untuk menghasilkan jangkauan, frekwensi, dan dampak.
Perencana media menentukan pilihan mereka di antara kategori media dengan mempertimbangkan variabel berikut:
•         Kebiasaan media sasaran. Radio dan televisi adalah media yang paling efektif untuk menjangkau remaja.
•         Ciri-ciri produk. Jenis-jenis media memiliki kemampuan yang berbeda-beda untuk menghasilkan peragaan, visualisasi, penjelasan, tingkat kepercayaan, dan warna. Kamera polaroid paling baik diperagakan di televisi.
•         Ciri-ciri pesan. Pesan yang berisi dangat banyak data teknis mungkin membutuhkan masalah.
•         Biaya. Televisi sangat mahal sedangkan iklan koran relatif murah.



Pilihan iklan alternatif
Lama sekali televisi menjadi medium yang dominan. Biaya iklan televisi telah naik lebih cepat dari pada biaya media lain. Banyak pemasar mencari media iklan alternatif.
A.       Place advertising disebut iklan di luar rumah. Para pemasar itu lebih baik menjangkau orang di lingkungan lain, seperti di mana mereka bekerja, bermain, dan tentu saja berbelanja. Ada beberapa pilihan yang tersedia termasuk papan reklame, ruang publik, tempat produk, dan titik pembelian.
1.    Billboards.
Papan reklame sudah ditransformasikan selama bertahun-tahun dan sekarang menggunakan grafik yang diproduksi secara digital dan berwarna, dengan latar belakang suara, gerakan dan gambar yang luar biasa bahkan tiga dimensi.
2.    Ruang publik
Pengiklan memasng iklan cetak dan iklan tv tradisional di tempat yang tidak biasa seperti bioskop, penerbangan, dan ruang tunggu, juga ruang kelas, arena olahraga, kantor danelevator hotel, serta tempat-tempat umum lainnya.
3.    Penempatan produk
Penempatan produk dapat dikombinasikan dengan promosi khusus untuk mempublikasikan produk ikutan. Beberapa perusahaan mendapatkan penempatan produk tanpa biaya dengan memasok produk mereka kepada perusahaan filam.
4.    Pajangan dan peragaan di tempat pembelian
Daya tarik dari iklan ini terletak dalam fakta bahwa sejumlah studi menunjukkan bahwa di banyak kategori produk, konsumen membuat banyak keputusan merek final mereka di toko.
B.        Mengevaluasi media alternatif:
Sekarang iklan dapat tampil secara virtual di mana saja. Keuntungan utama dari media non- tradisional adalah bahwa audiens yang sangat tepat dan mau tak mau harus mendengar karena sifat dari setting. Tantangan pada media non-tradisional adalahmenunjukkan jangkauannya dan efektivitasnya melalui riset independen yang dapat dipercaya.

Menyeleksi wahana spesifik
Dalam melakukan pilihan, perencana harus mengandalkan layanan pengukuran yang menyediakan perkiraan ukuran audiens, komposisi, dan biaya media. Ukuran audiens memiliki beberapa ukuran:
•           Sirkulasi. Jumlah unit fisik yang memuat iklan tersebut.
•           Audiens. Jumlah orang yang terpapar dengan sarana tersebut.
•           Audiens efektif. Jumlah orang yang mempunyai ciri-ciri audiens sasaran yang terpapar dengan sarana tersebut.
•           Audiens yang terpapar iklan secara efektif. Jumlah orang memenuhi ciri-ciri audiens sasaran yangbenar-benar melihat iklan tersebut.
Mengambil keputusan mengenai waktu dan alokasi media
Dalammemilih media, pengiklan menghadapi masalah makro penjadwalandan mikro penjadwalan.
Masalah makro mencakup penjadwalan iklan tersebut dalam kaitannya dengan musim dan siklus bisnis. Masalah mikro penjadwalan memerlukan pengalokasian pengeluaran iklan dalam kurun waktu singkat untukm emperoleh dampak yang maksimal.
Dalam meluncurkan produk baru, pengiklan harus memilih di antara kesinambungan, konsentrasi, kenaikan, dan keberdenyutan iklan;
•           Kesinambungan dicapai dengan menjadwalkan paparan secara merata sepanjang periode.
