MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL
Posted by irfan
m nasir on 19.11
Manajemen
keuangan internasional ialah perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian Keuangan
Perusahaan Multinasional (Multinational Corporation yang lazim disebut MNC).
Perusahaan multinasional ialah perusahaan yang beroperasi di seluruh dunia.
Mereka adalah perusahaan-perusahaan besar yang dimiliki oleh kaum kapitalis
global yang pusatnya di Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Italia,
Perancis, dan Inggris. Perusahaan-perusahaan itu lazim disebut konglomerat
global atau kapitalis global. Mereka tidak mengenal negara, bangsa, tanah air,
dalam mengembangkan kapitalnya. Dewasa ini perusahaan-perusahaan tersebut
menguasai ekonomi dunia, dan menguasai ekonomi negara-negara sedang berkembang
di Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Tujuan mereka yang utama adalah mencari
keuntungan.
Keuangan
internasional penting bagi: (1) ekspansi perusahaan multinasional
(MultiNational Corporation atau MNC) ke Negara-negara sedang berkembang (NSB),
(2) ekspansi ideology globalisasi, dan (3) perdagangan internasiolan
(Ekspor-impor). Para pemikir ekonomi liberal menyatakan bahwa ekspansi MNC ke
negara-negara sedang berkembang merupakan lokomotif pembangunan di NSB, oleh
sebab itu kehadirannya sangat diharapkan. Untuk menyakinkan rakyat di
negara-negara yang sedang berkembang bahwa MNC itu penting, dipromosikan
ideoloi globalisme, tanpa MNC tidak akan ada pembangunan di negara-negara
sedang berkembang karena mereka kukurangan modal, ilmu, teknologi, dan tenaga
ahli.
Secara
rasional, ekspansi MNC ke NSB disebabkan karena: (1) investasi jenuh di
negara-negara MNC, (2) di NSB sumber daya alam melimpah, (3) di NSB tenaga
kerja murah, (4) di NSB kapitalis-birokrat tumbuh subur, (5) di NSB kapitalis
komprador sangat loyal kepada MNC, (6) di NSB pasar potensial bagi kapitalis
global, (7) di NSB system perpajakan fleksibel, (8) di NSB kebijakan bea-cukai
(pelabuhan) fleksibel, (9) di NSB Undang-undang Perburuhan memihak kapitalis,
(10) di NSB pemerintahnya memberi jaminan keamanan investasi, (11) di NSB
memberi kebebasan transfer modal dan laba bagi kapitalis global, (12) di NSB
system perbankan fleksibel.
Manajemen
keuangan internasional meliputi aktivitas: (1) aliran financial, yaitu arus
masuk modal dan pinjaman, (2) aliran riil, yaitu arus masuk barang dagangan
barang (bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi, (3) aliran budaya,
yaitu arus masuk ilmu pengetahuan, teknologi, dan pola pikir dan perilaku.
Hakikatnya manajemen keuangan internasional adalah eksport capital, budaya, dan
barang dagangan dari negara-negara kapitalis maju ke negara-negara sedang
berkembang.
Bagi
Negara sedang berkembang (NSB) hadirnya MNC adalah merupakan bentuk “kolonisasi
modern” yang dibawa oleh proses globalisasi. Banyak cendekiawan berinisiatif
melawannya. Mereka mengatakan bahwa globalisasi adalah rekayasa manusia MNC
untuk menguasai ekonomi, sosial, politik, dan budaya (pendidikan) negara-negara
sedang berkembang. Namun, dibalik itu semua ada setitik keuntungan yaitu: (1)
dapat memanfaatkan keunggulan komparatif, (2) transfer ilmu pengetahuan dan
teknologi. Risiko yang dihadapi NSB adalah: (1) ketidakpastian nilai tukar
valuta asing, karena nilai mata uang dapat dipermainkan oleh kapitalis global,
(2) risiko negara (country risk) yang tinggi, MNC dapat menguasai politik NSB
karena ekonominya telah dihegemoni dan di dominasi.
Bagaimanapun
juga, manajemen keuangan internasional itu penting dipelajari karena dapat: (1)
membantu manajer keuangan dalam memprediksi kejadian-kejadian internasional dan
dampak kejadian-kejadian internasional terhadap keputusan keuangan perusahaan,
(2) mengetahui siklus ekonomi dunia (tumbuh, krisi, recovery), (3) mengetahui
kelebihan MNC dalam memberdayakan NSB sehingga NSB tergantung kepadanya, (4)
mengetahui moral bangsa (patriot, kapitalis birokrat, kapitalis komprador), (5)
memahami karakter MNC yang hanya berorientasi mencari keuntungan tanpa peduli nasib
banyak rakyat yang dikuasainya, (6) mengetahui aliran dana dari negara maju ke
NSB dan dari NSB ke negara maju.