•           Konsentrasi memerlukan penggunaan semua dana iklan dalam satu periode.
•           Kenaikan berkala memerlukan iklan untuk suatu periode, diikuti masa kekosongan tanpa iklan, diikuti periode kedua kegiatan iklan.
•           Pola denyut (pulsing) adalah iklan yang berkesinambungan dnegan tingkat bobot rendah yang diperkuat secara berkala oleh kegiatan yang lebih berat.
Mengevaluasi efektivitas iklan
Perencanaan dan pengendalian iklan yang baik bergantung pada pengukuran efektivitas iklan. Kebanyakan pengiklan mencoba mengukur efek komunikasi suatu iklan, maksudnya dampak potensial terhadap kesadaran, pengetahuan atau preferensi.
A.      Riset dampak komunikasi. Berupaya menentukan apakah suatu iklan berkomunikasi efektif. Ada tiga metode utama pra-pengujian iklan dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan ini;
1.    Apakah pesan utama yang anda dapatkan dari iklan ini?
2.    Menurut anda, apa yang mereka inginkan anda ketahui, yakini atau lakukan.
3.   Seberapa besar kemungkinan iklan ini akan mempengaruhi anda untuk melakukan tindakan yang disiratkan?
4.    Apa saja yang berhasil dengan baik dan apa yang tidak berhasil dengan baik dalam iklan ini?
5.    Bagaimana persaan anda tentang iklan ini?
6.    Dimana tempat terbaik menjangkau anda dengan iklan ini?
B.       Riset dampak penjualan
Dampak iklan pada penjualan umumnya lebih sulit diukur daripada dampak iklan pada komunikasinya.
PROMOSI PENJUALAN
Promosi penjualan sebagai unsur utama dalam kampanye pemasaran adalah berbagai kumpulan alat insentif yang sebagian besar berjangka pendek, yang dirancang untuk merangsang pembelian produk atau jasa tertentu.
Tujuan
Alat promosi penjualan berbeda-beda dari segi tujuan tertentunya. Sejumlah manfaat promosi penjualan mengalir ke produsen dan konsumen. Promosi penjualan memungkinkan produsen menguji seberapa tinggi harga yang dpaat mereka kenakan, karena mereka selalu dapat melakukan diskon. Beberapa perusahaan menggunakan npromosi untuk menarik pelanggan baru dan membangun kesadaran.

Iklan versus promosi
Sekarang promosi lebih diterima oleh manajemen puncak sebagai alat penjualan yang efektif; lebih banyak manajer produk yang dikualifikasi untuk menggunakan alat promosi penjualan; dan para menajer produk berada dalam tekanan yang lebih besar untuk meningkatkan penjualan sekarang ini. Akan tetapi, ada bahaya dalam membiarkan iklan memberikan terlalu banyak keleluasaan pada promosi, karena iklan pada umumnya membangun kesetiaan merek. Promosi penjualan, dengan potogan harga, kupon, kesepakatan, hadiah tanpa henti-hentinya mungkin akan menurunkan nilai tawaran produk tersebut dalam benak pembeli.
Keputusan-keputusan utama
Dalam menggunakan promosi penjualan, perusahaan harus menetapkan tujuan-tujuannya, memilih alat, mengembangkan program, melakukan pra-pengujian program tersebut, mengimplementasikan dan mengendalikannya, dan mengevaluasi hasilnya.
a.         Menetapkan tujuan. Tujuan promosi penjualan diperoleh dari tujuan promosi yang lebih luas, yang diperoleh dari tujuan pemasaran yang lebih mendasar yang dikembangkan untuk produk tersebut.
b.       Memilih alat promosi konsumen,  alat promosi perdagangan, alat promosi dan promosi tenaga penjualan. Perencana promosi seharusnya memperhitungkan jenis pasar, tujuan promosi penjualan, kondisi persaingan dan efektivitas biaya masing-masing alat. Produsen menggunakan sejumlah alat promosi perdagangan. Perusahaan menggunakan alat promosi bisnis untuk mengumpulkan petunjuk bisnis, membuat pelanggan terkesan dan memberi imbalankepada tenaga penjualan, dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras.
c.        Mengembangkan program : Pemasar makin menggabungkan beberapa media ke dalam suatu konsep kampanye total.
d.        Pra-pengujian, implementasi, pengendalian, dan evaluasi program
Walaupun sebagian besar program promosi penjualan dirancang berdasarkan pengalaman, seharusnya dilakukan pra-pengujian untuk menentukan apakah alat tersebut tepat, apakah besarnya insentif tersebut optimal, dan apakah metode penyajiannya efisien.
Untuk mengevaluasi, produsen dapat menggunakan tiga metode (data penjualan, survei konsumen, dan eksperimen).
BAB XI
KOMUNIKASI DI ERA INFORMASI
“KOMPUTER”
komputer terdiri dari dua buah elemen penting yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).
- Perangkat keras (hardware) terdiri atas:
- Central processing unit (CPU)
- Keyboard
- Monitor
Perangkat lunak (software) terdiri atas:
- Pengolah data,antara lain meliputi:wordstar,word perfect,Microsoft works,Microsoft word
- Presentasi data,antara lain meliputi:Microsoft power point,freelance,hardvar graphics,dan compel             presentation
- Sharing data,antara lain meliputi:MS internet explorer,windows NT,MS outlook express,dan netscape     navigator


“INTERNET”
I. Pengertian Internet
Menurut Webopaedia,internet adalah suatu jaringan global yang menghubungkan jutaan komputer
II. Fasilitas Dalam Internet
1. Electronic mail (E-Mail)
2. Mailing list
3. Newsgroup
4. World wide web (Web)
5. Telnet (telecommunications networking)
6. File transfer protocol (FTP)
III. Search Engine
Search engine (mesin pencari) merupakan mesin pembantu untuk mencari berbagai macam informasi yang dibutuhkan


IV. Manfaat dan Kekhawatiran Atas Kehadiran Internet
Keberadaan internet bagi penggunanya memberikan beberapa manfaat:
1. Manfaat umum
· Memudahkan penggunanya berkomunikasi secara global
· Cepat dan biaya relatif murah dalam penyampaian informasi dan komunikasi ke berbagai tempat secara bersamaan
· Menambah berbagai macam informasi penting yang tidak di dapatkan di media cetak
· Menambah persaudaraan,persahabatan,teman-teman baru dari hasil penjelajahan di jalur internet
· Menambah wawasan berpikir,berkreasi,dan berinovasi
2. Pelaku Bisnis
· Kehadiran internet dapat dipakai sebagai media promosi atas produk dan jasa yang dihasilkan dengan biaya relatif murah dan daya jangkauan yang luas (global)
· Selain sebagai promosi,bagi kalangan bisnis kehadiran internet juga sebagai media transaksi secara online
· Kehadiran internet juga mempermudah sistem pembayaran transaksi dalam berbelanja online
· Kehadiran internet memberikan peluang tumbuhnya bisnis jasa baru,seperti warung internet
· Kehadiran internet juga memberikan kemudahan bagi pengiriman informasi ke berbagai pihak lebih cepat
· Memberikan kemampuan untuk melakukan konferensi jarak jauh antara perusahaan induk dengan anak perusahaan yang berada di berbagai belahan dunia
Kekhawatiran :
1. Menyebarkan berbagai paham,ideology,atau pandangan yang tidak sesuai dengan paham atau ideology yang dianut oleh suatu negara lewat internet
2. Pengguna yang masih bawah umur dapat dengan mudah membuka atau akses ke alamat website yang tidak layak diakses oleh mereka
3. Pengguna yang iseng mengacak-acak website orang atau lembaga lain,yang dapat berakibat fatal seperti rusaknya sistem operasi dan berdampak down
4. Pengguna internet yang sering mendownload informasi dari internet,bukan tidak mungkin juga mentransfer virus yang juga akan berakibat fatal
5. Sistem keamanan dalam bertransaksi secara online maupun penyimpanan data di host computer seringkali masih dapat dibobol oleh para hacker
6. Belum adanya aturan hokum yang jelas dan tegas di Indonesia yang berkaitan dengan berbagai kegiatan bisnis di internet,menjadikan para pengusaha jasa internet masih was-was/khawatir
7. Munculnya website yang berkaitan dengan tindakan-tindakan yang membahayakan diri sendiri atau orang lain,seperti bagaimana bunuh diri dam merakit bom,tentunya cukup mengkhawatirkan banyak pihak
V.Tantangan Teknologi Internet Di Masa Depan