1. Sistem
Moneter Internasional
Sistem
moneter internasional ialah struktur, instrument, institusi, dan perjanjian
yang menentukan kurs atau nilai berbagai mata uang di dunia, termasuk juga
penyesuaian aliran modal dan perdagangan internasional, dan neraca pembayaran.
Sistem tersebut dirancang oleh kaum kapitalis global untuk mempermudah
pengembangan kapitalnya melalui lembaga international monetary fund atau IMF
dan Bank Dunia.
Bermacam-macam
system moneter internasional yang lazim digunakan antara lain adalah: (1) fixed exchange rate, atau kurs tetap,
(2) floating exchange rate (free float), atau
kurs mengambang, (3) managed float,
atau mengambang terkendali, (4) Target
zone arrangement, atau pengaturan
zona target, (5) pegged, atau kurs
tertambat, (6) crawling peg, atau
tertambat merangkak, (7) pegged to a
basket, atau tertambat pada sekeranjang mata uang.
a.
Fixed
Exchange rate (kurs tetap)
-
Pemerintah
menjaga nilai mata uang pada tingkat yang ditetapkan membeli atau menjual
valuta asing.
-
Kebijakan
pemerintah dalam menjalankan devaluasi atau revaluasi:
1.
Membiayai
defisit transaksi berjalan melalui pinjaman luar negeri. Yang disebut defisit
transaksi berjalan adalah defisit perdagangan luar negeri, artinya impor lebih
kecil daripada eksport, misalnya Indonesia impornya US$8 dan ekspornya US$ 5,
maka defisit transaksi berjalan (current
account) adalah US$3.
2.
Pengetatan
anggaran belanja Negara
3.
Pengendalian
harga dan upah
4.
Pengendalian
kurs
Defisit transaksi berjalan dapat dibiayai utang luar
negeri jangka pendek. Jika Negara sulit membayar bunga dan angsuran pinjaman,
kreditur akan mengalihkan modalnya ke negara yang lebih profitable (kasus
Meksiko pada 1974 membiayai defisit transaksi berjalan dengna utang jangka
pendek, tahun 1982 kreditur menarik modalnya).
b.
Floating exchange rate or free float (kurs
mengambang bebas)
Permintaan dan penawaran pasar valas dipengaruhi oleh
tingkatan harga, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi.
c.
Managed float or dirty float (mengambang
terkendali)
Nilai tukar mata uang ditentukan oleh pemerintah,
tetapi diambangkan biasanya diturunkan nilai berdasarkan keputusan pemerintah.
Misalnya, kurs rupiah terhadap US$, dari US$ 1= Rp. 400, kemudian naik menjadi
US$1= Rp. 600, kemudian naik menjadi US$1=Rp. 900, dan seterusnya, sampai
US$1=2.400
1.
Untuk
mengurangi fluktuasi kurs dan tidak stabilnya perekonomian
2.
Intervensi
bank sentral
-
Mengurangi
fluktuasi harian (smoothing out daily
fluctuations)
-
Cenderung
melawan angina (leaning against the wind)
-
Tertambat
tak resmi (unofficial pegging)
d.
Target Zone arrangement (Pengaturan
zona target)
Sistem moneter Eropa/joint float, system mata uang gabungan untuk menanggulangi
perubahan kurs.
e.
Pegged (kurs
tertambat)
Suatu negara menetapkan nilai mata uangnya berdasarkan
nilai mata uang satu atau sekelompok negara. Dolar AS dipakai patokannilai mata
uang 50 negara, Frane Perancis dipakai 14 negara Afrika, Ruble Rusia dipaia 6
negara ex Uni Soviet.
f.
Crawling
peg (kurs tertambat merangkak)
Suatu negara menetapkan nilai mata uangnya dikaitkan
dengan nilai mata uang negara lain, tetapi diadakan perubahan tahap demi tahap.
g.
Pegged to a basket (kurs
tertambat pada sekeranjang mata uang)
Sekitar 34 negara menambatkan mata uangnya pada
sekeranjang mata uang negara mitra dagang mereka.