Teknologi informasi dan komunikasi akan selalu dinamis,bergerak menuju perbaikan-perbaikan yang memberikan kemudahan atau manfaat bagi para penggunanya.yang jelas bahwa di masa depan,peran research dan development dalam dunia internet akan terus melakukan berbagai eksperimen penting bagi peningkatan performance baik hardware maupun software internet

INOVASI TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Teknologi baru telah membuahkan efisiensi di berbagai lembaga dan organisasi meskipun biaya komunikasi antarindividu masih relatif tinggi. Pada masa dewasa ini, rapat bisnis dapat diselenggarakan tanpa pertemuan tatap muka. Dengan pembicaraan telepon, e-mail, faksimili, pager, dan voice mail konferensi jarak jauh dapat diselenggarakan. Sistem Telepon Sistem telepon bisnis di era informasi dewasa ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi antarindividu sebagaimana telepon rumah karena telepon bisnis dihubungkan dengan komputer. Setiap pembicaraan telepon balk yang keluar maupun yang masuk dapat dikendali¬kan dengan sistem call-management. Untuk pembicaraan telepon yang diterima dari pihak luar, sistem PBX (private branch exchange) dapat memantau dan menyalurkan ke telepon yang dituju. Sementara itu ada pula telepon yang dikendalikan oleh satu atau beberapa orang operator; selebihnya telah dikendalikan dengan komputer. Untuk pembicaraan telepon ke luar, komputer dapat melacak orang yang menggunakan telepon dan dengan siapa dia berbicara. Untuk menjangkau karyawan yang berada di luar kantor, perusahaan dapat menggunakan telepon selular atau pager. Voice Mail Voice mail merupakan perpaduan antara telepon dan komputer. Sarana komunikasi ini lebih sempurna daripada answering machine, mesin yang berfungsi menjawab telepon. Alat ini memungkinkan seseorang untuk mengirim, menyimpan, dan merespons pesan verbal ke setiap nomor “mailbox” pada sistem ini. Pengiriman pesan dapat dilakukan selama beberapa menit, dan rekaman suara dapat dievaluasi sebelum dikirimkan. Untuk mendengarkan pesan voice mail yang dibuat dapat dilakukan dengan memasukkan kode rahasia, kemudian pesan dapat dihidupkan atau dihapus. Voice mail memberikan solusi pada kesulitan zona waktu di negara yang berbeda dan komunikasi internasional. Meskipun voice mail menjadikan karyawan lebih produktif, secara universal kurang disukai. Keluhan yang paling sering dikemukakan berasal dari konsumen yang ingin menghubungi seseorang dengan telepon. terlebih dahulu mereka harus mendengarkan rekaman dan menu yang dikirimkan.


D. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN TANTANGAN ABAD 21 GLOBALISASI
Transisi menuju masyarakat informasi mengalami percepatan karena adanya perubahan yang terus-menerus pada teknologi. Saat ini tidak lagi berarti untuk membicarakan tentang beberapa media komunikasi – cetak, radio, televisi, film, telepon dan komputer- yang dipikirkan sebagai suatu yang sangat berbeda. Kemajuan dalam komputer dan jaringan telekomunikasi mengarahkannya untuk bersatu, atau konvergensi dengan media massa konfensional. Menurut Straubharr dan La Rose (2001) Konvergensi tersebut dapat dilihat dari beberapa hal dibawah ini:
1. Saat ini internet menjadi hampir searti dengan konsep informasi yang superhighway. Internet adalah suatu jaringan dari beberapa jaringan yang menghubungkan komputer secara luas sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran pesan dengan salah satu komputer lainnya dan berbagi akses terhadap files dari komputer data (December, 1996). World Wide Web (Web) adalah bagian internet yang kaya akan gambar dan memugkinkan pengguna untuk menelusuri web pages dengan memilih kata kunci atau simbol gambar.Banyak web pages menawarkan audio dan video sebaik teks dan gambar da hal ini melambangkan bersatunya media komunikasi konvensional dan teknologi komputer.
2. Konvergensi Beberapa Teknologi Semua teknologi komunikasi secara berturut-turut bersatu (converging) ke dalam sesuatu yang bisa dibaca komputer, ke dalam bentuk digital. Contoh: Musik dalam bentuk compact disc dan jaringan telepon jarak jauh adalah media digital. Bahkan media cetak tradisional seperti buku, majalah, dan koran biasanya dibuat dalam komputer dan meninggalkan lingkungan digital hanya ketika dicetak. Selanjutnya, karena meningkatnya jumlah orang yang membaca versi on-line, sebagai akibat, menjadi bagian dari dunia digital. Radio, televisi dan home video berada di tengah-tengah konversi revolusioner menuju teknologi digital yang akan memberikan efek besar dalam cara berpikir kita tentang media massa masa depan. Tidak lama lagi komputer personal akan dapat menayangkan program televisi.


3. Konvergensi Industri Telepon, komputer, televisi kabel, dan perusahaan media melakukan merger dan membentuk kerjasama pada kecepatan yang memusingkan sebagai upaya untuk mendapatkan kekuasaan tertinggi dalam persaingan mengkontrol masa depan media. Sebagai contoh, Microsoft Corporation raksasa software komputer menanamkan modalnya dalam broadcasting, televisi kabel, satelit, penerbitan, dan industri jasa internet dengan tujuan untuk menjadi yang terdepan dalam menyatukan media massa dan media komputer. Raksasa perusahaan telepon AT&T membeli raksasa televisi kabel Tele-Communications Inc, NBC Televisi, dan Disney, keduanya mendapatkan mesin pencari mereka sendiri untuk mendapatkan penampakan mereka pada media komputer baru. Saluran komunikasi terdahulu, seperti telepon dan televisi, saat ini dapat diintegrasikan ke dalam suatu jaringan digital, sehingga masuk akal jika sedikit demi sedikit suatu perserikatan melewati batas-batas kaku dari industri terdahulu. Sementara itu, large business dan public intitutions mengembangkan business lebih memungkinkan dengan penyatuan teknologi.
4. Perubahan Gaya Hidup Ketika media komputer memasuki rumah kita, pola konsumsi media massa cenderung berubah. Menurut salah satu penelitian, sepertiga pengguna internet menghabiskan waktu menonton televisi lebih sedikit daripada sebelumnya. Konvergen juga memperkenalkan cara hidup baru, seperti yang saat initerjadi pada jutaan orang, membentuk social relationship, memunculkan identitas baru, dan mengembangkan budaya baru “on the Net”. Semua ini berarti lebih banyak pilihan hidup, murahnya barang dan jasa yang dibeli langsung dari suplier, dan kualitas yang lebih baik bagi keluarga umumnya. Tetapi juga memungkinkan adanya penurunan hubungan antar manusia dengan menggantikannya dengan transaksi komputer secara impersonal.
5. Perubahan Karir Bagi mereka yang menganggap karirnya dalam masyarakat informasi, konvergen ini akan merubah pendirian mereka tentang pekerjaan dan karir seperti diri mereka pada skala global. Sebagian besar orang yang memasuki angkatan kerja saat ini akan memiliki empat atau lima karir yangberbeda –bukan sekedar pekerjaan, tapi karir- di masa yang akan datang. Artinya mahasiswa yang mempertimbangkan karir profesional dalam jurnalistik, periklanan, atau televisi (atau bahkan ilmu komputer)akhirnya harus melengkapi kembali untuk beberapa profesi yang sangat berbeda –atau, jika tidak, bergabung dalam strata lebih rendah dari masyarakat informasi.