2. Sejarah
Perkembangan Sistem Monter Internasional
Sejarah
perkembangan system moneter internasional ialah perkembangan kapitalis global
dalam usahanya mengembangkan kapitalnya. Perkembangan itu melalui perdagangan,
perang, penjajahan, dan melalui penentuan standar mata uang. Khusus
perkembangan nilai tukar mata uang adalah sebagai berikut
1.
Standar emas
(1821-1914)
1 ons emas = US$ 20.67 atau £4.2474, maka kurs dolar
AS dengan pound = US$ 20.67/£4.2474 = US$ 4.86656/£
2.
Periode
Perang Dunia 1918-1940
Setelah perang dunia pertama kondisi ekonomi
Negara-negara kolonialis-kapitalis makin hancur. Krisis ekonomi kapitalis
1930-an pemicu perang dunia kedua, karena mereka saling berebut koloni-koloni
yang menghasilkan bahan mentah
3.
Persetujuan
Bretton Woods, 1945-1971
Negara-negara bekas kolonialis atau Negara-negara
kapitalis membentuk lembaga keuangan internasional: international monetary
fund (IMF) dan World Bank. Tujuannya
menyelamatkan ekonomi ex Negara-negara kolonialis-kapitalis yang hancur akibat
perang dunia kedua. Menetapkan US$ sebagai standar system moneter
internasional. Berlaku kurs tetap, semua negara harus mematok nilai tukarnya
dengan US$.
4.
Sistem Kurs
mengambang, 1971-sekarang
Kekuatan ekonomi AS rapuh, US$ tidak mampu dijadikan
patokan nilai tukar.
5.
Sistem
moneter Eropa (anggota 12 negara)
Maret 1979 masyarakat ekonomi Eropa membuat system
satu mata uang Eropa. Tujuannya: membuat benteng pertahanan terhadap persaingan
dagang dengan Jepang dan Amerika Serikat. Nilai tukar Negara anggota tidak
boleh berfluktuasi melebihi 2,25%.
6.
Eurocurrencies
Dipandang sebagai jenis mata uang. Kenyataannya adalah
mata uang domestic suatunegara yang didepositokan di negara lain.
Berdasarkan uraian di atas dapat dirangkum antara lain
sebagai berikut:
1.
Jika nilai
mata uang suatu negara ditentukan oleh pemerintah, maka disebut system kurs tetap. Sedangkan jika nilai
mata uang diserahkan mekanisme pasar disebut kurs mengambang. Suatu mata uang
disebut konvertibel jika mata uang tersebut bias dipertukarkan secara bebas
dengan mata uang negara lain.
2.
Ada 7
alternatif system kurs yaitu mengambang bebas, mengambang terkendali,
pengaturan zona target, system kurs tertambat, tertambat merangkak, tertambat
pada sekeranjang mata uang, dan system kurs tetap. System moneter internasional
dimulai 1821 sejak perang Napoleon dengan berlaku standar emas. Pada tahun
1919-1925 kurs berflutuasi, 1925-1931 standar emas, 1931-1940 nasionalisme
moneter, 1945-1971 Bretton woods, 1971-sekarang kurs mengambang
3.
Pada 1979
sistem moneter Eropa anggota 12 negara, mata uangnya disebut ECU (Europe Currency Unit). Indexnya disebut
Excange Rate Mechanism (ERM). Dari ECU dihitung kurs bilateral. Eurocurrencies
adalah mata uang domestic suatu Negara yang didepositokan di Negara lain selama
tiga bulan atau lebih. Pertumbuhan Eurocurrencies bertambah dalam jumlah jutaan
dolar setiap bulannya.
3. Neraca
Pembayaran
Neraca
pembayaran ialah sejumlah pembayaran (atau penerimaan) suatu Negara kepada
Negara lain akibat import-eksport dan arus modal masuk dari kapitalis global.
Neraca pembayaran alatnya adalah nilai tukar mata uang. Jika penawaran uang
naik, nilai tukarnya depresiasi, dan jika permintaan naik, nilai tukarnya
apresiasi. Misalnya AS ekspor-Impor ke Inggris:
a.
Ekspor AS
“menimbulkan permintaan dolar bagi importif” karena importer membuatkan
pembayaran dengan dollar, bagi eksportir menimbulkan penawaran dolar karena ia
menerima dollar dan menyimpan di bank (supply money).
b.
Impor AS
“menimbulkan penawaran dolar bagi eksportir” karena eksportir membutuhkan dolar
maka menimbulkan permintaan dolar
“Semua transaksi internasional yang meningkatkan
permintaan terhadap mata uang suatu negara dicatat sebagai kredit di neraca pembayaran
negara tersebut dan diberi tanda positif, sebaliknya setiap transaksi yang
meningkatkan penawaran terhadap mata uang suatu Negara, dicatat sebagai debit
dan diberi tanda negatif.