6. Perubahan Peraturan Bersatunya media massa tradisional dengan telepon dan teknologi komputer saat ini juga menjadi kebijakan resmi pemerintah US. Dalam The Telecommunications Act of 1996, kongres membatalkan peraturan yang melindungi broadcasting, televisi kabel, telepon, dan perusahaan telekomunikasi lainnya dari kompetisi dengan lainnya, dengan hukum undang-undang, pembuatan undang-undang berharap dapat mengalahkan kompetisi, memperbaiki pelayanan, dan harga yang lebih murah dalam segala media komunikasi. Negara-negara di dunia mengikutinya dengan melakukan deregulasi terhadap industri komunikasi, sebagaimana mereka berlomba untuk membangun suatu jaringan komunikasi yang diharapkan akan memberikan keuntungan kompetitif dalam ekonomi global dari abad informasi. Pertumbuhan dan perkembangan informasi serta teknologi komunikasi dalam era globalisasi mampu merubah dunia dan kehidupan manusia. Masing-masing bangsa yang berdaulat sangat ketat dibatasi secara geografis, kini seakan tidak berdaya, runtuh, takluk menghadapi dasyatnya pengaruh informasi dan teknologi komunikasi tersebut. Ia telah menjelajah semua negeri, merobohkan benteng-benteng negeri yang kokoh dan kuat, semua negeri seakan menjadi satu yang tak terpisahkan, karena informasi dan teknologi komunikasi. Jaringan komputer diciptakan setiap hari. Internet adalah yang tersebar di dunia. Semula diciptakan oleh Pentagon pada akhir tahun 1970-an, internet dilepaskan pada tahun 1986 kepada badan-badan lain di Amerika Serikat dan diseluruh dunia untuk tujuan penelitian pendidikan dan komersial. Pada tahun 1990, internet menjadi semakin komersial. Dalam cyberspace semua dihubungkan dengan jaringan komputer global, semua bekerjasama dan bersaing. Bukan negara-negara yang saling berhubungan, melainkan individu-individu di dalam negaralah yang berhubungan. Perkembangan teknologi komunikasi merupakan kekuatan penggerak yang serentak menciptakan ekonomi global yang besar sekali dan menjadikan bagian-bagiannya lebih kecil dan lebih kuat. Teknologi komunikasi akan memberikan prasarana yang akan dibutuhkan oleh setiap industri dan setiap perusahaan untuk bersaing di dalam pasar yang benar-benar kosmopolitan. Bisnis teknologi komunikasi akan berlipat dua dan berlipat dua lagi sementara kita bergerak ke arah interkonektivitas (kesalingterhubungan) global. Perkembangan teknologi komunikasi tersebut, menurut Naisbitt mendasari terwujudnya empat ide besar, yaitu :

1. Pembauran Teknologi. Sementara komputer, telepon, dan televisi masing-masing diberkahi dengan kemampuan dua teknologi lain, maka akan berkembanglah suatu susunan hebat hibrida telepon/televisi/ komputer. Perkenalan ke dalam pasar sistem komunikasi pribadi ini akan disertai dengan perubahan dalam fokus untuk industri telekomunikasi dari pemecahan masalah bisnis dengan teknologi ke pemberian kekuasaan kepada individu dengan sangat meningkatkan kemampuan mereka untuk berkomunikasi satu dengan yang lain. Perubahan tersebut akan berasal dari perubahan bisnis ke perubahan yang digerakan oleh individu. Ini adalah bagian dari Paradoks Global. Semakin besar ekonomi dunia, semakin para pemain terkecilnya. Perusahaan yang bertahan selama beberapa dasawarsa berikutnya akan siap untuk memenuhi kebutuhan komunikasi individu.
2. Aliansi strategi. Banyak aliansi strategi sudah dibentuk untuk memenuhi kebutuhan dari apa yang akan menjadi abad informasi yang digerakan oleh konsumen. Perusahaan insdustri dan wirausaha yang baru menanjak bermitra dengan kecepatan yang luar biasa, sadar sepenuhnya bahwa tak satu perusahaan pun – dan tak satu negara pun – dapat sendirian menjadi pemain yang berhasil di dalam permainan global yang baru.
3. Pembentukan jaringan global. Sementara arah dari revolusi telekomunikasi menjadi semakin jelas, usaha-usaha sedang dijalankan untuk menciptakan jaringan telekomunikasi global tanpa batas dari jaringan-jaringan yang akan memungkinkan setiap orang di dunia berhubungan dengan setiap orang lain. Jaringan global yang (kebanyakan) digital dari jaringan-jaringan ini akan memungkinkan individu berkomunikasi dengan siapa saja di mana saja di planet ini dalam waktu yang sebenarnya, mengubah selamanya cara kita bekerja, cara kita bermain, cara kita bergerak, dan cara kita memandang sesama warga dari jaringan global.
4. Telekomputer pribadi untuk semua orang. Akhirnya semua orang di kantor atau di rumah atau dalam perjalanan akan dapat memiliki telekomputer (mungkin ada di dalam dompet atau saku) yang digunakan untuk mengirim dan menerima komunikasi melalui suara, data, citra, dan video. Pemakaian telekomputer akan menjadi terdesentralisasi seluruhnya, sepenuhnya individual, dan antara lain akan mengikis lebih jauh karakter tersentralisasi dari raksasa-raksasa perusahaan yang berkembang dalam era industri ketika mereka memberikan jalan kepada federasi yang longgar dari perusahaan-perusahaan kecil yang seperti wirausaha. Pada awal abad informasi dari abad ke dua puluh satu semua kemampuan komunikasi yang mungkin saja kita butuhkan akan dapat diletakan di atas meja kerja kita, di dalam mobil kita, atau di atas telapak tangan kita. Ketika kekuasaan dan jangkauan prasarana komunikasi meluas, peralatan yang dibutuhkan untuk memanfaatkan kemampuan itu pun menyusut. Mereka akan menjadi lebih kecil, lebih murah, lebih ringan, lebih portabel. Karena kita semua menjadi bagian dari ekonomi global yang lebih besar, unit ekonomi yang paling efisien dan efektif adalah individu.
E. TANTANGAN GLOBLISASI
Cepatnya perkembangan teknologi informasi merupakan tantangan yang tidak ringan bagi Indonesia. Hampir satu dasawarsa Indonesia terlambat dalam mengadopsi teknologi komunikasi khususnya internet. Tetapi semua itu bukan berarti semua orang di Indonesia terlambat dalam menerima perkembangan teknologi. Secara individu maupun kelompok kecil banyak orang indonesia yang sangat cepat menerima perkembangan teknolgi tersebut. Banyak yang berhasil dalam bisnis tersebut. Memasuki perdagangan bebas asia dan dunia, globalisai ekonomi dan komunikasi, maka tantangan terbesar yang muncul adalah bagaimana kita mempersiapkan individu-individu yang siap untuk terjun dan bersaing dalam dunia yang batasannya akan semakin maya tersebut. Jika dulu teknologi mutkahir hanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar seperti AT&T, IBM, General Motor, Apple, kini teknologi yang sama dapat dimiliki oleh perusahaan-perusahaan kecil yang dijalankan hanya oleh beberap orang saja. Karenanya yang dibutuhkan adalah individu yang siap untuk menjalankan teknologi tersebut. Kini pertumbuhan ekonomi dan teknologi komunikasi telah bergeser, bukan hanya Amerika dan negara-negara Eropa yang mendominasi tetapi telah beralih ke Asia. Jika dulu hanya jepang yang memuncaki ekonomi dan teknologi Asia, kini telah muncul negara-negara lain yang ekonomi dan teknologinya sangat kuat. India menjadi salah satu negara yang teknologi informasinya sangat kuat. Banyak muncul ahli-ahli perangkat lunak dari negara ini. Cina menjadi negara besar dalam bidang teknologi komunikasi. Taiwan menjadi basis perkembangan teknologi yang dapat menyaingi Amerika. Semua ini terjadi karena negara-negara tersebut telah mempersiapkan diri dengan mengirimkan orang-orangnya untuk mempelajari teknologi di beberapa negara besar khusunya Amerika. Di akhir abad 20 Taiwan memanggil para ahlinya yang telah belejar dan bekerja di di luar negeri untuk membangun teknologinya. Kini, ratusan bahkan ribuan ahli-ahli Taiwan kembali ke negaranya untuk membangun yang dinamakannya “Silicon Valley” Asia. Agar tidak terus tertinggal, Indonesia harus dapat dengan cepat mengimbangi perkembangan negara-negara tersebut, terutama dengan sesama negara-negara Asia. Sumber daya manusia yang ada haruslah dipersiapkan sedemikian rupa sehingga akan dapat survive dalam iklim globalisasi. Hal ini sangat berimplikasi terutama dalam hal pendidikan. Jika pendidikan Indonesia tidak mengalami perubahan yang berarti, maka ketertinggalan kita akan semakin jauh. Saat ini saja masih banyak Perguruan Tinggi yang memberikan kurikulum komputer dan teknologi informasi hanya sebatas kurikulum penunjang dengan kredit yang sangat kecil, padahal kurikulum tersebut sangat dibutuhkan oleh lulusan Perguruan Tinggi sekarang ini. Menurut Prof. Dr. Alwi Dahlan beberapa tantangan yang harus diperhatikan terutama dalam pendidikan di Indonesia memasuki Abad 21, yaitu :