Aliran
barang dan Jasa Internasional
Aliran
barang dan jasa internasional dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.
Produk
nasional = konsumsi + tabungan
2.
Pengeluaran
nasional = konsumsi + investasi
3.
Pendapatan
nasional – pengeluaran nasional = tabungan – investasi
4.
Pendapatan
nasional > pengeluaran nasional = Surplus capital – investasi ke luar
negeri, lahir perusahaan global atau multinational corporation (MNC) yang
kemudian melahirkan “kolonialisme modern”
5.
Tabungan =
investasi domestic + investasi asing. Negara-negara kapitalis pada umumnya
memiliki tabungan, sedangkan Negara-negara sedang berkembang pada umumnya tidak
memiliki tabungan, hal itu dapat dibuktikan investasi dalam negeri pelakunya
adalah modal asing.
Lembaga
keuangan Internasional
1.
IMF,
dibentuk di Bretton Woods, New Hampshire, Juli 1944 oleh kaum kapitalis
internasional. Tujuannya: kerjasama moneter internasional, stabilitas kurs,
menyediakan dana pinjaman untuk memperbaiki neraca pembayaran, meningkatkan
mobilitas dana antar negara, mewujudkan perdagangan bebas.
2.
Bank dunia
(international bank for reconstruction and development), 1944, tujuan: memberi
pinjaman untuk pembangunan ekonomi.
3.
IFC
(International Finance Corporation), membantu swasta
4.
IDA
(International Development association) pembangunan ekonomi
5.
BIS (Bank
for International Settlement), krisis keuangan
6.
RDA
(Regional Development Agencies), pembangunan ekonomi regional (Asia, Afrika,
Amerika Latin).
4. Mekanisme
Penentuan Kurs Mata Uang
Kurs
adalah perbandingan nilai antar mata uang, atau harga suatu mata uang. Nilai
kurs Rupiah (Rp) per US$ Rp. 10.000/US$, artinya membeli US$ 1 diperlukan Rp.
10.000, atau Rp 1 = US$ 0.0001. mata uang dapat dikatakan berapresiasi jika
harga mata uang makin mahal, dan dikatakan terdepresiasi jika harga mata uang
murah. Mata uang Indonesia atau rupiah adalah terdepresiasi terhadap mata uang
Amerika Serikat (dollar).
Keseimbangan
Kurs Mata Uang
Ditentukan
oleh interaksi berbagai factor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran mata
uang, antara lain:
1.
Laju inflasi
2.
Tingkat
pendapatan
3.
Tingkat
bunga
4.
Kontrol
pemerintah
5.
Pengharapan
pasar
Pemahaman mekanisme pembentukan Kurs
Pelaku
bisnis global harus memahami perubahan dan pembentukan kurs. Tujuannya adalah
untuk mengetahui apakah mata uang itu dalam kondisi berapresiasi atau
terdepresiasi, dan untuk meramalkan perubahan kurs.
Aliran
pembayaran internasional yang mempengaruhi penawaran dan permintaan uang
adalah: (1) perdagangan internasional, dan (2) aliran finansial yaitu investasi
kaum kapitalis global. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi pembayaran
internasional adalah: (1) perbedaan laju inflasi, (2) perbedaan pendapatan, (3)
pembatasan transaksi perdagangan, (4) perbedaan suku bunga, dan (5) pembatasan
aliran modal kapitalis global.
5. Pasar
Valuta Asing (Valas)
Pasar valuta asing ialah jual beli
valuta asing yang pada umumnya dilakukan melalui informasi elektronik computer,
terdapat di semua negara, berfluktuasi setiap jam pada setiap hari kerja. Pasar
tersebut pada umumnya digunakan untuk spekulasi atau “judi” kaum kapitalis.
Fungsi pasar valas adalah: (1) transfer daya beli, (2) penyediaan kredit: L/C
dan banker’s acceptance, (3) minimisasi risiko: hedging (pengamanan), forward.
Para
partisipan dalam pasar valas adalah: 91) bank dan non-bank yang bertindak
sebagai dealer, (2) individu dan perusahaan yang melakukan transaksi
perdagangan dan investasi, (3) spekulan dan arbiter, (4) bank sentral, (5)
pialang valas.
Tipe-tipe
transaksi yang dilakukan dalam pasar valas adalah: (1) transaksi spot: nilai
tukar saat transaksi terjadi, (2) transaksi forward: valas diserahkan masa
y.a.d. (3) transaksi swap: terjadi di pasar antar bank yaitu pembelian dan
penjualan valas secara bersamaan, beli dan jual pada tanggal yang berbeda, mak
adisebut spot against forward type.
Dalam
pasar valas harus dibedakan antara kurs, kuotasi, pasar sport, pasar forward,
pasar future, dan pasar opsi. Kurs
ialah nilai tukar valas, harga mata uang yang dinyatakan dalam mata uang lain. Kuotasi ialah kesediaan untuk membeli
atau menjual valas pada tingkat harga yang belraku. Jenis kuotasi ialah:
1.
Kuotasi
langsung dan tidak langsung.
2.
Cara eropa
dan amerika
3.
Kuotasi beli
dan jual (bid and offer quotations)
4.
Menyatakan
kuotasi forward dengan basis poin
5.
Kuotasi
forward dalam presentase
6.
Kurs silang
6. Paritas
Daya Beli (Purchasing Power Parity)
Paritas
daya beli lazim disebut hokum satu harga yaitu: (1) law of one price, menjelaskan hubungan antara nilai tukar dan harga
komoditas, (2) komoditas yang sama akan memiliki harga yang sama pula walaupun
dijual di tempat yang berbeda, (3) contoh: harga gula di Indonesia Rp. 5.000
kg, di AS US$ 0.5, maka paritas daya beli = Rp. 5.000
7. Paritas
Tingkat Bunga (Interest Rate Parity)
Paritas
tingkat bunga adalah hukum satu satu harga di pasar uang. Paritas tingkat bunga
(PTB) sama dengan paritas daya beli (PDB), bedanya PTB berlaku di pasar
sekuritas (uang), sedangkan PDB berlaku di pasar barang. Investor dapat memilih
investasi di dalam negeri atau di luar negeri tergantung tingkat bunga. Jika
tingkat bunga dalam negeri lebih tinggi daripada di luar negeri ditambah premi
atua diskon kurs forward tahunan, maka investor memilih investasi di dalam
negeri, dan sebaliknya.
Jika
investor investasi di luar negeri, mereka menghadapi risiko perubahan kurs,
maka mereka harus mengadakan kontak forward. PTB unsur pokoknya adalah
perbedaan tingkat bunga dan premi kurs forward.
8. Hedging,
Arbitrasi, Spekulasi
Hedging
ialah tindakan untuk membantasi risiko dan eksposur. Hedging dapat melalui
pasar forward, misalnya:
1)
PT. ABC
Indonesia membeli baran gdari PT X AS US$ 1 juta
2)
Pengiriman 2
bulan setelah order diterima dan pembayaran 1 bulan setelah barang diterima.
3)
Jadi US$ 1
juta harus dilakukan tiga bulan sejak order diserahkan.
4)
Untuk
menghilangkan ketidakpastian nilai tukar Rp. Terhadap US$ tiga bulan y.a.d PT
ABC membeli US$ 1 juta di pasar forward @ Rp. 5.180/$
5)
Ramalan
nilai spot Rp/$ selama lima bulan adalah Rp. 5.000, Rp. 5.100, Rp. 5.200, Rp.
5.300 dan Rp. 5.400
6)
Artbitrase
ialah tindakan pembelian atau penjualan komoditi (termasuk valuta asing) di
suatu tempat, dan pada saat yang bersamaan menjual atau membeli kembali
komoditi di tempat lain, pada tingkat harga yang menguntungkan.
1)
Arbitrase
timbul karena ada perbedaan harga untuk suatu komoditi yang sama
2)
Arbitrase
menyamakan harga komoditi di berbagai tempat
3)
Selisih harga
adalah besarnya biaya transaksi
Spekulasi usaha meraih keuntungan
melalui perdagangan valuta asing yang didasarkan pada perdagangan valuta asing
yang didasarkan pada pengharapan terhadap nilai tukar mat auang dimasa yang
akan datang.
DAFTAR
PUSTAKA
Agus Sartono, Manajemen Keuangan International, BPFE
Yogyakarta, 2001
Darsono,
Manajemen Keuangan Pendekatan Praktis; Kajian Pengambilan Keputusan Bisnis
Berbasis Analisis Keuangan, Jakarta: Diadit Media, 2007
Hamdy Hady, Valas Untuk Manajer, Ghalia Indonesia
Jakarta,1999
M. Faisal, Manajemen Keuangan Internasional, Salemba
Empat, 2001
Komentar
Posting Komentar