1. Salah satu tantangan yang terberat adalah globalisasi informasi dan komunikasi. Sebagaimana globalisasi ekonomi yang sering dilihat semata-mata sebagai liberalisasi perdagangan, globalisasi informasi biasanya juga dipahami dalam arti yang sempit. Yaitu sebagai arus komunikasi massa yang tidak menghiraukan batas antar negara –tidak jarang dipersempit lagi sebagai penyebarluasan siaran televisi atau lebih khusus pada hiburan Barat ke seluruh dunia. Padahal globalisasi informasi dan komunikasi juga mencakup perluasan arus ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendorong perluasan cakrawala informasi dan wawasan manusia jauh melintasi batas lokasi suatu negara atau wilayah. Tidak terkecuali wawasan politik.
2. Segala macam globalisasi : informasi, media massa, hiburan, ilmu pengetahuan, barang, jasa, atau lain-lain sebenarnya merupakan bagian dari perkembangan yang lebih luas, yang saling terkait satu sama lain dan mencakup segala bidang kehidupan. Dalam makna yang lebih luas itu globalisasi merupakan transformasi sosial budaya dalam lingkup global. Prosesnya begitu rupa sehingga dapat mendorong perubahan pada lembaga, pranata dan nilai-nilai sosial budaya. Dengan demikian, globalisasi dapat pula mengubah prilaku, gaya hidup dan struktur masyarakat menuju ke arah kesamaan (konvergensi) global –menembus batas-batas etnik, agama, daerah, wilayah, bahkan negara. Sampai kemana jauh batas-batas tradisional pada akhirnya benar-benar dapat ditembus, akan tergantung pada perkembangan dan transformasi sosial budaya yang terjadi pada tingkat nasional atau lokal.
3. Transformasi global tentu tidak dengan sendirinya atau selalu merupakan sesuatu yang positif. Ada nilai-nilai dasar dan ciri-ciri sosial budaya yang mencerminkan jati diri sesuatu masyarakat atau bangsa, atau yang terkait dengan kekhasan lingkungan yang tidak mungkin disesuaikan. Transformasi ke arah yang positifpun belum tentu dapat terjadi dengan sendirinya, umpamanya bila tidak didukung oleh nilai, sikap atau kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan baru yang diingini.
4. Transformasi sosial budaya baru akan berjalan sesuai keinginan, jika diantisipasi sebelumnya sehingga langkah untuk menghadapinya dapat dilakukan semenjak dini. Dari segi perguruan tinggi ini berarti bahwa Sumber Daya manusia zaman mendatang (yang dalam 5-10 tahun ini masih menjadi mahasiswa) harus dipersiapkan agar dapat memanfaatkan transformasi global tahun 2010-2020. Karena transformasi yang akan terjadi sangat luas sifatnya. 5. Beberapa perkembangan yang menjadi sumber perubahan dalam transformasi sosial budaya secara keseluruhan, baik yang nasional maupun global, perlu mendapat perhatian dalam melakukan antisipasi. Sumber yang pertama adalah perkembangan teknologi, terutama teknologi komunikas dan informasi (komputer). Kedua pertumbuhan informasi. Ketiga transformasi ke arah masyarakat informasi. Keempat perkembangan sosial budaya yang mempercepat perubahan umum pada masyarakat. Kelima perkembangan keadaan, pemikiran dan wawasan sosial budaya dan politik, yang melahirkan gagasan alternatif mengenai arah perubahan (termasuk ideologi, pandangan hidup) untuk era globalisasi yang akan datang.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beberapa website membuat blog yang populer

MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL